Legend Of Hakuryuukou

Legend Of Hakuryuukou
CH 47 - Kotak Merah -


__ADS_3

Pertarungan di warung makan tersebut berlangsung sengit, Sai dan Chen Chu saling bertukar serangan, para pengunjung warung yang melihat nya pun mundur karena ketakutan, tetapi mereka juga sangat ingin melihat pertarungan yang terjadi.


Chen Chu mulai menambah daya serangannya karena dari tadi serangan yang diberikannya olehnya dapat dengan mudah ditangkis oleh Sai."Baiklah! terima ini..."Chen Chu mundur beberapa langkah sebelum dirinya mengucapkan sebuah jurus.


"Pedang Angin..."


Chen Chu mengeluarkan jurus nya yaitu Pedang Angin. Seketika terlihat tebasan yang terbuat dari angin mengarah Sai. namun Chen Chu tidak menduga bahwa Sai dapat dengan mudah menepis nya.


Sai tersenyum sinis kepada Chen Chu."Hanya ini...?."Sai sengaja membuat Chen Chu kesal dengan sikapnya.


Chen Chu yang melihat Sai dapat dengan mudah menepisnya pun mengerutkan keningnya."Bagaimana bisa..."Chen Chu masih tidak dapat percaya dengan yang dilihat nya.


Chen Chu menduga Mr.Rubah yang berada di depannya itu mengunakan teknik yang tidak diketahui oleh banyak orang. "Kau...! kau mengunakan teknik pedang apa...?."Chen Chu adalah seorang yang berpengalaman bermain pedang, namun dirinya tidak percaya terdapat bocah Yang dapat bermain pedang sangat bagus, terlebih lagi kalau dilihat dari tubuhnya dia masih seperti anak berusia Genap 12 tahun.


Sai tidak menanggapi perkataan dari Chen Chu, dia lebih memilih untuk mengakhiri pertarungan nya secepat mungkin, karena ada kemungkinan keluarga Chen yang lainnya akan segera datang membantu nya.


Sai mengikuti jurus yang dinamakan dengan Pedang Angin. dia mulai mengikuti gerakan dari Chen Chu, tetapi Sai mengkaloborasikan jurus tersebut dengan elemen es.


Chen Chu mengenali jurus yang akan dipakai oleh Sai, namun dia sama sekali tidak percaya kalau jurus itu dapat diikuti hanya dengan 1 kali melihatnya. Chen Chu lebih memilih menembakan serangan Pedang Angin ke arah Mr.Rubah itu.


Terlihat beberapa tebasan yang terbentuk angin mulai mengarah ke arah Sai dari jauh.


Sai pun mulai mempercepat jurusnya itu.


Terlihat Saat Sai mengayunkan pedangnya keluarlah tebasan yang mengarah ke Chen Chu. serangan itu lebih cepat dibandingkan dengan serangannya Chen Chu. tebasan angin tersebut juga mengeluarkan hawa dingin.


Saat jurus Sai dengan jurus Chen Chu beradu, terlihat jurus yang dikeluarkan oleh Chen Chu sama sekali tidak dapat menghentikan nya.


Alhasil dirinya terkena jurus dari Sai. Saat jurus itu mengenainya, terlihat tembok yang dibelakang nya hancur dengan satu garis retakan. tubuh Chen Chu juga terlihat membeku dari kepala hingga perut nya membeku sebesar lebarnya pedang Sai.

__ADS_1


Saat Sai menyarungkan pedang nya itu, terlihat es yang menahan tubuhnya Chen Chu itu hancur. alhasil tubuh dari Chen Chu itu terbelah menjadi dua karena es yang menahan nya tadi tiba tiba saja hancur.


Sai terkejut dengan jurusnya sendiri. dirinya tidak menyangka jurus yang dibuat oleh nya dengan main main bisa sekuat ini. Sai pun berdecak kagum dengan dirinya sendiri sebelum dirinya melangkah mendekati mayat dari Chen Chu.


Sai terlihat mengambil sebuah kantung emas dari saku Chen Chu, dia pun memberikan semuanya kepada paman tersebut untuk Menganti rugi atas kejadian ini."Paman...! ini uang untuk ganti ruginya..."Terlihat Sai menyerahkan kantung emas itu kepada paman warung makan itu untuk Menganti rugi, bahkan sepertinya uang tersebut dapat membuat warung makan paman itu menjadi lebih besar.


Paman tersebut kini dapat bergerak setelah beberapa menit dirinya kesakitan. dirinya namun hanya duduk di bawah agar mengurangi rasa sakit. sebenernya paman tersebut agak ragu menerima uang tersebut, namun Sai memaksanya untuk menerima nya, paman tersebut pun tersenyum canggung sebelum dirinya mengambil uang tersebut.


Setelah Sai selesai memberikan uang ganti Rugi, Sai pun berpamitan dengan paman tersebut, dirinya langsung pergi meninggalkan warung makan tersebut karena takut menimbulkan masalah lainnya.


Saat Sai lari, dirinya mendengar teriakkan dari paman itu."Nak! hati hati diperjalanan..."Terlihat Paman itu sedang dipapah oleh anak perempuan nya.


Paman tersebut terlihat melambaikan tangannya sambil menasihati bocah itu.


Sai pun menoleh kebelakang sambil berlari kedepannya, dirinya melambaikan tangannya sebelum dirinya terlihat semakin menjauh.


Sai tersenyum tipis sambil berlari karena dirinya menertawakan dirinya sendiri."Padahal aku hanya berniat untuk makan! tetapi aku malah membuat masalah..."Sai tersenyum tipis sepanjang perjalanan nya menuju ke tempat Akedemi Evilvi.


Tiba di Evortin Green Sai pun menukarkan beberapa misi yang diselesaikan olehnya dengan poin Kontribusi, jika poin Kontribusi kita banyak, maka kita bisa menukarkan apa saja dengan Poin Kontribusi itu.


Contoh nya saja menukarkan nya dengan :


• Uang


• Senjata


• Beberapa Pil untuk perkembangan.


Penjaga tempat Evortin Green tidak percaya bahwa Sai telah menyelesaikan misi untuk membunuh Raja Singa Spirit Hitam dan Naga Api. Penjaga itu pun meminta bukti nya.

__ADS_1


Sai pun memaklumi nya karena Sulit bagi penjaga untuk mempercayai murid luar, terlebih lagi Sai hanyalah seorang anak berusia Genap 12 tahun. penjaga tersebut pun meminta bukti.


Sai pun mengeluarkan beberapa bukti nya, tidak lupa Sai juga mengambil beberapa bagian penting dari hewan yang di bunuh nya, karena Sai melihat di Quest tersebut menuliskan untuk mengambil beberapa Bagian penting dari hewan itu untuk dijadikan senjata atau baju perang.


Setelah Sai mengeluarkan semua buktinya, penjaga tersebut pun hanya dapat menelan ludahnya, dirinya tidak menyangka yang menyelesaikan misi ini adalah seorang anak berusia 12 tahun."Apakah dia monster..."


Penjaga tersebut membayangkan bagaimana seorang anak kecil membunuh hewan besar ini.


Sai hanya tersenyum canggung melihat Ekspresi dari penjaga tersebut. dirinya pun segera mengubah topik pembicaraan agar tidak mengundang banyak orang yang melihatnya."Penjaga King'er! bisakah langsung memberikan aku poin kontribusi itu..."Sai tida ingin banyak mengundang perhatian, dirinya pun meminta Penjaga King'er untuk segera memberikan Poin kontribusi nya.


Penjaga King'er pun mengetahui maksud dari Sai, dirinya pun segera mengambil beberapa Kotak merah, setelah mengambil beberapa Kotak merah tersebut, Penjaga King'er pun memberikan nya kepada Sai.


Sai memberikan hormat setelah mengambil Kotak merah tersebut, setelah memberikan hormat, barulah dirinya pergi meninggalkan tempat Evortin Green itu.


Penjaga tersebut baru menyadari bahwa dari tadi bocah yang bernama Sai itu memanggil nya dengan sebutan Penjaga King'er."Tunggu! dari mana bocah itu tau namaku."Penjaga King'er menggaruk kepalanya karena bingung."Ah sudahlah! itu tidak penting."Penjaga King'er pun duduk kembali di kursi nya.


* * *


Sai yang telah berjalan keluar pun segera memasukan 4 Kotak merah itu kedalam Cincin Nat nya, Sai menyisakan satu kotak merah untuk dilihat nya."Aku ingin tau bentuk Koin Kontribusi seperti apa."Sai penasaran dengan bentuk Poin Kontribusi, dia pun membuka satu Kotak Merah itu.


Sai terpana akan ukiran dari Poin Kontribusi itu, dirinya melihat terkandung beberapa seni yang dialirkan dalam ukiran Poin Kontribusi ini. Poin Kontribusi itu berbentukan sebuah koin, koin tersebut terdapat ukiran gambar Burung Wallet.


Namun Poin kontribusi berbeda beda, Setiap Akedemi memiliki Poin kontribusi yang gambar nya berbeda beda. dan juga biasanya hanya terdapat satu bentuk Poin kontribusi di berbagai Akedemi, namun juga ada beberapa perbedaan warna.


Seperti Poin kontribusi yang sedang dipegang oleh Sai, Poin Kontribusi Yang Sai dapatkan adalah Poin Kontribusi berwarna Merah.


Sebenarnya Terdapat 3 warna di seluruh Akedemi yang membedakan berharga nya Poin Kontribusi.


Salah satunya Poin Kontribusi berwarna Merah. 1 Poin Kontribusi berwarna Merah bisa menandingi 100 Poin kontribusi berwarna Emas. dan 1 Poin Kontribusi Emas bisa menandingi 100 Poin Kontribusi berwarna Perak.

__ADS_1


Yang membedakan Poin Kontribusi Para Akedemi hanyalah terdapat pada gambarnya, tetapi tidak pada warna nya.


Sai masih belum tahu bahwa dirinya kini adalah murid yang kaya dengan poin kontribusi, dirinya pun hanya tau untuk segera menukarkan Poin kontribusi ini dengan Beberapa Pil Pengembangan diri dan beberapa Keping Emas untuk dirinya membayar Kediamannya itu.


__ADS_2