
Matahari mulai terbenam aku ingin keluar mencari makanan,di dalam diam ku tersirat sebuah pemikiran ingin bertemu mantan pacarku,ingin ku arahkan langkah kaki ku ke arah kontrakannya tapi aku takut situasi makin rumit dimana tunangannya apa apa ngadu sama orangtua si cowok atau mantan pacarku,aku berhentikan motorku dan ku kotak katik handphoneku serta ingin melihat apakah status mantan pacarku ada apa ngak,ternyata tidak ada aku berpikir dia nyembunyiin status nya dariku atau emang ngak buat status whatsap,otakku mulai menjalar yang ngak penting dan hanya menyakiti hatiku saja,tiba tiba suara klakson motor dari arah berlawanan menghampiri ku ternyata itu dia.
"kau ngapain di jalan kayak ngini,mau kemana"
"ngak kemana mana"
"kalau ngak kemana mana pulang sana ini udah malam"
"lah ini baru jam 20.00 wib"
"meskipun jam segitu tapi kamu harus pulang besok kerja ngak boleh lama lama di luar"
"ehhh bukan juga pacar"
"ummmm itu mulut di jaga aku masih pacar kamu bukan mantan"
"lahhh elooo udah ada tunangan masih saja anggap saya pacar"
"kapan kau ku putusin,ngak ada kan"
"walaupun itu"
"ya udah nurut apa kataku"
"brengsek loh "
"ehhhh tungguin dulu"
"apa..."
"besok kita ketemuan di sunbreat ya"
"buat apa "
"aku pengen ngomong"
"ngomong apa"
"ada lah"
"kalau kamu pengen nikah nikah aja sana ngak usah ajak aku ketemuan lagi"
"aku pengen ngomong serius bisa ngak sih"
"bisa jam berapa lah kalau bisa tau"
"jam seperti ini aja lah"
"ok ok"
Aku pun segera pulang kekontrakanku,seketika itu aku mikir dia akan menjauhi aku karna ingin nikah,keesokan harinya tiba lah pagi seperti yang di janjikan dan tak tahu menahu aku di bilang atasanku aku hari itu masuk sore kerja nya dan aku pun mengiakan nya,aku berangkat kerja tanpa mengingat apa yang aku janjikan itu sama mantan pacarku,malam harinya dia sudah berada di sunbreat tempat kami ingin ketemuan,tapi aku ngak bisa ngabarin dia karna handphoneku juga lowbet,dia lama menunggu disitu sampai dia bosan dan akhirnya dia pulang ke kontrakan dengan keadaan gondok dia memang chat aku berkali kali tapi karena posisiku lagi kerja aku ngak sempat mengang handphonenya,dia marah dan kesal melihat aku.dan tiba break aku chat dia bahwa aku lagi kerja dan dia cuma melihat tanpa membalas chatku,keesokan harinya aku masuk pagi dan betapa di remukkannya badanku ini hingga akhirnya aku pulang kerja dan ku lihat dia udah ada di depan kontrakanku lalu aku berkata.
"maaf"
"buat apa kata maaf jika tidak ingin menemuiku lagi"
"aku kerja bukan bermaksud ingkar janji"
"biasanya kamu bisa balas chat dan angkat telpon pas kerja "
"tadi emang benar benar sibuk barangku rijek smua"
__ADS_1
"itu hanya alasanmu sajakan"
"bukan...emang ia aku lagi sibuk tadi"
"maaf " ( sambil senyum)
"kenapa kau tersenyum"
" karna lebih baik aku tersenyum daripada menangisimu"
"kenapa kau menangisiku aku saja belum mati udah kau tangisi"
"bukan karna kau mati tapi ..." dia makin menangis
"cowok ngak boleh nangis,ngak boleh cengeng"
"lalu kenapa kau mau ninggalin aku"
"lah bukannya kamu yang ninggalin aku dan tunangan sama cewek lain"
"tapi ku dengar kau juga mau di jodohin"
"itu karna ulahmu,itu semua karna ulahmu"
"ohhh Tuhan" dia semakin menangis
"kalau ingin menangis menangislah,jangan malah tersenyum,mungkin dia lebih memiliki semuanya dari pada kamu"
"aku tau itu,tapi aku lebih mencintaimu daripada dia"
"kalau kau lebih mencintaiku ngak mungkin kau meninggalkanku tanpa ada suatu penjelasan kau tunangan dengan cewek lain padahal kita udah punya rencana menikah"
"tapi aku mencintaimu di banding dia"
"Mengapa dari dulu dan mengapa engkau ku kenal kenapa.....????"
"tanya hatimu kenapa"
"kau yang buat tali di leherku sekarang kiss"
"aku tak buat apa apa samamu bahkan aku selalu prioritaskan kamu di hidupku tapi kamu lah yang menyia nyiakan aku"
"mengapa dari kemaren aku chat ngak kamu balas jika perpisahan yang kau mau,aku akan ikuti apa maumu"
"karna aku sibuk kau tau sibuk itu apa"
"tapikan kamu bisa kabarin aku kapan pun kau mau"
"aku bukan wanita gampangan yang selalu menuruti apa kata cowok"
"bicara aja sejujurnya apa kamu mau di jodohin"
"aku pikir kamu sudah mulai rada gila kayaknya"
"aku mikir kalau kau nikah sama dia bukan sama aku"
"kau egois yah masa kamu punya tunangan aku ngak bisa,maumu apa"
"mauku......mauku....kau jangan terima perjodohan itu"
" apa urusanmu,urus aja calon istrimu"
__ADS_1
"aku ngak sanggup kau sama cowok lain"
"aku lebih ngak sanggup lagi kau sama cewek lain tapi apa....apa....apa yang kau perbuat,kau sudah tunangan sama cewek lain tanpa sepengetahuanku dan kita masih pacaran disitu"
"maafin aku,maafin aku"
"semua sudah ku maafin tapi luka ini ngak mungkin hilang sepanjang hidupku"
"aku ngak tau bagaimana lagi menyakin kanmu ngimna "
"matipun kamu aku ngak bakalan pernah yakin lagi samamu"
"kamu pergilah sekarang daripada aku ngamuk"
"wehhh ini kontrakanku kok aku pergi kamu saraf yah"
"yah aku gila aku gila karna kamu"
"ngapain kamu kuat kuatin suaramu disini nanti di dengar tetangga ngak enak"
"aku akan bunuh diri di depanmu baru kamu ngak sama cowok itu"
"kamu tau dari mana aku sama cowok itu,aku aja ngak tau cowok itu siapa"
"akhhh kau bohong"
"aku ngak bohong emang aku ngak tau apa yang kau bilang"
"sok bodoh kau,buka pintu nya aku mau masuk ke kontrakanmu"
"ngapain sana pulang"
"aku mau tau apa benar kau ngak punya cowok "
"kau aneh loh sekalipun aku punya cowok apa pedulimu apa bisa kau batalin pertunanganmu sama dia"
"ia aku akan batalin sekuat semampuku"
"hahahahahhahahahaa orangtuamu jadi lawanmu kalau kau ngak nurut omongan orangtuamu"
"ia sech"
"ialah kan kau itu harimau di luar tapi kucing didalam rumah"
"diamlah kau kau mulai tak menghargaiku"
"ahahahhahahahha kau ingin di hargai,minum dulu jus nya baru kau ku hargai" sambil memberikan dia jus
" ia aku minum tapi hargai aku sebagai cowokmu"
"cowok apa"
"ya cowokmu"
"dari kejadian kau tunangan sama cewek itu,aku sudah menganggapmu mati"
"akhhhhhh kau buat aku marah" sambil menghantam gelas jus yang di tangannya hingga pecah dan tangannya berdarah
"baiknya kau ngak bisa marah tapi kau bodoh ngapain kau marah dengan ulah mu sendiri"
"diam lah kau binatang semua manusia" sambil memakai sendalnya lalu menaiki motornya dan tancap gas entah dia dimana.
__ADS_1
Aku tak peduli apa yang dia rasakan karna lebih dari yang ku buat sudah aku rasakan sakitnya bagaimana orang itu memperlakukan aku kayak sampah.