
Senja Pun tiba kami yang masih berada di danau menyempatkan diri untuk duduk sebentar lagi melihat perlak perlik lampu yang ada di sebrang danau.kami nikmati senja itu bersama gemuruh air danau yang di hembuskan oleh angin ke bebatuan yang ada di danau itu,senja pun sudah berganti jadi malam kami bergegas untuk pulang.
"ayok udah mulai gelap" ujar dia padaku
"ayok,oh ia nanti singgah dulu di tempat makan ya,aku lapar"
"jangan makan di situ yah,kita makan di rumah ku saja"
"emang aku boleh ke rumahmu makan"
"boleh lah"
"dulu kamu selalu larang aku ke rumah mu semenjak itu"
"kau kan sering marah tak jelas" sambil mengendarai motor nya kami cerita cerita di atas motornya
"kita beli makanan dimana ini" ujar nya
"hahhhhh apa ngak denger"
"kita beli makanan dimana" tanya dia ke dua kali nya
"oh itu di rumah makan nasi padang aja"
"ok"
segera dia hentikan motornya tepat di rumah makan yang ada di sebrang jalan,dia ngak tau bahwa family nya ada disitu sontak kami kaget bukan main,karna kami ketauan sama family nya.
"oalah ketauan ini" ujar nya berbisik
"emang siapa" tanya ku
"itu keluarga mama"
"yah udah biasa aja bilang aja aku itu temanmu,emang aku bukan siapa siapa mu kan"
"tapi mereka nanti bakal aduin ke mama ini"
"yah bilang sama mamak mu aku temanmu bukan pacarmu"
"andai saja bisa mulut orang ini ku sumpel"
"emang kalau bisa kau sumpel kau mau apa"
"yah ku sumpel mulut nya"
"samperinlah sana"
"ia bentar yah"
dia pun segera menyapa family nya.
"hai bang,salam"
"oh salam, darimana"
"oh dari danau temani teman ku "
"temanmu atau pacarmu "
"huss diakan udah punya tunangan" sahut cewek yang di samping family nya
"ia bang,dia cuma teman doang"
"akh masa,itu pacar mu dulu kenal pun aku"
"kenal ya bang ,tapi sekarang cuma teman kok ngak lebih"
"tapi ingat yah,kau udah tunangan jangan buat malu"
"ia bang,ya udah bang aku cuma mau beli nasi aja"
"oh ia ia"
"udah beli nasinya" tanya dia
"dari tadi"
"ohhh ayoklah kalau begitu"
__ADS_1
kami pun pergi dan dia membunyikan clakson motor nya yang tanda nya dia pamitan sama family nya,di perjalanan dia garuk garuk kepala dan dia bilang mati lah,pasti nanti ada laporan ini,aku pun diam saja di belakang dan merasa dia takut ternyata,sesampai di depan rumahnya aku turun dari motor nya,dan dia langsung mengambil kunci rumahnya dan mempersilahkan aku masuk ke rumahnya,kami pun segera duduk dan berbincang tentang family nya tadi,karna aku sudah lapar ku siapin semua yang perlu untuk makan,sudah selesai makan seperti biasa aku langsung nyuci piring, dan setelah itu kami duduk lagi dan berbincang bincang,dan karna aku orang nya iseng aku coba menghubungi nya padahal dia ada di dapur,ku lihat namaku di handphone nya Bagus tapi pake bahasa mereka dan aku bertanya pada orang yang tau artinya ternyata arti nama ku yang ada di handphone nya adalah omongan kotor yang paling menjijikkan,aku panas dan geram membaca artinya hingga aku bertanya pada dia.
"ky..." dengan suara meninggi
"apaan sihh suara mu kuat begitu"
"liat lah nama ku kau buat di handpone mu,bagus sekali namanya"
"emang ia bagus namanya aja kesayanganku"
"ia yah" tapi dalam hatiku sudah panas
"ky"
"ia,apa sih aku masih bersiin ikan cupangku loh"
"aku pulang yah"
"kok cepat kali pulangnya,kenapa"
"aku muak disini"
"ada yang salah yah"
"ngak ada"
"oh yaudah lah kalau mau pulang,aku ngak bisa antar ke depan yah nanti tarik aja pintu nya"
"kamu benar benar yah"
"maksudnya apa" muka nya merah seakan akan dia terganggu bersiin ikan cupangnya
"aku ngak kau anterin ini" suaraku meninggi
"buat apa di anterin,kan punya motor sendiri"
"kan motorku di kontrakanku loh kita tinggalin"
"oh ia lupa,yah udah tunggulah bentar lagi ya"
"ia lah"
"ngak akh,malas"
"kiss handphone ku bunyi tolong bawa kesini"
"itu aku"
"buat apa kau telpon telpon aku padahal aku disini"
"aku mau lihat namaku aja "
"nanti aku ganti"
"buat apa"
"yah biar makin bagus"
"kan udah bagus itu,namanya kan jorok,kotor"
"mmmmmm"
"kok mmmmmmm bukannya bagus sekali nama itu yah"
"ia sih"
"dimatamu itu bagus,kau kirain aku ngak tau artinya apa,jangan mentang mentang aku bukan satu suku mu aku ngak tau artinya" sambil menopang dada
"lah kau kenapa"
"kau bisa ku makan sekarang kalau kau buat kayak ngini terus samaku"
"itu kemaren ku buat karna tunanganku supaya dia ngak tau nomor handphone mu"
"semua karna tunanganmu,dengar yah aku tak peduli tunanganmu itu,kalau dia memang seoarang perempuan yang tau sakitnya di tinggalkan oleh orang yang dia cintai karna cewek lain dia akan mengerti itu semua dan tidak akan menerima pertunangan kalian itu"
"lalu aku harus bagaimana"
"kau adalah seorang lelaki yang tidak bisa berdiri di kaki sendiri,percuma kau merantau,jadi coba jelaskan arti dari nama ku itu,apa aku harus buat juga nama mu seperti itu disini"
__ADS_1
"nama aja di permasalahkan"
"jelas karna kau manusia paling tidak tau di untung disini,kau anggap taik aku selama ini ternyata"
"kan aku udah jelasin"
"mulai sekarang ku ubah namamu juga kayak gitu"
"udahlah jangan begitu,kalau kamu marah jelek tau bukan malah cantik"
"ngak peduli aku"
"udah udah ayoklah ku antar pulang,atau masih disini menemani aku"
"mau pulang" eh tiba tiba tunangannya nelpon
"apa lagi ini,belum siap ini udah datang yang ini"
"makanya jangan bloon jadi orang"
"bloon ngimana maksudmu"
"mendua itu hanya menyiksa dirimu"
"biarin aja biar aku cepat mati"
"semoga lah"
"apa...apa coba lagi dong biar ku dengar"
"semoga cepat mati"
"doamu itu"
Tunangannya yang selalu menelpon membuatnya resah dan meletakkan handphone nya di lantai dan mengunci pintu rumahnya karna ingin mengantarku pulang.
"aku mau beli air kelapa tunggu sebentar"
"aku mau"
"apa apa kau mau,mana duitmu"
"ngak ada,duitmu lah"
"dari dulu kau kayak gitu ngak berubah"
"kan kan mata nya begitu banget"
"kenapa mataku,kan bagus mataku"
"cara melirikmu loh luar biasa seram nya"
"kau itu hanya merugikan aku saja,untunglah"
"untung apa lagi,untung aku ngak jadi suami mu"
"nahhh tau dia"
"kepala mu lah ngak ada benarnya,kau kirain itu semua mau ku"
"aku ngak tau tapi ngak ada loh bunga di tanam langsung berakar"
"ada ,buktinya bunga yang berakar kan bisa di tanam lalu numbuh"
"bloon"
"bloonan kamu kali"
"udah jalan,aku capek"
"mana samaku"
"nah,minumlah biar ada kekuatanmu melawan"
"okkkehhhh,kita jalan yah"
"wokehhh"
di perjalanan aku selalu memandangi kanan kiri jalan itu dan mencoba tidak menangis atas perlakuannya dan aku berusaha tegar dalam menyikapi semua dan akhirnya sampai di kontrakan aku pamit izin masuk dan dia juga segera pulang ke kontrakannya.
__ADS_1