
Dari kejadian itu akubelajar bahwa orang yang selama ini ada di samping kita belum tentu akan jadi jodoh kita,dan aku berubah jadi seorang pendiam yang dulunya selalu menyapa setiap orang yang lewat kini orang tersenyum pun aku langsung menundukkan mukaku dan pergi,mungkin mereka paham akan hal ini tapi tidak dengan orangtuaku,orangtuaku selalu menangisi sikap ku saat ini.aku yang berpura pura tegar untuk mereka ternyata sangat menyakitkan buat orangtuaku,Aku bisa apa aku memaksakan tersenyumpun bagaikan mulut ku di robek oleh sayatan pisau silet yang langsung menancap ke bibirku.
Setiap orang datang untuk bertamu aku selalu menutup diri mereka bertanya kadang aku tak menjawab satu kata pun omongan mereka,aku sama kayak patung yang harus di pukul dulu baru goyang,mataku yang sembab membuat mereka kasihan tapi aku merasa mereka bukan kasihan tapi ingin tahu bagaimana aku terpuruk.
Otakku semakin hari semakin tak karuan dengan pemikiran ku sendiri,aku malu dengan semua orang yang sudah mengetahui bahwa kami akan menikah tapi takdir berkata lain,apa yang harus ku perbuat aku hanya bisa menangis.
Suatu saat ada seseorang yang datang menanyakan pacarku itu tapi aku hanya bisa diam dan tak menjawab sedikit pun kata katanya,dia heran dan langsung pergi dari tempat itu,terkadang aku tidak mengingat dia dan ku kitak katik handphone nya dan ku bertanya dalam hati ini foto siapa aku seperti lupa akan dia,tapi sbntr lagi aku sudah murung lagi,dan tak kusangkah temannya chat aku dan mengatakan bahwa dia akan datang kembali,aku yang menangis mengusap airmataku dan berdiri,entah setan apa yang ada dalam diriku,aku langsung pergi ke kontrakannya dan motor yang aku lunasin ku ambil dari rumah itu,dan sangkin marahnya aku tak ingin motor itu jadi miliknya lagi karna aku yang melunasi motor itu.
Aku yang sudah muak dengan sikapnya menjadikan aku harimau yang siap menerkam,lalu mungkin teman satu rumahnya menghubunginya bahwa motornya udah ku bawah ke kontrakanku lalu apa lah yang mereka omongin aku ngak tau.tapi temannya datang ke rumah untuk mengambil kembali motor itu.katanya itu sudah di jual untuk temannya biaya tunangannya,
"hahh di jual,tau ngak ini motor siapa,tau ngak siapa yang lunasin"
"aku ngak tau kak"
"aku...aku yang lunasin motornya,dan juga yach aku ngak ingin motor ini disini aku mengambilnya supaya dia bisa jelasin kenapa dia berbuat begitu "
"nanti dia datang kak jumat"
__ADS_1
"ok aku tunggu dia datang,aku akan lihat dia bagaimana caranya memperlakukan wanita"
"ia kak,jadi ku bawak lagi motor ini ya kak"
"ok bawa aja"
Lalu aku merelakan motor itu untuk diambil kembali karna sudah di jual untuk temannya,bahkan aku yang ngurus pencairan BPJS nya pun ngak di kasih tau udah cair apa belum,emang dari awal sudah matre.
Aku mulai diam lagi,bahkan tetangga yang datang pun aku pelototin dan segera pergi,karna aku ngak butuh orang yang hanya melihat dari penderitaanku,mereka hanya melihat tapi bukan dengan tangisanku.aku memulai hidupku seperti biasa lagi tanpa aku hiraukan semua,aku mulai makan apa yang aku suka yang selama ini aku tak nafsu makan ku lahap smua yang bisa masuk ke mulutku,aku yang sudah stress karna kebohongan itu membuat aku pergi belanja dan dalam sekejap aku bisa menghabiskan duit ku sebanyak apa yg aku mau.
itu smua tak berujung dengan kebahagiaan di hidupku,aku mulai aktif di sosmed,aku mulai aktif buat status dan beberapa cowok buaya mulai datang satu persatu,dan mengajak untuk pacaran.wajar sih tapi kan biasa buaya darat buaya laut selalu mencari mangsa yang siap mereka terkam.
Di sepanjang hari dan setiap harinya aku selalu memikirkan bodohya aku menangisinya begitu lama,aku tertawa sendiri melihat kebodohanku,senyum ku yang sudah mulai pulih kembali ku kepakkan,aku udah mulai menyapa tetangga dan senyum pada mereka,dan mereka mulai menanyakan apa yang terjadi dan dengan senang hati aku bagaikan artis kan aku jawab sebenar benarnya.
Benar apa yang saya pikirkan mereka hanya ingin mendengar saja bukan turut prihatin,dan di tempat perbelanjaan saya ketemu temanya lagi dan bertanya
"hehhh dia udah datang blom?" dengan nada tak sopan
__ADS_1
"eh kakak"
"ia..dia udah datang belom"
"belom kak "
"siapa " kata cewek yang di sampingnya mereka berbisik satu sama lain
"kenapa berbisik"
" ngak kak"
"ok "
Akupun langsung pergi dari hadapan mereka,mereka melotot melihat penampilan baruku,dan kulihat lagi mereka dan menghampirinya mereka pergi begitu saja,akupun tertawa kenapa dengan diriku,apa ada yang aneh atau bagaimana aku tak tau yang penting aku tersenyum.
Sesampai di rumah aku cerita pada temanku seperti kejadian tadi dan temanku terbahak bahak dengan apa yang terjadi tadi,dan kami tertawa bareng dan kami masuk kamar masing masing dan tertidur karna besok akan bekerja seperti biasanya,aku yang ngak bisa tidur tak munafik aku stalking sosmednya tapi ternyata aku benar benar udah di blokir dari smua sosmednya,aku tertunduk diam,karna adiknya juga posting pertunangan abangnya aku melihat dan melotot pada photo tunangan mereka dan menangis lagi,aku selalu melukai hatiku dengan melihat photo mereka dan hingga akhirnya pagi pun datang dan kami siap siap berangkat kerja tapi handphone ku berbunyi yang isinya bahwa pacarku itu akan datang hari itu juga,aku diam saja karna ingin menyembuhkan hatiku dari smua luka yang mereka beri,dan akhirnya aku tak balas chat tersebut.
__ADS_1
Keesokan harinya aku mulai berpikir kenapa aku di tinggal begitu saja tanpa ada salah,aku mulai bingung kenapa,dan saatnya menyusun stategi untuk mengetahui hal itu dan akhirnya aku berpikir bahwa aku akan mendekati dia lagi dan menjadi dektektif untuk diriku sendiri.