Legend Of Hakuryuukou

Legend Of Hakuryuukou
CH 69 - Mentransfer Ingatan


__ADS_3

Feng Long membaca semua data yang telah dikumpulkan oleh Prajurit Negold, tetapi kebanyakan dari informasi tersebut tidak terlalu berguna, akibatnya Feng Long merasa tidak puas, “Apa tidak ada lagi Informasi mengenai anak ini?” Feng Long memalingkan wajahnya menghadap Prajurit Negold yang sedang memberikan hormatnya.


Prajurit tersebut tidak menjawab, dirinya hanya menundukkan kepalanya. Rekan yang berada di samping prajurit tersebut tiba tiba saja maju mensejajarkan dirinya dengan prajurit yang sedang memberikan laporan, kemudian dia mengeluarkan satu buah kertas yang berisikan informasi, prajurit tersebut lalu memberikan nya kepada Feng Long, “Jendral Feng, saya berhasil mendapatkan informasi tentang anak yang bernama Sai, silahkan.” Prajurit tersebut lalu memberikan kertas tersebut ke Feng Long.


Feng Long kemudian membaca semua data yang baru saja diberikan oleh prajurit tersebut, ‘Hhm, anak ini, kelahiran nya tidak diketahui. Dan juga, dia mempunyai kemampuan yang sangat hebat untuk anak seusianya.’ Batin Feng Long.


“Baiklah, Beberapa prajurit, segera bubar dan jaga setiap sudut kota Evilvi, sepuluh orang ikut aku.” Feng Long berbicara cukup tegas agar semuanya mendengar.


“Baik!”


“Baik!”


“Baik!” Seluruh prajurit menjawab serentak sebelum menghilang dari kediaman Feng Long.


Sambil berjalan masuk, Feng Long masih memikirkan tentang Sai, ‘Anak ini, dia mempunyai rahasia yang cukup besar, apa dia akan menjadi ancaman, ataukah menjadi sebuah pahlawan?’


“Kak Feng, aku sudah siap.” Seorang anak yang seumuran dengan Sai tiba tiba saja terlihat.


“Hhm, Ah, Yin'er, kau sudah siap?”


“Hhm.” Yin Long terdiam beberapa saat sebelum menjawab pelan, “Iya.”


“Kalau begitu ayo.” Feng Long mengandeng tangan Yin Long kemudian berjalan memasuki kereta kuda bersiap untuk pergi ke turnamen Haku.


* * *


Beberapa orang dan beberapa prajurit yang sedang berpatroli segera menyingkir saat melihat seorang anak kecil berlari dengan sangat cepat, tanah yang berada di dekatnya juga berubah menjadi es, karena itu para pengunjung dan prajurit kota segera menyingkir.

__ADS_1


Tentu saja es itu berasal dari kekuatan Master Es, namun orang orang menganggap kekuatan tersebut adalah milik bocah yang bernama Sai, karena mereka tidak bisa melihat Master Es.


Sai berlari di udara sedangkan Master Es berada tidak jauh dibawahnya, bisa dikatakan Master Es berlari menapak jalanan kota sedangkan Sai berlari di udara. Beberapa Pendekar bahkan berlari mengikuti Sai dari atas rumah untuk menyaksikan kekuatan Sai, para pendekar tersebut melompat lompat di atas rumah mengikuti kecepatan Sai agar dapat melihatnya dengan jelas.


Sai tentunya menyadari bahwa dirinya menjadi tontonan yang menarik bagi para pendekar, karena itu dirinya mempercepat gerakan nya agar mereka semua tertinggal.


‘Master, aku belum mengeluarkan semua kemampuan meringankan tubuh ku loh, aku akan mempercepat gerakan ku, sampai jumpa yah, yang kalah harus menuruti yang menang.’ Selesai berkata seperti itu, Sai tiba tiba saja terlihat seperti sedang terbang di udara, tubuhnya tengkurap di udara lalu dari kakinya mengeluarkan angin yang sangat kencang seperti Jet. Hal itu membuat semua mata memandang nya tidak percaya, para pendekar yang mengejar Sai menjadi diam saat melihat kecepatan Sai, mereka belum pernah melihat jurus meringankan tubuh seperti itu,


bahkan Master Es tidak luput dari keterkejutan nya, ‘Anak ini, sungguh spesial.’ Master Es kemudian mempercepat gerakan nya.


Tidak butuh waktu yang lama bagi Sai untuk sampai di tempat Turnamen, dengan kecepatan nya itu, bukan tidak mungkin Sai dapat menjadi sosok tercepat di Kekaisaran Long saat usianya telah matang.


Tidak beberapa lama setelah Sai sampai, barulah Master Es sampai. Sai kemudian menertawakan Master Es walaupun tertawa kecil.


“Master Es, janji tidak boleh dilanggar loh.” Sai tersenyum memperlihatkan giginya yang putih mulus dan bersih, bahkan matahari pagi membuat giginya memantulkan cahaya matahari, Sai memang seringkali membersihkan giginya dengan kulit jeruk, dengan memakan buah buahan, dan yang terakhir adalah dengan menggunakan Baking Soda.


“Jurus, jurus, jurus, jurus, jurus.” Sai memperlihatkan matanya yang berbinar binar.


Master Es kembali dibuat menghela nafasnya, ‘Sai, berbicara di dalam hati saja, kau bisa menarik banyak perhatian.’


‘Baiklah.’


‘Aku tidak tau kau menginginkan jurus seperti apa, tapi aku akan menyalin ingatanku tentang jurus ini, kemudian aku akan mentransfer ingatanku ini kepada mu, kau pasti akan langsung dapat menggunakan nya.’


Mata Sai kembali berminar binar setelah Master Es berkata seperti itu, kemudian Sai melihat Master Es memasuki tubuhnya lagi, dan seketika itu Sai mempunyai ingatan tentang jurus yang di transfer Master Es, “Nama jurus ini, O..ombak, Ombak Es!” Sai tanpa sadar berteriak sangking girangnya.


Master Es kemudian segera keluar dari tubuh Sai lalu memukul kepala muridnya itu, ‘Hentikan bodoh!, kau bisa menarik banyak perhatian.’

__ADS_1


“Aduh.” Sai memegang kepalanya yang baru saja dipukul, “Hehe, maaf Master. Kalau begitu aku masuk dulu kedalam area turnamen.” Sai segera melarikan diri sambil melambaikan tangannya tidak peduli penjaga pintu turnamen tersebut melihatnya.


‘Ais, anak ini, sungguh deh.‘ Master Es kemudian berlari normal mengejar Sai.


* * *


Tidak lama setelah Sai masuk, barulah Rombongan Clan Yan dan Rombongan Feng Long datang dengan kuda mereka masing masing.


Meskipun Clan Yan adalah Clan yang baru saja tiba di Kekaisaran Long, mereka sama sekali tidak memberikan hormatnya kepada Kekaisaran Long, namun mereka juga tidak menginginkan untuk menyinggung keluarga kerajaan, karena itu kali ini mereka memberikan hormat nya.


Yan Su, Yan Ji, Yan Zi juga segera memberikan hormatnya, setelah Feng Long menyuruh mereka untuk mengangkat kepalanya, barulah mereka mengangkat kepala nya. Setelah itu, Feng Long segera masuk dengan rombongan nya, kebanyakan dari rombongan tersebut adalah prajurit kekaisaran.


Kepala Keluarga Yan jelas mengetahui betul tentang prajurit yang dibawa oleh Feng Long, karena itu dirinya terpaksa menundukkan kepalanya.


“Yan Zi, Yan Ji dan Yan Su, mati masuk, ikuti ayah.”


“Baik.” Ucap serentak para saudara tersebut.


Mereka kemudian berjalan memasuki turnamen. Seperti biasa, mereka akan berpisah karena Yan Ji dan Yan Zi adalah seorang peserta yang masih belum dikalahkan. Yan Su sebagai adik dari mereka berdua memberikan mereka dorongan agar menjadi bersemangat untuk memenangkan turnamen, “Kak Ji, Kak Zi, semoga kalian menang.”


“Tentu saja aku akan menang, aku ini tidak lemah seperti Yan Zi.” Ucap Yan Ji tersenyum sambil menutup satu matanya dan mengintip dengan satu matanya lagi.


Hal itu memancing emosi dari Yan Zi, “Apa kau bilang, dasar Cabe rawit!” Yan Zi memajukan kepalanya sambil memperlihatkan wajah yang beringas.


“Apa katamu!, dasar kau Blueberry Beracun!” Yan Ji terlihat membalasnya dengan wajah yang beringas.


“Cukup!”

__ADS_1


__ADS_2