Legend Of Hakuryuukou

Legend Of Hakuryuukou
CH 49 - Memperebutkan -


__ADS_3

Sai pun membalikkan badannya karena mendengar suara tersebut.


Tidak beberapa lama setelah Sai membalikkan badannya, terlihat seorang gadis yang kira kira seusia nya kini menghapiri nya."Kembalikan..."Perempuan tersebut meminta Pil yang berada ditangan Sai


Sai hanya menatap perempuan itu dengan tatapan heran sambil menggaruk pipinya itu."Tapi aku susah membeli nya."Sai memberi tahu dirinya telah membeli Pil tersebut.


Perempuan tersebut bersikeras untuk mendapatkan Pil yang berada di tangan Sai itu."Tidak bisa, pokoknya kembalikan, kalau tidak jangan salah kan aku memakai kekerasan."Perempuan tersebut mengancam Sai.


Sai yang mendengar gertakan dari gadis tersebut pun tidak menunjukkan ekspresi apapun, bahkan Sai sama sekali tidak memperdulikan gadis tersebut, dirinya pun segera pergi berjalan menuju Xin dan meninggalkan gadis tersebut.


Perempuan tersebut pun kesal."Baiklah, jangan salahkan aku jika memakai kekerasan."Perempuan tersebut menarik pedangnya dari sarungnya.


Setelah menarik pedangnya, perempuan itu pun segera mengayunkan pedangnya ke arah Sai. Saat perempuan tersebut mengayunkan pedangnya, Sai segera menghindari nya, setelah menghindari serangannya gadis tersebut, Sai pun langsung mematahkan pedangnya dengan satu tangan nya yang kini diperkuat oleh kekuatan "Beruang Besi Ngarai".


Krangg...."Suara pecahan dari ujung pedang yang kini telah terbelah menjadi dua.


Setelah menghancurkan pedang tersebut, Sai pun segera berjalan lagi menjauhi gadis tersebut. karena perilaku mereka, kini semua murid pada memperhatikan dirinya dan gadis tersebut.


Perempuan itu pun menjadi lebih kesal dengan Sai."S..sialan, ka..kau! berani sekali kau menghancurkan pedang ku! aku ingin kau Menganti Rugi sekarang juga."Perempuan tersebut kesal karena pedang nya dihancurkan begitu saja.


Sai yang sedang berjalan menuju Xin pun Tidak Terima dengan tingkah perempuan ini, tiba tiba saja aura ditubuh Sai kini berubah. dirinya pun membalikkan badannya dan menghampiri gadis itu. terlihat kuku Sai kini berubah menjadi agak panjang dan tajam berwarna hitam.


Mata Sai juga kini berubah menjadi merah terang, dirinya mendekati Gadis itu, saat sudah cukup dekat dengan gadis itu Sai pun mengarahkan tangan nya ke arah dagu Gadis tersebut pelan pelan.


Gadis tersebut pun menyadari hawa yang dipancarkan oleh anak di depannya itu berubah."K..k..kau mau apa ? ."Perempuan tersebut beberapa kali mundur beberapa langkah kebelakang.


Namun karena perempuan itu mundur beberapa langkah, Sai pun mempercepat gerakan tangannya itu. tangan Sai kini berada tepat di bawah dagu dari gadis itu. Sai pun mulai mengangkat perempuan itu dengan kukunya yang tajam, namun gadis tersebut sama sekali tidak terluka.


Gadis itu juga menyadari dia telah menyingung orang yang salah. dirinya melihat mata dari Sai berwarna merah terang. gadis tersebut pun meminta maaf kepada Sai."M..maaf ! A..aku yang salah."Gadis tersebut gemetar ketakutan dengan aura yang dipancarkan Sai.


Setelah dirinya meminta maaf Terlihat Sai menurunkan nya kembali. namun alangkah terkejutnya gadis tersebut ketika dia mendengar perkataan dari laki laki yang dihadapan nya itu.


"Ukkh...! Apa yang Baru saja terjadi, kenapa Akhir akhir ini aku sering tidak sadar."Sai memegang kepalanya yang pusing.

__ADS_1


Xin yang melihat Sai berjalan agak sempoyongan pun menghampiri nya untuk memapah nya.


Gadis tersebut pun bertanya kepada Sai karena heran dengan omongan yang dilontarkannya."K..kau! kau tidak ingat?."Gadis tersebut bertanya meski masih ada ketakutan di dalam hatinya akibat Sai.


Sai pun menoleh ke arah gadis tersebut dan menjawabnya."Ah...! iya, aku tidak mengingat apa yang baru saja terjadi, apakah kau tau apa yang baru saja terjadi." Sai bertanya kembali ke gadis tersebut.


Gadis tersebut pun memberi tahu Sai apa yang terjadi, namun dirinya juga merekayasa kejadian yang terjadi. setelah bercerita kepada Sai, Gadis tersebut pun memapah Sai dengan pundaknya sebelum Xin sampai.Perempuan tersebut sengaja memapah Sai, dirinya ingin mempererat hubungan pertemanan nya, perempuan tersebut pun membawa Sai ketempat beristirahat yang berada di dalam KonciBuktor itu. tidak lupa Xin mengikuti mereka dari belakang.


Setelah sampai di ruang istirahat, Sai pun di tidurkan di sebuah ranjang untuk istirahat.


Xin pun juga mengikuti nya dari belakang karena tidak ingin sesuatu terjadi kepada temannya itu.


Setelah Sai ditidurkan di kasur, Gadis tersebut pun pergi meninggalkan ruang istirahat nya Sai, namun sebelum dirinya pergi dirinya memperkenalkan diri terlebih dahulu."Namaku Ruo Lan, ingat yah Ruo Lan, kalau begitu aku permisi dulu." barulah setelah itu dirinya pergi meninggalkan Sai dengan Xin.


Setelah Ruo Lan, pergi keluar dirinya pun berpapasan dengan Xin yang sedang memasuki kamar istirahat Sai, Xin pun mencoba memegang tangan dari Ruo Lan tersebut karena ingin bertanya apa yang terjadi. namun Ruo lan melepaskan pegangan dari Xin dan langsung pergi meninggalkan nya.


Sai yang masih pusing pun lebih memilih untuk beristirahat saja, dengan dirinya yang terbawa suasana, Sai pun akhirnya tertidur pulas dalam hitungan menit, saat dirinya bangun, dirinya melihat Xin masih berada disampingnya tertidur pulas, Xin tertidur dengan bagian kepalanya yang berada di kasur, sedangkan tubuhnya duduk di bangku.


Sai pun segera membangun kan Xin."Xin...!"Sai menggerak gerakan tubuhnya Xin sambil menyebutkan namanya. Xin pun bangun setelah beberapa kali di gerak gerakan tubuhnya itu oleh Sai.


Xin pun bertanya kepada Sai setelah dirinya merenggangkan tubuhnya itu."Jadi! kau ingin sampai kapan disini kawan."Xin bertanya.


Sai pun tersenyum canggung, dirinya kini merasa telah merepotkan temannya itu."Ah. kita akan pulang sekarang."Sai menggaruk garuk kepalanya yang tida gatal itu.


Xin dan Sai pun berjalan keluar menuju tempat pembayaran peristirahatan tempat yang bernama KonciBuktor itu, sebenarnya tempat yang bernama KonciBuktor itu tidak hanya menawarkan tempat untuk berbelanja, melainkan juga menawarkan tempat untuk beristirahat.


Sai pun mengeluarkan 1 keping emas dan langsung memberikan nya kepada paman penjaga itu. paman tersebut pun mengambil 70 Koin perak untuk di berikan kepada Sai dari laci bawah nya. namun saat dirinya baru saja ingin mengembalikan uang tersebut, Sai telah tidak ada didepan nya.


Paman tersebut pun tersenyum."Hahaha! Akhirnya aku mendapatkan untung lebih."Paman tersebut tertawa lebar mengetahui anak tersebut tidak mengambil kembaliannya.


* * *


Sedangkan itu diluar Akedemi Evilvi terlihat para Tetua dari Akedemi Evilvi kaget melihat seseorang berlari kencang dari Akedemi mereka.

__ADS_1


"Apa kau tahu siapa yang berlari tadi."Para tetua saling bertanya.


"Tidak! aku tidak melihatnya! aku tidak tahu itu siapa! tapi aku yakin dirinya adalah seseorang yang hebat."Salah satu dari 4 Tetua berbicara sambil mengelus elus janggutnya.


* * *


"Kenapa kau tidak memberi tahu ku dari tadi."Sai berlari sangat kencang sambil menarik kerah dari temannya itu.


Rupanya orang yang berlari sangat kencang tadi adalah Sai, dirinya panik karena diberitahu oleh Xin bahwa waktu telah malam. Sai yang panik pun berlari sangat kencang sambil menarik tangan temanya itu.


Sai sebenarnya tidak ingin pulang terlalu malam jika bukan karena misi, karena Sai tidak ingin adik adiknya itu mengintrogasi dirinya terus."Sial! mudah mudahan mereka telah tertidur."Muka Sai kini menjadi pucat karena terbayang akan ekspresi dari adik adiknya itu.


Dalam Pikiran Sai.


"Kakak! abis darimana ? kakak tidak pergi dengan wanita kan."Yuzu tertawa palsu sambil mengeluarkan hawa membunuh.


Sai pun menggeleng gelengkan kepalanya itu, dia berusaha untuk tidak membayangkan wajah dari adiknya yang menakutkan.


* * * * *


Tidak terasa Sai pun sampai di depan penginapan nya. Sai pun melepaskan Xin yang dari tadi telah ditarik nya.


Baru saja Xin terlepas dari tarikan Sai, kini dia muntah muntah."Bwekk....!


Sai pun mengendap Endap membuka pintu penginapan nya. namun saat Sai ingin membuka pintu penginapan nya, terlihat mata yang sedang mengintip saat Sai ingin membuka nya.


Sai pun mundur beberapa langkah mendekat ke arah Xin. dan saat itu juga pintu tersebut terbuka."Hhm...! kakak! kau dari mana saja tadi hah...!."Terlihat ketiga kedua adiknya itu tersenyum palsu sambil mengeluarkan hawa membunuh.


Sai pun terkejut dengan ekspresi yang dirinya bayangkan ternyata sama dengan yang tidak dia harapkan. Sai pun mundur kembali hingga bertabrakan dengan Xin.


Karena Xin sangat pusing akibat tarikan dari Sai, Xin pun terjatuh karena Sai menabrak nya saat dirinya baru saja menghadap ke arah temannya itu.


Namun kejadian tidak terduga terjadi. Xin terjatuh dengan tubuh yang menghadap ke atas dan Sai terjatuh juga namun tidak sampai menindih Xin. keduanya saling berhadapan satu sama lain, tangan Sai kini berada di dua sisi Xin. dan juga Xin dan Sai kini saling berhadap hadapan, kepala mereka juga tidak terlalu jauh, karena itu adik adiknya Sai pun salah paham dengan kakaknya itu.

__ADS_1


"Kakak! aku tidak menyangka kau seperti ini."Adik adiknya Sai pun menangis dan berlari ke arah kamarnya masing masing sambil menutup pintu.


Dalam hati Sai."tidak kalian salah paham!."Sai berteriak ke arah adik adiknya itu bahwa mereka telah salah paham."Huh..."Sai pun bangkit kembali dari atas tubuh Xin.


__ADS_2