
Setelah bertarung dan menghindari serangan peluru Conner, kini sekujur tubuh Ren Xia berkeringat, yang menandakan bahwa Ren Xia sudah mulai lelah setelah bertarung cukup lama, ‘Gawat, kalau begini terus aku akan kalah.’ Batin Ren Xia.
Ren Xia sedang berfikir sambil menghindar dari serangan Golem, Ren Xia juga beberapa kali mendapatkan luka dari Hantaman Golem dan juga peluru yang menembus tubuhnya.
‘Hhm, Ren Xia ini, sungguh gigih sekali.’ Walaupun Conner tidak mendapatkan luka, tetapi dirinya juga lelah karena untuk waktu yang lama dia terus membangkitkan Golemnya dan mengontrol Golemnya. Kini Conner menghela nafas terus menerus karena merasa lelah.
Ren Xia mundur beberapa langkah lalu mengganti kuda kudanya seperti para prajurit colloseum, “Gerakan Pertama - Prajurit Besi.” Ren Xia berkata pelan agar semua orang tidak mengetahui nama jurus yang dipakainya.
Setelah Ren Xia mengucapkan gerakannya, Ren Xia maju dengan cepat, tidak hanya cepat, kedua pedangnya pun juga dilemparkan nya dengan sangat cepat, kedua pedang tersebut terbang di udara lalu dengan cepat menusuk dan menancap di jantung Golem yang dibuat Conner, sedangkan Ren Xia terlihat menjadi lebih cepat dari sebelumnya.
Conner yang sejak tadi terlihat tenang dan tersenyum kini terlihat pucat saat melihat Ren Xia bergerak cepat ke arahnya, lantai lantai arena yang di tapaki oleh Ren Xia juga menjadi retak, hal itulah yang membuat Conner merinding.
Ren Xia melompat dan melepaskan pukulannya sambil berteriak, “Hiyatttt!!!” Pukulan Ren Xia tepat mengenai wajah Conner, tepatnya pipinya. Conner terjatuh dan terpental di lantai arena, Conner juga mengeluarkan darah segar dari tepi mulutnya dan hidungnya.
Feng Long sebagai wasit kemudian segera mengakhiri pertandingan dan mengumumkan pemenang nya adalah Ren Xia.
Sai lagi lagi dibuat menaikan alisnya, jurus yang di gunakan oleh Ren Xia seperti gerakan dari Prajurit Colloseum , “Gerakan nya sungguh hebat, aku seperti sedang menonton film Action saja.” Gumam Sai pelan.
Feng Shi yang berada tepat disampingnya mendengar ucapan Sai meskipun tidak semua, “Film? film itu apa kak?” Tanya Feng Shi.
“Ehh.” Sai menoleh ke kanan dan melihat Feng Shi, “Ah, Film itu adalah sebuah tontonan yang menarik, ah, contohnya seperti pertandingan ini, tetapi, film bisa di tonton berkali kali tetapi gerakan nya akan terlihat sama karena itu sebuah rekaman, mengerti?”
__ADS_1
Feng Shi mengangguk angguk tetapi sebenarnya dia tidak terlalu paham penjelasan arti film.
‘Kau tau gerakannya juga?’ Tanya Master Es tiba tiba.
‘Begitulah, tetapi aku tidak tau jurusnya, hanya saja aku mengetahui gerakan nya.’ Gumam Sai pelan.
Baru saja Feng Long ingin mengakhiri pertandingan, Conner tiba tiba saja bangkit kembali, Conner kini menjadi pusat perhatian semua orang, tubuh Conner perlahan mengeluarkan asap yang cukup panas, perlahan, tubuhnya pun ikut berubah, mulai dari kedua tangannya lalu kedua kakinya kemudian tubuhnya, dan yang terakhir adalah kepalanya, saat asap itu mulai menghilang, samar samar penonton mulai melihat perubahan wujud Conner.
Salah satu tetua yang berada di kursi para Tetua Sekte menyadari perubahan wujud/bentuk dari Conner, “Serigala.” Ucap Salah satu Tetua.
Gadis bertudung biru muda melihat Tetua tersebut, “Serigala?” Tanya Gadis bertudung biru muda.
Kembali kedalam pertandingan, Kini Conner terlihat seperti seekor Serigala Wolf, baju yang dikenakan nya juga robek karena tubuhnya yang membesar.
‘Syukurlah, aku masih menyimpan senjata rahasia ku ini untuk keadaan darurat.’ Batin Conner.
Conner kini hanya memakai celana, untungnya celana yang dikenakan nya bersifat lentur, karena itu celana yang dikenakan nya tidak terbelah menjadi dua.
Ren Xia termundur beberapa langkah kebelakang, dirinya tau setiap perubahan pastinya memiliki kemampuan nya tersendiri, dan juga fisiknya akan lebih kuat dari sebelumnya, ‘Gawat, aku hanya bisa menggunakan kekuatan elemen, Allxin dan Beast ku belum berhasil aku dapatkan, sial.’ Ren Xia merasa bahwa kemungkinan untuk dirinya menang sangatlah tipis.
Conner mengaum keras dengan mulutnya yang mengarah Ren Xia, bersamaan dengan dirinya mengaum, sebuah gelombang kejut mulai mendorong Ren Xia, Ren Xia berusaha agar dirinya tidak terdorong, sambil menahan gelombang tersebut, Ren Xia berusaha untuk berfikir, ‘Bagaimana ini, aku tidak bisa terus menerus menahannya, jika begini terus aku pasti akan kalah.’ Batin Ren Xia.
__ADS_1
Conner tidak berhenti disitu saja, tangannya kini membuat simbol seperti seorang ninja, setelah menyelesaikan simbol tersebut, lantai lantai arena pecah dan terbang di dekat tubuh serigala Conner, perlahan lantai lantai arena tersebut menempel disetiap tubuh Serigala Conner, lantai lantai arena tersebut membuat Zirah pelindung untuk tubuh Conner, ‘Dengan jurus Zirah Altar Tanah, aku akan menang.’ Setelah lantai lantai arena sukses menjadi zirah pelindung bagi tubuh serigala Conner, Conner segera mengaum lebih keras, “Auuuuu!!!” Bersamaan dengan Auman Conner, gelombang yang keluar juga semakin besar dan daya dorongnya semakin besar.
Ren Xia terpental jauh kebelakang hingga tubuhnya keluar dari dalam Arena. Saat tubuh dari Ren Xia hampir terjatuh mengenai tanah, Feng Long berlari dan menopang tubuh Ren Xia seperti seorang putri.
Ren Xia binggung kenapa dirinya tidak merasakan sakit saat terjatuh, kemudian perlahan Ren Xia membuka matanya, perlahan lahan dirinya melihat sesosok pria tampan di hadapannya, “Pa-pangeran?” Ren Xia mengira bahwa Feng Long adalah seorang pangeran.
“Eh? pangeran? sepertinya nona Ren Xia salah paham?” Feng Long tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sai yang melihatnya dari atas segera mengomentari yang dilakukan Feng Long, “Hhm, aku tidak menyangka seorang Jendral dapat salah tingkah.” Sai terkekeh kecil.
“Hhm, Sai, ngomong ngomong aku tidak akan menahan diri saat aku melawan mu loh.” Xin tersenyum tipis.
Sai menoleh ke arah suara tersebut, seperti yang dirinya duga, suara tersebut berasal dari Xin, “Xin, ngomong ngomong kau habis dari mana?” Tanya Sai.
“Ah, aku baru saja bertemu dengan kekasihku.” Xin berakting tersenyum.
Sai terbatuk pelan mengetahui temannya itu sudah mempunyai kekasih, Sai kemudian tidak menanyakan nya lebih lanjut, Sai lebih memilih untuk kembali melihat pertandingan, sebenarnya Sai menyadari kebohongan temannya itu, Sai tadi juga hanyalah berakting untuk terlihat batuk, ‘Apa yang dia sembunyikan? sial, aku merasakan firasat buruk.’ Batin Sai.
‘Hhm, kenapa kau merasa dirinya berbohong Sai?’ Master Es sama sekali tidak memahami maksud Sai.
Sai memberi tahu kepada Master Es bahwa Sai melihat tanda tanda kebohongan dari ucapan Xin, namun Sai juga tidak mengetahui apa yang di sembunyikan temannya itu.
__ADS_1