
Sai pun segera memasakkan makanan untuk keluarga nya, bisa dikatakan masakan Sai saat ini lebih enak dibandingkan dengan masakan koki kerajaan, Sai pun memasak sebuah daging yang telah disiapkan oleh ayahnya. selagi Sai masih sakit, bisa dikatakan ayahnya lah yang membeli kebutuhan adik adiknya Sai, dan yang memasak selagi Sai masih terbaring adalah Yuzu.
Semua adiknya sungguh merasakan mual karena mencium aroma masakan Yuzu, mereka semua berdoa untuk kesembuhan kakaknya itu dipercepat, supaya mereka bisa memakan makanan yang nikmat lagi.
Begitu pula ayahnya Sai, dia adalah orang yang paling menderita karena anaknya itu tak kunjung sadar. saat Sai waktu itu sadar setelah 2 Minggu, ayahnya berharap bisa memakan makanan anaknya itu lagi, karena dia sudah tidak sanggup memakan makanan anak kandung nya itu. namun sialnya Sai kembali tidak tersadar.
* * *
Sai pun memasak daging yang telah disiapkan oleh ayahnya itu, dengan kemampuan masaknya Sai, dia dapat membuat daging yang hanya dibeli dengan 2 Perak itu menjadi makanan yang sangat mewah, bahkan bisa dikatakan jika masakan Sai adalah masakan untuk kalangan bangsawan.
Sai pun telah selesai memasak daging tersebut, daging yang di beli oleh ayahnya Sai adalah daging kelinci, meskipun murah, daging kelinci keras, namun di tangan Sai itu dapat menjadi masakan yang sangat lezat.
Sai pun membawa masakan itu kemeja makan untuk di santap oleh keluarganya, bau masakan itu tercium ke semua hidung adik adiknya itu, bukan hanya adik adiknya Sai saja yang mengeluarkan air liur, ayahnya Sai juga mengeluarkan air liurnya dari mulutnya saking Sangat menikmati aroma masakan anaknya itu."Akhirnya aku dapat makan makanan yang layak! Oh dewa Terima kasih telah memberikan anak yang pintar memasak."Ayah Sai bersyukur dalam hatinya kepada dewa.
Sai yang baru saja menaruh makanan nya pun segera duduk di kursi makanya. Sai cukup kaget dengan tingkah laku keluarga nya itu. Sai melihat seluruh keluarga nya itu berebutan untuk memakan masakan nya.
Seluruh Meja makan kini menjadi Medan tempur ala keluarga, Sai pun hanya dapat tersenyum canggung sebelum dirinya membawa sebuah piring yang berisikan makanan itu ke dalam kamarnya.
Setelah Sai masuk ke kamarnya, dia pun segera memakan makanan yang dibuatnya.
__ADS_1
sembari menikmati makanan nya, Sai kembali terpikirkan situasi ibunya bagaimana. Sai sangat khawatir akan kesehatan ibunya di sana. Sai pun segera berlatih kembali setelah menghabiskan makanannya itu.
Setelah Sai selesai memakan makanan nya, Master Es pun muncul."Bocah! aku bisa merasakan terdapat Sebuah Tanaman Herbal yang dapat membantu mu menaikan kualitas tulang."Master Es memberitahu kepada muridnya itu bahwa di kediaman nya ini terdapat harta Karun berupa tanaman herbal yang disembunyikan dulu oleh seorang pengelana.
Raut wajah Sai Seketika itu pun menjadi berubah."Kualitas tulang...? Memang nya ada yang seperti itu...?."Sai masih belum dapat memahami nya.
Master Es pun mencoba menjelaskan kepada Sai."Dengar yah bocah! kualitas tulang mu memang kuat karena kekuatan anehmu itu! tetapi tulang akan menjadi lebih kuat jika itu berasal dari dirimu sendiri..."Master Es menjelaskan kepada Sai.
"Tapi Master! bukankah tulang ku sudah cukup kuat...?."Kata Sai.
"Tulang mu memang kuat! tetapi itu hanya lah tulang rampasan kan! itu bukan tulang asli mu! jadi sekarang aku ingin kau mencari tanaman itu disekitar halaman mu."Master Es berbicara tegas kepada Sai, Master Es ingin muridnya itu tidak bergantung kepada kekuatan anehnya itu saja, melainkan juga melakukannya dengan fisik nya juga.
Halaman kediaman Sai sungguh luas, jika bukan karena keluarga Yan memberikan diskon untuk Sai menyewa rumah ini, maka bisa dipastikan harganya akan sangat mahal melebihi perkiraan Sai.
Sai pun Mulai mencari tanaman herbal tersebut, setelah beberapa menit Sai mendapatkan satu tanaman di bawah pohon halaman rumah 🏠."Master Es! ini namanya tanaman apa."Sai bertanya kepada Master Es sambil menunjukan tanaman tersebut.
Master Es pun terkejut, memang baginya ini adalah tanaman yang sangat kecil baginya, namun bagi mahluk dari dimensi 10 ini. ini bukan lah hal yang dapat ditemukan dengan mudah, Master Es pun menjelaskan kepada muridnya itu."Dengar yah! tanaman ini bernama. "Gingseng Bumi". tanaman ini sungguh dapat membantu perkembangan tulang mu..."Master Es menjelaskan satu persatu kegunaan dari tanaman tersebut.
Setelah mendengar cukup banyak dari Master Es, Sai pun mulai mencari nya lagi, sebelumnya Master Es menyebutkan bahwa tanaman yang berada di lingkungan Sai ini adalah tanaman herbal yang dapat membuat meningkatkan kualitas tulang, namun Master Es tidak menyangka keberuntungan bocah ini sangat bagus.
__ADS_1
Setelah mencari nya kembali! Sai menemukan 4 Gingseng Bumi lagi, Sai pun kembali ke kamarnya untuk segera menyerap kekuatan dari Gingseng Bumi itu. namun sebelum Sai masuk ke kamarnya, Master Es menghentikan nya."Tunggu! kau harus mencuci nya terlebih dahulu."Master Es memberitahu Sai.
Sai pun mendengar kan perkataan dari Master nya itu, dia pun segera mencuci Gingseng Bumi itu sebelum dirinya mulai menyerap nya. namun lagi lagi Sai dihentikan oleh Master nya itu."Tunggu Sai!..."Master Es menghentikan Sai.
"Ada apa Master...?
"Tubuh mu belum cukup kuat untuk langsung mengkonsumsi nya! karena itu lebih baik kau rebus terlebih dahulu..."Master Es menyarankan agar muridnya itu merebus nya terlebih dahulu.
Sai pun segera mendengar kan perkataan dari Master Es. dia pun segera menyiapkan air rebus untuk Gingseng Bumi nya. selesai Sai merebusnya, Sai pun segera meminum airnya, setelah Sai meminumnya, Master Es segera menyuruh muridnya itu untuk segera menyerap khasiatnya di kamar.
Sai berjalan ke arah kamarnya sesuai yang diperintahkan oleh Master nya itu. setelah itu Sai pun segera masuk ke kamarnya untuk segera menyerap khasiat dari Gingseng Bumi. Sai mulai menyerap nya sesuai arahan dari Master Es, setelah 5 jam berlalu, kini Sai merasakan tulangnya lebih kuat, namun kualitas tulangnya Sai sekarang hanya lebih kuat dari setingkat darinya.
Sai pun bertanya kepada Master Es setelah dirinya selesai menyerap Gingseng Bumi."Master! berapa tingkatan dari tulang...?."Sai bertanya kepada Master nya itu.
Master Es pun mulai menjelaskan kepada muridnya itu."Tulang dibagi menjadi 9 jenis! namun aku akan memberi tahu 3 terlebih dahulu. Yaitu: Tulang Manusia, Tulang Hewan, Tulang Ras, sebenarnya masih terdapat lebih 6 lagi! namun aku akan memberi tahu mu jika kau telah mencapai Tulang Ras..."Master Es menjelaskan jika Sai ingin mengetahui lebih maka dirinya harus mencapai Tulang Ras terlebih dahulu.
Sai pun cukup memahami penjelasan Master nya itu, dia pun berfikir adakah cara lain untuk memperkuat tulangnya."Hhm...! sepertinya lain kali saja aku bertanya!."Sai sebenarnya ingin kembali bertanya kepada Master nya itu, tetapi mengingat dia juga sudah sangat kelelahan akibat lukanya yang belum sembuh sempurna, Sai pun langsung menjatuhkan tubuhnya itu ke atas kasur.
Blukkk.
__ADS_1
Saat jatuh di kasur nya, Sai merasakan nyaman nya kasurnya, dia pun tanpa sadar telah tertidur beberapa menit setelah nya.