
Sedangkan itu di arena pertandingan antara Lin Bao dan Chen Fox sama sekali tidak ada pertarungan, dikarenakan Lin Bao langsung menyerah karena dirinya yakin tidak dapat mengalahkan Chen Fox, sebenernya bukan hanya karena itu, melainkan karena hubungan keluarga mereka yang sangat dekat.
* * *
Setelah Sai dan Chen Fox telah beristirahat selama 30 menit, mereka pun akhirnya dipanggil untuk bertanding, Namun Salah satu Tetua dari keluarga Chen memberikan sebuah Obat Penguat Raga dan Senjata Suci Palsu sebelum Chen Fox berjalan ke arena pertandingan.
Obat Penguat Raga adalah obat untuk memperkuat kekuatan orang yang memakannya. namun sama hal dengan pedang bermata dua, obat ini dapat membuat beberapa aliran nadi terputus, namun obat ini sungguh dapat membuat pemakainya menjadi lebih kuat 2× lipat dari sebelumnya.
•
•
•
Senjata Suci palsu adalah senjata suci yang dibuat oleh seseorang dengan bahan dari aslinya senjata suci asli. Walaupun begitu senjata suci palsu ini juga sekuat setengah dari Senjata Suci Asli.
Sai juga masuk ke arena pertandingan untuk bertarung, tetapi Sai juga mempersiapkan beberapa barang yang berguna untuk melawan Chen Fox, Sai menyimpan satu buah pisau, Pisau yang dibawa oleh Sai memiliki tampilan berwarna Perak Dengan Beberapa Gerigi di pisau nya.
Saat memasuki Arena pertandingan, Chen Fox memperhatikan lawannya itu. "Oh ternyata tetua Yang menyuruh ku untuk melumpuhkan nya, Heh aku jadi penasaran dengan kekuatan bocah yang memakai topeng ini.... "Chen Fox tersenyum sinis sambil memperhatikan Sai.
Sai hanya memandang wajah Chen Fox dengan tatapan dingin, Sementara itu wasit telah bersiap membunyikan Lonceng pertanda mulai pertandingan, Suasana Area Kompetisi kini menjadi sangat riuh, para penonton sangat menantikan pertarungan Chen Fox.
Beberapa detik kemudian Lonceng pun dibunyikan, Sai langsung memasang kuda kuda untuk bertarung melawan Chen Fox.
Chen Fox memulai pertarungan nya dengan mengeluarkan beberapa Jurus. Sai hanya berusaha menghindar dari serangannya.
Sai beberapa kali juga mengeluarkan jurus elemen anginnya untuk menyerang Chen Fox.
Chen Fox mulai serius karena dirinya merasa diremehkan oleh Sai."Baik, aku akan mulai serius."Chen Fox berhenti menyerang dan mulai mengeluarkan aura energinya.
Sai melihat disekitar tubuh Chen Fox kini terdapat beberapa petir kecil yang memberinya hawa petir. Sai mengigit bibir nya melihat petir disekitar Chen Fox. sedangkan itu Chen Fox langsung mengeluarkan beberapa jurusnya."Mr.Rub-, Ahh, terserahlah namamu apa, pokonya rasakan ini." Chen Fox susah menyebutkan namanya.
Sai melihat Chen Fox mengeluarkan beberapa Bola Petir dari tangannya. Chen Fox tersenyum sinis terhadap Sai yang sedang memperhatikan nya."Hehe...Dia pasti sudah mulai takut dan bergetar."Chen Fox bergumam pelan.
Terlihat Bola Petir yang dikeluarkan Chen Fox berjumlah 3 buah, dirinya tidak menembakan nya, tetapi Chen Fox mengendalikan nya untuk terbang di dekat nya, Chen Fox pun tidak beberapa lama kemudian maju, seolah punya pemikiran sendiri, bola bola Petir itu mengikuti Chen Fox dari Belakang.
Sai yang melihat Chen Fox sedang mengarah kepadanya dengan kecepatan tinggi pun langsung mengeluarkan pisau nya untuk bersiap menyerang nya. Saat Sai sedang bersiap untuk menyerang nya, Tiba tiba saja Salah satu Bola Petir yang berada dibelakangnya Chen Fox maju mendahului nya.
Bola Petir tersebut maju menyerang Sai, Sai tidak punya pilihan lain selain menghindari nya, tetapi bola tersebut tetap mengikuti nya dari belakang. Sedangkan itu, Chen Fox yang melihat Sai hanya dapat berlari langsung tertawa lebar melihat Sai terus berlari.
Chen Fox juga beberapa kali mengejek Sai yang terus berlarian."Ada apa Rubah? apa kau tidak dapat melepaskan diri dari bola tersebut? Hahaha."Chen Fox meledek Sai dengan senyum sinisnya.
Sai agak geram, tetapi dia juga harus menyelesaikan masalah Bola Petir itu terlebih dahulu."Bagaimana ini?."Sai mencoba berfikir untuk membuat bola petir ini tidak mengejar nya lagi. Tetapi kalau dirinya menangkis dengan pisau, maka listrik itu akan tetap mengenainya, karena pisaunya Sai terbuat dari Tembaga dan beberapa logam.
Saat lagi berfikir untuk membereskan Masalah Bola Petir, tiba tiba saja Chen Fox lagi lagi membuat bola petir."Kau cuma lari saja yah? baiklah kalau begitu kau terima saja ini."Chen Fox kali ini mengeluarkan Bola Petir yang berbeda, bola petir yang baru saja dibuat oleh Chen Fox sangat besar.
Makin lama Sai tidak bertindak, Chen Fox makin membesarkan Bola Petir itu."Sial! Curang sekali dia."Gumam Sai pelan.
Sai tidak beberapa lama kemudian menemukan ide. Sai terpikirkan untuk membuat lantai arena menjadi hancur agar dirinya dapat mengunakan nya sebagai tameng. Sai pun menghentakkan kakinya dengan keras ke lantai arena. namun tidak ada yang terjadi.
Para penonton yang melihat Sai bertingkah sok kuat pun menertawakan nya."Hey liat anak itu, dia pikir dapat menghancurkan lantai arena dengan mudah apa."Para Penonton mulai menertawakan Sai.
__ADS_1
Tidak terkecuali Chen Fox, Chen Fox malah sangat tertawa melihat tingkah Sai yang sok kuat untuk menghacurkan lantai arena. Chen Fox pun meledek Sai sambil memperbesar Bola Petir itu."Hahaha, kau pikir kau bisa menghancurkan lantai ini Hah ?."Chen Fox tertawa.
Sai pun tersenyum tipis membalas perkataan Chen Fox."Tentu bisa, kenapa tidak bisa."Terlihat senyum yang menghiasi wajah Sai, seakan akan Sai memang telah mempersiapkan diri untuk mengalahkan Chen Fox.
Chen Fox tersenyum kecut, dirinya langsung mengarahkan kembali bola petir yang dari tadi mengarah ke arah Sai. Tetapi kali ini Sai hanya berdiam diri saat bola petir tersebut mengarah kepadanya."Kenapa ini, kenapa dia tidak lari?."Terlihat wajah Chen Fox mulai bingung.
Sai tersenyum saat bola Petir tersebut mengarah kepadanya, saat bola Petir tersebut sudah hampir mengenai Sai, terlihat lantai arena yang berada tepat didepan kaki Sai retak dan mengeluarkan angin yang membuat Bola Petir tersebut terpental dan mengenai pembatas arena.
Chen Fox langsung membuka matanya lebar lebar karena tidak mempercayai yang dilihatnya."Apa! bagaimana bisa?."Chen Fox masih tidak dapat percaya.
Sai kali ini terlihat sengat menakutkan, dengan kekuatan Helcrat, Sai mendapatkan kemampuan untuk membuat suasana menjadi gelap dan berhawa negatif. Wajah Sai juga terlihat dihiasi dengan senyuman menakutkan.
Sai langsung menghentakkan kakinya kembali ke lantai, dan tiba tiba saja kali ini semua lantai terlihat retak."Dengan begini aku dapat menyerang Chen Fox dari bawah."Sai merencanakan untuk menyerang dari bawah.
Chen Fox kemudian memasang wajah Geram saat melihat lantai arena retak."Sialan, kenapa dia sangat kuat, aku tidak boleh kalah, hanya aku yang boleh menjadi juara."Chen Fox kehabisan akal dan mulai mengeluarkan Pil dari Cincin Natnya.
"Sepertinya aku tidak punya pilihan selain mengkonsumsi Pil penguat Raga."Terlihat Chen Fox mulai menelan Pil Penguat Raga tersebut.
Setelah Mengkonsumsi Pil tersebut, Chen Fox Terlihat mengeluarkan aura yang sangat kuat dari tubuhnya. Sai mundur beberapa langkah karena merasakan aura yang keluar dari tubuh Chen Fox.
Setelah mengkonsumsi Pil Penguat Raga, Chen Fox pun tersenyum melihat sekujur tubuhnya menjadi kekar."Wah, kekuatan ini, ini kekuatan Petarung Senior."Chen Fox melihat sekujur tubuhnya sebelum kembali menatap Sai dengan tatapan tajam.
Sai menelan ludahnya melihat tatapan tajam dari Chen Fox. Sai kemudian menaruh tangan kanannya dibelakang. Sai berniat mengambil beberapa pisau dibelakang jubahnya itu. tetapi Chen Fox langsung menghilang dari pandangan nya dan tiba tiba saja Sai terpental dari belakang kedepannya.
Sai pun terpental membentur lantai arena,
tidak sampai disitu Chen Fox kembali menghilang dan tiba tiba saja sudah berada di depan mata Sai yang kini sedang berusaha untuk Bangkit. Chen Fox kemudian memegang kerah dari Sai kemudian memukuli wajahnya dengan topeng nya itu.
Setelah beberapa kali memukul wajah Sai,
arena, akibatnya Sai kini tersetrum karena pembatas arena tersebut mendeteksi penerobosan.
Sai pun tidak lama mulai terjatuh kembali setelah beberapa menit tersetrum pada pembatas arena. Sai terjatuh dengan tubuh bagian depan yang menghadap kebawah.
Sedangkan Chen Fox sedang menunggu terjatuhnya Sai dari langit arena. Chen Fox membuat kuda kuda untuk menyerang, terlihat ditangan nya mengeluarkan aura petir yang bergejolak. ‘dengan begini semuanya akan berakhir’."Chen Fox sedang mempersiapkan diri untuk penyerangan pengakhiran.
Chen Fox kemudian tertawa melihat tubuh dari anak yang memakai topeng rubah tersebut jatuh kedalam genggaman nya."Baiklah Rasakan ini."Chen Fox kemudian mengepalkan tangannya dengan keras, seketika itu juga terlihat tangan dari Chen Fox bersinar Biru terang dengan beberapa petir mengelilingi tangannya.
Saat Sai terjatuh, Sai terlihat tersenyum kecil,
‘dengan begini, aku menang’."Sai tersenyum kecil sebelum dirinya mulai menyentuh Tinju Chen Fox. disaat yang bersamaan, Chen Fox meneriakkan nama jurusnya.
"Tinju Guntur membelah Gunung...!
Chen Fox kemudian langsung mengarahkan pukulannya itu ke arah ulu hati dari Sai. tetapi kejadian tidak terduga terjadi saat Chen Fox ingin menyerang Sai.
Chen Fox kehilangan keseimbangan nya karena lantai arena kini bergoyang dan mulai retak dan pecah.“Ada apa ini.”Chen Fox sempat bingung kenapa tiba-tiba saja lantai arena menjadi retak.
Sedangkan itu Sai kini terjatuh dan masuk kedalam lubang retakan yang disebabkan oleh Lantai arena itu.
“Baiklah, ini sudah sesuai rencana.” Beberapa saat yang lalu sebelum Sai terpukul, dirinya sempat mengambil pisau dari belakang jubahnya. Pisau tersebut Sai alirkan dengan kekuatan angin miliknya, Sai mengunakan pisau tersebut untuk masuk kedalam retakan dan menghancurkan tanah yang menopang Lantai Arena tersebut.
__ADS_1
Sebenernya Sai tidak menduga dirinya akan menemukan bangunan dibawa Lantai Arena,
Sai pun tanpa sadar mulai merencanakan
penyerangan ini.
Sedangkan itu Chen Fox berusaha menjaga keseimbangan nya, lantai memang beberapa kali bergetar, tetapi tidak membuat roboh.
Sai mengerutkan dahinya melihat Bahwa masih terdapat beberapa pilar yang menopang Lantai Arena.
“Aaihh, padahal aku belum ingin menggunakan jurus ini, tapi sepertinya aku tidak punya pilihan lain”. Sai memang sebenarnya telah memikirkan untuk menggunakan jurus ini jika saja tebakan nya salah.
Sai kemudian menerbangkan dirinya dengan angin miliknya, Sai terlihat keluar dari dalam retakan lantai sementara Chen Fox sudah mulai menyeimbangkan kakinya.
Sai kemudian terbang di atas udara, semua penonton dapat melihat Sai sedang terbang.
ketua Provinsi Evilvi juga terlihat terkejut,
Ketua Provinsi Evilvi/Gubernur Kota Evilvi memuntahkan minumannya ke hadapan seorang pria tua.
“Ah maaf senior Yan Li, saya tidak sengaja”Yang berada disampingnya Gubernur Kota Evilvi adalah seorang kakak senior yang pernah berguru bersama.
Yan Li terlihat membalas dengan Raut wajah yang tidak senang sebelum dirinya mengambil kain untuk mengelap mukanya.
Gubernur Provinsi hanya tersenyum canggung sebelum fokus nya kembali terhadap anak yang memakai Topeng tersebut. “Siapa anak ini, dia sangat hebat, tetapi aku tidak mengetahui jurus yang dirinya pakai”Gubernur kota Evilvi mengelus jenggotnya sambil merenungkan anak yang berada didepannya itu.
Sebenernya Sai bukannya terbang, Sai hanya membuat angin disekitar kakinya menjadi mengeras, dengan begitu, Sai dapat melangkah mengunakan angin sebagai tempat untuk menapakan kakinya, Sai juga menambah kan dengan langkah angin agar dirinya keluar dengan cepat.
Sai kemudian berlari di udara menghampiri Chen Fox yang juga sedang bersiap memasang kuda kudanya.
“Baiklah, sekarang saatnya, entah aku bisa tau tida aku akan bergantung kepada keberuntungan” Sai menghembus nafas panjang sebelum dirinya Mulai mengeluarkan beberapa Jurus.
“Tendangan Naga Angin...” Sai mengarahkan
kakinya ke arah Chen Fox,. sedangkan itu Chen Fox juga mengeluarkan jurus secara bersamaan dengan Sai. “Tinju Guntur Membelah Gunung...”Chen Fox mengarahkan tinjunya kepada serangan kaki Sai.
Dari lengan Chen Fox mengeluarkan sinar biru terang dengan beberapa petir disekitar nya. sedangkan Sai, terlihat kakinya membuat gelombang angin yang menutupi kakinya. dan juga terdapat beberapa api kecil keluar dari kaki Sai.
Kemudian Kedua serangan itu beradu yang membuat lantai arena menjadi lebih retak, gelombang dari serangan mereka menyebar hingga membuat pilar yang menopang Lantai Arena menjadi sedikit bergoyang.
Sai melihat Chen Fox sudah dalam batasan nya, Sai pun kemudian mengaktifkan Kekuatan Naga Persik Api Bumi. seketika itu terjadilah serangan yang besar dari kaki Sai.
Kaki Sai mengeluarkan api yang mengelilingi kakinya itu, tendangan Sai kini lebih kuat dari sebelumnya, Chen Fox juga sudah tidak dapat menahannya lagi, dia pun terpental kebelakang oleh tendangan Sai yang mengarah ke perutnya itu.
Chen Fox terpental hingga membuat lubang di sekitar tembok penonton. wasit yang melihatnya pun ternganga-nganga melihat serangan dari Sai. Wasit pun tidak lama kemudian mengumumkan pemenang nya.
“Pemenang nya adalah Mr.Rubah” Wasit mengumumkan pemenang, sontak semua penonton yang menyaksikan nya mulai berdiri dan menepuk tangan. terlihat mereka sangat senang dapat melihat pertarungan sengit.
Sai Terlihat tidak terlalu peduli, Sai sekarang lebih memilih mendekati Chen Fox yang berada diluar arena, meskipun dia tidak dapat bergerak, tetapi Sai yakin bahwa Chen Fox dapat bertahan dari serangannya meskipun mereka terluka parah. Sai kemudian membisikkan sesuatu kepada Chen Fox, seketika itu Chen Fox langsung memberitahukan semuanya kepada Sai, sebab, Sai mengatakan dirinya sama sekali tidak takut jika harus membunuh Chen Fox karena dirinya tidak bekerja sama. Karena itu Chen Fox pun memberi tahu Sai.
Beberapa dari mereka bahkan berteriak menyebutkan nama Mr.Rubah, ada juga yang penasaran dengan wajah dari Mr.Rubah, tetapi satu hal yang mereka tau, bahwa Mr.Rubah adalah seorang anak kecil.
__ADS_1
Setelah Memenangkan kompetisi tersebut, Sai pun mendapatkan hadiahnya, hadiahnya berupa uang 5.000 Keping Emas dan 1 Buah Jurus Perak Bintang 2.
Sai pun kemudian menginap di sebuah penginapan, Sai beristirahat terlebih dahulu sebelum lusa berangkat ke Mawar Putih.