
Sai berlari dengan cepat mengejar rubah kecil yang membawa wortel spirit api, sai dengan cepat mengejar nya hingga masuk ke dalam hutan meninggalkan Master Es dan juga Loli.
Sai juga beberapa kali melemparkan sebuah bola angin yang menurut Sai sudah cukup untuk melukai rubah kecil tersebut.
Tetapi saat Sai melihat bola angin nya itu hanya menimbulkan luka kecil, dia segera menambahkan mana yang lebih besar terhadap jurus nya itu. Hingga tidak beberapa lama kemudian, Sai sudah cukup dekat dengan rubah kecil tersebut, bahkan sepertinya rubah kecil tersebut tidak dapat kembali melarikan diri lagi dari Sai karena Sai dari tadi juga melemparinya dengan bola angin, pastinya dia akan butuh waktu istirahat untuk memulihkan lukanya.
Saat Sai baru saja mencoba untuk menangkap rubah tersebut, seekor serigala besar datang dari samping nya dan memakan Rubah kecil yang berada di depannya itu, yang lebih parahnya lagi, di mulutnya rubah kecil tersebut kini masih terdapat wortel yang sai butuhkan.
Sai seakan terbakar emosi, dia langsung berteriak kencang karena terbakar emosi nya. Namun tiba tiba saja sebuah suara mengisi pikiran nya.
Suara tersebut mengatakan untuk Sai tenang dalam mengambil sikap apapun itu, Sai pun diarahkan untuk menghela nafas panjang terlebih dahulu sebelum mulai menyerang serigala tersebut. Bersamaan dengan Sai selesai mengambil nafas, suara tersebut juga menghilang bak di telan bumi.
Sai untuk sekarang tidak terlalu memikirkan nya, karena untuk sekarang prioritas nya adalah untuk mendapatkan wortel nya yang telah berada di dalam perut serigala tersebut, dan tidak lupa juga rubah kecil tersebut.
Sai melompat ke atas punggung serigala tersebut, Sai menyadari serigala ini mempunyai besar badan sekitar 5m, ini lebih besar dari pada Yeti yang Sai tunggangi dengan loli, dan juga Sai kembali teringat bahwa dia melupakan Master Es dan juga loli yang masih di gunung merapi.
Sai mencoba memukul tubuh serigala itu, namun serangannya terlihat sangat tidak berguna dihadapan serigala tersebut, tangan Sai juga menjadi agak sakit karena memukul bagian atas tubuh serigala itu.
Sai dengan cepat melompat menjauh, kini Sai dan serigala itu bertatap muka dengan serius, mereka juga mulai memasang kuda kuda menyerang.
Sai masih mencari cari kelemahan dari serigala itu, Sai melirik ke keseluruh tubuh serigala itu, mencoba mencari kelemahan nya, namun saat Sai masih melakukan pencarian, serigala tersebut tiba tiba saja mengeluarkan sebuah elemen es dari mulutnya. Sai yang melihatnya pun segera melompat, Persis setelah Sai melompat, tempat tadi dirinya berada kini membeku.
'Aku sudah menghindar dan aku masih terkena jurus nya? yang benar saja.' Batin Sai. Sai tidak terima, padahal dirinya sudah berlatih keras dan juga telah menghindari serangan serigala itu, tetapi dirinya masih terkena dinginnya es itu walaupun tidak terkena, yang benar saja?
__ADS_1
Sai kemudian terlihat mulai serius dengan serigala di depannya itu, Sai mulai memainkan gerakan gerakan yang sangat cepat, hingga Sai melaju dengan cepat ke arah Serigala tersebut.
"Pusaran angin!" Ucap Sai cukup besar.
Seketika, terlihat sebuah pusaran angin yang mengelilingi serigala itu, serigala itu pun mulai terangkat oleh angin yang kencang itu, lalu Sai segera berlari kebawah nya. Sai telah mengatur angin nya hanya dapat mempengaruhi lawanya, jadi Sai tidak terkena jurus nya sendiri.
Kembali dengan Sai, Sai kini sudah berada di bawah serigala itu, dia kemudian terlihat memasang kuda kuda menyerang, lalu beberapa saat kemudian...
"Pukulan kebebasan!" Teriak Sai.
Sebuah angin berbentuk tangan mengepal melaju dengan cepat ke arah perut serigala itu, membuat serigala itu memuntahkan isi perutnya.
Serigala itu juga terpental tidak terlalu jauh akibat dari tarikan pusaran angin, karena itu Sai bisa langsung menemukan rubah kecil itu. Namun saat Sai melihat rubah kecil itu, dia terlihat sangat mengigil kedinginan, tetapi untuk sekarang Sai perlu mengambil wortel itu spirit dulu.
"Murid kurang ajar! kenapa kau meninggalkanku dasar bodoh!" Sebuah pukulan dilancarkan oleh Master Es ke arah kepala Sai. Membuat beberapa benjolan di kepalanya.
Beberapa detik setelah Master Es sampai, Yeti dan loli juga sampai di dekat Sai, loli langsung turun dari tubuh Yeti dengan bantuan dari tangan Yeti juga. Loli segera mengecek ke adaan kakaknya itu, tetapi loli menyadari di pangkuan Sai terdapat hewan yang mengemaskan.
"Ngomong ngomong, kenapa kakak bisa berada disini?" Tanya Loli penasaran. Master Es yang berada di samping loli juga mengangguk angguk seperti sependapat dengan Loli.
Sai menghela nafas panjang lalu berkata.
"Ceritanya panjang, lebih baik kita mulai mengobati luka rubah ini dulu." Ucap Sai mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Ouh... baiklah." balas loli
Master Es menaruh tangannya di dagunya, berusaha untuk mengingat sesuatu karena dirinya merasa familiar dengan aura Rubah kecil itu. Setelah beberapa saat kemudian, Master Es mengingat nya, namun saat Master Es baru saja ingin memberitahu Sai, sebuah cahaya terang muncul dari tubuh rubah ke tersebut, membuat loli dan Sai menjauh sedikit darinya.
Master Es membuka matanya lebar-lebar, menurutnya, seharusnya rubah itu tidak akan-- sekarang, bagaimanapun rubah itu seharusnya akan-- saat sudah mencapai usia sekitar lima puluh tahun, namun sekarang Master Es tidak tahu harus berkata apa lagi.
Sai dan loli memperhatikan tubuh rubah itu bercahaya dan mulai terangkat, beberapa menit kemudian, sesosok gadis kecil dengan telinga hewan di kepalanya muncul dari saat cahaya yang mengelilingi rubah kecil itu menghilang. Master Es segera menutup mata muridnya itu dan berkata.
"Kau masih kecil, aku saja yang boleh lihat." Ucap Master Es dengan darah yang keluar dari hidungnya.
Sai tidak tau maksud dari Master Es, namun sai memang sempat melihat sekilas tubuh rubah itu berubah menjadi manusia, selebihnya dia tidak tau lagi apa yang terjadi karena matanya yang ditutup.
Loli mundur menyeret tubuhnya yang sedang duduk di tanah itu, dia agak takut dengan gadis kecil yang tiba tiba saja muncul itu.
Gadis bertelinga rubah itu kemudian membuka matanya, tubuhnya juga terlihat sama sekali tidak menggunakan benang setipis apapun, dia mulai melirik lirik dari loli dan juga Sai, gadis bertelinga rubah itu menyadari tatapan mata Sai dihalangi oleh sesuatu, tetapi dirinya tidak tau apa itu.
Dan tiba tiba saja, gadis kecil bertelinga rubah itu berjalan santai ke arah Sai, dia kemudian berhenti saat dia sudah bertatap muka dengan Sai, dia kemudian mulai merangkul pundak Sai dan melepaskan kiss nya.
Sedangkan itu, Sai merasa aneh, ada yang tegak namun bukan keadilan. Sai lalu menyadari dirinya sedang berciuman, dia segera mendorong seseorang yang berada di depannya itu, Sai juga segera melepaskan tangan Master Es yang menutup matanya.
Dalam hati Sai berkata.
'Kiss pertama ku, tidak!' Sai terluka batin karena kiss pertamanya telah di ambil oleh seseorang yang padahal tidak dikenalnya.
__ADS_1
Sedangkan itu, Master Es yang berada di samping Sai menganga lebar, dia tidak habis pikir dengan tindakan rubah kecil itu. Menurut apa yang Master Es tau, rubah kecil itu mencium Sai karena itu adalah hal yang harus dilakukan nya untuk membuat kontrak, tetapi yang membuat Master Es tidak habis pikir adalah rubah kecil itu telah berubah menjadi wujud manusia pada umur yang masih terbilang muda, dan juga Master Es tak menyangka rubah kecil itu yang berniat berkontrak dengan manusia terlebih dahulu.