
"Kakak! berjanjilah untuk tidak membuat adikmu ini khawatir lagi!."Lily yang biasanya Tidak memiliki Raut wajah pun saat ini mulai menunjukkan Raut wajah sedihnya.
Sai pun hanya dapat tersenyum tipis melihat Lily yang biasanya tidak memiliki raut wajah sedih kini mempunyai raut wajah yang sedih."B.. baiklah!."Sai menjawab Lily.
Sai pun beberapa kali melihat kiri dan kanan untuk mencari Amai! terlihat Amai sedang duduk di bangku depan kaca. persis nya sekarang Amai sedang berada di tempat bercermin kamar Sai.
Sai yang melihat Amai tetap menghawatirkan nya pun berusaha bangun dari tempat tidurnya."Kakak! kau harus beristirahat terlebih dahulu kak!."Loli menghentikan Sai karena takut kondisi kakaknya itu memburuk.
Namun Yuzu bisa melihat maksud kakaknya adalah ingin segera meminta maaf kepada Amai! Yuzu pun mencegah Loli agar dirinya tidak menghalangi Kakaknya itu untuk meminta maaf."Terima kasih Yuzu!."Sai berterimakasih kepada Yuzu sebelum berjalan ke arah Amai.
Amai bisa melihat kakaknya itu sedang berjalan ke arahnya! dia pun langsung berjalan ke arah Kakaknya itu untuk membantu kakaknya itu."Kak! kau tidak boleh berjalan jalan lagi! lebih baik kau istirahat saja!."Amai mencemaskan keadaan kakaknya akan semakin memburuk.
Andai Sai tau Amai berfikiran seperti itu, Sai pasti akan tersenyum kecil melihatnya."Tidak apa apa! sekarang aku sudah sembuh kok!."Sai bergaya gaya menunjukkan ototnya, Sai mengisyaratkan bahwa dirinya tidak apa apa.
Saat ini Sai lebih menghawatirkan adiknya itu akan membencinya, dia tidak ingin Amai membenci nya."Amai! kakak meminta maaf atas perilaku kakak sebelumnya yah! sebagai permintaan maaf! Kakak bersedia mengabulkan apa saja yang Amai inginkan!"Kata Sai sambil mengelus kepala Amai.
"Kalau begitu...aku ingin kakak!
"Semoga bukan hal yang aneh aneh."Sai cukup takut juga dengan permintaan adiknya itu! Sai takut Amai sudah teracuni oleh sifat adik adiknya yang lain.
"Aku ingin kakak! memasakkan makanan dan kue kue yah! kata Yuzu! kue yang di buat oleh kakak Sungguh enak!."Terlihat Amai beberapa kali meneteskan air liur nya membayangkan kue yang dibuat oleh kakaknya itu.
Sai tersenyum canggung sebelum dirinya menyetujui nya."Baiklah!."kata Sai sembari menggaruk kepalanya.
Amai pun meminta untuk malam ini Kakaknya itu yang akan memasak untuk semua keluarga nya."Ayah! Yuzu.....dan lainnya! untuk malam ini kakak Sai akan memasak untuk kalian ntar malam yah!."Amai tersenyum lebar sambil mengatakan bahwa malam ini kakak Sai akan memasak untuk semua keluarga nya.
__ADS_1
Ayah dan adik adiknya Sai pun sebenarnya tidak ingin Sai yang baru saja sembuh langsung memaksakan makanan untuk mereka! namun mengingat masakan yang dibuat oleh Sai itu sangatlah lezat. membuat semua keluarga Sai menjadi tergiur karena masakan Sai! mereka semua pun mengangguk bersamaan dengan air liur di pinggir mulut nya.
Sai cukup kaget melihat reaksi keluarga nya."Ukkh! apa mereka menyetujui sambil membayangkan makanan yah? pantas saja air liur nya menetes netes."Sai cukup kaget dengan keluarga nya itu yang sangat menyukai masakan nya. sekali lihat Sai juga tahu mereka sangat membayangkan makanan yang akan dibuatnya.
Sai mengubah topik pembicaraan, dia ingin tau rinci mengenai dirinya yang tidak sadar beberapa hari."Oh yah! ngomong ngomong saya tidak sadar berapa hari yah tabib?."Sai bertanya kepada tabib.
Tabib masih tidak percaya kepada bocah yang berada di depannya itu. dia tidak menyangka bocah yang tadinya sangat kritis kini dapat berjalan sesuka hatinya."Tabib! kenapa kau diam!."Sai kembali bertanya yang mengakibatkan Tabib tersebut bangkit dari lamunannya."Ah iya! tuan Sai tidak sadar 4 hari saja! keadaan tuan Sai dari kemaren sangat lah dingin! saya kira tuan Sai terkena gigit nyamuk Es...."Tabib tersebut menjelaskan kepada Sai bahwa dia tertidur beberapa hari dengan kondisi tubuh yang sangat dingin. membuat seluruh ruangan menjadi dingin.
Sai mendengar kan setiap perkataan dari Tabib."Tabib ini! tabib ini adalah tabib Han yah?."Sai memastikan kebenaran bahwa yang berada di depannya itu adalah Tabib Han! karena Sai dulu sempat melihat wajah dari Tabib Han.
Tabib tersebut pun mengangguk pelan sambil berkata."Iya tuan Sai!."Tabib tersebut mengklarifikasi bahwa dirinya adalah Tabib Han.
Selesai mendengar semuanya dari Tabib! Sai pun meminta waktu untuk dirinya dikamar sendirian.
Setelah semuanya telah keluar dari kamar Sai, terlihat Sai mengeluarkan nafas panjangnya."Huh! Master Es! ujian yang kau berikan sangat susah sekali! jika aku tidak dapat menyelesaikan nya! apa yang akan terjadi kepada ku?."Sai bertanya dengan Master Es.
"Nani Omaewa Mushinderu!."
"KATTT! Lu kira ini filem Naruto?
"Hihi maaf maaf thor! ok saya benerin deh. nih!
* * * * * * *
"Apa?."
__ADS_1
"Nah itu baru bener! ok lanjut!
"Apa!."Sai langsung kaget dengan perkataan dari Master Es! Sai pun beberapa kali mencoba memukul Master Es karena geram. namun pukulannya selalu saja menembus tubuhnya Master Es.
"Sudahlah! aku tau kau mampu melewati nya! karena itu aku sama sekali tidak takut."Master Es mencoba menutupi rasa takutnya kepada muridnya itu."Ah! begini saja! aku akan membantu mu menembus sampai tingkat Master Petarung! bagaimana?."Master Es mencoba merayu Sai dengan bantuan naik tingkat.
"Hah! Master Es kau kira aku akan menyetujui nya?
Master Es pun mengeluarkan kitab jurus dari dalam baju nya."Bagaimana?."Master Es bertanya kembali dengan wajah yang di hiasi dengan senyuman nya.
Seketika itu Sai langsung menurut"Siap laksanakan Master!.
"Cih! murid kurang ajar! jual mahal akhirnya mau juga.
Sai mencoba memberi tahu kepada Master Es! bahwa dirinya telah naik tingkat hingga tingkat Petarung Senior tingkat 9 awal.
Master Es hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan dari Murid nya itu! Master Es sebenarnya sudah mengetahui nya.
Setelah Sai menceritakan semua tentang dirinya yang melewati ujian. Master Es pun segera menyuruh Sai untuk mulai berlatih meningkatkan kemampuan nya.
Detik detik mulai menjadi menit, menit mulai menjadi jam! setelah Berjam jam Sai pun dapat menjadi Petarung Senior tingkat 9 Menengah. dia pun melihat keluar rumahnya dari jendela. terlihat awan Sangat gelap menyelimuti seluruh Desa. Sai pun kembali menutup jendela nya.
Sai pun bersiap siap untuk memasak! tapi sebelum itu."Sepertinya aku harus mandi terlebih dahulu! aku tertidur cukup lama!."Sai pun berjalan ke kamar mandi selesai berfikir dirinya bau.
Setelah Sai selesai mandi. Sai pun segera Menganti pakaian nya dengan baju yang telah dia siapkan tadi! barulah setelah itu Sai berjalan menuju dapur.
__ADS_1
"Kakak! cepatlah masak!."Loli terlihat beberapa kali meneteskan air liur nya dimeja setelah melihat kakaknya itu.
"Ah...! Baiklah!."Sai tersenyum tipis melihat tingkah laku adiknya itu.