KuTutupi Lukaku

KuTutupi Lukaku
EPS 60 : Pertemuan Terakhir dan Kado Untuknya


__ADS_3

Dikamar yang hening aku duduk sembari melihat lihat isi dompetku dengan di sertai hujan yang membuat suasana semakin sepi,ku nyalakan kipas kamarku ku lepas ikat rambutku dan kubiarkan rambutku di bawah oleh angin kipas ku kian kemari,tak sadar aku melamun hampir lama,aku tak tau melamun kan apa tapi yang jelas aku merasa kosong,petirpun datang membuat aku sadar dari lamunanku,ku teguk segelas air yang ada di dekat ku yang ku sediakan kian setiap harinya untuk ku minum jika aku malas pergi ke dapur,karna aku batuk aku merasa ngak enak badan,tapi hari itu ku paksain pergi juga untuk bekerja,ngak kerja ngak makan bukan? heheehehe,ku rebahkan lagi diriku di atas kasur tidurku,aduhhh enak sekali,dulu waktu kecil aku susah tidur di pukul pun tetap ngak mau tidur kini jangan sampai ku lihat pulau kapuk alias tempat tidur kalau ngak bisa langsung tidur,akhirnya saatnya untuk ku bekerja aku siap siap dan waktunya untuk berangkat,tapi dalam pikiranku "kok dia ngak nelpon atau chating aku sih" jiwa penasaranku meronta ronta,tapi kubiarkan saja dia begitu,sampai pulang pun dia tidak chating atau nelpon aku,aku bertanya tanya dia kenapa? dan akhirnya aku chating dia duluan.


"mmmmm kau dimana ky"


tak ada balasan,dua jam tiga jam tidak ada balasan,ku coba lagi untuk chating dia,


"hengky....kau dimana?,dengarkan orang miskin ini berbicara"


baru tanda mengetik langsung kebaca,


"di kerjaan,apa?"


"sibuk"


"lumayan,ini mau patroli"


"ohw,nanti bisa datang ke kontrakanku"


"ngak"


"kenapa?"


"malas,nanti kamu marah marah,lagian aku udah mau pulang ke kampung"


"justru itu,kamu harus datang kesini"


"ngapain"


"ada kado untukmu dari aku"


"kado apa"


"pernikahan lah,masa kado kado an"


"yang mau nikah siapa?"


"kan kamu mau nikah"


"akh bodohlah malas sekali aku nikah nikah ini"


"biar punya anak kau,mainkan "


"apalah omongan anak ini"


"ngak usah kau munafik,ngak punya anak kau nanti di tendang kau dari dunia ini"


"eleh kata siapa"


"yah udah datang aja kau nanti"


"boleh request"


"apa lagi ini"


"masak makanan yah"


"okay"


handphone pun langsung ku matikan,ku buat bibirku naik keatas karna request request nya itu,tapi tetap aja ku turutin kemauannya,di dalam hatiku aku berkata" trimakasih ky kau sudah menancapkan luka dalam ini,semoga suatu saat nanti ada yang menerima dan menyembuhin luka ini" lalu karna ngak ada kerjaan lain aku iseng iseng buka facebook dan ada seseorang yang melambaikan tangan di messagerku dan aku hanya melihatnya dan tidak ku balas,dan itupun berlalu begitu saja,dan tiba tiba orangtuaku menelponku


"ia ma,kenapa mama nelpon ngak biasanya"


"mama mau ngomong ini"


"ngomong apa ma"


"ada yang minta nomor handphone mu dan orangtua nya sudah datang kesini untuk jadiin kamu mantu"


"ummm ngimana yah ma,kasih aja lah kalau jodoh ngak kemana"


"okay nak cuma itu yang mau mama bilang"


"ia ma ia ma"


"masuk apa hari ini kerja"


"udah pulang aku ma"


"ohhhh okay lah,mama tutup telponnya yah"


"okay ma okay"


pembicaraanpun selesai,aku penasaran siapa cowok yang ingin menghubungiku,tak lama aku nelpon sama orangtua ku mantanku pun langsung datang,


"ngapain disitu kayak orang paok berdiri sendiri"


"paok kepalamu,baru datang udah buat emosi"


"halah gitu kali lah"

__ADS_1


"ummm kamu belum ke kontrakanmu yah"


"kamu liat ngimana"


"ngak"


"yah udah udah kau jawab"


"ummmm buka dulu sepatumu baru pel soalnya kontrakanku"


"sombong sombong baru ngepel juga dah gitu"


"anak kecil jangan ngomong kayak gitu"


"anak kecil siapa "


"kamu lah anak manja yang mau nurut kata mama"


"kan kan inilah aku malas datang kesini"


"akupun malas liat mukakmu"


"tapi kangen kan"


"ngak juga"


"buktinya kamu nelpon aku datang kesini"


"aku itu mau nyampein kalau aku itu udah di lamar sam cowok ke rumah"


"dilamar????? yang lamar siapa?" muka nya merah


" ngak tau soalnya mama cuma kasih tau itu doang"


"jadi klen dah berhubungan"


"hubungan ngimana ini,baru aja di telpon"


"siapa yang nelpon"


"ini lola kayaknya,mama lah"


"oalah"


"kok oalah,kenapa"


"heheheheheh sengaja itu loh"


"sengaja kalau ketauan,dasar manusia manusia sekarang"


"emang kamu manusia apa"


"manusia homosapien"


"hahhahahhahaha purba kala dong"


"kau monyet"


"ahhahahhhahaha kalah dia"


"hummmm apa lah yang bisa kau pikirkan"


"akh udahlah,ada makanan ngak?"


"lihat di lemari es itu ada disitu nasi goreng"


"hahhhhh nasi goreng di kulkas"


"jadi dimana"


"mana bisa nasi goreng du kulkas,ya dingin lah monyet"


"kau yang monyet,liat aja baru ngomong"


"aahahhaahahh ternyata puding"


"ummm baru ketawa"


setelah dia makan pudingnya dia makan yang aku masak lagi akhirnya dia kenyang dan dia ngak bakalan pernah lupa buat bekalin ke kontrakannya,dan disitu aku mendekatinya dan membetikan kado berupa Alkitab kecil untuknya.dia melihatku dan berkata


"buat apa Alkitab ini kau kasih samaku"


"kau kan mau nikah,aku hanya ingin kau menjadi segambar dan serupa Tuhan,kau harus janji kau harus bisa kuat menghadapi rumah tangga mu nanti"


"aku ngak mau terima,samamu aja"


"aku ada ini,aku beli yang berpasangan"


"kiss....aku sedih kenapa harus aku yang ngalamin semua ini"

__ADS_1


"kamu baik dimata Tuhan,baik untuk orangtuamu yang menuruti apa kata mereka,meskipun aku tau kamu selingkuh dari aku tapi aku mengampunimu seperti Bapa di sorga mengampunimu"


"kiss...kami sekeluarga sudah menyakitimu kenapa kamu masih mengampuni kesalahan kami semua padamu"


"karna dari kecil aku di ajarkan orangtuaku untuk mengampuni,dan bahkan orangtuaku juga sudah mengampuni kalian semua,dan ingat satu hal jika kita ketemu di lain waktu,anggap aja kita ngak pernah kenal"


"aku ngak mau,aku akan menyapamu"


"jangan,karna jika kamu menyapaku kesakitan itu akan terulang kembali,jadi Alkitab ini bawalah kemana kamu pergi,disitu kamu akan menemukan kasih yang sebenarnya"


"kiss...aku ngak habis pikir kenapa kamu melepaskan aku begitu saja"


"hehehehhehe karna kamu itu ciptaan Tuhan,kamu milik Tuhan,suka suka Tuhan dong mau kasih kamu untuk selamanya buat siapa,ia ngak?"


"tapi ini tidak adil bagi kita,kita saling mencintai"


"yah dulu kita saling mencintai,tapi sekarang semenjak kamu merobek hati ini dalam dalam cinta ku untukmu tidak akan pernah bisa kamu tutupi lagi,jika bisa kamu tutupi hati itu pasti ada bekasnya,jadi lebih baik kamu nikahi cewek pilihan orangtuamu"


"aku tak tau harus bagaimana,kenapa kita selalu ketemu jika kita tidak bisa bersama"


"karna Tuhan bilang aku wanita yang kuat yang bisa menjaga mu dari sakitmu dan kesusahannmu hingga kelak kau menikah dengan pilihan orangtuamu"


"maafin aku kiss sudah menancapkan luka dalam kedua kali nya di hidupmu"


"yah,aku memaafkanmu" sambil meneteskan airmata


"suatu saat nanti anak kita berjodoh"


"aku tidak mau anakku berjodoh dengan anakmu"


"astaga kenapa"


"aku akan menceritakan pada anakku dulu aku mencintai seorang pria tapi dia membohongi ku dan keluargaku dengan sangat kejam"


"kiss aku mohon,maafkanlah orangtuaku"


"orangtuamu juga akan menerima rasa sakit ini hingga akhir hidupnya,karna sampai detik ini orangtua mu mana ada minta maaf padaku bahkan aku yang kalian sakiti yang minta maaf"


"yah aku sudah tau itu,aku mengerti sekarang"


"kamu mengerti apa"


"walaupun kita nikah kau pasti tidak akan anggap orangtuaku itu orangtuamu"


"yah semenjak kalian menyakitiku kalian semua tidak ku anggap,tapi sebelum kalian menyakitiku lihat bagaimana orangtuamu ku perlakukan dengan baik bukan?"


"sudahlah,aku udah pusing ini,kau selalu benar,kau paling benar"


"yah aku paling benar"


"tentu kau paling benar karna kau yang tersakiti disini"


"jadi menurutmu kamu paling benar yah"


"ngak juga,tapi aku merasa Tuhan itu sungguh tidak adil"


"Tuhan itu sangat adil hengky...tapi...orangtuamu lah yang paling kejam di dunia ini"


"kenapa kau bilang begitu orangtua ku paling kejam ha...?"


"karna orangtuamu egois dan mementingkan dirinya sendiri,sedangkan anaknya berkorban untuk keegoisan orangtua nya dan membuang semua kebahagiaannya,apa itu bukan orang tua yang paling kejam"


dia pun terdiam dan menunduk,


"kamu harus tau hengky,orangtuamu itu tidak selamanya hidup dan akan meninggal,dan istri yang akan kamu nikahi ini akan seumur hidup bersamamu"


"makanya ku ajak kau kawin lari kau ngak mau"


"sorry,menginjakkan kaki ku di depan rumahmu pun aku tak sudi,lebih baik aku kehilanganmu tapi aku bahagia daripada bersamamu aku tersiksa karna keluargamu"


"kenapa kau kejam begitu ngomongnya"


"mikir kau mikir,sudah maafin semua yang keluar dari mulut ku dan belajarlah untuk hal yang kamu perbuat ini,karna karma is real"


"aku akan menerimanya apapun yang akan aku terima dari perlakuan orangtuaku dan aku terhadapmu,ya udah sampai disini aku mau pulang,jaga dirimu baik baik"


"ia ...jaga dirimu juga baik baik dan kasihi istrimu seperti engkau mengasihiku"


"siap,aku bawa Alkitabnya ya,terimakasih"


"ia ia,sama sama,nanti jika kau pulang kabari aku yah,aku akan mendoakanmu"


"ia tenang saja"


sambil menyalakan motornya dan dia pulang dengan berlinang airmata,dari kejauhan ku perhatikan dia dan ku tersenyum dan berkata


"Tuhan kepadamu ku serahkan hidupku dan bantu aku tetap kuat dalam menjalani skenario hidup ku ini,Amin"


aku pun langsung beres beres rumah dan melakukan apa yang semestinya aku lakukan sehari hari.

__ADS_1


__ADS_2