
Lusa kemudian Sai pun berangkat ke tempat yang bernama Mawar Putih, Sesampainya di sana, Sai dapat melihat pemandangan yang sangat tidak enak dipandang matanya, sepanjang mata memandang, Sai menemukan berbagai gadis yang diberikan harga sesuai paras kecantikan mereka.
Sai hanya mengepalkan tangannya itu dengan keras saat melihat pemandangan yang membuat nya murka itu, tetapi Sai Sadar dirinya tidak dapat melakukan apa apa untuk sekarang ini, Sai kemudian berjalan dengan berat hati mencari tempat untuk dirinya makan sekaligus mencari informasi dari Restoran.
Sai berjalan dengan santai hingga tiba tiba saja seorang anak perempuan menabrak nya,
anak perempuan tersebut pun meminta maaf kepada Sai, “Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja”Anak gadis tersebut memberikan hormatnya kepada Sai sekaligus meminta maaf.
Sai wajar dipanggil dengan sebutan tuan, bahkan beberapa orang sekitar juga menunjukkan hormatnya kepada Sai, sebab Sai sekarang memakai baju mahal, bisa dikatakan terdapat beberapa orang yang menduganya adalah seorang Bangsawan.
Sai hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Gadis kecil tersebut. Sai lalu memperhatikan Tampilan Gadis kecil tersebut, dia memakai Pakaian yang telah kusut dan kotor, bisa dilihat pakaian yang dikenakan nya telah beberapa tahun tidak diganti, di lehernya juga terdapat kalung yang biasanya dikenakan anjing. Sai hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tampilan gadis kecil tersebut.
Sai kemudian bertanya kepada Gadis kecil tersebut‚ “Gadis kecil, kalau boleh tau siapa namamu?” Sai bertanya dengan wajah yang dihiasi senyuman.
Gadis kecil tersebut terdiam beberapa saat sebelum memberitahu namanya‚ “Namaku Loli kak” Loli memberitahu Sai namanya.
Sai kemudian berniat bertanya kembali dengan gadis kecil tersebut, tetapi seorang pria paruh baya datang ke arahnya dan menarik Loli secara paksa, awalnya Sai hanya diam karena tidak mengetahui apa apa, Sai kemudian memutuskan untuk mengekor Pria tersebut.
Sai kemudian tiba disebuah tempat yang lumayan sepi, di sana terdapat beberapa rumah kosong, tidak ada orang disekitarnya, hanya Sai, Loli dan Pria tersebut saja, tidak beberapa lama kemudian Sai mengerutkan dahinya saat melihat kantung emas yang berada di sakunya hilang.
Sai kemudian mengecek nya, dan benar saja ternyata Kantong yang berikan emasnya menghilang dari sakunya.
“Bagus, kau boleh memakan 1 Bakpao Berukuran besar ini” Pria tersebut mengeluarkan bakpao yang lumayan besar dari kantongnya.
“Semuanya! Cepat Kemari!” Pria tersebut berteriak kencang ke arah rumah yang berada tepat dibelakangnya.
Tidak butuh 5 menit, Terlihat segerombolan anak kecil keluar dari rumah tua tersebut, gerombolan anak kecil tersebut terlihat seperti Loli, mereka menggunakan ikat leher anjing, “Master, kami sangat lapar!” Ucap Serentak anak kecil tersebut.
Pria yang disebut master itu kemudian memperhatikan semua anak kecil yang keluar sebelum berkomentar, “Kalian dapat berapa!” Ucap Pria tersebut tegas.
Sebagian dari anak kecil tersebut maju dan memberikan Sebuah Kantong yang berisikan uang, tetapi pria tersebut tiba tiba saja marah terhadap seorang anak gadis, “Kau tidak mendapatkan apapun masih ingin makan! Hah!” Tamparan kemudian dilepaskan oleh Pria tersebut kepada anak gadis itu.
Gadis kecil tersebut pun terjatuh ke bawah,
__ADS_1
gadis tersebut terlihat menangis sambil mengelus elus pipinya yang baru saja ditampar.
“Dengar! Jika kalian ingin makan, kalian harus mendapatkan kantong uang dulu! jika tidak, kalian tidak akan mendapatkan makanan!” Teriak Pria yang dipanggil master tersebut.
“Mengerti tidak!” Teriak Pria tersebut.
Sai yang memperhatikannya pun sangat kesal dengan tingkah pria tua tersebut, Sai rasanya menginginkan untuk memukul pria tersebut walaupun hanya sekali.
‘Pria tua ini’ Sai mengepalkan tangannya itu dengan keras.
Tidak beberapa lama kemudian terlihat beberapa pria tua yang datang, “Yo Lie!” Seorang Pria tua yang rambutnya telah memutih menyapa.
Pria yang disebut Lie kemudian menoleh ke arah suara tersebut, “Ah tuan Zhu, selamat datang, apakah tuan Zhu mencari seorang gadis” Lie bertanya sambil menggosok gosokkan tangan nya itu.
“Yah Lie, aku butuh sekitar 3 gadis kecil untuk menyenangkan hati anak ku, apakah kau punya” Pria berambut putih tersebut bertanya.
“Tentu tentu, saya punya beberapa anak gadis kecil disini yang siap dijadikan budak” Lie kembali menggosok tangannya.
“Tunggu dulu yah Tuan Zhu, saya akan segera mencari beberapa gadis kecil” Pria bernama Lie kemudian menoleh kembali kebelakang melihat gerombolan anak kecil.
“Tidak usah Lie”
Lie yang mendengar nya kemudian menoleh kembali ke arah Tuan Zhu.
“Kalau boleh tau kenapa yah Tuan Zhu” Lie kembali menggosok gigi dengan wajah yang agak terlihat pucat.
“Aku rasa gadis kecil ini lebih cantik, aku ingin dia, cepat bungkuskan”Pria berambut putih menarik tangan Loli dengan paksa.
‘Tidak bisa, Loli adalah Pencuri handal, aku tidak bisa menjualnya ke Tuan Zhu’
Zhu yang melihat Lie agak ragu kemudian mengeluarkan Kantong yang berisikan 50 Koin perak, “Apakah ini cukup?” Zhu kemudian melemparkan kantong tersebut ke arah Lie.
Lie kemudian mengangguk angguk cepat, “Terima kasih Tuan Zhu” Lie memberikan hormatnya. ‘Hehe, setidaknya aku dapat bertahan 1 Tahun dengan 100 Koin perak ini, aku juga bisa bermain ke tempat hiburan’ Lie tertawa kecil dengan wajah yang agak memerah.
__ADS_1
Sai kembali merapatkan giginya itu, ‘Pria ini, aku pasti akan memukulnya nanti’ Sai mengepalkan tangannya dengan keras karena sangat marah dengan Pria yang bernama Lie.
’Tidak ada pilihan lain, aku akan menyelamatkan gadis kecil yang bernama Loli dulu’ Sai sebenarnya ingin menyelamatkan semua anak yang dijadikan budak, tetapi Sai Sadar dirinya tidak dapat memberikan apa apa jika menyelamatkan semuanya.
Tidak lama kemudian Lie menarik 3 gadis kecil itu kedalam rumah tua nya, Sai kemudian mengikutinya meskipun tidak dari belakang.
Pria Yang bernama Lie kemudian mengikatkan tali di setiap gadis kecil itu,. termasuk Loli, Lalu Lie kemudian meninggalkan mereka di ruangan kosong.
Sai melihat Lie keluar dari salah satu kamar, Kemudian Lie mengambil beberapa Tali yang terdapat Kalung leher di ujung tali tersebut.
Tidak menunggu lama, Sai kemudian langsung berlari memasuki kamar kosong tersebut, Saat Sai membuka nya, terlihat beberapa gadis kecil yang tadi dibawa oleh Lie.
Sai kemudian melepaskan ikatan tali dari semua gadis kecil tersebut, Sai lalu mengendong Loli lalu pergi meninggalkan 2 gadis kecil tersebut. Sai berlari dengan cepat menggunakan Langkah Angin nya, “Tunggu, Tuan adalah yang tadi menabrak ku?” Saat Sai dan Loli berada cukup jauh, Loli tiba tiba saja bertanya.
“Yah, aku adalah tuan muda yang Kantong Uang nya di ambil oleh mu” Sai membalas perkataan Loli.
Loli kemudian meminta maaf kepada Sai, “Maafkan saya tuan, saya membutuhkan nya untuk makan” Loli memasang wajah bersalah kepada Sai.
Sai mengendong Loli di depannya dengan menggunakan kedua tangannya itu, Sai kemudian Menghela nafas panjang, “Huh‚ baiklah, aku maklumi” Sai menghembus nafas panjang, tetapi tidak mengurangi kecepatan nya berlari.
“T..Tuan, a..anda akan membawa saya kemana?” Tanya Loli.
“Kita akan mencari Penginapan, dan....Kau sepertinya tidak memiliki siapa siapa yah.”
Loli mengangguk, “Saya hanya seorang anak kecil yang tidak mempunyai apa apa tuan, mohon maafkan saya.” Loli berfikir Sai menculiknya karena uang.
Sai yang sedang berlari cukup kencang pun menghentikan langkahnya saat Sai melihat raut wajah Loli yang terlihat sedih, “Sudah sudah, jangan bersedih, aku ini menyelamatkan mu karena ingin menjadikan mu saudara ku.” Sai mengelus kepala Loli dengan wajah yang tersenyum manis.
Loli kaget bukan main, dia kemudian mendekatkan wajahnya itu ke wajah Sai, “Benarkah Tuan.” Loli terlihat antusias dengan ucapan yang dilontarkan Sai.
“Iya...,” Sai menjauhkan wajahnya itu karena terlalu dekat dengan Loli, “ Oh yah, jangan panggil aku tuan lagi, panggil saja aku kak Sai.” Sai kembali mengelus kepala Loli.
Loli tersipu malu dengan sikapnya itu, “Baiklah kak Sai~♥.”
__ADS_1
Dimohon untuk memberikan like disetiap Chapter