
(。•̀ᴗ-)✧Selamat Membaca (◍•ᴗ•◍).
Setelah Sai selesai menguburkan mayat Kakek nya Amai, Sai pun segera berjalan masuk menuju Rumah Tua yang berada di tengah hutan tersebut.
Setelah Sai masuk, Sai melihat Amai sedang makan sambil menangis, Sai pun mencoba menghibur nya, namun mengingat baju nya yang sudah sangat kotor, Sai pun hanya bisa membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Setelah Sai selesai membersihkan dirinya, Sai pun kembali ke ruang makan untuk melihat Amai, namun saat Sai melihat, ternyata Amai sudah tertidur, Sai pun mengendong nya ke kamar agar dia bisa beristirahat lebih tenang.
Selesai Sai menaruh Amai dikamar, Sai pun berjalan keluar, namun tangan kanan nya Amai memegang tangan kiri Sai, dan Amai berkata."Kakak jangan tinggalkan aku! Kaka tolong temani aku.
Sai dapat memahami perasaan dari Amai, karena saat Sai masih sekecil Amai, ayah dan ibunya meninggal dunia akibat kecelakaan, dirinya yang masih kecil sungguh syok dan terus menerus menangisi kedua orangtuanya,
karena itu Sai pun menemani Amai tidur.
Matahari pun mulai menerangi kamar tidur Amai dan Sai, yang menandakan bahwa hari telah pagi, Sai pun terbangun karena terangnya Cahaya sinar matahari itu, Sai pun segera pergi keluar kamar untuk berburu hewan untuk dimakan oleh nya dan Amai.
Diluar Rumah Tua tersebut Sai melihat B@bi hutan yang sedang mengejar ngejar Seekor
Kera, Sai pun segera mengikuti para b@bi hutan tersebut untuk di buru oleh nya.
Sai pun segera mengaktifkan jurus Rubah Merah dan langsung mengejar mereka dengan kecepatan yang tinggi.
Swusssss.....!.
Karena Ilmu Rubah Merah Tersebut sangat cepat, para pepohonan yang berada di hutan tersebut pun ada yang hampir ambruk.
Sai yang sudah dekat dengan para b@bi hutan tersebut pun langsung mengeluarkan pedang nya dan menebas para bab1 hutan tersebut.
Hiyat....!
Tebasan Sai pun membunuh para **** hutan tersebut dengan mudah, karena b@bi hutan tersebut hanyalah **** hutan yang setara dengan petarung tingkat 2.
Sai pun segera memasukan para b@bi hutan tersebut kedalam cincin Nat nya, dan segera pergi kembali ke rumah tua.
Sesampainya di rumah tua tersebut terlihat Amai yang terlihat sedang menunggu kedatangan Kakak nya ( Sai ).
__ADS_1
Sai yang baru saja sampai di rumah tua tersebut pun langsung dipeluk oleh Amai, Sai sungguh mengerti perasaan dari Amai, kini dia hanya mempunyai Sai sebagai orang yang dapat dipercaya, karena itu dia tidak ingin Sai meninggalkan nya.
Sai yang sedang dipeluk olehnya pun segera menurunkan badannya dan berkata."Amai Kaka sudah bawa makanan! Kaka akan memasak nya dulu yah.
Amai pun menuruti perkataan Kaka nya itu dan langsung kembali duduk."Baiklah kak.
Sai pun segera ke dapur untuk memasak b@bi hutan tersebut, walaupun rumah tua tersebut tidak ada makanan sama sekali, namun di rumah tua tersebut terdapat benda yang lengkap untuk memasak.
Sai pun segera memasak **** hutan tersebut untuk di santap oleh adik dan dirinya.
Beberapa saat kemudian Sai telah selesai memasak, Sai pun segera membawa makanan tersebut untuk disantap oleh dirinya dan adiknya.
Sai dan Amai pun menyantap nya dengan lahap, selesai makan Sai segera bersiap diri untuk melanjutkan misinya itu.
Selesai bersiap siap, Sai menjelaskan kepada Amai bahwa dirinya saat ini sedang melakukan misi."Jadi apakah Amai tetap ingin ikut.
Amai pun menjawab pertanyaan dari Sai dengan singkat."Tidak apa apa kak.
"Baiklah kalau begitu mari bergegas."Ucap Sai.
Sai yang mendapatkan pengarahan dari Amai pun sampai ke gunung Merapi Tersebut lebih cepat dari perkiraan nya.
Sai yang telah sampai di Gunung Merapi tersebut pun segera mencari naga api, beruntung Sai langsung bertemu dengan naga api tersebut, namun keadaan nya sekarang naga api tersebut sedang bertarung dengan Elang Iblis Petir.
Sai pun hanya mengamati pertarungan mereka hingga salah satu diantaranya sudah tidak sanggup untuk bertarung.
Sai memprediksi bahwa Naga api lah yang akan menang, dan benar saja naga api tersebut menang, namun dia juga sudah terluka parah, karena itu Sai pun segera menyerang nya dengan cepat.
Sai pun segera mengeluarkan jurus Rubah Merah agar dapat langsung membunuh nya, karena walaupun naga api itu telah terluka akibat dari pertarungan nya dengan Elang Iblis Petir, tetap saja naga adalah ras yang sangat kuat bagi manusia seperti Sai.
Sai pun langsung membunuh nya dengan sekali tebas, namun Sai tahu jika hanya menggunakan pedang tidak lah cukup untuk menembus pertahanan dari sang naga api, karena itu Sai melapisi Pedang nya dengan Angin Yang sangat tajam, akibat dari serangan Sai, Naga api itu pun mati terbelah kepalanya.
Sai pun segera membangun kan Master Es untuk memberikan nya mayat dari naga api tersebut."Master Es! bangun lah! aku sudah mendapatkan naga api ini.
Master Es pun segera terbangun dari tidurnya dan langsung melahap seluruh badan dari naga api tersebut.
__ADS_1
Master Es pun seketika berubah wujud menjadi seperti manusia, paras dari Master Es pun sangat lah tampan! namun dia tetap saja hanya Sai Yang dapat melihat nya.
Roh Master Es pun menjadi lebih kuat dari sebelumnya, kini dia juga telah berubah paras menjadi seperti seorang manusia, mukanya yang tampan dengan rambut yang menutupi mata kanannya, matanya yang berwarna biru muda seperti es."Hhm...! Murid ku! naga ini memang enak tapi ini hanya seperti makan sesendok nasi saja.
Sai yang mendengar nya hanya bisa berkata iya saja, setelah Master Es berbicara Sai pun segera memasukan kepala naga api tersebut kedalam cincin Nat nya.
Master Es pun segera masuk kedalam tubuh Sai agar dapat mencerna naga api tersebut,
Sai yang telah selesai memasukan kepala naga api tersebut pun langsung kembali kepada Amai.
Kini Sai hanya perlu menemukan Helcrat untuk dibunuh nya, Sai pun menggenggam tangan Amai dan segera melakukan perjalanan untuk menyelesaikan misinya.
Setelah cukup lama mencari Helcrat, Sai pun menemukan Helcrat, namun Helcrat Tersebut sedang menuju sebuah Bangunan yang berada di hutan tersebut, Sai pun segera mengendong Amai dan mengejar Helcrat.
Setelah sampai di depan Bangunan itu, Sai melihat kondisi dari bangunan tersebut sudah cukup tua, Sai pun berjaga jaga dengan mengeluarkan Yeti untuk melindungi Amai.
Sai pun berjalan masuk meninggal kan Amai dengan Yeti nya.
Tiba di dalam bangunan tersebut Sai melihat banyak sekali patung patung dan boneka, Sai sebenarnya tidak tahu apa yang sedang menanti nya, namun Sai tetap mencari Helcrat Tersebut di dalam Bangunan itu, hingga sesuatu yang tidak terduga sungguh membuat nya sangat terkejut.
Tiba tiba semua boneka yang berada dalam gedung tersebut menyerang Sai, Sai pun segera menyerang balik para boneka tersebut.
Bersambung...!
Misi disini saya ingin kasih tau! bahwa saya akan Menganti cara penulisan novelnya!
agar terlihat lebih bagus dan jelas.
karena itu jangan lupa untuk saran nya juga yah! Ok.
Ok See You Next Time Bye Bye~.
(☞゚ヮ゚)☞ : Kasih saran dan bagikan
(☞^o^) ☞ : Like and Voting.
__ADS_1
(☞ ͡° ͜ʖ ͡°)☞: Favorit.