
Turnamen pun selesai tepat pada matahari terbenam, dengan Yin Long sebagai pemenang.
Sai dan keluarga nya pergi ke tempat pengobatan untuk melihat Lily setelah pertandingan Babak Penyisihan akhir selesai.
* * *
Pintu terbuka, Sai dan keluarga nya masuk kedalam kamar tersebut. Di sana terdapat Lily yang sedang terbaring tidur. Sai menghela nafas lega setelah mendengar tabib mengatakan kondisi Lily hanya terluka ringan.
Sai kemudian meminta kepada ayahnya untuk membawa pulang adik adiknya itu setelah 10 menit kemudian, sebab, hanya boleh satu wali yang boleh menemani pasian.
Beberapa saat kemudian setelah ayah Sai dan adik adiknya keluar, terdapat dua sosok orang yang masuk, satu dewasa dan satunya lagi seumuran dengan Sai, mereka masuk ke kamar Lily sambil membawa beberapa buah.
Sai tentunya agak terkejut, Sai kemudian bangun dari kursi, melihat kedua sosok tersebut. Dan tidak lama kemudian, Sosok yang seumuran dengan Sai berjalan mendekati Sai sambil membawa buah di tangan nya, dia lalu memberikan hormat dan meminta maaf, “Maaf, aku telah membuat adik mu terluka.” Sosok tersebut tidak lain adalah Yin Long, dirinya menundukkan kepalanya sambil meminta maaf.
Sai agak terkejut dengan sikap anak sebaya nya itu, dia kemudian tersenyum sambil meminta Yin Long mengangkat kepalanya kembali, “Ah, tidak perlu, Lily juga mengikuti turnamen ini karena ingin mendapatkan pengalaman...” Sai tersenyum canggung.
Yin Long kemudian mengangkat kepalanya itu, dia kemudian menaruh buah yang dibawanya di samping meja tempat Lily berada. Tidak lama kemudian sosok orang dewasa tersebut menghapiri Sai setelah mengamati Sai dan Yin Long.
Sai agak terkejut, dirinya tidak mengira sosok Jendral akan menghampiri nya, yah, dia tidak lain adalah, Feng Long, “Sai'er, sepertinya itu cocok untuk panggilan mu yah.” Feng Long tersenyum tipis.
Sai kemudian menundukkan kepalanya saat dapat melihat Feng Long dengan jelas. Feng Long kemudian menyuruh Sai untuk tidak terlalu bersikap formal, “Ah, sudahlah Sai'er, kau ini terlalu formal.” Feng Long menyuruh Sai untuk tidak terlalu bersikap formal kepadanya.
Sai mengangkat kepalanya setelah Feng Long berkata seperti itu, Yin Long kemudian kembali mendekati Sai, dia kemudian mengobrol beberapa saat hingga 10 menit berlalu.
“Ah, bagaimana jika kita berjalan jalan ke Festival? aku tadi sempat melihat banyak orang yang berjualan, suasananya sungguh ramai.” Yin Long bercerita tentang kota Evilvi yang sedang mengadakan festival.
__ADS_1
Sai sebenarnya tau akan ada festival seperti ini, karena, Festival tersebut akan diadakan setiap Turnamen Haku dimulai, namun dia ragu untuk meninggalkan Lily.
Yin Long kemudian menyadari, Sai tidak ingin meninggalkan adiknya sendiri, dia pun berjalan ke arah Feng Long, “Jendral Feng, aku akan pergi ke festival bersama Sai, karena itu Jendral Feng harus menjaga Lily yah.” Yin Long tersenyum penuh makna.
“Ehh... mana bisa seperti it-.” Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Yin Long memotong pembicaraan nya.
“Nanti aku bantuin Jendral Feng untuk dekat dengan kakak ku deh.” Yin Long membujuk dengan menggunakan kakaknya itu.
Jendral Feng kemudian mengangkat jarinya, lalu dia menaikan jempolnya ke atas, “Tidak masalah.” Feng Long tersenyum memperlihatkan giginya yang putih.
Sai yang melihat tingkah laku Jendral tersebut langsung mengumpat dalam hati, ‘Jendral ini, sungguh deh.’
Sai kemudian melihat Yin Long yang sedang tertawa kecil, dirinya baru menyadari bahwa Yin Long tidak berniat melepaskan topengnya itu. Sai menunggu Yin Long melepaskan topengnya saat dirinya mengobrol tadi, namun sampai sekarang Yin Long terlihat tidak berniat melepaskan topengnya. Sai sebenarnya ingin bertanya, namun dia ragu untuk bertanya saat terdapat seorang Jendral.
Yin Long kemudian berjalan mendekati Sai lalu mengajaknya pergi.
* * *
“Saint, apa kau lapar.”
“Ya, aku sepertinya lapa-, tunggu, Saint?” Sai tersadar dengan panggilan Yin Long.
Yin Long lalu tertawa kecil melihat Sai bertanya seperti itu, “Namamu kan Sai Yanzi, aku hanya merubah nama kecil mu saja.” Yin Long terkekeh kecil.
Sai membuka mulutnya namun tidak berkata lebih jauh, dia kemudian mengikuti Yin Long kedalam restoran yang cukup terkenal akan makanannya yang lezat.
__ADS_1
Sesampainya di dalam, terlihat seorang pria sepuh yang menggunakan baju pelayan datang ke arah Sai dan Yin Long menyambut kedatangan mereka, “Permisi, tuan tuan sekalian ingin memesan apa.” Pelayan tersebut bertanya dengan senyuman menghiasi wajahnya.
“Ah, aku ingin memesan tempat khusus.” Yin Long kemudian mengeluarkan 3 Keping Emas, “Bawakan aku makanan yang paling enak ” Yin Long kemudian mengibaskan tangannya menyuruh pelayan tersebut perlu segera.
“Baik tuan, kalau begitu mari ikuti saya.” Pelayan tersebut membawa Sai dan Yin Long ketempat yang berbeda, Sai dan Yin Long kini berada di lantai 2, dimana tempat tersebut adalah tempat khusus bagi para pengunjung yang ingin menyewa kamar makan.
Setelah Sai dan Yin Long telah berada di ruangan makan tersebut, Pelayan tersebut segera pergi.
Sai kemudian langsung bertanya kepada Yin Long terkait Topeng yang tidak dilepaskan nya setelah pelayan tersebut pergi, “Ngomong ngomong, kenapa kau tidak melepaskan topeng mu Yin Long?”
“Ah, itu...” Yin Long agak ragu memberitahu alasannya.
“Sepertinya dirimu punya masalah, bisakah kau memberitahu ku.” Sai semakin penasaran dengan alasan Yin Long.
Yin Long akhirnya menghela nafas panjang sebelum mulai menjelaskan alasannya, Yin Long mempunyai luka bakar di sekitar sudut bagian kening kanannya, luka bakar tersebut membuat kulit Yin Long berwarna merah disekitar mata kanannya sampai kening bagian atas mata kanan, karena itu dirinya selalu menggunakan topeng.
Sai mendengarkan dengan seksama, dirinya lalu meminta maaf setelah mendengar alasan tersebut, tentu Sai mengira Yin Long sedang merahasiakan identitas nya, namun sepertinya Sai salah paham.
Obrolan mereka terhenti setelah Beberapa Pelayan membawakan beberapa Hidangan, para pelayan lalu menaruh makanan makanan tersebut di meja sebelum pergi meninggalkan Sai dan Yin Long.
Sai mulai menikmati makanan tersebut dengan lahap, turnamen tadi menguras beberapa tenaganya meskipun hanya sedikit. Tetapi Karena Sai tidak bisa keluar, dia pun akhirnya menahan lapar sampai Turnamen Haku selesai.
Setelah selesai menghabiskan makanan yang banyak itu, Yin Long bertanya kepada Sai apakah Sai ingin mencoba berlatih dengan nya, “Saint, apakah kau ingin berlatih dengan ku?” Yin Long bertanya sebelum akhirnya meneguk gelas yang berisikan air.
“Yah, baiklah, sepertinya itu akan menyenangkan.” Sai membalas pertanyaan Yin Long lalu mulai meneguk air yang berada di gelas.
__ADS_1
Sai dan Yin Long pun pergi kesebuah tempat yang cukup sepi, namun tempat itu terang karena terdapat api yang menerangi.