
Pertandingan kedua pun di umumkan, Sai menjadi peserta yang maju kedua kali ini. Lawanya adalah seorang anak laki laki dari keluarga Xuan, yaitu Xuan Ming.
Sai berjalan santai keatas arena pertandingan. Sai terlihat membawa sebilah pedang di pinggangnya. Lawan dari Sai alias Xuan Ming, berjalan memasuki arena dengan perasaan penuh percaya diri, tampilan dari Xuan Ming adalah seorang anak laki laki berambut panjang kebelakang dengan warna hitam pekat, dia juga memakai pakaian bangsawan dengan kipas ditangannya.
“Sai Yanzi, dari Akedemi Evilvi.” Ucap Sai memperkenalkan diri.
“Xuan Ming, dari Keluarga Xuan.” Seperti biasanya, kebanyakan seorang bangsawan Engan untuk memberikan hormatnya kepada seseorang yang asal usulnya belum jelas terhormat.
Saat pertandingan dimulai, Xuan Ming terlihat mengibaskan kipasnya itu beberapa kali. Sebuah pisau angin segera terbang ke arah Sai dengan kecepatan yang tinggi. Sai tidak mencoba untuk menahannya, Sai melompat lompat di udara seperti yang dilakukan oleh Yan Ji. Mata Yan Ji menjadi lebar saat menyadari Sai dapat menggunakan kemampuan yang cukup mirip dengan nya, ‘Apa apaan, kenapa anak itu mempunyai kemampuan ku?’ Bingung Yan Ji.
Begitu pula dengan penonton, semua orang menyadari kemampuan yang Sai gunakan untuk terbang cukup mirip dengan kemampuan Yan Ji. Beberapa dari mereka menduga Sai adalah anak yang tadi berlari sangat cepat hingga membuat suasana di jalanan/pasar menjadi dingin.
Xuan Ming cukup terkejut melihat kemampuan Sai, ‘Apa dia sudah membangkitkan Allxin nya.’ Xuan Ming menduga, tetapi dilain sisi dirinya juga bingung tentang Allxin Sai, “Boleh juga kau.” Xuan Ming tetap berusaha tersenyum sinis menyembunyikan keterkejutan nya.
“Anda terlalu memuji senior.” Sai tersenyum palsu.
‘Cih.’ Xuan Ming malah menjadi semakin marah, dirinya kemudian melepaskan salah satu jurus andalannya, “Badai Pisau.” Seketika itu terlihat pusaran angin yang berjalan jalan, Sai sempat terkena anginnya, tetapi Sai baru sadar arti dari badai pisau, tangan Sai yang terkena pusaran angin tiba tiba saja tergores dan terluka.
__ADS_1
Xuan Ming tersenyum sinis merasa di atas angin, Xuan Ming memang melihat Sai cukup cepat, tetapi Xuan Ming menduga bahwa Sai hanya memiliki satu faktor kelebihan saja, yaitu kecepatan, karena itu Xuan Ming mengeluarkan Pusaran Angin tersebut, selain dapat menyerang Sai, pusaran tersebut juga kadang mendorong dan kadang juga menarik, membuat Sai menjadi susah untuk mendekati nya.
Xuan Ming berfikir dengan melawan Sai dari jarak yang cukup jauh, maka Sai akan susah untuk mengalahkan nya karena Sai bagi Xuan Ming hanya memiliki kemampuan kecepatan.
Xuan Ming kemudian melihat Sai, bersiap menertawakan nya saat melihat keputusasaan nya, rupanya hal itu salah besar, Xuan Ming tidak menduga Sai sebaliknya tersenyum seringai, ‘Apa otaknya masih waras? dia tersenyum di keadaan nya seperti ini.’ Xuan Ming tidak habis pikir dengan Sai yang tiba tiba saja tersenyum, Tetapi Xuan Ming akhirnya sadar kenapa Sai tersenyum. Tiba tiba saja sebuah tangan berada di lehernya dan mengunci pergerakan nya, ya itu adalah Sai yang bergerak cepat memberikan lilitan dileher Xuan Ming.
Xuan Ming adalah peserta yang di jago jagokan akan menduduki posisi tujuh besar, tetapi para penonton tidak menyangka Xuan Ming dapat dengan mudah terkena serangan Sai.
Sai mengunci pergerakan Xuan Ming dengan tangannya yang berada dileher nya, jika Xuan Ming menyerah, Sai baru akan melepaskan nya, jika tidak, Sai tidak akan segan membuat lehernya merasakan kesakitan yang teramat dalam.
Tetapi, Xuan Ming terlihat tidak sama sekali menunjukkan dirinya akan menyerah, sebaliknya dirinya berusaha lepas dari kuncian Sai.
“Cukup!” Teriak Feng Long, “Sai Yanzi adalah pemenang di ronde kedua kali ini.”
Sai melepaskan teknik menguncinya dari leher Xuan Ming, seakan tidak terima, Xuan Ming segera melepaskan tinju nya dari belakang saat Sai sudah melepaskan Teknik menguncinya. Namun kejadian tidak terduga kini terjadi, tangan Sai kebelakang dan menangkis tinju Xuan Ming dengan sebelah tangan, membuat Xuan Ming dan semua orang yang melihatnya terkejut.
Xuan Ming yang paling terkejut diantarnya, dia tidak menyangka tinjunya yang secara cepat itu dapat ditangkis Sai walaupun pandangan Sai menghadap ke depan, ‘Bagaimana bisa?’ Xuan Ming masih tidak dapat percaya pukulannya yang mengandung tenaga dalam yang cukup besar itu dapat di tahan Sai dengan cepat dan juga Sai terlihat tidak bergeming.
__ADS_1
Sai memainkan tangannya, seketika itu juga tubuh Xuan Ming berbalik arah, kepala ke bawah dan kaki ke atas, tidak sampai di situ Sai kemudian melepaskan tenaga dalam yang kuat menciptakan angin besar berkumpul di tangannya, Sai kemudian melepaskan tapak tersebut ke tubuh Xuan Ming yang berputar.
Xuan Ming terpental sangat cepat dan juga sangat kuat, membuat tembok yang berada di belakangnya retak. Semua orang kini menatap Sai dengan berbeda.
Sai tidak berbalik badan, dia terus berjalan seolah tidak terjadi apa apa. Rambut Sai menutupi kedua matanya saat Sai memukul mundur Xuan Ming, karena itu semua orang tidak dapat melihat perubahan yang di alami Sai.
Feng Long ingin mengehentikan Sai dan memberikan nya peringatan akibat menyerang Xuan Ming, tetapi Feng Long sadar bahwa Xuan Ming lah yang memulai nya terlebih dahulu, karena itu dia tidak dapat berkomentar lebih kepada Sai.
Sai duduk di kursi peserta tanpa berbicara mengenai hal yang baru saja dilakukannya, meskipun Feng Shi melihat nya kini dengan tatapan aneh, Feng Shi menyadari ada yang salah dengan Sai.
* * *
Didalam tubuh Sai, kini terlihat seseorang yang sangat mirip dengan Sai, Sai saat ini berada di sebuah ruangan gelap, bahkan lebih gelap dari ruangan segel Kaisar Naga Putih. Sai kembali terbangun tetapi tidak dapat mengambil alih tubuhnya, sebaliknya Sai melihat sosok serupa dengan nya, dari tampilan hingga seluruh bentuk tubuhnya sangat mirip, yang membedakannya hanya satu hal, yaitu aura.
Sosok Sai aura hitam tersebut berjalan mendekati Sai, “Untuk saat ini, aku akan mengantikan mu, tenang saja, aku tidak akan kalah. Kau tidur saja.” Sai aura hitam tersenyum seringai, “Kalai begitu, sampai jumpa lagi.” Dalam sekejap, Sai dengan aura hitam tersebut menghilang, dan Sai kembali tidak dapat melihat apa apa karena dirinya kembali tertidur.
* * *
__ADS_1
Xuan Ming telah di bawa untuk mendapatkan pengobatan langsung oleh para tabib. Selesai Feng Long membantu para tabib tersebut, Feng Long melirik keberadaan Sai, ‘Lagi lagi aku merasakan nya, kali ini bahkan lebih pekat.’ Feng Long dapat merasakan aura yang dikeluarkan Sai lebih pekat dari pada saat dirinya bertemu di hutan.
Sai tersenyum dan menunjukkan sebelah matanya yang memerah terang. Hal itu membuat perasaan aneh muncul di benak Feng Long, perasaan yang sudah lama hilang, yaitu perasaan, ketakutan.