Legend Of Hakuryuukou

Legend Of Hakuryuukou
CH 11 - Salah Paham


__ADS_3

Sai yang melihat Loli bermimpi buruk pun segera memeluk erat dirinya, “Tenang, kakak ada yah.” Sai menenangkan Loli sambil mengelus kepalanya itu dengan lembut.


Setelah hari itu, Loli terkena penyakit ringan, Loli terkena demam. Keringat mengucur di seluruh tubuhnya, Sai tidak bisa membersihkan Loli yang berkeringat Karena demam. Tetapi Sai selalu membantu Loli untuk berjalan ke kamar mandi


Sai yang harusnya berangkat di pagi hari ini pun mengurungkan niatnya saat melihat kondisi Loli, sebenarnya Sai ingin segera menyelamatkan ibunya, tetapi dirinya juga tidak dapat meninggalkan Loli dalam waktu yang lama.


Sai pun merawat Loli, Hari demi hari Sai terus menjaga Loli, Hingga 1 Minggu kemudian Loli sudah membaik dari kondisi nya, Sai pun mengajak Loli untuk berkeliling kota untuk menghibur jiwa gadis kecil tersebut.


Saat Sai baru saja menyelamatkan Loli, Sai memilih untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan nya ke tempat hiburan yang biasa disebut Mawar Putih.


* * *


Tiba di Pasar, Sai dapat melihat di pasar yang berada di depan mereka ini tidak seperti yang berada di pintu masuk. Saat Sai baru saja memasuki gerbang, terlihat jelas terdapat beberapa gadis yang dipasang sebuah harga, Sai berniat membantu nya namun dilain sisi Master Es terus menegur Sai, Master Es menyarankan untuk menjadi kuat terlebih dahulu, karena dengan menjadi kuat bukan tidak mungkin Sai dapat menghancurkan tempat ini, terlebih lagi terdapat seorang Naga Es Terkuat disisinya.


Sepanjang perjalanan, Sai dapat melihat Loli mempunyai pakaian yang kotor dan robek, Sai pun berniat membelikan beberapa pakaian terlebih dahulu kepada Loli.


“Loli, bagaimana jika kita ke toko pakaian terlebih dahulu?” Sai tersenyum manis ke arah Loli.


Loli agak ragu saat Sai mengajaknya ke toko pakaian, tetapi pada akhirnya dirinya hanya bisa pasrah saat kakaknya itu mengajaknya terus. Tiba di toko Pakaian, Sai membelikan beberapa pakaian untuk dirinya dan juga Loli,


Pakain yang dibeli Sai adalah Pakain yang biasa digunakan oleh para bangsawan, begitu juga dengan pakaian Loli.

__ADS_1


Sai pun kemudian memasukkan semua pakaian yang dibelinya ke dalam cincin naga sebelum dirinya mulai mencari beberapa toko kue. Sai mencari beberapa toko toko kue untuk membelikan Loli beberapa macam kue.


Namun Loli terlihat menggeleng gelengkan kepalanya, dirinya tidak ingin merepotkan kakaknya, terlebih lagi Sai telah membelikan beberapa pakaian yang mahal, karena itu Loli tidak ingin terlalu merepotkan nya lagi.


Sai yang melihat Loli tidak ingin merepotkan nya pun sebenernya sungguh senang, namun dirinya mempunyai banyak uang untuk membeli beberapa kue, Sai pun mengelus kepala Loli namun hadapan nya lurus ke depan.


“Tidak apa, Ini hanya sekedar hadiah kecil dari kakakmu ini.” Sai kemudian tidak beberapa lama melihat Loli sambil tersenyum, “Lagipula, Loli adalah adik kakak sekarang, jadi tidak perlu takut untuk merepotkan kakak mu ini yah.” Sai tersenyum lebih hangat kepada Loli, “Tenang saja, kakak mu ini akan selalu melindungi mu.” Sai menepuk dadanya itu sambil tertawa. Hal itu membuat Loli mengeluarkan air matanya, dia kembali teringat dengan pose yang digunakan oleh Ne War. Sai persis seperti Sosok Ne War bagi Loli.


Loli kemudian memeluk Sai dan mengeluarkan air mata nya, dirinya sungguh bahagia namun juga terasa sedih mengingat kematian Kakak pertamanya.


Sai pun heran dengan Loli yang tiba tiba saja memeluk nya sambil menangis, Sai pun bertanya kepada Loli meskipun agak ragu, “Ehm...Loli, kenapa Loli menangis? apa kakak mengatakan hal yang membuat Loli sedih.”


Loli kemudian melepaskan pelukannya lalu mengusap air matanya itu sebelum menjawab Sai, “Tidak kak, aku hanya teringat seseorang yang mirip dengan Kakak.” Loli berkata sambil mengusap air matanya.


"Ternyata masih ada saja yang memperlakukan anak kecil seperti itu.” Salah satu pengunjung berkata pelan sambil berjalan, namun perkataan nya dapat terdengar oleh kuping Sai.


“Menjijikan.” Seorang gadis yang melewati Sai juga berburuk sangka kepada nya.


Sai hanya tersenyum canggung dan tidak menanggapi nya lebih jauh.


Tidak lama kemudian, seorang gadis yang sekiranya sebaya seperti Sai, datang menghampiri Sai, “Kamu! lepaskan anak itu, kalau berani lawan aku!”

__ADS_1


Sai lalu menghela nafas panjang sebelum bertanya kembali, “Apakah kau tau kenapa dirinya menangis?” Sai tersenyum seringai.


“Kau, Kau jelas jelas membuat gadis kecil itu menangis.”


Sai menghela nafas panjang sebelum tiba tiba saja dirinya sudah berada dibelakang Gadis tersebut, “Kalau tidak mengetahui apa apa, jangan terlalu bertindak gegabah,ku ingatkan, laki laki tidak semuanya sama seperti ku yang bisa menahan amarahnya.” Sai sebenarnya cukup kesal, karena dirinya tidak terlalu menyukai orang yang langsung bertindak namun belum mengetahui alasannya.


Sai lalu mengajak Gadis tersebut ketempat yang lebih sepi untuk menjelaskan nya, “Jadi.....” Sai mulai menjelaskan bahwa dirinya juga tidak terlalu paham dengan Loli yang tiba tiba saja menangis, Sai lalu meminta Loli untuk menjelaskan kepada gadis tersebut.


Setelah mengerti maksud dari Lily, Gadis tersebut pun meminta maaf, “Aku minta maaf karena telah menuduh mu. Dan juga, sepertinya saran mu bagus, aku akan mengingat nya.” Gadis tersebut lalu mulai mengenakan dirinya sebagai Yan Su.


Sai lalu juga mulai memperkenalkan dirinya, “Namaku Sai Yanzi, kau bisa memanggilku Sai, Yanzi.”


Yan Su kemudian terbatuk batuk pelan saat mendengar nama Yanzi, Sai lalu menyadari Yan Su terbatuk pelan karena dirinya menyebutkan nama Yanzi, Sai lalu bertanya, “Apa kau menggenali seseorang yang bernama Yanzi juga?”


Yan Su kemudian mengangguk pelan, “Yanzi adalah salah satu kakak ku, aku mempunyai dua kakak, namun mereka sampai sekarang masih belum ada kabar, aku sungguh khawatir, Ah...aku sepertinya terlalu banyak bercerita, kalau begitu aku pamit undur diri dulu, Oh yah, ini terimalah kembang api ini, kembang api ini akan membantu mu disaat keadaan mendesak.” Yan Su memberikan sebuah kembang api berwarna merah sebelum pergi meninggalkan Sai dan Loli.


Sai kemudian melanjutkan kembali perjalanan nya untuk membelikan beberapa barang untuk Loli kenakan, Sai juga tidak lupa membeli makanan makanan yang enak.


Sai menghabiskan waktu dari siang hari sampai, sebelum matahari mulai terbenam. Melihat matahari akan terbenam, Sai pun memutuskan untuk pulang ke penginapan.


Sesampainya di penginapan, Sai langsung menjatuhkan badannya itu kekasur. perjalanan tadi membuat Sai lelah, meskipun itu bukan latihan, tetapi Sai mulai memahami kenapa laki laki yang akan lelah saat berbelanja bersama wanita.

__ADS_1


Pandangan Sai mulai kabur, tidak lama kemudian dia pun tertidur, Lily kemudian mencium kening kakaknya itu, “Selamat tidur Kak Sai.”


__ADS_2