
Hari semakin senja dan akan datangnya malam ku telusuri semua tepi pantai dengan hembusan angin sepoi sepoi dia memengang pipiku dan ku senderkan tubuhku kedepakannya dan diusapnya kepalaku dan aku memeluknya erat seakan akan aku tidak mau kehilangan dia dalam hidupku,dan dia lepaskan pelukanku dan memengang tanganku.
"seakan aku di sampingmu temani dirimu sekarang karna cinta akan ku berkorban untukmu,meskipun tidak ada banyak waktu lagi untukmu tersisa untuk cinta kita tapi aku yakin kau akan baik baik saja tanpaku"
"aku berjanji aku akan baik baik saja dan akan ku pastikan aku baik baik saja"
"tak perlu kau ragu aku ngak ingat kamu nanti,engkau sudah ada di hati ini,di hidup ini kamu sudah tersimpan rapi dan untuk selamanya"
"disini aku memelukmu dan merangkulmu hingga tiba pesta pernikahanmu nanti,aku akan stay disini dihati ini"
"aku mencintaimu,tapi aku harus meninggalkanmu"
"aku juga mencintaimu tapi kita harus berpisah satu sama lain"
"jangan bersedih lagi,aku selalu ada untukmu,anggaplah aku sebagai abangmu"
"ngak lah setelah sekian lama aku pacaran samamu aku merasa bahagia,tapi aku akan mengakhirinya disini"
"aku ngak mau"
"singkirkanlah aku,jauhilah aku dari hatimu"
"aku ngak bisa,tolong ngertiin aku"
"karna aku takut tunanganmu akan sakit jika tau kita begini,karna kini kau telah tunangan kita ngak bisa begini terus,seakan akan aku kejam menyakiti hati tunanganmu"
"lupakanlah dia,jangan ingat ingat dia"
"ngimana aku mau lupain orang yang juga menyakiti aku begini"
"kau harus tau,dia itu masih anak anak,dan ku mohon jangan sakiti dia"
"hummmmm dari perkataanmu saja aku sudah tau kamu itu bagaimana sayangnya sama dia"
"bukan"
"aahhahahhahahahhh ngak usah bohong,aku ngak bakalan nyakitin dia kok,karna aku juga wanita yang tau sakit cowoknya di rebut oleh cewek lain padahal dia sudah tau cewek itu sudah punya pacar dan itu tunagannya sendiri"
"gilak ini cewek kayak gitu kali nyindirnya"
"jadi nyindirnya kayak mana"
"sudahlah,daripada kamu marah marah kita pergi saja dari sini dan kita beli jagung bakar yang disana yuk"
"boleh,tau aja isi hatiku"
"taulah bukan satu kali dua kali kau bersamaku disini"
sesampai di gubuk tukang jangung bakar aku duduk dan mantanku memesan jangung bakar,aku mendengarkan lagu Afgan yang judulnya aku ngak tau tapi liriknya seperti ini "mengapa Tuhan pertemukan kita yang tak mungkin bersama" aku menunduk dan mengulang ulang pandanganku supaya airmataku ngak jatuh,dan mantanku menepuk pundakku dan berkata.
"jangan hiraukan lagu nya,nanti kamu stress"
"ajari aku untuk melupakanmu"
"aku ngak bisa mengajarimu untuk melupakan aku,tapi akan ku ajari kamu untuk kuat"
"ngimana caranya"
"berdoalah sama Tuhan setiap kali kamu ingat aku supaya amarahmu reda"
"kamu pintar juga"
"ingat pesanku jangan sekali kali kamu mempercayai cowok lagi seperti kau mempercayai aku sebelum dia mau melangkah ke jenjang serius denganmu"
"kau memang jahat,kamu jahat"
dan seketika itu pesanan kami datang dan dia menyodorkannya kemulutku hingga kena muka ku.
"kau itu mau suapin aku atau mau ngotorin mukakku dengan rasa balado nya"
"akh kan langsung marah marah"
"marah dong,ini muka ada bedaknya"
"kau tak tau aku juga rapuh"
__ADS_1
"kau yang buat sendiri semua kesakitan ini"
"ehhh ayoklah makan akh munpung lagi anget anget gitu"
"hahhhhahhahahahhh mulut mu bilang anget mengerikan"
"lalu bagaimana nanti kamu kedepannya kamu mau dimana tinggalnya"
"nantilah aku bahas itu di rumah"
"kontrakan,bukan rumah"
"ia ia tau"
"ngomong omong enak ya,bisa di bungkus ngak"
"yah udah bungkus aja,kan pake duitmu bukan duitku"
dia memesan dua lagi jangung bakar mungkin akan di bagi untuk temannya,dan karna sedikit pedas dia menyebrang lewat jalan untuk beli minuman dingin,dan ku buka semua sosmed ku dan kulihat pemberitahuan dan aku heran kok ini banyak sekali dan ku chek ternyata mantannya like semua foto ku aku heran ini cewek kenapa dan benar benar keterlaluan,seketika itu aku panas dan handphone mantanku yang ada di tanganku seketika juga berbunyi dan itu dari tunangannya dan ada satu chatingan yang masuk dan sempat ku baca.
"kau jalan sama mantanmu ya,kau itu kurang ajar ya,cowok macam apa kau" isi pesannya
Dan tiba tiba mantanku datang dan bilang
"kenapa"
"ngak"
"kan kan begitu lagi muka nya"
"ikh kenapa ngak ada apa apa tau"
"sini handphoneku" dan aku pun segera memberikan handphone ku dan dia melihat handphone nya dan dia memelukku
"jangan sedih yah,mungkin kamu baca ya,begitulah dia"
"ngak apa apa aku mengerti,tapi bilangin sama tunanganmu jangan di stalking semua sosmed ku yah nanti aku marah"
"emang dia stalking yah"
"memanglah,sudahlah ini minummu"
"tapi kenapa saat semua berubah aku semakin mencintaimu yah"
"mungkin dulu kau tak pernah hiraukan rasamu,dan kau hanya melihat aku cuek dan seakan akan ngak butuh kamu"
"mungkin aku cinta tapi aku menyesalinya sekarang dan menghiraukan rasamu itu tapi semua sudah terlambat kan"
"ia semua sudah terlambat,terlambat sudah kapal mu hahahahahahahaahah"
"pernah ngak kamu mencintai lelaki selain aku"
"pernah,tapi kan aku sudah cerita aku di hancurkan dan kamu juga datang menghancurkan aku lagi"
"aku minta maaf"
"bukan sekali aku alami seperti ini"
"tapi ..." handphone nya langsung berbunyi
"cringgggg...."
"kenapa,apa kau hubungi aku"
"kau dimana"
"di rumah"
"tapi kata abang kau ngak di rumah"
"tanya aja abang mu itu trus abang mu itu entah apa pangkatnya kau tanya trus dia"
"kenapa sih kamu?"
"yah sudah aku ngak bilang kau hubungi aku begini"
__ADS_1
"mungkin kau lagi sama cewek itu ya"
"jika ia kenapa,kau mau apa"
"jadi kau sama cewek itu"
"ia kenapa"
"kenapa kenapa terus,kukasih tau mama ya"
"kasitau aja aku ngak takut"
"kalau ngak bapak aja,biar tau rasa kau,jadi anak ngak berbakti sama orangtua"
"apa yang kau lihat dariku,kenapa kau sangat terobsesi sekali untuk nikah samaku"
"mengerikan sekali omonganmu ini"
"ea itu wajib di pertanyakan"
"kau ini benar benar ngak bisa di percaya yah"
"kau itu terlalu mengekangku"
"apa yang ku kekang darimu,aku hanya ingin kau baik baik saja"
"aku ngak akan pernah baik baik saja jika bersamamu"
"jadi kau baik baik saja jika sama cewek itu"
"yah itu kamu tau"
"kau semakin hari semakin berubah ngak kayak dulu lagi"
"kau harus tau siapa aku "
"aku sudah tau kau siapa dari dulu,kau itu pembohong berat"
"kalau aku pembohong berat silahkan out dari hidupku"
"kau memang jahat ya" sambil menangis
"sudah sudah ngadulah kau"
"ia aku akan ngadu biar kau lihat aku siapa"
"breng...." tunangannya langsung mematikan handphone nya,dan mantanku pun segera menghampiriku dan suasana semakin ngak membaik,aku duduk di dekatnya dan berkata.
"sebaiknya kamu tidak usah memperbaiki lukaku"
"apa maksudmu"
"ia sebaiknya luka ku ini ngak usah kau jadikan sebagai bahan kegalauanmu"
"ingat yah aku lebih memilih kamu ketimbang dia"
"aku tak mengerti jalan arah hidupmu kemana sekarang"
"arah hidupku adalah mati"
"loh mati kenapa mati"
"ia aku akan cepat mati"
"etssss ayok pulang aku takut kamu nanti lompat kebawah"
"ayoklah aku juga rasanya pengen marah ini"
"tapi bukan sama saya kamu marah kan"
"ngak kok"
"ya udah pulang yok udah malam juga"
"ea ea,naek lah"
__ADS_1
akupun segera menaiki motor nya dan kami bergerak cepat dan dia mengantarkanku pulang ke kontrakanku dan dia tidak singgah lagi dan segera pamitan.