Legend Of Hakuryuukou

Legend Of Hakuryuukou
CH 59 - Babak Penyisihan III


__ADS_3

Yan Ji kemudian keluar sebagai pemenang, beberapa penonton mulai menjadikan Yan Ji sebagai jagoan mereka.


Setelah pertandingan antara Yan Ji dan Xuan Gong, pertandingan selanjutnya diundur beberapa waktu kedepan, akibat serangan dari Yan Ji yang membuat Panggung Arena terbelah menjadi dua.


* * *


Setelah menunggu 1 jam, Pertandingan pun dimulai. pertarungan berikutnya tidak kalah menarik, adik dari Yan Ji, yaitu Yan Zi keluar sebagai peserta dengan nomor urut 12 yang bertanding setelah kakaknya.


Yan Zi kemudian berjalan memasuki arena bersamaan dengan seorang gadis yang membawa Pedang, pedang yang dibawa gadis tersebut membuat beberapa mata melihat nya, Pedang yang dibawa gadis tersebut berwarna perak, sekilas pedang tersebut terlihat seperti pedang pedang lainnya, tetapi seorang pendekar pastinya dapat merasakan aura yang dikeluarkan oleh Pedang yang dibawa nya tidaklah wajar.


“Qin Yun perwakilan dari Sekte Bunga Sakura.”


“Yan Zi perwakilan dari Clan Yan.” Ucap keduanya secara bersamaan sambil melakukan hormat kecil.


Berbeda dengan Kakaknya, Yan Zi tidak terikat oleh sekte, dia Hanya mewakili Clan Yan untuk melakukan pertarungan ini.


Yan Zi membawa pedang yang tidak kalah menarik daripada Qin Yun, Yan Zi sendiri memiliki Pedang berwarna Biru Air laut dengan ujung yang tergambar kan sebuah Naga, Pedang yang dibawa oleh Yan Zi besar dan Panjang, tetapi tipis.


Tidak beberapa lama kemudian, Feng Long memulaikan pertandingan, Yan Zi terlihat langsung menyerang Qin Yun dengan cepat.


Qin Yun pun menangkis serangan Yan Zi, terlihat kedua pedang mereka terus berbenturan, hingga saat keduanya telah bertukar 50 kali serangan, barulah mereka berdua mundur.

__ADS_1


Saat Qin Yun mundur, terlihat dirinya memainkan beberapa gerakan pedang, permainan pedang Qin Yun sangat indah, membuat beberapa mata memandangi nya.


Qin Yun kemudian maju dengan cepat menyerang Yan Zi yang terlihat sedang mengatur pernafasan nya, Qin Yun berlari sambil melakukan gerakan pedangnya, setiap Qin Yun memainkan pedangnya, terlihat beberapa daun mengelilingi gerakan pedangnya, hingga saat Qin Yun menghunuskan pedangnya ke arah Yan Zi dari jauh, para daun terlihat mengikuti gerakan pedang nya Qin Yun, mereka maju berbaris mengarah kepada Yan Zi.


Daun daun tersebut menjadi sangat tajam, saat dikiranya Yan Zi itu hanyalah pengalihan, ternyata saat beberapa daun menyentuh pipinya, terlihat daun tersebut membuat goresan di pipinya, Yan Zi pun menusukan pedangnya itu kedalam panggung arena, seketika itu juga, keluar air yang membuat tembok di depan pedangnya.


Karena terhalang oleh air, Daun daun tersebut terlihat menjadi tidak bertenaga saat memasuki tembok air. Qin Yun menaikan alisnya saat melihat kepintaran Yan Zi, “Aku tidak menyangka, kau ternyata sangat pintar.” Qin Yun memuji kepintaran Yan Zi.


“Nona Qin terlalu memuji, aku hanya mengeluarkan beberapa kepintaran ku saja, masih banyak trik yang dapat kugunakan.”


“Ouh yah, kalau begitu terimalah ini.” Qin Yun terlihat menegakkan pedangnya ke atas, pedang Qin Yun sangat dekat dengan kepalanya dan perut nya. Qin Yun kemudian terlihat melepaskan aura yang sangat kuat dari tubuhnya, “Baiklah, lihat ini.” Qin Yun kemungkinan membuat beberapa Aura nya berubah menjadi Sesosok Serigala, Qin Yun membuat 3 Serigala dengan Aura Tubuhnya.


Serangan air tersebut terlihat sangat kuat, tebasan air tersebut dapat langsung mengalahkan satu aura serigala milik Qin Yun, karena itu aura serigala yang dibuat oleh Qin Yun tersisa dua.


Yan Zi tidak berhenti disitu, dia terlihat mengangkat pedangnya ke atas langit, disaat itu pula terlihat rantaing yang terbuat dari air keluar dari bawah lantai arena, Rantai rantai tersebut mengikat Qin Yun dan kedua serigalanya.


Yan Zi kemudian menjadi pemenang dalam Pertandingan kali ini. Sai yang melihat kedua saudara itu memiliki kekuatan yang hebat pun kagum, namun tidak gentar, Sai dapat mengetahui Kepintaran mereka saat bertarung, mereka memiliki ide yang tidak kalah hebat dari pada Sai, Saat pertarungan tadi, Sai mengalahkan lawannya itu dengan mudah, karena itu dirinya belum menunjukkan kehebatan jurusnya.


Yan Su yang melihat Kedua kakaknya itu masuk ke babak selanjutnya pun memberikan Selamat kepada kedua kakaknya itu, begitu pula dengan Sai dan adik adiknya, mereka juga memberikan beberapa pujian e


kepada Yan Zi dan Yan Ji.

__ADS_1


Tetapi Sai tidak pernah terbayangkan, saat kedua kakak beradik tersebut berhadapan, mereka terus bertengkar, padahal jika dilihat, mereka adalah saudara yang memiliki paras yang sama, atau bisa dibilang Kembar, bedanya, Yan Ji menutupi mata kanannya dengan rambutnya yang berwarna Merah tua, sedangkan Yan Zi menutupi mata kirinya dengan rambutnya yang berwarna Biru Tua.


Sifat dari kakak beradik tersebut terlihat sangat berbeda, Yan Ji terlihat selalu tertidur karena merasa bosan dengan Pertandingan nya, sedangkan Yan Zi terlihat memperhatikan pertandingan nya tetapi pikiran nya tidak berada di sana.


Setelah menunggu beberapa pertandingan, Akhirnya tiba dimana saatnya Feng Shi maju, sebelum Feng Shi maju, Sai telah mengajarkan cara memakai kekuatan nya dengan maksimal dan telah memberikan beberapa barang yang berguna untuk di pakai menjadi kekuatan nya, dan Sai dirumah juga telah mengajarkan beberapa trik untuk menggunakan kemampuan perubahan nya.


Feng Shi pun berjalan memasuki arena tanpa membawa senjata, sedangkan musuhnya adalah seorang pria berusia 14 tahun yang terlihat menutupi wajahnya dengan topeng, Pria tersebut menarik sebuah Maul atau bisa disebut Palu, Pria tersebut tidak mengangkat palu itu, tetapi menariknya,


akibatnya beberapa lantai terlihat memiliki Goresan.


“Fei Gon, perwakilan dari Lembah Pusaka Harimau.” Xian Gon Terlihat hanya memperkenalkan namanya namun tidak memberikan hormatnya.


“Feng Shi.” Feng Shi hanya memperkenalkan namanya saja, karena itu beberapa orang mempertanyakan nya pada sesama penonton.


Tidak membahas lebih jauh, Feng Long pun memulaikan pertandingannya, “Mulai.”


Fei Gon kemudian berlari menyerang Feng Shi dengan palunya yang ditarik. Saat bersamaan juga Feng Shi telah memegang Koin Emas yang berada di saku belakang nya dengan tangan kiri.


Disaat jarak diantara Feng Shi dan Fei Gon telah dekat, Fei Gon pun mengangkat palunya itu ke atas lalu menjatuhkan nya kepada Feng Shi, sangat terlihat jelas bahwa tidak ada keraguan Fei Gon untuk tidak menahan diri, bahkan terkesan bagi Sai Fei Gon berniat membunuh Feng Shi.


Tetapi saat Palu tersebut jatuh ke tangan Feng Shi, terlihat Fei Gon terpental dan terjatuh, Palu yang menyerang tangan Feng Shi juga terlihat hancur berkeping keping, dan disaat yang sama juga, tangan dari Feng Shi terlihat mengeluarkan terangnya Emas.

__ADS_1


__ADS_2