KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 49 : Temanku Sensitif ke mantanku


__ADS_3

kamar yang hening tanpa ada suara kipas angin yang pergi kian kemari karna dinginnya hujan yang turun membuat aku menarik selimutku dan mulai mengambil handphone ku dan ku buka aplikasi yang membuatku ketawa.dan tak berselang lama temanku pun menelponku.


"cringggg cringggg" langsung ku jawab


"kisss kau dimana"


"aku disini,di kontrakanku,kenapa"


"aku lagi galau"


"trus hubungannya samaku apa"


"aku pengen curhat,dengarin dulu aku" tapi dalam pikiranku masalahku aja ngak kelar kelar ini malah curhat.


"ia ia ceritalah"


"pacarku itu toxic banget"


"maksudnya"


"dia itu ngomong yang kasar kasar terus samaku"


"ya udah putusin buat apa di pertahanin kalau begitu,kan masih banyak cowok lain"


"ia banyak tapi aku tak ingin pisah dari dia"


"enakkan di toxic in gitu makanya kamu ngak mau pisah sama dia"


"kamu ini menghibur kek ini ngak malah marah samaku"


"lah yang marah siapa aneh ini"


"ialah aku cerita bukan nya nanggapin baik baik malah ngomong kayak gitu"


"jadi aku ngomong apa...aku bilang ia ngak apa apa dia marah bertahan aja gitu,hahhhaha aku teman goblok kayak gitu yang biarin temannya di gituin cowok"


"halah aku capek ngomong sama kamu"


"lah capek pulak"


"udah akh ngak nyambung tau"


"udah "langsung aku matiin,dan berpikir anak ini kenapa yah kok kayak udah stres, hahahahahahhhhhaaa aku ketawa di kamar sendiri,lalu tersentak aku ingat aku mau masak karna belum makan,dan langsung aku bergegas untuk masak mie dan rasanya makan pake mie enak itu pikiranku tapi tak di sangkah hujan hujan begini temanku itu datang apalagi malam begini.


"kisss "


"aduuhhhh kau kenapa datang malam dan hujan kayak ngini,kan kau dah basah bodoh kali lah"


"aku suka hujan,tapi dingin yah"


"ia dingin"


"masak apa sih,mau dong"


"masak mie,mau kan biar ku tambahin kuahnya"


"mau apalagi aku sudah lapar"


"jadi kau datang kesini hanya karna lapar doang"


"ia,oh ia pacarmu ngimana "


"bukan pacar tapi dia sudah mantanku"


"tapi kalian masih sering bareng ku lihat"


"ia,tapi itu semua ada tujuannya"


"apa tujuannya"


"supaya aku tau semua rahasia mereka kenapa mereka curang"


"uhhhh capeknya kamu cari tau itu"


"trus kenapa kamu cari tau siapa selingkuhan pacarmu"


"itukan beda"


"beda tapi kau udah kayak orang di tinggal nikah"


"ia sih"


"aku buatin musik yah"


"udah malam,jangan nanti tetangga terganggu"


"aahahhhaaaaahahh tetangga aja di pikirin"


"ini otaknya heng kali yah"

__ADS_1


"udah akh udah mateng belum mie nya aku mau semua"


"ehhhh semua,kamu makan satu baskom gede ngini,apa ngak muntah kamu"


"huhuhuhuhuhu aku nangis ini"


"kau kenapa sih kayak orang linglung,biarin dia seperti itu,kalau dia emang sayang sama mu pasti nanti dia akan datang sendiri"


"aku ngak mau dia sama cewek lain"


"emang yang duluan selingkuh siapa"


"aku"


"yah...dia pulak...kau itu oon atau goblok sih"


"oon huhuhuhuhu "sambil nangis


"gila ini anak,ini ni mie nya makanlah,berdoa dulu"


" ngak usahlah berdoa"


"terserahmu lah atur aja disitu"


kami makan dan cerita cerita bagaimana temanku ini dengan pacarnya,dia selalu bercerita dan juga ngak henti henti nya dia menangis aku ketawa ketawa setelah selesai makan mantanku pun nongol tapi hujan emang sudah reda.


"yah ini lagi datang"


"kenapa"


"tuhhhh " menunjukkan temanku


"kenapa" kata temanku


"ngak kok" ujar mantanku


" kau kenapa datang kesini,ada yang tertinggal" sahut temanku


"heheheeehehehehe ini anak"ujar mantanku


"memang benar loh ngapain kau kesini udah punya tunangan lagi"


"hussss" aku mengelengkan mataku pada temanku


"ia ia" sahut temanku


"ngapain datang kesini"


"oh mau saya masakin mie"


"beliin aku nasi aja lah,ini duitnya"


"tumben bukan duit si kiss" ujar temanku lagi


"aduh ini anak benar benar ya" sahut mantanku


"udah udah,aku beliin tunggu disini ya,kau ikut ngak"aku bertanya pada temanku


"ngak"


"ok ok,sebentar ya"


sementara aku pergi keluar beli makanan temanku dan mantanku saling memalingkan muka,aku pun tersenyum dan aku pun segera memakai mantel hujanku dan pergi menelusuri malam untuk beli makanan mantanku,kucari cari ngak ada makanan lagi dan untung ada warung makanan yang buka dan aku segera berhenti di tempat itu dan langsung ku pesan kesukaan mantanku,tapi disitu ada yang pacaran dan ku lihat lihat mereka begitu romantisnya lalu aku berkata dalam hatiku" jangan terlalu cinta nanti sakit" setelah selesai aku langsung ke rumah dan ngak lupa beli makanan untuk temanku.


"nah ini nasinya,ambil sendiri minum mu"


"ambillah"


"manja"


"hehhehehehehe itu tandanya kamu baik"


"mana temanku"


"toilet"


"ngapain"


"ntah tanya aja"


"dini...kau ngapain"


"berak,mau ikut kau"


"astaga...kau benar benar"


"oia habis ini aku pulang ya,hujannya udah reda ya,tadinya aku pengen tidur disini sih"


"udah kok,disini aja"

__ADS_1


"akh mantanmu disini"


"itu aja kau permasalahkan,aku kan dah bilang sama kamu"


"ia aku ngerti,tapi aku muak lihat dia"


"ia ia aku tau,cepatlah aku beli martabak loh"


"serius ia serius"


"ia serius"


dia langsung keluar dari toilet dan langsung melihat mantanku tapi bagi dia sudah EGP setelah aku jelasin semua.


"eh kau beli ini dimana,enak ya"


"ia ia,makanlah,tapi jangan sensitif kali lah sama dia"


"aku tau tapi aku ngak suka sama dia sekarang" dia berbisik lalu aku tertawa


"kau ada ada aja"


mantanku pun siap makan dan dia ingin segera langsung pergi pulang karna kesal juga sama teman ku.


"udah ini beresin yah,aku ingin pulang"


"boleh,pulanglah sakit kepalaku lihat kalian dua"


"lagian temanmu ini aneh"


"dia juga sakit hati kamu buat temannya kayak sampah"


"tapi kan dia ngak tau aku kenapa begitu"


"meskipun"


"udahlah belain aja temanmu itu"


"ialah,sanalah dah kenyangkan pulang lah sana"


"ehhh besok aku lembur ya jangan cari aku"


"idihhh ok ok,sana lah"


mantanku pun pergi dan temanku tertawa ngimana tadi sifatnya sama mantanku dan aku nasihatin dia supaya jangan bersikap begitu.


"lain kali jangan begitu yah,dia itu juga tamu"


"aku tau itu tamu kok,dan ngak mungkin juga kamu mau nikah lagi sama dia yang udah nyakitin hatimu"


"bukan begitu,tapi kan aku udah ceritain ngimana sama mu"


"ia tapi kan ngak baik kamu tutupi semua lukamu ,apa kamu masih sayang sama dia"


"aku bisa menutupinya kalau sama dia ni...tapi kalau sama Tuhan tidak,aku ngak sayang dia lagi,tapi dia punya penyakit"


"gitu dong,kalau sakit yah mending dia mati aja ngapain kamu repot"


"Tuhan tidak ajarkan kita begitu ni...Tuhan ingin aku mengampuni dia dan memaafkan dia"


"mengampuni dan memaafkan jauh lebih tolol ku lihat kamu sekarang"


"ia kan tolol kan"


"ia loh....apa kata orang kalau kamu masih bersama dia sedangkan dia sudah nyakitin kamu begini"


"ntahlah muka ku juga udah muka tak bisa di bilang aduhhh aku makin sakit hati oleh perkataan ini "


"udahlah nanti kau nangis jadi ngak enak hatiku"


"hahahahahhahahaha kau ini akh aku kuat tau"


"kau kuat tapi di dalamnya sudah rapuh"


"sudahlah kau ini apa-apaan sih"


"ia dong"


"pulanglah ini udah hampir jam 23 loh besok kamu kerja kan"


"aku mau tidur disini aja"


"ngimana kamu mau kerja besok kalau tidur disini"


"aku off lah"


"oh ya udah lah ayoklah tidur cuci muka mu itu ada sabun sama pelembab muka juga ada disitu"


"ok ok"

__ADS_1


kumatikan lampu kamarku dan dia berlari karna takut gelap dan dia langsung merebahkan badannya dan bercerita cerita tapi kembali aku ngomong dia sudah tertidur dan aku menggeleng kepala dan ku rebahkan juga badanku dan kami tertidur.


__ADS_2