Legend Of Hakuryuukou

Legend Of Hakuryuukou
CH 50 - Rumah Merah -


__ADS_3

Sai pun menyuruh Xin untuk menginap dirumahnya itu karena telah malam, namun Xin memiliki alasan untuk pulang, Sai pun membiarkan temannya itu pulang.


Sai pun berjalan memasuki pintu depannya itu. setelah memasuki pintu penginapan nya, Sai pun langsung bersiap siap untuk membersihkan dirinya. setelah Sai telah selesai membersihkan dirinya, Sai pun memakai pakaiannya sebelum dirinya mulai menyerap ".Pil Harimau Angin."


Dikarenakan angin adalah elemen yang sangat pas dengan Sai, Sai pun dapat lebih mudah menyerap nya, namun butuh waktu untuk Menyerap semua khasiat dari Pil Harimau Angin itu. Sai pun menyerap Pil Harimau Angin itu dari Malam hingga pagi.


Setelah menyerap nya cukup lama, Sai hanya dapat menyerap sebagian dari Pil Harimau Angin tersebut, Setelah Sai menyerap sebagian dari Pil Harimau Angin, kini Sai telah mencapai ujung untuk mencapai Kualitas Tulang Besi. dari Tulang Putih menjadi Tulang Besi.Sai pun menyimpan pil itu kembali ke Cincin Nat nya sebelum dirinya beristirahat.


Sai pun tertidur lelap hingga siang hari. Setelah beberapa jam waktu pun telah beranjak dari Pagi menjadi Siang. Sai pun bangun kembali dari tidurnya itu karena sudah merasa cukup dengan istirahat nya.


Seperti biasanya Sai akan selalu mandi setelah dirinya bangun, dikarenakan Sai adalah orang yang sangat menyukai kebersihan. setelah Sai sudah Bersiap siap mengunakan baju Murid Evilvi dan lain lain. Sai pun berjalan ke kamar ayahnya berada.


Tok.. Tok


"Ayah! boleh aku masuk!."Ucap Sai sambil mengetuk pintu kamar ayahnya itu.


"Yah! masuklah!."Ayah Sai memberikan izin untuk masuk ke kamar nya karena mendengar anaknya itu.


Sai pun masuk kedalam kamar ayahnya itu dengan semua perlengkapan nya yang telah siap, mulai dari pakaian dan juga sepatu nya, Sai menyimpan Senjata Suci nya itu di Cincin Natnya.


"Nak! kemaren kau dari mana saja?."Ayah Sai bertanya sambil menepuk nepuk kasurnya, yang menandakan Sai boleh duduk di sampingnya.


Sai pun duduk terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari ayahnya itu."Ah...! Kepala ku sakit Ayah! Ehm.. jadinya Sai beristirahat di..."Sai menjelaskan satu persatu masalahnya agar ayahnya itu mengetahui kebenaran nya.


Ayah Sai pun mendengarkan dengan seksama dan serius. Setelah Sai memberi tahu ayahnya itu, barulah ayah dapat berkomentar."Hhm...! Kalau begitu ayah akan membantu mu menjelaskan kepada adik adikmu."Ayah Sai telah mengerti kejadian yang sebenarnya. namun dirinya juga menahan gelak tawanya."Baiklah! nak! kau sekarang harus cepat pergi ke Akedemi Evilvi, nak kau pasti tidak belum memberi tahu kepada Tetua Akedemi mu kan!."Ayah Sai berusaha menahan tawanya.


Sai pun menjawab pertanyaan dari ayahnya itu."Iya ak-.."Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Sai langsung berlari sekencang nya keluar dari rumahnya itu. itu dikarenakan Sai lupa belum memberikan laporan kepada tetua tetua Evilvi.


Sai pun berlari secepat mungkin, Beberapa Menit kemudian Sai pun tiba di depan Akedemi Evilvi. dengan nafas yang Terengah-engah, Sai pun memutuskan untuk duduk di bawah pohon rindang terlebih dahulu sebelum dirinya pergi membuat laporan.

__ADS_1


Sai pun bersandar di pohon tersebut sembari mengingat kejadian dahulu."Huh...! Kalau dipikir-pikir lagi! aku tidak menyangka akan berengkarnasi."Sai masih memikirkan tentang dirinya yang tiba tiba berengkarnasi. Sai sebenarnya masih tidak dapat mempercayai keajaiban tersebut.


Sai yang sedang melamun pun tiba-tiba saja dikagetkan oleh


seseorang."Roarrrrrrrr."Seseorang tiba tiba muncul mengagetkan Sai dari belakang nya dengan mengunakan sebuah topeng berbentuk Harimau.


Sai pun terkaget pelan sebelum dirinya menyerang kaki dari orang yang mengagetkan nya itu.


"Bukkkk...


Sai menendang kaki dari sosok bertopeng tersebut, setelah sosok itu terjatuh Sai pun membuka topeng nya itu, alangkah terkejutnya Sai dengan sosok yang menggunakan topeng itu."Jadi, kenapa kau mengangetkan ku Xin!."Sai bertanya dengan santai setelah mengetahui orang yang mengagetkan nya itu adalah temannya.


Xin tersenyum canggung."Hehe. aku cuma melihat kau sedang melamun, jadinya aku mengagetkan mu saja."Ucap Xin sambil tertawa cengengesan Sembari menggaruk kepalanya.


Sai pun memasang wajah jutek yang membuat Xin merasa bersalah."Ah! Baiklah aku salah kawan."Xin terlihat cemberut.


Sai pun memaafkan nya dengan satu syarat."Aku akan memaafkan mu jika kau bisa memenuhi satu syarat ku."Sai sebenarnya dari tadi juga sedang berfikir bagaimana caranya dia menghadapi Guru Liang, dan kebetulan sekali temanya itu datang dan mengagetkan dirinya, Sai pun memanfaatkan situasi tersebut untuk membuat Xin merasa bersalah.


Sai pun tanpa basa basi segera memberi tahu syaratnya."Dengar Xin! aku butuh bantuan mu untuk menemani ku menghadap Guru Liang."Terlihat raut wajah Sai seketika berubah menjadi serius sambil memegang kedua pundak Xin.


Xin yang masih merasa ketakutan karena senyum Sai yang meliriknya pun tidak menanggapi perkataan yang baru saja dikatakan oleh Sai."Tunggu aku masih normal! tidak."Xin salah paham dengan situasi nya. dalam pikiran Xin, Xin melihat Sai ingin mencium nya. padahal tidak.


Sai pun merasa heran dengan perkataan dari Xin."Apanya yang masih normal."Sai heran dengan maksud dari Xin.


Xin pun memberi tahu kepada temannya itu."T..tadi K..k.kau ingin mencium ku kan."Xin terlihat bergetar.


Sai yang mendengar nya pun seketika langsung muntah."Bwekk...!."Sai muntah karena perkataan dari Xin. Sai pun kembali membalas perkataan temanya itu setelah mengelap bibirnya."Dengar yah Xin! aku itu tadi hanya meminta untuk kau untuk menemani ku menghadap Guru Liang.


Xin pun terkejut dengan perkataan Sai."Ouh! jadi kau tidak berniat mencium ku kan?."Terlihat Xin memastikan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Siapa yang ingin mencium mu Bambang."Sai Terlihat kesal yang mengakibatkan dirinya melepaskan amarahnya kepada pohon rindang itu.


Xin memastikan kembali karena merasa kurang percaya."Kau yakin ?."Xin bertanya sambil mengemut jari telunjuknya itu seperti anak kecil.


Sai makin geram."Iya Kambing!." Sai pun tanpa disadari telah membuat pohon tersebut tumbang akibat kemarahan nya.


1 Jam Kemudian ~ [ Rumah Merah di dalam Akedemi Evilvi ]


_______________________________________


.


. Rumah Merah adalah rumah yang seperti


. Tempat Sidang, Biasanya Tempat tersebut


. Akan memberikan hukuman kepada murid


. Yang melakukan pelanggaran dan yang


. Melakukan kerusakan Lingkungan.


._________________________________________/


"Hhm! kenapa kau merusak lingkungan?."Guru Liang bertanya kepada Sai.


"Ahh...!."Sai sulit berkomentar karena dirinya tidak mungkin menceritakan kejadian barusan.


"Hmm... Karena sepertinya kau tidak dapat menjelaskan nya, kau akan dihukum olehku! hukumannya adalah kau akan mendapatkan latihan 3× Lebih Keras."Guru Liang mengingat bahwa sebentar lagi akan tiba waktunya untuk Berkompetisi, Dan kebetulan sekali jika anak jenius masuk kedalam Rumah Merah dirinya pasti akan dihukum untuk latihan lebih keras. Hukuman tersebut dapat menguntungkan kedua pihak.

__ADS_1


Sang Murid akan bertambah kuat meskipun dengan latihan yang sangat berat, dan juga jika murid tersebut memenangkan kompetisi, maka Akedemi Evilvi Cabang Akan memberikan penghargaan kepada Akedemi Evilvi luar.


__ADS_2