Legend Of Hakuryuukou

Legend Of Hakuryuukou
CH 6 - Kompetisi I -


__ADS_3

Waktu istirahat babak penyisihan pun telah habis, kini masuk lah babak penyisihan semi final Grub.


Wasit mulai menyebut peserta yang akan maju."Pertandingan pertama akan dibuka oleh Mr.Rubah melawan Lin Wan'er."Wasit mengumumkan pertandingan pertama jatuh kepada mereka berdua.


Sai pun berjalan memasuki arena, saat dirinya masuk, dia memperhatikan dengan seksama lawannya itu. dia melihat Lawannya adalah seorang perempuan, Sai pun berfikir tidak mungkin dirinya menyerang dari depan, jika tidak dirinya akan dicap sebagai orang mesum. Sai pun berencana untuk menyerang Lin Wan'er dengan cepat, Sai akan mendorong nya dari belakang keluar arena.


Bel pun berbunyi, Sai dan Lin Wan'er pun mempersiapkan kuda kuda untuk bertarung,


Baru saja bel dibunyikan, Sai langsung mengunakan kekuatan dari Helcrat, Sai dapat membuat sekitarnya menjadi gelap dengan kekuatan nya, karena itu Sai sengaja menggunakan kekuatan dari Helcrat. Akibatnya Lin Wan'er tidak dapat melihat sekelilingnya, dia sama sekali tidak dapat memprediksi lawannya itu akan muncul dari mana.


Lin Wan yang tidak memperhatikan kebelakang nya pun terkena beberapa Serangan dari Sai, akibatnya Lin Wan'er pun terpental beberapa langkah kedepannya.


Tidak Sampai disitu, Sai juga langsung berlari ke arah Lin Wan'er untuk menjatuhkan nya dari arena pertandingan. namun saat Sai telah mendekati nya, tiba tiba saja muncul Petir dari atasnya. Sai pun mundur beberapa langkah untuk menghindari Petir itu.


Saat Sai kembali mendekat ke arah Lin Wan'er, Sai sama sekali tidak melihatnya, tidak beberapa lama setelah itu muncullah teriakan dari atas udara. saat Sai melihatnya, ternyata Lin Wan'er sedang terbang di udara.


"Kali ini akan kupastikan kekalahan mu ."Wan'er berteriak sambil mengeluarkan beberapa petir dari tapak tangannya. Sai pun menghindari serangannya, namun Sai tetap terkena beberapa serang olehnya. Sai pun mulai serius, dia sekarang mengunakan kekuatan anginnya untuk membuat tubuhnya berlari dan melompat dengan cepat.


Sai melompat lompat seperti seorang Pendekar kelas atas, gaya lompatannya juga sangat indah, bajunya yang berkibar membuat Sai seakan seorang Pendekar Tangguh. Begitu juga dengan Wan'er, dirinya juga sangat ingin melihatnya lebih lama, tetapi dia sadar sekarang dia adalah musuhnya, karena itu Wan'er Pun mengeluarkan beberapa Jurus dari telapak tangannya.


"Bola Petir....


Wan'er mengeluarkan jurus Petir, Bola Petir adalah jurus dasar dari Elemen Petir, namun jika kita berada di tingkat yang tinggi, jurus ini sekalipun dapat mengalahkan Pendekar Master. Bola bola Petir yang dikeluarkan oleh Wan'er pun mengarah kepada Sai, tetapi Sai kali ini tidak menahan dirinya, Sai langsung mengeluarkan angin yang besar untuk menangkis bola Petir yang Dikeluarkan oleh Wan'er.

__ADS_1


Wan'er terkejut dengan Mr.Rubah yang dapat dengan mudah menangkis serangan darinya. namun itu tidak membuat nya menjadi frustasi, Wan'er pun Tidak mau kalah, Karena itu Wan'er pun mengeluarkan Jurus yang sangat kuat untuk mengalahkan Mr.Rubah.


"Pedang Petir....


Tiba tiba dari belakang Wan'er muncul pedang yang terbuat dari Petir, Petir tersebut pun tida lama melaju dengan cepat ke arah Sai. Sai juga sangat kesusahan untuk menangkis jurus tersebut, karena jurus yang dikeluarkan Wan'er ini sangat kuat dan Cepat.


Sai pun tidak ada pilihan lagi, dirinya pun menyerap beberapa Pedang Petir yang mengarah kepadanya, dikarenakan asap yang ditimbulkan oleh Pedang Petir, Sai pun dapat menyerap Pedang Petir itu tanpa terlihat oleh orang.


Tidak beberapa lama setelah Wan'er menyerang Sai secara terus menerus, dia pun menghentikan Serangannya itu karena tidak melihat adanya pergerakan di dalam asap.


Namun sesuatu yang mengejutkan muncul dihadapan Wan'er, tiba tiba Saja dari asap tersebut mengeluarkan beberapa Pedang Petir. Pedang Petir yang mengarah kepada Wan'er sangat banyak, Wan'er pun berusaha menghindar dari Pedang Petir itu.


"Bagaimana Dia mempunyai jurus petir. "Gumam Wan'er.


Wasit pun langsung mengumumkan pemenang nya. "Pemenang nya adalah Mr.Rubah!. "Wasit berteriak keseluruh penonton.


Para penonton yang tidak dapat melihat pertandingan yang baru saja terjadi pun beberapa kali mengeluhkan asap yang menghalangi penglihatan mereka.


Sai pun tidak peduli dan langsung masuk kedalam tempat istirahat nya, Sai menunggu beberapa jam untuk pertandingan selanjutnya. Tidak beberapa lama kemudian,


Wasit pun mengumumkan bahwa Tersisa 4 Orang yang akan bertanding kembali.


"Para penonton! kini pertarungan tersisa 4 Kali lagi, Silahkan Untuk para penonton pasang taruhan untuk jagoan mu disana.... "Wasit memberi tahu para penonton untuk memasang taruhan.

__ADS_1


Beberapa penonton memang sangat menyukai pertaruhan, mereka pun memasang taruhan, ada juga yang tidak memasang taruhan dikarenakan batas ekonomi nya atau dirinya hanya menganggap taruhan hanyalah membuang buang waktu.


Setelah Wasit melihat penonton telah bertaruh, dia pun mengumumkan pertandingan selanjutnya. "Untuk Pertandingan Semi Final! akan jatuh kepada? pertarungan Antara Mr.Rubah Melawan Chen Yuan ! ."Wasit berteriak.


Sai dan Chen Yuan pun masuk kedalam arena untuk saling bertarung. tiba di arena pertandingan Sai dengan seksama memperhatikan lawannya itu.


Begitu pula dengan Chen Yuan, dirinya juga memperhatikan Mr.Rubah yang berada di depannya itu. dia sempat kesal dengan Mr.Rubah yang memukul adiknya itu sampai pingsan. Chen Yuan pun berkata kasar kepada Mr.Rubah atau nama aslinya Sai.


"Kau! kaparat! beraninya kau memukul adikku sampai dirinya pingsan!, kau akan kupastikan pulang dengan babak belur. "Chen Yuan merasa kesal akan Sai yang berada didepannya itu.


Sai yang mendengar nya pun hanya mengorek telinga nya dengan jari Kelingking nya lalu meniup nya ke arah Chen Yuan dengan santainya. Chen Yuan Seketika menjadi sangat marah. tetapi dia melihat Ayahnya yang seorang tetua itu memberikan tanda untuk tetap tenang terlebih dahulu.


Wasit pun tidak beberapa lama kemudian membunyikan Lonceng nya. seakan sudah siap, Chen Yuan langsung menghilang dan telah berada dibelakangnya Sai. Chen Yuan pun langsung menendang tepat disamping kepalanya. namun alangkah terkejut dirinya saat melihat tendangan yang dirinya berikan kekuatan yang sangat kuat dapat dihentikan oleh Sai hanya dengan satu tangan nya. Sai sebenarnya menangkisnya dengan tangan nya yang seolah menjadi tameng nya


Berikutnya Sai pun menarik kakinya Chen Yuan dengan tangan kirinya yang dari tadi belum menunjukkan taringnya. Chen Yuan di tarik oleh Sai dengan mudah, seakan akan Sai sedang mengangkat bantal.


Sai pun berputar putar dengan kencang, saat sudah sangat kencang dia pun melepaskan Chen Yuan yang dari tadi dirinya pegang. Chen Yuan terpental ke tembok dekat penonton hingga tembok tersebut retak.


Melihat Mr.Rubah telah berhasil mengalahkan Chen Yuan dengan mudah, Wasit pun segera mengumumkan hasil pertandingan nya. "Pemenangnya adalah Mr.Rubah! ."Wasit mengumumkan kepada penonton.


Tetua Keluarga Chen yang melihatnya pun ikut menjadi geram dengan Sai, tetapi mereka tidak mengetahui identitas asli dari Mr.Rubah.


Karena pertandingan nya telah selesai, Sai pun segera masuk untuk beristirahat, tiba didalam tempat peristirahatan. Sai kembali menyerap energi sekitarnya untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2