
Sai pun tertidur pulas hingga 1 harian penuh. Sai bangun kembali pada pagi hari, Sai mulai membuka satu persatu jendela untuk membiarkan udara segar masuk ke kamarnya. setelah itu barulah Sai merapihkan tempat tidur nya sebelum dirinya mandi.
Selesai Sai membersihkan dirinya, Sai pun segera menggenakan pakaian murid Evilvi, setelah selesai bersiap siap, Sai pun segera ke dapur untuk memasak sesuatu. namun saat Sai ingin memasak! Sai melihat ayahnya sedang duduk di kursi makan.
Adiknya yang bernama Yuzu pun sedang berada disamping ayahnya. Ayah Sai yang melihat anaknya telah bangun pun segera mendekati nya."Nak! kau kan baru bangun! pasti lapar yah...? Sini sini duduk dulu."Ayahnya Sai menarik kursi untuk anaknya itu makan.
"Kau ambil saja jatah ayah yah! kau kan pasti sangat kelaparan kan h..h.haha."Ayah Sai tersenyum canggung sebelum dirinya melarikan diri.
"Maafkan ayah ya nak! semoga kau tetap selamat."Ayah Sai segera melarikan diri karena masakan yang dibuat oleh Yuzu.
Sai merasa ada yang aneh."Hhm..! aneh, kenapa ayah berlari tergesa-gesa...?. "ah sudahlah! sekarang aku makan saja dulu."Pikir Sai.
Sai pun segera memakan makanan yang berada di piringnya. saat Sai memakan nya.
"Ukhhh...!
"Ada apa kak...?."Tanya Yuzu
Sai baru saja tersadar kenapa ayahnya melarikan diri."Ukkh...! Yuzu! sepertinya kakak sedang buru buru! jadinya kakak pergi dulu yah."Sai segera melarikan diri keluar dari rumahnya.
"Cih! pantas saja ayah ku melarikan diri! ternyata itu sebabnya! sepertinya aku akan mengajarkan Yuzu untuk masak dulu."Sai menghembus kan nafas panjang.
Tidak lupa sembari berlari Sai menggunakan sebuah topeng Rubah agar dirinya dapat menjaga identitas nya.
Setelah Sai berlari cukup jauh dari rumahnya, Sai pun sampai di sebuah pasar. Sai pun berencana untuk membeli makanan. "kebetulan sekali tidak jauh dari sini ada warung makan..."Sai mengingat terdapat warung makan disekitar pasar itu.
Sai pun segera berjalan ke tempat warung makan itu. tidak beberapa lama kemudian Sai pun sampai di depan warung makan tersebut."Paman..."Sai menyapa paman penjual tersebut sembari berjalan ke arahnya.
__ADS_1
Paman tersebut pun segera membalas perkataan dari Sai."Ah...! kalau tidak salah anda adalah Mr.Rubah yah...? wah padahal kau masih kecil! tapi namamu sudah terkenal di kota ini..."Paman tersebut menyadari bahwa anak kecil yang berada di depannya itu adalah Mr.Rubah.
Sai tersenyum canggung menanggapi perkataan dari paman tersebut."Ha..ha..
"Krucukkkkkkk...
Sai tersenyum canggung karena paman tersebut bisa mendengar suara perutnya itu "paman bisakah aku memesan makanan..."Perut Sai Mulai protes karena kelaparan.
Paman tersebut pun menyadari pendekar kecil yang berada dihadapannya itu sedang kelaparan, dia pun memberikan rekomendasi masakan kepada Mr.Rubah yang sebenarnya adalah Sai.
Namun Sai menolak semua yang direkomendasikan oleh paman tersebut. Sai menunjukkan dia ingin memakan ikan segar."Paman bisakah anda memberikan saya ikan besar ini saja! kalau bisa berikan dua kepadaku..."Sai menunjukkan salah satu menu yang berada dibuku itu.
Paman tersebut heran! padahal dia memberikan rekomendasi masakan yang enak plus murah, tetapi anak kecil yang berada di depannya itu malah memesan masakan yang mahal. Sai pun menyadari paman tersebut agak ragu memberikan nya ikan tersebut. Sai tau bahwa harga ikan ini sungguh besar, namun bagi Sai yang telah memenangkan kompetisi ini bukanlah hal yang tidak sanggup ia beli.
Sai pun mengeluarkan 1 keping koin emas untuk membeli ikan tersebut. setelah Sai mengeluarkan nya barulah paman tersebut menyatat pesanan Sai. barulah setelah itu Sai di layani dengan baik oleh para pekerja disana.
Setelah beberapa Menit, makanan pun datang menghiasi meja makan Sai, Sai pun segera melahap makanan tersebut dengan cepat.
Saat Sai sedang menikmati makanan nya, tiba tiba saja terdengar suara pintu hancur."Paman! kenapa kau belum memberikan uang setoran nya...? Hah."Seorang Pria paruh baya masuk kedalam warung tersebut dengan menghancurkan pintu warung.
Terlihat pria tersebut membawa sebilah pedang di pinggang nya. dibelakang nya juga terdapat beberapa bawahnya yang membawa pedang.
Paman tersebut yang tadinya tersenyum kini berubah menjadi ketakutan."Maafkan saya Tuan Chen! saya masih belum mendapatkan uang yang cukup untuk membayar hutang nya."Paman tersebut memegangi kaki dari Tuan Chen sembari memohon ampunan nya.
Namun Tuan Chen tanpa belas kasih langsung menendang paman tersebut hingga terpental mengenai tembok warung."Hahahah! dasar rendahan..."Pria paruh baya tersebut mencari cari uang dikasir warung tersebut tanpa memikirkan sekitarnya.
Namun Tuan Chen hanya menemukan beberapa koin perak saja, dia pun menjadi murka. namun saat dirinya melihat sosok cantik di sampingnya yang sedang ketakutan, dia pun langsung menginginkan nya menjadi selir nya."Paman! bisakah kamu memberikan perempuan ini..."Tuan Chen menunjuk gadis tersebut sembari tersenyum sinis."Hehehe boleh yah.
__ADS_1
Paman tersebut pun tidak dapat menyelamatkan putrinya itu, dia pun hanya memohon kepada Tuan Chen."Kumohon Tuan Chen! dia adalah satu-satunya anak ku."Paman tersebut beberapa kali meneteskan air mata dari matanya, dirinya sama sekali tidak dapat bergerak akibat luka dari Tuan Chen.
Beberapa kali Tuan muda Chen tersebut tertawa dengan para bawahannya, setelah itu mereka pun berjalan keluar membawa gadis tersebut. namun saat mereka ingin keluar dari warung itu, mereka dihadang oleh sosok bertopeng.
"Siapa kau! tidak usah ikut campur! minggir lah jika tidak ingin mati."Tuan Chen mengancam sosok bertopeng tersebut.
Tiba tiba Tuan Chen menjadi kaget setelah di bisiki oleh prajuritnya bahwa yang berada didepannya adalah MR.rubah yang membunuh anak dari Ketua keluarga Chen.
"Jadi kau yang membunuh adik ku yah...? kurang ajar! kau akan mati disini! prajurit! serang dia."Tuan Chen memerintahkan untuk menyerang Mr.Rubah
Sai sebenarnya ingin membunuh prajuritnya, namun Sai mengigat mereka pasti mempunyai keluarga, karena itu Sai hanya membuat mereka pingsan.
Bukk...!
Bukk...!
Satu persatu prajurit mulai kehilangan kesadaran setelah di pukul di bagian belakang lehernya. Sai pun dapat dengan mudah melewati semua prajuritnya.
Selesai mengalahkan semua prajuritnya Chen. Sai pun segera mengeluarkan pedang dari cincin ruang nya, Sai mengambil senjata sucinya yang telah dia beli waktu itu. Sai pun bersiap siap mengambil ancang-ancang untuk menyerang Tuan Chen tersebut.
"Sepertinya aku terlalu meremehkan mu yah..."Tuan Chen segera mengambil ancang-ancang untuk bertarung.
Sai melihat senyuman sinis yang menghiasi raut wajah dari tuan muda Chen tersebut."Bocah! ingatlah namaku adalah....."Teriak Tuan Chen sembari melompat menyerang Sai.
"Namaku adalah....Chen Chu!."Chen Chu berteriak keras sembari menyerang Sai.
Sai pun menangkis serangan dari Chen Chu dengan pedangnya itu. pertarungan pun terjadi di warung makan tersebut, keduanya beberapa kali mengeluarkan jurus untuk mengalahkan lawannya.
__ADS_1