
Setelah Sai dan Yin Long diserang oleh kelompok Kuda Hitam, Feng Long memanggil beberapa pasukan nya untuk datang ke kota Evilvi saat malam hari di penginapan khusus yang diberikan oleh kepala kota Evilvi.
“Baiklah, sepertinya ini sudah benar.” Feng Long memeriksa beberapa kali catatan yang ditulis oleh nya sebelum mengikatkan nya kepada sebuah burung elang miliknya.
Selesai mengikatkan surat tersebut, burung elang itu pun segera terbang meninggalkan kediaman Feng Long dan Yin Long, “Sebaiknya Aku ke kamar Yin'er saja dulu, Aku belum mendengarkan semua cerita nya dengan lengkap.”
Feng Long kemudian berjalan mengarah ke kamar Yin Long. Sejak kembali, Yin Long terlihat pucat, keadaan ini membuat Feng Long khawatir dengan Yin Long, karena itu Feng Long ingin menemani Yin Long agar dirinya lebih tenang.
Saat Yin Long sedang duduk di atas kasurnya, pintu kamar terlihat terbuka, “Yin'er, bisakah kakak iparmu ini mendengarkan semua cerita mu yang tadi belum terselesaikan?”
“Kak Feng, baiklah..”
Yin Long kemudian mulai menceritakan tentang kejadian lebih jelasnya, “Saat itu, Saint tiba tiba saja terasa berbeda, waktu aku menarik kerahnya, aku melihat matanya berubah menjadi berwarna merah teran-.”
“Tunggu, maksud Yin'er, Sai'er yang membunuh mereka semua?” Feng Long bisa dikatakan telah mendapatkan gambaran cerita selanjutnya, tetapi dirinya masih tidak percaya Sai yang telah membunuh mereka semua, karena, beberapa mayat terlihat mati dengan luka bakar yang hebat, beberapa bahkan terputus beberapa anggota tubuhnya.
Yin Long sebenarnya juga tidak percaya kalau saja dirinya tidak melihatnya secara langsung, maka dirinya juga akan berfikir sama dengan Feng Long, “Aku juga sebenarnya tidak ingin percaya, tetapi aku melihatnya sendiri.” Yin Long menggelengkan kepalanya pelan.
“Kalau begitu, aku akan menyuruh beberapa orang prajurit ku untuk memata-matai Sai'er.”
__ADS_1
Feng Long terlihat memutar balikkan tubuhnya untuk berjalan keluar, tetapi pertanyaan dari Yin Long menghentikan nya.
“Maksud kak Feng, Saint adalah seorang yang berasal dari aliran hitam?” Yin Long terlihat lebih pucat.
“Bukanya aku tidak mempercayai nya, hanya saja, aku butuh informasi tentangnya agar aku tau dia berasal dari mana.” Feng Long menjelaskan.
“Tapi Kak Feng, jelas dia bisa saja tadi membunuhku, tetapi dirinya tidak melakukan nya, aku yakin dirinya bukan orang yang berasal dari aliran hitam.” Yin Long yakin 100% bahwa Sai bukanlah seseorang yang berasal dari aliran hitam, karena, jika saja dirinya ingin menculiknya atau membunuhnya, bukanlah hal sulit, mengingat, Sai dapat mengalahkan Pendekar Raja dengan mudah.
Feng Long kemudian memegang dagunya itu, dirinya mulai berfikir sebelum mengeluarkan pendapatnya, “Baiklah, itu memang alasan yang kuat, tetapi, aku tetap membutuhkan asal usulnya, mengingat, dirinya membunuh seseorang dengan cukup mengerikan.” Feng Long sempat melihat tumpukan mayat yang terbakar dan beberapa mayat yang angota tubuhnya terpisah, dan juga, Feng Long melihat Sai yang sama sekali tidak mengeluarkan ekspresi apapun, padahal dirinya lah yang membunuh semua musuhnya.
Yin Long tidak berkomentar lebih jauh, dirinya lebih memilih untuk diam dan segera tidur.
Sai tidak pergi ke penginapan nya, melainkan pergi ketempat perawatan Lily, saat dirinya sampai, Lily terlihat masih tertidur pulas, Sai kemudian duduk di kursi sebelum mulai mengonsumsi beberapa Pil yang khasiatnya untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Walaupun Sai tidak mendapatkan luka parah, tetapi dirinya beberapa kali terkena beberapa tebasan yang membuat beberapa sekujur tubuhnya terluka.
“Master Es, sebenernya apa yang terjadi dengan ku, aku tidak mengetahui apa apa tentang yang kau bicarakan tadi.” Selepas Sai mengonsumsi Pil, dirinya mulai berbicara kembali.
Disaat yang bersamaan, tiba tiba saja terlihat sebuah Roh naga yang keluar dari dalam tubuh Sai, “Menurutku, salah satu orang tua mu adalah seorang iblis ras vampir.” Sosok tersebut tidak lain adalah Master Es, “Karena, tubuhmu terlihat seperti manusia namun kau memiliki perubahan bentuk vampir.”
“Tetapi, kalau begitu orang tuaku saat ini adalah orang tua tiriku?” Sai sebenarnya tidak ingin percaya, sosok kedua orang tua itu telah menemani nya cukup lama, karena itu dirinya sangat menyayangi kedua orang tuanya itu meskipun orang tua tiri.
__ADS_1
“Aku yakin, orang tua mu berasal dari dimensi yang berbeda, tetapi aku tidak tau bagaimana caranya mereka membuat mu berada di dimensi ini.”
“Aku sebenarnya tidak tau apa apa tentang dimensi ini, tetapi untuk saat ini aku sepertinya harus beristirahat terlebih dahulu, aku sangat mengantuk, selamat tidur.” Sai lalu menaruh kepalanya di kasur Lily lalu memajukan kursinya sebelum tertidur.
Master Es terlihat tidak percaya dengan muridnya itu, “Aishhh. padahal dirinya tadi juga melihat pemandangan yang menjijikkan, tetapi dia bisa langsung tidur, sungguh anak yang sangat tidak peduli.” Master Es menggelenkan kepalanya pelan sebelum masuk kembali ke tubuh Sai.
Tidak terasa, hari telah pagi, Sai kemudian terbangun saat sebuah tangan memeluk kepalanya, dirinya lalu menyadari dirinya berada di atas kasur, kemudian Sai melihat ke atas sosok yang memeluk dirinya, “Lily, bisa kau lepaskan pelukan mu, kurasa ini tidak pantas.” Sai berkata pelan, mukanya kini terlihat memerah merona.
Lily kemudian tanpa basa basi melepaskan Sai, ‘Wajah kak sai memerah, apa kak sai menyukai pelukan ku.’ Lily memandangi Sai tanpa ekperesi.
Sai kemudian segera bangkit dari tempat tidur, tidak tau apa yang akan dipikirkan orang lain saat dirinya terlihat sedang berada dikasur yang sama dengan adiknya, ‘orang orang pasti akan menganggap ku seorang kakak yang mesum’
“Ngomong ngomong kak Sai, kenapa bajumu tercium aroma darah.” Hidung dari seorang rubah tidak bisa diremehkan, hidung Lily sungguh tajam untuk menemukan bau darah dari baju Sai.
“Ah itu.” Sai tidak agak ragu untuk memberi tahu Lily, “Sebenarnya, tadi malam...” Sai mulai menceritakan nya kepada Lily, raut wajah Lily seketika itu terlihat berubah meskipun hanya sementara, hal itu membuat Sai berhenti bercerita.
“Ah, kalau begitu, kakak mu ini akan mandi dulu yah.” Sai tersenyum tipis kepada Lily sebelum meninggalkan nya.
Lily hanya terdiam namun mengepalkan tangannya dengan keras, ‘Aku harus lebih kuat untuk melindungi kak sai.’ Lily bertekad untuk melindungi kakaknya itu dari bahaya, tetapi dirinya sebagai hewan kontrak nya sama sekali tidak dapat membantunya tadi malam, hal itu menjadi tamparan keras untuknya agar selalu berada disisi kakaknya itu seterusnya.
__ADS_1
setelah selesai mandi, Sai kemudian menyuruh Lily untuk mandi terlebih dahulu sebelum dirinya mengajaknya ketempat makan, Sai sejak malam belum memakan sesuatu, dan juga, Lily pasti sangat kelaparan karena belum memakan sesuatu sejak dirinya dirawat.