
"Baiklah aku hanya meminta untuk Kaka berhati hati! aku tidak ingin Kaka terluka lagi!.
Yuzu sangat khawatir dengan keselamatan Kaka nya itu, karena itu dia tidak ingin Kakak nya terluka karena memaksakan diri.
Hati Sai tersentuh karena adiknya itu sangat menyayangi dirinya. karena sejak kecil Sai tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuanya, karena itu Sai baru mengalami perasaan seperti ini untuk pertama kalinya.
"Baiklah...! Terima kasih Yuzu.
"Baiklah aku akan segera kembali kak!
Yuzu pun meninggalkan kamar kakaknya itu untuk mengambil makanan. Tidak beberapa lama kemudian Yuzu pun kembali! namun dia kembali dengan seorang tabib dan adik adik Sai yang lain.
"Kakak! akhirnya kau sadar...!
Teriak Loli yang langsung berlari melompat ke pelukan Sai."Kakak aku sungguh menghawatirkan mu! aku takut kakak kenapa Napa!.
Sai yang tubuhnya masih sakit pun langsung berteriak kesakitan."Akhhhhh! s s sakit Loli!
Loli yang menyadari Kakak nya kesakitan pun Langsung melepaskan pelukannya itu."Hehe...! maaf yah kak aku lupa badan kakak lagi sakit.
Sai pun bisa memaafkan Loli karena dia tahu bahwa adiknya itu sangat khawatir kepadanya."Tidak apa apalah, mungkin jika aku di posisinya akan melakukan hal yang sama!."Pikir Sai.
Saat Sai lagi melamun adiknya itu membangun kan nya dari lamunannya itu."Kak! kau sedang berfikir apa?
Sai pun langsung sadar dan langsung menjawab nya dengan singkat."Ahh! itu aku hanya berfikir untuk segera latihan saja!."Kata Sai sambil menggaruk kepalanya.
"......"
"Ohh yah kak! aku membawa seorang Tabib yang selalu merawat mu!."Ucap Yuzu.
Tiba tiba datang seseorang yang maju mendekati Sai, dia berkata. "Nak! sepertinya kau mendapatkan luka dalam yang cukup parah, karena itu kau harus dirawat hingga 3 Bulan Lebih! itu karena seluruh tubuh mu mendapatkan luka dalam yang cukup parah, apalagi di bagian tangan kanan mu itu."Jelas Tabib tersebut.
Sai pun terkaget dengan Ucapan yang dilontarkan dari mulut Tabib Tersebut. "Apa!!! T-tidak mungkin! bagaimana bisa ? aku harus memenangkan Kompetisi beladiri antara provinsi...?
__ADS_1
Tabib tersebut menjelaskan kepada Sai untuk istirahat dulu hingga tubuhnya sembuh kembali, jika tidak aliran tenaga dalamnya akan rusak dan menjadi orang cacat.
Seketika itu Raut wajah dari Sai langsung berubah seperti orang yang kehilangan arah tujuannya, dengan raut wajah yang sedih dan lesu.
"Untuk sekarang saya akan terus berusaha sebaik mungkin untuk menyembuhkan tuan Sai."Ucap Tabib tersebut sambil menaruh sebuah ramuan obat.
Adik adik Sai pun juga sedih karena melihat Kaka nya harus melakukan perawatan lebih lama, karena adiknya tau bahwa kakaknya itu ingin segera menyelamatkan Ibunya."Kakak!.
"Kalau begitu saya pamit undur diri dulu."Selesai Tabib melakukan pengobatan, tabib tersebut langsung pergi keluar meninggalkan Sai dan adik adiknya.
Adik adiknya nya yang tidak ingin Kakak nya terus bersedih pun menghibur Kakak nya itu."Kakak lihat aku! aku sungguh imut kan!."Ucap Loli sambil melakukan gaya imutnya.
Namun Sai tidak merespon sama sekali, Sai terlihat sangat frustasi akibat lukanya itu, Sai pun beberapa kali menjadi kesal dengan Amai.
Saat Amai ingin memegang tangan kakaknya itu, tangan nya langsung di tepis oleh Sai."Akhh!."Amai terjatuh karena kaget dengan respon dari kakaknya itu.
"Ini semua gara gara kamu! gara gara kamu aku harus mendapatkan luka ini! aku membenci mu! pergi sana."Sai melepaskan amarah nya kepada Amai.
Amai yang mendengar Kakak nya membencinya pun langsung pergi meninggalkan kamar sambil menangis.
Plakkkkk...
Sai yang kaget dengan respon dari adiknya pun bingung."Ehh...? K..kenapa Yuzu menampar Kakak?."Tanya Sai dengan muka yang penuh kebingungan.
Yuzu pun berkata kepada kakaknya itu."Kakak sadarlah!!! ini bukan seperti dirimu saja! kenapa bisa bisanya kakak memarahi nya? mungkin aku baru kenal dengan dia selama 2 minggu ini! namun apa kakak tau siapa yang mendapat kan luka akibat menolong kakak dari para perampok ? itu semua Amai yang menolong Kakak! jika bukan karena dirinya pasti kakak akan terbunuh!."Yuzu berteriak menasihati Kakak nya itu dengan keras.
"Ehh...?
Sai pun baru tersadar bahwa dirinya pingsan saat di hutan, Sai pun menyesali perkataan nya kepada Amai."Maaf! Kakak tidak berfikir jernih."Sai meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.
Adik adik yang lainnya pun berbicara."Aku kecewa kepada kakak! "Ucap Lily sambil meninggalkan Kamar, dan diikuti oleh Loli juga."Aku juga kecewa kepadamu kak!.
Sai pun merasa bersalah dengan ucapan yang dia katakan kepada Amai, Sai pun meminta kepada adiknya untuk memanggil kan Amai."Yuzu! kakak minta tolong kepada mu untuk memanggil kan Amai!
__ADS_1
Yuzu pun menjawab ucapan dari kakaknya itu dengan cepat."Sepertinya tidak bisa untuk sekarang! karena hati nya pasti sedang sakit karena kakak! karena itu berilah Dirinya waktu."Ucap Yuzu sambil meninggalkan kamarnya Sai.
Brakkkk...! ( Suara pintu tertutup keras )
Sai pun menyesali perkataan nya kepada Amai dan merenungkan kesalahan nya."Siall! aku yang salah! kenapa aku melampiaskan nya ke adikku yang tidak bersalah ! aku mohon dewa maafkan lah aku!
Sai berteriak sambil mengeluarkan air mata dari matanya(╥﹏╥).
Tiba tiba master Es keluar dari dalam tubuhnya dan berkata."Hey hey! yang kau katakan kepada adikmu itu jahat sekali tahu!
"M-master Es! tolong bantu aku menyelesaikan masalahku yah? yah?.
Sai memeluk roh Master Es sambil menggesek-gesekkan kepalanya kepada Master Es.
"Huh! dasar bocah ini! baiklah! tengkurapkan badan mu! aku punya sebuah cara agar dapat menyembuhkan mu.
Master Es menyuruh Sai untuk tengkurap agar dirinya dapat melakukan teknik penyembuhan Es milik nya.
Sai pun mengikuti apa yang disuruh oleh masternya itu dan langsung tengkurap.
Setelah itu Sai melihat Master Es dengan kepalanya yang miring ke kanan. Sai melihat seluruh tapak Master Es mengeluarkan energi Es yang sangat dingin di tangannya.
Master Es pun segera melakukan pengobatan nya, "Jurus penyembuh Naga Es ! Penyatuan Saraf dan energi, mulai!
Master Es langsung melakukan pengobatan nya dan segera mendinginkan luka dalam yang Sai alami."Bocah! apakah kau siap untuk menerima kedinginan level selanjutnya?
"Tidak apa apa Master! asalkan aku dapat sembuh aku pasti akan bertahan demi menyelamatkan ibuku.
Sai berpegang teguh pada prinsip nya, prinsip Sai adalah untuk selalu melindungi anggota keluarga nya dari apapun itu.
Master Es pun kagum dengan semangat Murid nya itu."Baiklah Terima ini bocah!
Wushhhh
__ADS_1
Seketika seluruh tubuh Sai menjadi beku.
"Baiklah bocah! kini tinggal bergantung kepada semangat hidupmu saja! kalau begitu selamat berjuang...!