
Dalam hitungan detik, Sai kini telah membunuh 4 orang yang berada didepannya itu, Yun Yi kini merasa ketakutan namun sangat geram dengan Sai.
“Berpencar!” Yun Yi menyarankan agar semua rekanya berpencar agar Sai tidak dapat membunuh mereka semua.
Namun Sai tidak membiarkan nya terjadi, Sai melepaskan gravitasi Angin yang lebih kuat dari sebelumnya, gravitasi tersebut membuat Yun Yi yang tingkat nya berada di Pendekar Raja pun terjatuh tidak berdaya melawan gravitasi tersebut.
Begitu pula dengan rekan rekannya yang lain, mereka sama sekali tidak dapat menggerakkan dirinya, bahkan ada beberapa orang yang tertekan sampai tanah di bawahnya retak dan hancur karena terus terdorong oleh gravitasi Sai.
Sai kemudian membunuh mereka satu persatu, pelan tapi pasti, Sai telah membunuh sebagian dari mereka, sudah beberapa orang yang kini telah direnggut nyawanya oleh Sai.
Yin Long yang melihatnya akhirnya mengeluarkan isi perutnya karena merasa pandangan yang dilihatnya sama sekali tidak enak dipandang. Yin Long kemudian berteriak memanggil Sai untuk berhenti.
“Saint! berhenti, kenapa kau bisa membunuh mereka tanpa merasa dirimu keterlaluan!” Yin Long berteriak sekeras mungkin yang membuat Sai akhirnya memalingkan wajahnya dan melihat Yin Long.
Sai kemudian terlihat tersenyum tipis kepada Yin Long, “Aku bukan dirinya, jadi, kau jangan berisik kalau tidak ingin mati.” Sai mengancam Yin Long meskipun sebenarnya dia hanya mengertak.
Yin Long yang mendengar nya seketika ity jantungnya berdetak kencang, dirinya mulai berkeringat dingin saat mendengar ucapan Sai, Yin Long tidak menduga Sai mempunyai 2 sisi yang berbeda.
Sai kemudian menoleh kembali kepada para pasukan yang kini terlihat tidak berdaya, Sai lalu langsung membunuh mereka satu persatu dan hanya meninggalkan satu orang tersisa.
Seseorang yang disisakan oleh Sai tidak lain adalah Yun Yi, ketua dari kelompok ini, disaat bersamaan itu pula, Sai kembali sadarkan diri, tubuhnya kembali ke bentuk semula dan dirinya sama sekali tidak mengingat apa apa.
‘Sial, ini terjadi lagi, sebenarnya apa yang terjadi padaku.’ Ucap Sai dalam hati sambil memegang kepalanya yang masih pusing.
__ADS_1
Bersamaan dengan Sai yang tersadar kembali, gravitasi yang digunakan oleh sisi gelap Sai mulai menghilang, akibatnya beberapa anggota Kuda Hitam langsung melarikan diri dengan cepat meninggalkan Sai, dan Yin Long yang sedang mengeluarkan isi perutnya, tidak terkecuali Yun Yi, gadis pemimpin itu juga segera melarikan diri karena merasa nyawanya bisa saja menghilang jika dirinya tidak segera melarikan diri.
‘Sai'er, sepertinya kau mempunyai tubuh yang aneh, aku merasakan aura hitam pekat yang menyelimuti mu tadi.’ Master Es berbicara dalam jiwa Sai.
‘Iya Master, aku tidak tau kenapa ini sering terjadi akhir-akhir ini.’
‘Mungkinkah kau keturunan ras iblis? kalau aku melihat dari bentuk perubahan mu, aku yakin kau adalah seorang iblis Bangsawan ras - Vampir.’ Master Es dari tadi mengamati Sai karena itu dia yakin bahwa Sai adalah seorang iblis ras - vampir, karena Sai mempunyai sayap seperti seokor kelelawar dan menunjukkan kemiripan dengan vampir.
‘Apa? bagaimana bisa, jadi sebenarnya siapa orang tua asliku?’
‘Aku yakin orang tuamu adalah seorang manusia yang tingal di dimensi yang lebih luas dari pada dimensi 10.’
Sai terlihat hanya terdiam dari luar, tetapi sebenarnya Sai saat ini sedang berkomunikasi dengan Master Es di dalam jiwanya.
Sai kemudian menoleh ke arah Yin Long sebelum memberi tahu keadaan nya, “Aku baik baik saja, hanya saja kepala ku masih agak terasa pusing.”
Yin Long hanya terdiam sejenak sebelum memberikan komentar, “Lebih baik kau minum air ini terlebih dahulu...” Yin Long terlihat mengeluarkan botol yang berisikan air dari sakunya lalu memberikan nya kepada Sai.
Sai kemudian meminum air tersebut. Setelah Selesai Sai meminum air yang berada di botol tersebut, Sai dan Yin Long kemudian merasakan seseorang bergerak cepat ke arah mereka. Sai segera memasang sikap waspada nya untuk menyambut sosok tersebut.
Tidak lama kemudian, terlihat seseorang yang keluar dari salah satu semak semak sekitar Sai dan Yin Long. ‘Mungkin kah jendral Feng?’ Sai menduga bahwa Jendral Feng akan segera datang, walau begitu Sai sama sekali tidak melonggarkan kewaspadaan nya, dirinya tetap selalu waspada.
Terdapat sinar sinar kecil dari kegelapan yang menutupi sosok tersebut, namun tidak beberapa lama kemudian, sosok tersebut melangkah maju, dan akhirnya terlihat sosok dibalik kegelapan tersebut.
__ADS_1
Sosok tersebut tiba tiba saja langsung berlari mengarah Yin Long, “Yin Long, kau tidak apa apa.” Seorang Pria yang menggunakan pakaian hitam emas berlari ke arah Yin Long.
Sosok yang keluar dari semak semak tidak lain adalah Jendral Feng. Yin Long kemudian mengangguk pelan untuk menanggapi pertanyaan Jendral Feng.
Sai kemudian memasukkan pedangnya kembali kedalam sarung pedang sebelum berjalan ke arah Yin Long dan Feng Long.
“Jendral Feng, tadi saat kami sedang berlatih, tiba tiba...” Sai mulai menceritakan bagaimana mereka diserang.
Feng Long mendengarkan dengan serius, saat Feng Long sedang mendengarkan dengan seksama, tiba tiba saja terdengar suara langkah kaki yang sedang berlari ke arahnya, tidak lama kemudian, terlihat beberapa orang yang menggunakan baju zirah berwarna coklat datang ketempat Sai, Yin dam Feng.
Salah satu prajurit kemudian menundukkan kepalanya saat mengenali sosok didepannya, Para prajurit yang lain juga langsung menundukkan kepalanya mengikuti kepala pemimpin pasukan mereka.
“Maafkan kami Jendra Feng, saya tidak mengetahui apa yang terjadi...” Kepala Prajurit tersebut menjelaskan bahwa dirinya telah menaruh para prajuritnya di seluruh sudut kota, jadi dia yakin tidak akan ada penyusup.
Jendral Feng kemudian memegang dagunya dengan dua jarinya, yang menandakan dirinya sedang berfikir. Saat Feng Long baru saja ingin mengucapkan sesuatu, omongan nya terpotong oleh Sai yang tiba tiba saja mengeluarkan pendapatnya, “Menurutku, bagaimana jika kepala prajurit memeriksa setiap pasukan yang menjaga setiap lokasi, aku yakin di antara mereka akan ada menghilang karena sadar misinya telah gagal.”
Para prajurit yang lain kemudian memandang satu sama lain, sedangkan kepala prajurit hanya menelan ludahnya saat omongan Sai persis seperti yang ada didalam pikirannya.
Kepala Prajurit lalu memandang Feng Long, Feng Long sama sekali tidak membantah perkataan Sai, dia hanya terdiam, menurutnya hal yang dikatakan oleh Sai memang alasan yang paling pasti, karena itu dirinya tidak berkomentar lebih jauh, dia kemudian mengibaskan tangannya untuk memberikan tanda agar para prajurit kota Evilvi segera menyelidiki nya.
“Baiklah kalau begitu saya pamit undur diri dulu.” Kepala Prajurit kemudian memberikan hormatnya sekali lagi sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sai, Yin dan Feng kemudian berjalan bersamaan untuk pulang. disaat yang sama Yin Long menceritakan kejadian lebih jauhnya dari gendongan Feng Long.
__ADS_1