
Feng Long segera memalingkan wajahnya itu, dia berusaha untuk tidak mengingat nya. Tanpa basa basi, dia segera mengambil sebuah papan yang berisikan nama nama peserta yang sudah di atur untuk lawan tanding para peserta. Feng Long kemudian menyebutkan peserta selanjutnya.
Seorang gadis kecil seumuran dengan Sai berjalan memasuki arena, dia membawa sebuah pedang yang semakin ujungnya maka semakin tipis. Gadis tersebut menggunakan pakaian yang cukup menyita perhatian banyak orang, dengan pakainya yang berpaduan putih dan kuning, dan juga rambut yang berwarna ungu muda di kuncir kebelakang. Matanya yang berwarna hijau muda dengan sedikit berwarna hijau tua di tepi tepinya, menjadi terlihat sangat menggemaskan, terlebih lagi raut wajahnya yang imut membuat beberapa peserta tidak tega
“Cerlina Mackmoon.” Gadis tersebut memperkenalkan dirinya.
Para penonton seketika itu mulai bersorak riuh, mereka mengenali keluarga Mm sangat lah hebat, terlebih lagi dalam mengendalikan tenaga dalamnya, dan juga keluarga MM adalah salah satu keluarga yang bekerja di Kekaisaran Long.
Sedangkan lawan dari gadis tersebut adalah anak laki laki yang cukup besar dan kekar, tubuhnya berkulit hitam sawo, dia juga tidak mempunyai rambut alias botak, dia membawa sebuah pedang yang di tenteng nya di punggung.
“Biqer, hanya ikut karena terdapat hadiah.” Biqer memperkenalkan diri.
Cerlina Mackmoon saat pertama kali maju dirinya menggunakan jubah hitam yang mengakibatkan dirinya tidak diketahui oleh para penonton, dan juga dia menggunakan nama samaran, tetapi saat di ronde keduanya kali ini, Cerlina akhirnya mengungkapkan identitas nya. Para penonton mengenali nya karena pedangnya yang berbeda dari yang lainnya.
Sedangkan Biqer, mereka sudah sempat melihatnya, Biqer adalah seorang anak laki laki yang berbadan kekar, dia menampilkan pengendalian elemen tanah yang sangat baik pada usianya, tetapi sayangnya dia menjadi lawan dari Keluarga Mackmoon.
Pertandingan pun dimulai, Cerlina berjalan pelan memutari Biqer. Sedangkan itu, Biqer tidak langsung menarik pedangnya, dia hanya menaruh tangannya persis di dekat pegangan pedangnya.
Perlahan Biqer menjadi pusing, entah kenapa tiba tiba saja dia melihat sosok gadis tersebut menjadi banyak, sekitar sepuluh orang. Merasa terancam, Biqer segera menarik pedangnya, Biqer bergantian mengarahkan pedang nya itu karena dirinya tidak tahu mana yang asli dari mereka.
__ADS_1
Cerlina tersenyum tipis, begitu juga dengan ilusinya, Cerlina kemudian berhenti dan menarik pedangnya, dengan cepat, Cerlina segera melompat dengan cepat diikuti dengan ilusinya.
Hal itu membuat Biqer semakin panik, dia kemudian berputar dengan cepat sambil menghunuskan pedangnya ke arah mereka semua. Hal itu menimbulkan angin kecil yang berada di sekitar Biqer.
Namun itu tidak menghentikan langkah Cerlina, Cerlina tetap maju dengan pedangnya yang mengarah tepat ke tubuh Biqer. Biqer yang tidak tau mana yang asli pun akhirnya terkena luka di bagian dada kirinya.
Darah segar mengalir dari luka nya tersebut, membuat Biqer memegangi nya karena merasa sakit yang teramat. Biqer tidak menduga sosok bangsawan itu melukainya terlalu parah. Rupanya Cerlina tidak berhenti sampai disitu saja, dia segera berlari dan berniat menusuk Biqer, namun sebuah pisau terbang ke arah pedangnya dengan kecepatan dan kekuatan tinggi, hal itu membuat pedang yang digunakan Cerlina terjatuh. Feng Long segera masuk ke dalam arena dan menegur keras perbuatan Cerlina, “Cukup, ini adalah pertandingan pertemanan, tidak seharusnya kau melakukan nya sampai separah ini.” Tegur Feng Long. Feng Long untungnya membawa sebuah pisau di sakunya, karena itu akhirnya dia dapat menghentikan perbuatan yang akan dilakukan Cerlina selanjutnya.
Cerlina seperti tidak merasa bersalah, dia hanya tersenyum tipis dan mengangguk, setelah itu dia berjalan memasuki kursi peserta dengan santai.
Feng Long kemudian berjalan dan membisikkan sesuatu kepada prajurit yang menjaga pintu masuk peserta kedalam arena, “Panggil prajurit Negold lainnya, aku membutuhkan mereka untuk berjaga segera.” Feng Long berbicara cukup pelan agar tidak terdengar oleh orang selain dirinya dan prajurit tersebut.
Feng Long merasakan adanya hal janggal pada wakil keluarga Mackmoon. Tetapi dia memang melihat putri Cerlina tetap seperti Cerlina yang pernah dia temui, tetapi anehnya Feng Long merasakan hal janggal, tetapi dia juga tidak mengetahui apa apa lagi setelah dia bertemu dengan Cerlina di pesta ulang tahun Kekaisaran.
Feng Shi melihat Sai menguap dari waktu ke waktu, dia pun berinisiatif untuk membelikan Sai sebuah makanan, “Kak Sai, aku akan membeli makanan, apakah Kak Sai ingin sesuatu?” Tanya Feng Shi dengan senyuman menghiasi wajahnya.
Sai memalingkan wajahnya dan melihat Feng Shi, ‘Ck, ini adiknya yah ternyata.’ Sai terlihat jutek dan menampilkan ekperesi datar, Sai kemudian menghela nafas sebelum menjawab, “Aku menginginkan darah segar, bisa belikan untuk ku?” Ucap Sai tanpa ekperesi.
Feng Shi menelan ludahnya, dia kemudian menanyakan nya lagi, Feng Shi merasa mungkin kupingnya telah salah dengar, Feng Shi kembali tersenyum dan kembali bertanya, “Maaf Kak Sai, sepertinya kupingku salah dengar, bisa ulangi?” Tanya Feng Shi dengan senyuman ragu.
__ADS_1
Raut wajah Sai menjadi terlihat tidak bersahabat, Sai yang sejak tadi duduk di kursinya pun berdiri dan berjalan membisikkan sesuatu kepada Feng Shi.
“Kau sudah paham?”
Ekperesi Feng Shi berubah menjadi ketakutan, dia segera menjawab.
“P.. paham.”
Feng Shi segera pergi dari kursi peserta untuk membeli makanan yang disuruh oleh Sai. Sai aura hitam tidak cukup bodoh untuk meminum darah di keramaian seperti ini, itu akan menjadi terlihat sangat aneh dan mencolok.
Sedangkan itu, Cerlina terlihat berjalan santai untuk duduk di kursinya, tetapi saat ingin duduk di kursinya, dia sempat melihat sebelah Sai yang sedang berbisik sesuatu kepada Feng Shi, tetapi bukan hal itu yang menarik perhatian nya, melainkan mata Sai yang berwarna merah, hal itu membuat Cerlina tertarik dengan Sai. Cerlina berniat menjadikan Sai sebagai mainan atau bisa dibilang budak cinta.
Cerlina pada akhirnya berjalan dan duduk di kursi dekat dengan Sai. Sai melirik ke arah Cerlina yang baru saja duduk di kursi Feng Shi. Cerlina melihat mata Sai yang berwarna merah tua, membuat suatu gejolak muncul di hatinya. sesuatu yang sudah lama tidak dirasakan nya. Perasaan suka.
Cerlina pun memulai obrolan nya dengan Sai, “Hallo, salam kenal senior, namaku Cerlin-.” Sai memberhentikan sapaan Cerlina dengan ucapan nya.
“Aku sudah tau.” Jawab Sai singkat.
Cerlina tersenyum tipis, dia bingung harus berbicara apa lagi. Cerlina kemudian melanjutkan kembali perkenalan nya tanpa peduli pertandingan telah berlanjut, “Kalau boleh tau siapa nama senior?”
__ADS_1
Sai melirik kembali ke arah Cerlina, lalu kembali melihat pertandingan yang tidak menarik itu, Sai tidak menganggap kecantikan Cerlina sebagai suatu hal yang indah, Sai dengan aura hitam cukup berpengalaman dengan sosok orang yang memiliki kelicikan, karena itu dia menyadari Cerlina tidak terlihat semuda yang di lihat nya.
Hal itu membuat Cerlina cemberut dan memasang wajah jutek, Dalam hati Cerlina berfikir, ‘Apa dia tidak tertarik dengan kecantikan ku ini?’ Pikir Cerlina. Cerlina kemudian melirik beberapa peserta lain, mereka terlihat tidak senang Sai duduk dekat dengan nya, hal itu membuat Cerlina menjadi curiga Sai menyadari usia aslinya atau identitas nya.