
Bunyi pedang saling bergesekan mulai terdengar, suara suara kematian dari seluruh kota Evilvi juga mulai terdengar, beberapa orang yang melarikan diri dapat lolos dari kematian, dan ada juga beberapa orang yang lebih memilih untuk mengumpat di rumahnya.
Pertempuran terjadi dimana mana, Sai saat ini juga bukan lah Sai yang dulu lagi.
"Hoy, kuku iblis, kemari kau." Ucap Sai yang sedang duduk di kursi nya.
Sai saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan melepaskan kekuatan nya, karena dia sangat terlihat tenang meski sedang di kota yang menjadi tempat peperangan.
Cerlina memalingkan wajahnya menghadap Sai lalu tersenyum hangat, "Ada apa senior?" Tanya Cerlina ramah sambil berjalan mendekat.
Sai berdiri berhadap hadapan dengan Cerlina, dia lalu memalingkan wajahnya menghadap Xin yang kini menaruh satu tangannya di dada dengan mata yang terlihat menutup.
'Dia, houh, iya aku ingat, dia adalah teman kembaran ku.' Sai melihat Xin sambil tersenyum. Sai kemudian memalingkan wajahnya kembali menghadap seluruh pasukan Feng Long.
Sai tidak berkata apa apa, tetapi Sai memperlihatkan matanya yang memerah terang, membuat semua orang merasa tertekan, rasa ketakutan dan gelisah segera menyerang para prajurit Negold itu, bahkan Feng Long yang sebagai Pendekar Murni tahap akhir pun tetap merasakan tekanan dari mata merah Sai.
Beberapa prajurit bahkan tidak sadar telah mengompol di situasi ini. Sedangkan itu, cerlina tersentak, dia tidak menyangka hanya dengan tatapan dari Sai, semua orang dari kekaisaran menjadi ketakutan.
'Sungguh mata yang menyesatkan.' Batin Cerlina.
Sai yang masih menghadap ke arah Feng Long tiba tiba saja sebelah tangannya mulai mendekat ke arah cerlina secara pelan.
Cerlina yang kebingungan hanya mundur kebelakang beberapa langkah, dia cukup waspada meskipun dengan sealiran nya sendiri.
Sai tiba tiba saja memperlihatkan raut wajah yang kaget, dia kemudian melirik Cerlina yang mundur beberapa langkah darinya.
__ADS_1
"Apa aku memperbolehkan mu untuk mundur? kemari cepat." Sai memperlihatkan matanya yang berwarna merah terang itu untuk menekan batin Cerlina.
Cerlina maju mendekati Sai dengan ekperesi rumit.
Tangan Sai lalu mulai mendekat ke arah Cerlina, Saat sudah cukup dekat, Sai terlihat mengangkat tubuh Cerlina dengan satu jarinya, semua orang menyadari betul, tingkat pendekar Raja bukanlah pajangan, mereka yang sudah mencapai Petarung raja pastinya mempunyai kemampuan yang sangat kuat, terlebih lagi tubuh seorang pendekar akan terus menjadi berat setiap dirinya naik tingkat, namun itu tidak akan membuat tubuh terlihat gemuk, hal ini pastinya menjadi banyak incaran wanita.
Sai yang sudah mengangkat cerlina kemudian mengubah gaya tangannya yang tadi mengangkat Cerlina dengan satu jarinya, sekarang menjadi mencekeknya. Xin yang berada disampingnya langsung berdiri dan bersiap untuk menyerang, namun sebelum itu Sai tiba tiba saja menggigit leher dari cerlina.
Xin yang berada di samping Sai sebelumnya tiba tiba saja dirinya bergetar hebat, keringat dingin Mulai membasahi tubuh dan pakaian nya.
Tubuh Cerlina seakan kering, wajah yang cantik rupawan itu kini berubah menjadi pucat pasi, wajahnya sekarang dipenuhi kerutan seperti halnya dengan nenek nenek.
Sai melepaskan tubuh dari Cerlina setelah menyerap darah dari tubuhnya.
"Ah, perasaan ini, sungguh membuat ku senang." Ucap Sai tersenyum jahat. Wajah Sai terlihat tersenyum dengan terdapat beberapa noda darah di tepi mulutnya, gigi Sai juga kini terlihat tajam seperti halnya kelelawar dan sebagainya.
"V..vampir? bagaimana bisa mahluk Legenda sepertinya ada di sini? bukankah vampir di dunia ini telah dimusnahkan?" Batin Feng Long. Feng Long sebenarnya menggunakan Beast nya, hanya saja dia hanya menggunakan kekuatan beast nya dan bukan wujud nya.
Sai kemudian melirik Xin yang kini berada di sampingnya, dia kemudian tersenyum jahat sambil menatap nya.
"Kau, Xin benar?"
Xin tidak menjawab, dia hanya mengangguk sekali saat ditanyakan oleh Sai.
"Tubuhmu, Roh mu, hingga Beast mu pun bagus, kau harus jadi milikku." Ucap Sai tersenyum lebar.
__ADS_1
Jantung Xin seketika seperti berhenti berdetak saat Sai berkata seperti itu. Sai kemudian berjalan mendekati Xin, kepala Sai terlihat sudah cukup dekat dengan Xin, lalu seperti waktu berjalan dengan cepat, Sai kini telah menggigit leher Xin.
Semua prajurit Negold dan termasuk Feng Long, semuanya menelan ludahnya saat melihat Sai mengigit Xin, mereka menduga bahwa Xin akan sama halnya dengan si kuku iblis yang kini sudah tidak bernyawa, kuku iblis mati beberapa menit setelah mengalami gigitan dari Sai. Sebenarnya Sai tidak hanya menyerap semua darah Kuku iblis, melainkan dirinya menyerap semua yang ada ditubuh kuku iblis. Mulai dari elemen, energi mana, energi spirit, dan energi chakra, dan yang terakhir adalah energi kehidupan dari nya, karena itu, kuku iblis yang tidak mempunyai apa apa pun mati dalam beberapa menit.
Sai melepaskan gigitannya, dia lalu menjilati darah yang ada di tepi mulutnya. 'Segel nya akan muncul dalam beberapa jam lagi, aku akan menunggu nya.' Batin Sai. Sai berniat untuk membuat Xin menjadi pasukan nya kelak dimasa depan untuk memperkuat kekuatan ras vampir.
Sai lalu berpaling menghadap Feng Long.
"Kalian, apakah mau bertarung dengan ku?" Tanya Sai dengan tatapan meremehkan. Sai juga memberikan sebuah tekanan saat dirinya berkata seperti itu.
Semua prajurit Negold menggelengkan kepalanya, hanya Feng Long saja yang tidak menggelengkan kepalanya.
"Ouh, menarik." Ucap Sai kepada Feng Long.
"Bolehkah aku bertanya terlebih dahulu?" Ucap Feng Long sambil berjalan kedepan melewati para prajurit negold.
"Hhm, baiklah, tapi setelah itu kau harus mengabulkan satu permintaan ku, mengerti?" Ucap Sai sambil tersenyum. Wajah Sai kini terlihat tidak seperti saat pertama kali Feng Long melihat nya di hari ini. Sebab, Sai yang terlihat tadi adalah Sai dengan wajah yang dingin, namun sekarang berubah drastis.
Feng Long agak ragu untuk menyetujui nya, hal itu dapat terlihat oleh semua orang termasuk Sai.
Sai lalu makin tersenyum saat melihat kegelisahan dihari sang jendral, "Tenang saja, permintaan ini tidak ada hubungannya dengan yang membahayakan nyawa mu, dan juga tidak membahayakan prajurit mu." Ucap Sai dari atas tempat kursi peserta pertandingan.
"B.. baiklah."
"Kalau begitu, aku ingin bertanya, sebenarnya kau ini siapa? kau tidak seperti Sai yang dikenal oleh Yin Long dan diriku." Ucap Feng Long dari lantai penonton. Kursi kursi penonton sudah terbang atau hancur akibat pertarungan dari anak buah kuku iblis dan juga prajurit Negold.
__ADS_1
"Ouh, tentang itu rupanya. baiklah baiklah, aku adalah--." Ucap Sai.
Semua orang membuka mulutnya lebar-lebar, mereka sungguh tidak dapat mempercayai apa yang baru saja dikatakan oleh Sai.