
Dua hari berselang kami pergi kedanau dan family nya melihat kami bergandengan di atas motor membuat orang orang banyak yang bergosip ria tentang kami.aku biasa aja karna bagiku dia bukan siapa siapaku tapi mungkin urat malu ku udah putus karna itu semua.di luar kontrakanku banyak ibu ibu kumpul kumpul dan karna kontrakanku banyak sesuku dia aku selalu menutup diri untuk tidak banyak omong,ku putar musik kuat kuat dan ku bersihkan kontrakanku hingga aku ikut bernyanyi mengiringi lagu yang sedang aku mainkan,aku pun keluar untuk buang sampah dari rumah ke halaman depan tempat dimana aku itu selalu membakar sampah setiap sore nya,belum juga melangkah 5 kaki udah ada yang melirikku dan berkata.
"emang mereka itu saling mencintai,kasian mereka harus di pisahkan oleh orangtua"
aku langsung melihatnya dan mereka berhenti berbicara,didalam hatiku mungkin cerita kami ini sudah sampai di kampung mantanku tapi aku biasa aja dan ngak mau tau tentang mereka semua.
tiba tiba nomor baru masuk ke handphone ku dan karna aku orang nya cuek kalau ada nomor baru ku pelototin aja sampai selesai eh habis itu langsung ada chatingan.
"pelototin aja sampai mati deringannya"
aku mikir dong itu siapa
"ini siapa" balas ku
"aku datang kesitu"
"okay"
udah tau dia siapa aku langsung bilang okay aja,ku beresin semua rumahku dan sudah bersih tinggal istirahat lagi,dan dia pun segera datang padahal aku masih di kamar mandi,dia ketok ketok pintu kontrakanku tapi dia iseng iseng selalu ketok karna dia tau aku lagi mandi dia duduk di depan kontrakanku,setelah selesai mandi pake baju aku bukakan pintu untuknya.
"masuklah"
"pelit sekali ini anak "
"pelit apanya"
"pelitlah,kasih lihat kek habis mandi"
"apanya yang di kasih lihat"
"akhhhh gila aku ini"
"emang,kau mau minum apa"
"minum kopi"
"ntar aku seduhin pake sianida"
"nah itu lebih baik toh,biar mati lalu kau senang"
"nah itu kau tau,padahal itu loh yang aku rencanain dari dulu supaya kau cepat mati lalu aku dapat santunan aahahhahhaha"
"dapat santunan darimana,dari hongkong"
"jauh sekali dari hongkong"
"lah kan ibaratkan"
"ibaratkanlah semua otak kau ke geser dikit"
"udah loh,udah sering aku ngomong sendiri sekarang"
"ohhh gitu"
"ehhh tunggu ada yang nelpon aku,kau diam yah"
"ia ia"
segera dia angkat telponnya
"hallo bang" jawab dia
"hallo"
"ia bang"
"kau ngimana sih jadi cowok"
"maksudnya bang ngimana"
"kau udah punya tunangan dan tunangan kau itu cantik,baik tapi kau ngak menghargainya dan kau masih jalan sama mantanmu itu"
__ADS_1
"oalah kami cuma berteman bang ngak lebih,lagian abang tau darimana"
"kau kirain ngak ada mata mata kami disini"
"oh jadi kalian awasin aku terus yah,kenapa kalian begitu,ngak usahlah kalian terlalu berharap"
"maksudmu apa ini hahhh" suara tinggi
"ia kalian itu terlalu mengekang aku untuk cepat nikahin adik kalian"
" kalian sudah kami tunangkan secara adat jadi kalian jangan buat kami bacok saling bacok disini karna ulahmu"
"ngapain begitu kalau emang ngak jodoh harus ngimana ngomong nya"
"kau harusnya mikir jadi cowok karma nya kamu karna tunanganmu kau selingkuhin"
"karma tunangan"
"yah karma tunanganmu"
"jadi karma dia mantanku yang udah saya kalian kalian kalian dan juga orangtua ku karma nya kemana"
seketika itu abang tunangannya diam
"biarkan dia yang gerasain sendiri nasibnya bagaimana"
"itu abang ngak mikir kalau orang lain juga lebih sakit dari adikmu,maka dari situ aku menyembuhkan luka nya sedikit demi sedikit untuk bisa dia iklas melepasku hingga aku nikah"
"emang mantanmu belum iklas kau tunangan"
"sebenarnya bukan begitu tapi rasa sakit yang ada di matanya dan airmata nya yang sudah menetes membuat karma sudah berjalan di belakangku"
"sudahlah aku ngak mau dengar mantanmu,yang ku mau sekarang kau akan segera kami nikahkan"
"terserah kalian" lalu mematikan handphone nya
aku diam melihat dia mengusap usap rambut nya dan mengamati dia terus menerus mengotak atik handphone nya entah apa yang dia ketik dan kirim sama siapa aku ngak tau,dan aku mendekat dan memengang tangannya.
"aku ngak tau harus bagaimana"
"ingat,mungkin aku ada hanya untuk jadi pelajaran untukmu dan kau jadi guru yang terbaik bagiku"
"tapi kamu akan membenciku"
"jelas itu akan terjadi"
"jangan membenciku terlalu dalam aku ngak bisa"
"ngimana aku tidak membencimu,jelas mental ku sudah kalian hancurkan sehancur hancurnya"
"ia aku tau tapi aku berharap kelak anak kita jodoh"
"maaf,aku tidak ingin anakkku berjodoh dengan anakmu"
"kenapa,kan supaya kita besan"
"tidak,kelak aku akan bercerita tentang ibu nya yang sudah trauma dan mati rasa di buat oleh suku lain dengan begitu sadis nya"
"maaf kiss maaf aku salah"
"sudahi semua sandiwara mu,segeralah menikah dengan pilihan orangtua mu"
"sandiwara apa,aku ngak bersandiwara terhadapmu"
"aku bisa saja kau bohongi,tapi Tuhan tidak,oh ia mau makan apa"
"ia sih,makan nasi aja"
"kita beli aja yah aku malas masak"
"masak ajalah aku ngak mau masakan orang lain,apa lagi beli"
__ADS_1
"nanti kamu bakalan kangen masakanku"
"jelas dong"
"kalau gitu aku kepasar dulu yah beli bahan dapur supaya masak"
"bolehlah"
"ikut ngak"
"ngak lah,aku pengen main game saja disini"
"oh ya sudah,kalau gitu aku pergi dulu ya" sambil mengambil kunci motor dan jaket yang ingin ku pakai
"ummmmm harum sekali parfum mu"
"ummm apa lagi"
"beliin kue yah"
"ummm ia,apa lagi"
"minuman dingin"
"kan di kulkas ada es batu itu aja kocok pake nutrisari itu"
"aku mau redbooll"
"apa itu"
"ke indomaret aja nanti tanya apa itu"
"ummm ia"
"jangan lupa hati hati"
setelah itu aku langsung meluncur kepasar di pasar aku melihat familynya lagi dan pura pura ngak lihat mereka tapi mereka selalu saja melihat ke arahku entah apa yang mereka bicarakan aku ngak tau,pulang dari pasar aku menyempatkan diri untuk menanyakan minumannya ke indomaret,dan segera pulang sesampai di kontrakan aku sibuk masak dan dia sibuk ngunyah minum dan main game tanpa membantu aku memasak dalam hatiku bukan suami idamanan,setelah selesai memasak aku menyediakan makanan untuk kami makan bersama dia bak raja yang harus di siapin semua,aku sudah terbiasa akan hal itu hingga tiba kami pisah nanti semua akan aku ingat.
"udah siap yah masaknya,udah lapar"
"udah,tunggu aku buatin minum dulu"
"ia ia sampai aku pusing ini karna lapar"
"mungkin ada maag"
"kayaknya yah"
"oh ia mau bawa ngak ikannya ke kontrakanmu"
"bolehlah supaya ada ikanku soalnya di kontrakan ngak ada apa apa selain beras"
"oh gitu,okay lah,habis makan saja nanti ku bungkus"
"ia"
kami pun makan dengan lahapnya
"bisa nambah nasi ngak,enak masakanmu"
"kan emang enak"
"ialah,ngak ada tandingannya"
tiba tiba tunanagan nya pun nelpon dan orangtua nya juga
"habis makan pulang saja,kau nelpon di kontrakanmu saja,aku malas dengar semua keluargamu menjelek jelekkan aku"
"ia aku pulang habis ini tapi jangan lupa bekalku"
"ia"
__ADS_1
kami pun siap makan dan kubereskan semua,dan ku buat juga bekal untuk dibawa pulang dan setelah itu aku menyuruh dia pulang karna sudah berkali kali orangtua nya menelpon hingga akhirnya dia pamit untuk pulang.