Legend Of Hakuryuukou

Legend Of Hakuryuukou
CH 13 - Rubah Kecil


__ADS_3

Sai mulai menggoyangkan goyangkan tubuh Loli yang sedang terbaring. Tidak lama kemudian, anak kecil tersebut pun terbangun dan menyapa Sai.


“Selamat pagi kak.” Loli menyapa sembari menghapus kotoran di matanya.


Sai kemudian membalas sapaan adiknya itu lalu mulai menjelaskan sesuatu kepada Loli. Sai bercerita dirinya ingin pergi ke hutan tropis yang berada di arah selatan, disana terdapat gunung Merapi, Master Es meminta Sai kesana karena dirinya mempunyai rencananya tersendiri.


Wajah Loli yang mendengar nya tiba tiba saja terlihat pucat, dia kemudian mencoba membujuk kakaknya itu untuk tidak pergi ke hutan yang terdapat gunung Merapi.


“Kak, sebaiknya kak sai memikirkan nya kembali yah. Aku tau kak Sai memang kuat, tetapi di sana terdapat sekumpulan Hewan iblis. aku tidak yakin kak Sai mampu menghadapi semuanya.” Loli berusaha membujuk.


Sai menggeleng kepalanya pelan, lalu menaruh kedua tangannya di pundak Loli.


“Loli, kak Sai sudah memutuskan hal ini, ini semua aku lakukan karena terpaksa.” Ucap Sai menjelaskan.


Sai menjelaskan tentang dirinya yang harus bertambah kuat untuk menyelamatkan ibunya yang sedang di culik, Sai cukup percaya dengan Gadis kecil tersebut meskipun gadis tersebut masihlah dikatakan baru bertemu dengan nya beberapa hari.


Sai membalikkan badannya lalu berjalan keluar pintu sambil berkata.


“Jika ingin ikut, sebaiknya Loli bersiap siap, jika memang Loli tidak ingin ikut, Kakak mu ini akan membayarkan tagihan penginapan mu hingga diriku kembali.” Ucap Sai sambil meninggalkan kamar.


Loli menjadi gelisah, dia sebenarnya takut dengan hewan iblis, tetapi dia lebih takut Untuk kehilangan seseorang yang berharga baginya. Akhirnya dia pun membulatkan tekad nya untuk membantu Sai.


‘Aku pasti akan membantu kak sai.’ Batin Loli membulatkan tekadnya.


Loli segera bersiap agar tidak terlalu merepotkan Sai. Setelah satu jam melakukan persiapan, akhirnya loli telah selesai bersiap siap.

__ADS_1


Loli membawa tas yang berisikan pakaiannya itu kebawah, sampai di bawah, terlihat Sai sudah menunggu di depan.


Loli kemudian berjalan membawa tas tersebut ke arah Sai dengan susah payah. Pada dasarnya anak perempuan memiliki tubuh yang lebih lemah dari pada anak laki laki, karena itu Sai pun segera membantu loli untuk membawa barang tersebut.


Sai mengambil tas yang di bawa loli tanpa memperdulikan loli merengek meminta tas nya dikembalikan.


"Kak biarkan aku saja, aku sudah terlalu sering merepotkan mu." Loli berbicara sambil berusaha mengambil barang nya.


Sai hanya tertawa dan mempermainkan loli, Sai berlari lari sambil membawa tas loli, loli mengikuti nya dari belakang.


Setelah beberapa menit kemudian, barulah loli capek dan pada akhirnya menyerah. Dia pun pada akhirnya mengikuti kakaknya sambil di gandeng nya.


Saat Sai dan Loli sampai di dekat hutan selatan, Sai meminta loli untuk memegangi tas nya terlebih dahulu.


Kemudian, Sai terlihat mengarahkan tangannya itu ke arah hutan. Lalu, tiba tiba saja sebuah angin bertiup kencang dari belakang Sai. Itu adalah jurus deteksi milik sai, yaitu Radar Angin.


terlihat memegang tanah lalu mengucapkan sebuah jurus.


“Elemen es - Yeti Hewan iblis es!”


Setelah Sai berkata seperti itu, sebuah es berbulu putih muncul dari kedalaman tanah dan membuat sesosok hewan iblis berbulu putih dengan cakar yang tajam di tanganya.


Awalnya loli ketakutan, namun setelah beberapa saat, Sai berhasil menenangkan nya dan Sai kemudian membantu loli untuk naik ke atas punggung Yeti terlebih dahulu sebelum dirinya menyusul.


Sai duduk persis di belakang loli agar mencegah hal yang bisa saja membahayakan keselamatan loli. Dan benar saja, kecepatan dan lari Yeti sangat tidak beraturan membuat loli terdorong ke belakang, untungnya terdapat Sai di belakang loli, karena itu loli terjatuh di pelukan Sai.

__ADS_1


Sai hanya tersenyum tipis beberapa saat sebelum kembali melihat kedepan.


Setelah memasuki cukup dalam, Sai mulai melihat beberapa hewan iblis, rata rata mereka yang sekarang di hadapan Sai adalah hewan iblis yang rata rata berkemampuan setingkat dengan Petarung Bintang lima. itu bukan lah hal yang sulit jika Sai ingin membantai mereka semua, mengingat dirinya memiliki kemampuan pendekar roh dan juga trik trik hebat.


Sai kemudian menyuruh untuk Yeti tersebut berlari sambil memakan mereka. Tubuh Yeti cukup besar, dia mempunyai tubuh sebesar 4m, karena itu dirinya cukup mudah memakan hewan hewan lainnya, dan juga setiap Yeti memakan mereka, kekuatan Yeti berkembang tanpa sepengetahuan Sai.


Setelah beberapa menit kemudian, sampailah mereka semua di sebuah gunung Merapi. Tugas sai ke gunung Merapi adalah untuk mencari tempat yang panasnya cukup untuk mempermudah latihan Sai. Disini juga terdapat tanaman tanaman untuk membuat Pil Perkembangan seratus hari yang ingin dibuat oleh Sai.


Sai mulai mencari bahan bahan yang dibutuhkan bersama dengan Master Es disisinya, sedangkan itu, Loli menunggu bersama Yeti, awalnya loli sempat takut, tapi melihat sikap Yeti terbilang lucu, dan juga bulu lebatnya yang dingin, membuat loli lebih betah berada disisinya, mengingat, dirinya saat ini berada tepat di depan gunung Merapi, pastinya suasana nya panas.


Kembali ke Sai dan master Es, mereka terlihat sedang mencari bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Pil Perkembangan seratus hari.


"Master, aku menemukan satu." Sai mengangkat sebuah wortel berwarna merah, sangat merah. dia kemudian menunjukkan nya kepada Master Es.


Master Es yang sedang mencari juga pun segera melirik Sai karena mendengar ucapan anak tersebut.


"Hhm, bagus Sai. kalau begitu kita tinggal mencari dua buah lagi untuk mengantisipasi kegagalan mu." Master Es terkekeh kecil yang membuat raut wajah Sai cemberut.


Untuk mempercepat pencarian, Sai mengusulkan untuk berpisah dengan Master Es. Dia ke arah berlawanan dari Master Es, begitu pula dengan master Es yang berlawanan arah dengan Sai.


Sai mencari di tanah tanah, biasanya wortel tersebut memang selalu tumbuh di sekitaran gunung merapi, karena nama wortel tersebut juga bernama wortel spirit api. Sai mencari dengan teliti karena tidak ingin melewatkan sesuatu yang membuatnya terus berlama lama di gunung merapi tersebut. Setelah beberapa menit kemudian, Sai kembali menemukan satu buah wortel spirit api lagi.


Sai menghela nafas panjang karena merasa capek, tubuhnya juga berkeringat karena panasnya gunung merapi tersebut. Sejenak, Sai kemudian bersandar di salah satu pepohonan yang terlihat mati.


Sai kembali menghembuskan nafas karena mengeluh, Sai merasa wortel spirit api sungguh sulit ditemukan. Sai kemudian berhenti memikirkan nya lalu mengubah posisi kepalanya menghadap ke kanan. Saat Sai melihat ke arah tersebut, Sai dikejutkan karena dirinya melihat wortel spirit api, karena tidak terlalu percaya, Sai kemudian mencoba untuk membersihkan matanya kembali lalu melihatnya kembali. Namun, Sai sadar itu adalah wortel yang memang di carinya.

__ADS_1


Dengan cepat, dia segera berlari ke arah wortel tersebut. Tetapi sai kemudian melihat sesosok rubah kecil berlari kencang mendahului dirinya yang berniat mengambil wortel tersebut.


Sai kemudian berhenti sejenak, lalu berteriak keras, "Sial, dasar Rubah kecil sialan, kemari kau!" Teriak Sai membara, kekesalan mengisi kepalanya yang sudah tidak tahan berada di dekat gunung merapi tersebut.


__ADS_2