
Kakiku yang sakit karna ES membuatku sadar bahwa untuk apa kembali mengulang kisah yang toxic di dalam hidupku,Aku menhela nafas sambil mengusap usap kakiku yang terkena Es,pikiran ingin berteriak sekencang mungkin,aku menangis terisak isak bagaikan mati tapi masih hidup,semakin aku ingin melepasnya begitu saja semakin hatiku sakit aku tak bisa melepasnya selagi aku belum tau kenapa mereka membohongiku,aku yang selalu mengingat perkataannya tertunduk diam ,aku tak bisa membencinya sekarang walaupun sakit aku tak bisa menyerah sekarang itu yang ada di pikiranku.
Hari hari ku lewati tanpa dirinya,aku mulai melanjutkan apa yang aku ingin lanjutkan,seolah olah semua tidak terjadi di hidupku,orang melihat aku pun terheran heran dan mencoba diam jika aku menyapa mereka.Dia mantanku yang butuh duit tidak tau harus meminjam sama siapa,dia kembali menghubungi ku lagi dengan merasa tidak bersalah dia menginjakkan kakinya di depan kontrakanku lagi,aku yang ingin melupakan semuanya tanpa ada dia di hadapanku lagi seakan akan melihat di depan kontrakanku bagaikan perasaaanku di sambar petir,hatiku yang panas melihat dia di depan kontrakanku ku coba meredahkan amarahku dan ku menghela nafas panjang dan menghembuskannya,hatiku yang sudah panas ku mencoba mondar mandir di kamarku.
"tokkk tokkk tokkk tokkk " bunyi pintu kontrakanku
aku diam dan menghentikan langkahku sejenak dan dia bertanya kepada tetangga
"buu...maaf cewek yang tinggal di rumah ini pergi kemana ya dari tadi ku ketok rumahnya kayak ngak ada orang di dalam"
"ngak tau bang,mungkin keluar manatau dia beli makanan"
"ia yah" dia mencoba menghubungi handphone ku aku yang lupa silent handphone pun terdengar olehnya.
"akhhh kok handphone nya di dalam tapi ngak di buka pintunya padahal aku di luar begini"
"yank...yank...yank buka dong pintu nya" suara nya sambil mengetok pintu,aku yang sudah ketauan di dalam rumah terpaksa membukakan pintu baginya.
"apa...kau mau apa kesini"
"aku lapar,ada makanan ngak"
"kau gila ya,cari makanan kesini"
"ea aku lapar,aku udah dua hari ngak makan karna ulahmu"
"wohhhh hebat kali kau bilang itu karna ulahku"
"ia itu karna ulahmu dong aku ngak makan karna kau ngamuk ngak jelas"
"hehhh siapa yang ngak marah kalau kamu itu angkat telpon tunanganmu padahal ada aku"
"dengar ya walaupun aku tunangan sama dia tapi dia tidak pernah ada di hatiku"
"halah kau itu buaya tau ngak,bangkai aja kamu makan "
"enak kali ya bilang aku makan bangkai,kau aja ngak pernah ku makan"
"ini jawabannya bodoh semua"
"kan kau di bilangin ngak percaya"
"kau bisa mengerti ngak akan sakit hati"
"kau salah menilaiku ,kau ngak akan tau apa yang harus ku lalui makanya aku begini"
__ADS_1
"jadi maumu apa sih kau udah tunagan sama dia dan kini kau kembali lagi sama ku setelah semua kau kecewain"
"kalau begitu ayok kita kawin lari biar kau tau hatiku benar benar sayang samamu"
"sorry kau sudah telat"
"telat ngimana"
"kalau dulu kau ngak mau di tunangin sama cewek itu dan memperjuangkan aku mungkin kita sudah nikah sekarang tapi apa kau pilih jalan itu"
"mereka menipu ku ketika aku pulang kampung itu,aku datang ke kampung aku di jemput adek dan disitu banyak orang dan aku langsung di paksa untuk tunagan sama dia "
"itu hanya akalan kamu doang,aku ngak percaya sama kamu tau ngak"
"kamu harus percaya samaku" sambil memeluk ku
"aku ngak bodoh loh, kau kirain tahan aku begini dengan logikamu kau pikir aku akan mencair dengan semua rayuanmu begini"
"kau kenapa ngak pernah paham rasa sakit karna selalu mencintaimu,ayoklah kawin lari"
"maaf...kau saja yang kawin lari sendiri "
"kau kenapa" dia meneteskan airmata hatikupun luluh dan memengang muka nya
"andai saja dulu kau tidak begini aku sudah menjadi istrimu sekarang,aku ngak bisa kawin lari denganmu"
"karna percuma kalau kita kawin lari tanpa restu orangtua itu sama saja,aku masuk di keluargamu tidak akan pernah di hargai"
"kau jangan begitu,kalau kita ngak kawin lari sekarang aku akan di nikahkan dengan dia"
"jiwa ku tak melihat cahaya cinta di matamu lagi"
"tolong mengerti aku,aku sayang banget sama kamu kenapa kamu tidak mau kawin lari denganku"
"aku jujur ya sekarang,keluargaku ngak akan mau lagi menerima kamu walaupun kita kawin lari tetap saja kita tidak akan pernah bisa lepas dari orangtua kita,restu orangtua kitalah yang kita inginkan bukan restu siapa siapa"
"kalau ngak aku hamili kamu saja"
"kau gila ya"
"jadi ngimana kalau kamu hamil nanti mereka akan luluh lihat cucunya"
"pergi kau otak kau ngak ada benarnya"
"sungguh aku tidak mencintainya tapi aku harus meresponnya terus karna dia itu selalu mengadu sama keluarganya jika aku tidak meresponnya aku serba salah"
__ADS_1
"emang waktu itu apa dia tidak tau kalau aku ada di hidupmu"
"dia tau kayak nya tapi tau lah cewek ngak laku begitu hasratnya ingin memiliki aku"
"coba jelasin dong kenapa orangtuamu menjodohkanmu dengan dia"
"aku tak tau jelas,tapi dia ini sering ke pasar kata bapak jadi mungkin sering ngomong sama bapak kan jadi mungkin bapak suka dia jadi mantu nya"
"tapi kan bapak udah tau kita akan menikah kok bisa pikiran bapak begitu"
"bapak keras yank,semua kemauanya harus di turutin kalau ngak mama jadi sasarannya"
"emang mama di apain bapak kalau begitu"
"yah taulah bapak bapak kalau marah"
"aku ngak mau buat mama menangis dan tertekan nanti penyakit mama kambuh"
"penyakit lagi"
"ia aku takut mama kenapa kenapa apapun akan ku lakukan yang penting mama sehat"
"jadi kebahagiaanmu pun kau relain demi bahagiain mama mu gitu bahkan semua yang kita siapkan kau buat sia sia begitu saja karna mamamu"
"ia aku lebih memilih orangtua ku sehat apapun itu konsekuensinya"
"berarti kamu ambil keputusan itu dengan akal sehatmu kan"
"ia..aku ambil semua itu dengan akan sehat dan dengan hati yang jernih"
"kalau begitu yah sudah jangan ajak aku kawin lari"
"tapi aku sadar kalau tidak ada kamu aku tidak akan jadi apa apa"
"sakitnya hati ini mendengar semua ini Tuhan" aku sambil menangis
"aku serius ajak kamu kawin lari supaya kita bareng bareng lagi kayak dulu"
"mohon maaf aku ngak bisa "
"kau jangan menolakku aku sudah menyadari semua,aku yang salah aku ngak mau kehilanganmu"
"tidak ada yang bisa saya katakan lagi,aku hanya bisa mengelus dada sekarang bahwa hidup ku memang sudah di takdirkan begini"
"kau jangan begitu,aku sakit mendengarnya"
__ADS_1
Dengan memelukku kami menangis bersama dan aku minta maaf atas apa yang ku perbuat sehingga dia takut dengan kemarahanku.