Legend Of Hakuryuukou

Legend Of Hakuryuukou
CH 42 - Kenyataan -


__ADS_3

Sai terkejut karena melihat dirinya tidak kembali ke tempat semula, melainkan langsung masuk ke dalam cobaan jalan 3. Tempat Ujian 3 adalah di dalam Istana yang terbuat dari es.


Sai pun berjalan memasuki istana yang terbuat dari es itu. Sai berjalan sampai dirinya melihat seorang perempuan sedang duduk di singgasana. dirinya pun berjalan mendekati perempuan tersebut.


Saat Sai melihatnya dari dekat, Sai melihat perempuan itu sangatlah cantik, dia seperti seorang Putri, dirinya memakai pakaian yang terbuat dari sutra, dengan motif lambang es.


perempuan dengan paras yang cantik itu. membuat Sai terpana akan kecantikan nya. namun Sai kembali tersadar akan tujuan nya. Sai yakin yang sekarang berada di depannya adalah sebuah ilusi dari musuhnya atau itu adalah musuhnya yang berubah menjadi perempuan yang cantik.


Tiba tiba saja suara itu terdengar kembali, Sai dibisikkan oleh Suara dari kupingnya itu agar dirinya merebut singgasana yang sedang di duduki oleh perempuan yang cantik itu.


"Bocah! kau harus merebut singgasana dari perempuan itu."Suara tersebut membisikkan Sai."Oh iya! ujian kali ini bernama


"UJIAN Tahta"."Suara tersebut memberi tahu Sai bahwa ujian yang kali ini Sai hadapi bernama "Ujian Tahta".


Sai bingung apa yang dimaksud dengan Ujian Tahta, dia pun bertanya kepada Suara itu! tetapi suara tersebut sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Sai. Sai pun hanya dapat menelan ludahnya sebelum dirinya mulai mendekati singgasana yang sedang diduduki oleh perempuan itu.


Setelah cukup dekat dengan perempuan itu, Sai bingung dirinya sekarang harus melakukan apa agar perempuan itu beranjak dari singgasana yang diduduki nya. Sai pun hanya terpikirkan untuk meminta perempuan itu menyingkir."Anu...! bisakah anda menyingkir untuk sementara...?."Sai mencoba dengan kata kata yang sopan sambil menggaruk pipinya.


Perempuan tersebut menuruti perkataan Sai dan segera menyingkir dari singgasana itu."Silahkan!."Perempuan itu memperbolehkan Sai untuk duduk di singgasana nya dengan wajah yang dingin.


Sai pun tidak menyangka hanya dengan beberapa patah kata dirinya sudah dapat menyelesaikan ujian terakhir nya ini."Wah! aku tidak menyangka! ujian kali ini sangat mudah!."Sai tersenyum lebar ketika mengetahui dirinya diperbolehkan untuk duduk di singgasana nya tanpa masalah.


Saat Sai telah duduk di singgasana itu, tiba tiba saja suara itu muncul kembali."Bocah bodoh!!! kau kira dia akan memperbolehkan nya semudah itu!."Suara itu berteriak keras di kuping Sai.

__ADS_1


Sai pun terjatuh ke samping singgasana itu karena terkejut sekaligus kesakitan di kupingnya."Eet..te..teh! sialan kenapa kau berteriak kencang sekali sih."Sai berteriak kencang ke suara itu.


"Jangan berdebat lagi! sebaiknya kau mulai menghindari serangan dari wanita itu."Suara itu mengingat kan Sai agar jangan teralihkan pandangan nya.


Sai menggerutu kesal. “Cih! apanya yang harus ditakuti dari wanita ini.” Sai menggerutu kesal, namun setelah Sai melihat ke atas.


Terlihat wanita itu telah memegang sebuah pedang ditangannya. perempuan itu pun mulai mengayunkan pedangnya ke arah Sai yang sedang duduk dibawah itu.


Sai menyadari bahwa perempuan itu berusaha menyerang nya, Sai pun menghindar, namun serangannya hampir saja memutuskan masa depannya."S..sial! hampir saja Adiku ini tertebas."Raut wajah dari Sai terlihat pucat karena takut Adik Kecil nya itu tertebas oleh pedang perempuan psikopat itu.


Sai pun berusaha mundur kebelakang dengan kedua tangannya itu sambil menarik tubuhnya."Huh! hampir saja masa Depan ku hilang! Oh dewa Terima kasih karena telah menyelamatkan Adik kecil ku ini."Sai berterimakasih kepada dewa sambil mengangkat kedua tangannya.


Di Kediaman Dewa Azur.


"Hachu! sepertinya ada yang membecirakan ku yah!.


"Oy! Oy! Oy! Oy! Yang menyelamatkan mu itu adalah aku tahu!."Kata Suara itu.


Sai pun juga berterima kasih kepada suara itu."Haik! Haik! terima kasih karena mu Adik kecil ku Selamat!."Sai berterimakasih kepada suara itu namun pandangan nya tidak terlepas dari perempuan yang berusaha menebasnya itu.


Sai berteriak kencang kepada wanita itu."Hey! kau! tunjukkan lah wujud aslimu."Sai berteriak kencang kepada gadis itu.


Gadis yang mendengar teriakkan dari Sai pun tiba tiba saja tertawa lepas."Hahahaha! Apa berhak mu hah! kau hanyalah manusia yang bodoh hahahah."Wanita itu tertawa lepas sambil memegang area matanya itu.

__ADS_1


Bersamaan dengan Tawa dari gadis itu, muncul lah sebuah aura membunuh yang sangat kuat dari dirinya. Sai pun sedikit bergetar ketakutan karena aura membunuh yang dipancarkan oleh perempuan itu sangatlah pekat.


Sai pun mundur beberapa langkah untuk mengambil jarak aman dari perempuan itu."Aura Membunuh nya sangat kuat! aku harus berhati hati."Sai agak ketakutan dengan perempuan itu dan akhirnya mundur beberapa langkah.


Perempuan itu kembali melihat Sai, Tetapi kini matanya memancarkan sinar merah!sambil tersenyum dia berkata kepada Sai."Hahahaha! kenapa bocah? apakah kau mulai takut! Hahahaha."Perempuan itu tertawa kembali sebelum dirinya melangkah mendekati Sai.


Sai yang melihat matanya pun sempat ketakutan dan akhirnya mundur beberapa langkah ke belakang."Ukh...! matanya seperti iblis saja!.


"Memang aku adalah iblis! hahahaha! panggil saja aku Ratu iblis."Ucap ratu iblis itu sambil berjalan mendekati Sai dengan senyum lebar.


Sai menelan ludahnya itu karena agak ketakutan. tetapi sebenarnya Sai dari tadi bukan hanya mundur karena ketakutan saja, tetapi juga telah menyiapkan sesuatu untuk melakukan perlawanan.


Ratu Iblis itu mulai mendekati Sai."Hahahaha! padahal kau adalah keturunan iblis kelas tinggi! tapi kau ketakutan hanya melihat aura ku! dasar iblis rendahan!."Raut wajah Ratu iblis itu berubah drastis setelah mengetahui bahwa anak yang berada di depannya adalah keturunan iblis.


Sai terkejut dengan ucapan yang dilontarkan oleh ratu iblis."Apa maksud mu aku keturunan iblis? jelas jelas aku manusia!."Sai bingung dengan ucapan dari Ratu Iblis itu.


"Hah? kau tidak tahu bahwa dirimu iblis? hahahaha! dengar yah bocah! kau itu adalah keturunan iblis! namun sepertinya kau hanya mewarisi kekuatan nya saja! tetapi bukan wujud nya!."Ratu iblis itu memberi tahu bocah yang berada di depan nya itu.


Sai mendengar kan jelas setiap perkataan dari Ratu Iblis itu!."K..ka.kalau begitu! berarti aku adalah seorang anak adopsi!."Sai kaget dengan kenyataan bahwa dirinya adalah seorang anak adopsi. Sai yakin bahwa dirinya adalah anak adopsi karena dari dulu Sai tidak pernah melihat kesamaan dirinya dengan orang tuanya.


"Kalau diingat ingat lagi! mataku juga berwarna merah!."Sai mengingat matanya juga berwarna merah! namun matanya tidak terang.


"Kalau begitu! hahahaha! kalau begitu aku akan...."

__ADS_1


"Membunuh mu!."Sai tertawa lepas sangking tidak dapat menerima Kenyataan bahwa dirinya adalah anak adopsi, Sai pun maju menyerang Ratu iblis itu sambil tertawa lepas.


"Hahahaha!" Keduanya mulai menyerang sambil tertawa."Kalau begitu! bersiap lah untuk mati bocah!


__ADS_2