
Sai menatap wanita dengan pakaian yang terlihat serba putih itu, dia berjalan mendekati nya dengan tangan yang terlihat seperti ingin menggapai nya, namun sebelum itu terjadi, sebuah panah api melaju dengan kecepatan tinggi menusuk tangan Sai yang berusaha menggapai wanita itu.
Sai bukanya tidak dapat menghindar, hanya saja dirinya menganggap api itu tidak terlalu kuat baginya.
Tangan Sai terpental akibat panah api tersebut, lalu dirinya melirik ke arah panah itu dilepaskan, lalu Sai menemukan sosok pria dengan rambut merah berbadan kekar berada di bawah dengan tangan yang masih berapi.
Sai kemudian memalingkan tubuhnya ke arah para aliran hitam yang berada dibawahnya, lalu dia mengarahkan tangannya dan sebuah angin kejut keluar dari tangan Sai menuju para aliran hitam yang berada di bawahnya.
Boom, beberapa orang dapat berhasil menghindar dari angin kejut itu, sementara yang terkena langsung terlihat habis tidak tersisa dan hanya menyisakan darah dari orang tersebut.
Semua para aliran hitam menatap Sai dengan perasaan kesal dan juga takut, para aliran hitam yang terkena rata rata memilliki kekuatan setingkat Petarung Master, namun dengan mudahnya seorang anak membunuh tanpa menyisakan sedikitpun tubuh dari orang itu.
Selain itu, angin kejut yang Sai keluarkan membentuk sebuah tapak tangan di lantai arena.
Sedangkan itu, pria berambut merah berbadan kekar yang tidak lain adalah Vale langsung menghindari serangan Sai, dia tidak menganggap remeh kekuatan yang berada di dalam tubuhnya.
'Sial, anak ini kuat sekali, padahal dia hanya seorang bocah, tetapi mempunyai kekuatan sekuat ini, tidak bisa dibiarkan, dia bisa menjadi ancaman di masa depan.' Vale memandang Sai dengan tangan yang mengepal, dia membuat tekad untuk dapat membunuh Sai apapun caranya.
Karena tidak memiliki rencana lain, Vale akhirnya mengaktifkan kemampuan Beast nya, dia pun akhirnya berubah, "Aktifkan Beast!" Perlahan tubuh Vale diselimuti oleh api yang menyala, tubuhnya terlihat seperti manusia hanya saja diselimuti oleh burung api.
Sai hanya menatap Vale yang melakukan perubahan, Sai menyadari perubahan Vale tidaklah sempurna, karena jika perubahan seseorang sempurna, seharusnya dia akan berubah menjadi hewan tersebut, namun juga ada kesempurnaan yang hanya beberapa bagian tubuhnya yang berubah.
__ADS_1
"Perubahan ku adalah wujud Phoneix, aku yakin dapat mengalahkan monster kecil itu jika menggunakan Beast legenda ini." Batin Vale.
Vale kemudian melompat dari bawah dengan cepat lalu terbang ke arah Sai sambil melempar beberapa bola api ke arah Sai.
Sai menatap Vale sambil menghindar dari bola api vale dengan santai, dia kemudian tersenyum dan akhirnya tubuhnya terlihat mengeluarkan sebuah aura hitam yang menyebar dan membuat Sai tertutupi oleh kegelapan itu.
Vale yang merasa waspada segera menghentikan langkahnya untuk terbang ke arah Sai, dia kini berada di udara namun hanya menatap Sai dengan perasaan waspada.
Tidak beberapa lama kemudian, Kegelapan yang menyelimuti tubuh Sai terbuka dan Sai kini terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.
Penampilan Sai berubah cukup banyak, rambutnya tidak lagi berwarna putih, melainkan berwarna hitam pekat dengan sayap hitam dipunggung nya.
Wanita berpakaian serba putih atau yang sering dipanggil Fusha itu dia menatap Sai dengan mulut yang terbuka, "I..itu Beast Yunlan, b.. bagaimana bisa?!" Fusha sungguh tidak percaya perubahan yang Sai kenakan saat ini mirip dengan perubahan kekasihnya itu.
Vale terpental sangat jauh hingga membentur tembok dibelakang nya dan menghancurkan nya dengan tubuhnya itu, Vale kembali berdiri lalu mengusap darah yang keluar dari mulutnya itu, dia kemudian berteriak sangat keras.
"Bocah sialan! aku akan membunuhmu!" Tubuh Vale seakan akan meledak, api yang keluar dari dalam tubuhnya menjadi lebih besar dan menjadi lebih luas.
"Ledakan Api Membara!" Sebuah api muncul dari kedua tangan Vale yang disatukan, api itu kecil dan juga cepat, hanya saja Sai masih dapat menghindari nya, namun kekuatan itu tidak berhenti disana, saat api kecil itu mengenai langit, sebuah ledakan besar tercipta, membuat langit tertutupi oleh api yang panas, sebuah gelombang angin juga muncul dari ledakan itu, membuat Sai harus menggunakan sedikit tenaga dalamnya untuk bertahan dari terpaan angin.
Tidak berhenti disana, Vale segera terbang saat Sai masih dalam posisi bertahan, dia menyerang dengan tangan kosong, namun tangannya terlihat berapi-api, akhirnya saat sudah cukup dekat dengan Sai, pukulan tersebut pun dilepaskan nya, namun tepat sebelum pukulan itu mengenai Sai, sayap dari tubuh Sai segera menangkisnya.
__ADS_1
Dalam sekejap, Pukulan bertenaga yang dilepaskan oleh Vale pun berhenti, Vale menatap Sai tidak percaya dengan hal tersebut, dalam hatinya bagaimana bisa sebuah sayap dapat menangkis pukulan nya?
Tepat saat Vale sedang membatin, Sai segera menendang tubuh Vale, membuat Vale kembali terjatuh dari atas dengan kecepatan yang tinggi.
Boom
Vale terjatuh dan menghantam bangku bangku arena.
Melihat Vale terpental, akhirnya beberapa anggota aliran hitam yang lainnya berniat untuk ikut membantu, namun tepat sebelum itu terjadi, tiga orang yang memimpin di depan secara cepat bagian atas tubuhnya terpisah dari bagian tubuhnya, membuat beberapa orang aliran hitam lainnya segera mundur dari sana.
“Jika kalian berani maju sedikit saja, aku akan membunuh kalian.” Feng Long tersenyum sambil menggerakkan pedangnya dengan cepat ke sampingnya, membersihkan pedang itu dari darah yang menempel.
“Kalau begitu semuanya, serang Jendral Feng terlebih dahulu!” Pria tua berambut putih itu berteriak, lalu dirinya juga kini terlihat membuang tongkat nya di depan semua orang.
"Berubah." Dalam sekejap, tubuh kakek tua tersebut ditutupi oleh sebuah cahaya yang membuat Feng Long tidak dapat melihat nya, termaksud para prajurit aliran hitam.
Setelah cahaya itu menghilang, kini kakek tersebut terlihat menjadi lebih besar, dia mempunyai otot yang membuat pakaian nya terbuka dan akhirnya sobek, otot otot tanganya juga terlihat besar, di punggungnya juga kini terdapat sebuah sayap naga.
‘Meskipun ini hanya naga bumi, tetapi ini bukan Beast Legend, huh sial sekali diriku ini.’ Batin kakek tua itu.
Semua yang melihatnya mengira kakek tua tersebut memiliki Beast Legend, Feng Long hanya menatap kakek tua tersebut beberapa saat, dia kemudian tersenyum dan akhirnya juga memutuskan untuk menggunakan Beast nya.
__ADS_1
“Jika kau ingin bermain perubahan, aku akan menunjukkan kekuatan dari Beast Legend ku juga.” Feng Long tersenyum lalu melanjutkan perkataannya, “Aktifkan Perubahan Beast.”
Sebuah cahaya yang lebih terang muncul dari tubuh Feng Long, bersamaan dengan itu, senyuman Feng Long perlahan mulai tidak terlihat akibat cahaya yang menerangi nya.