LET ME LOVE YOU BABY

LET ME LOVE YOU BABY
100


__ADS_3

setelah makan malam Gabriel menghampiri sang mommy yg lagi duduk di ruang tengah.


Gabriel duduk di samping Kiara.


" mom..di mana daddy?.." tanya Gabriel karna tdk melihat sang daddy setelah makan malam.


" daddy ada di ruang kerja sayang, emang knp kamu mencari daddy?..." ucap kiara sambil menutup majalah di tangan nya dan menatap kearah putra nya.


" tdk ada kok mom cuma nanya doang, kan ngk biasa nya daddy ninggalin mom seperti sekarang, biasa nya kan nempel terus dan suka buat jarak antara aku dan mommy, karna daddy ngk ada aku mau di peluk mommy boleh kan?..." tanya Gabriel.


semenjak kandungan kiara membesar Regan sering melarang Gabriel dekat2 sama kiara dan Gabriel juga sering di suruh nginap di rumah ngandma dan ngandpa nya oleh Regan, namun Gabriel tdk mempermasalah kan itu semua karna ia tau maksud dan tujuan sang daddy melakukan itu semua.


" boleh kok sayang...kapan pun kamu boleh memeluk mommy jgn di dengarin apa kata daddy kamu. " ucap kiara sambil memeluk putra nya itu


" mommy...apa mom memaaf kan kakek dan keluarga nya?."


" huffftt...mom sudah memaafkan mereka dan mom akan belajar melupa kan masa lalu dan menganggap itu semua tdk pernah terjadi." ucap kiara sambil menyentuh kepala Gabriel dgn lembut.


walau pun sulit ia harus melupakan masa lalu dan belajar memaaf kan, bagai mana pun angga adalah papa kandung nya orang yg merawat dan membesarkan nya dgn kasih sayang setiap manusia memiliki takdir nya sendiri.


setelah mendapatkan maaf dari putri nya angga harus menepati janji nya yaitu tdk akan muncul lagi di hadapan putri nya dan menjalani hidup seperti biasa nya, mendapat maaf dari putri nya sudah membuat angga merasa lega dan sedikit rasa nyaman, walau pun ia tdk bisa hidup bersama dgn putri nya seperti dulu lagi setidak nya ia merasa senang karna putri nya hidup bahagia dgn keluarga kecil nya.


" aku ikut senang mendengar nya mom."


Hari berganti hari bulan berganti bulan tak terasa kini kehamilan kiara sudah memasuki 9 bulan.


" ya udah kalo bergitu aku pergi kerja dulu ya sayang kalo ada apa apa lansung hubungi aku yah." Regan pun mencium kening istri nya cukup lama.


" daddy berangkat dulu yah baby twins, jagain mommy yah jgn nakal apa lagi membuat mommy kelelahan " celoteh Regan pada kedua anak nya yg masih di dalam perut.


" daddy ngk usah khawatir baby twins akan jagain mom kok." ucap kiara meniru suara anak kecil.


Regan melangkah masuk kedalam mobil dgn berat hati meninggal kan sang istri. karna tangung jawab bergitu besar di perusahaan ia tdk mungkin berterus2an menyusah kan Kenan dan di tambah lagi Kenan juga sibuk mengurus istri nya yg hamil besar juga saat ini. ia lansung menjalan kan mobil nya membelah jalan menuju perusahaan R.S.A company grup untuk melakukan tugas nya menjadi seorang ceo.


di kediaman Regan dan kiara, wanita hamil itu tengah sibuk menyiap kan bbrapa menu makanan kesukaan putra nya akan datang kerumah setelah seminggu di rumah ngandma Ariana.


" sudah non, biar bibi saja yg mengerjakan nya, non kiara istirahat saja." perintah bik yuni karna takut istri tuan nya kelelahan.


" tdk apa apa bik, lagi pula kalo kiara diam terus pasti badan kiara sakit semua, dan ini tdk terlalu capek kok." bantah kiara karna kiara ingin putra nya memakan hasil masakan nya sendiri.


tak lama kemudian sebuah mobil terpakir di depan rumah kiara dan turunlah anak laki laki yg berumur 5 tahun 3 bulan bocah berwajah tampan dgn mata coklat nya ia berlari tak sabaran menemui sang mommy

__ADS_1


" mommy...Gabriel kangen." teriak Gabriel berlari ketika melihat sang mommy sudah menunggu di depan pintu.


" sayang berlari nanti kamu bisa jatoh."


" heee habis Gabriel kangen sama mommy." cicit Gabriel dan memeluk sang mom tdk erat karna ia tau kalau mommy nya lagi mengandung dua adik di dalam perut besar itu dan selalu di peringatkan oleh sang daddy setiap saat.


" mommy juga kangen sama Gabriel, ya udah ayo masuk mom sudah menyiap kan makanan kesukaan nya kamu.


" waaah Gabriel jadi laper mendegar nya mom." ucap Gabriel menelan air liur nya yg mengiler.


Kiara tersenyum senang dan gemes melihat tingkah imut anak nya. ia menemani putra nya makan di meja makan, dgn sabar ia melayani putra nya mengambil nasi serta lauk pauk yg di pilih oleh putra pertama nya itu.


" mommy suapin." pinta Gabriel dgn manja


" ia sayang, tapi janji harus makan yg banyak yah." ucap kiara mulai menyuapi putra nya itu.


" baik mommy, Gabriel benar2 tdk sabar lagi menunggu adek adek keluar dari perut nya mom."


" benarkah, kalo mereka udah keluar nanti apa Gabriel akan sayang sama adek adek?..." tanya kiara


" tentu saja, Gabriel kesepian main sendirian di rumah ngandma dan ngandpa, kalo adek sudah lahir kan bisa Gabriel ajak main sepak bola dan tembak2an."


" Gabriel kan bisa ajarin, mau cewek atau cowok Gabriel ttp akan menerima nya bagi Gabriel sama saja, yg terpenting mereka sehat dan cepat keluar, kalo cewek Gabriel kan bisa menjaga nya besar nanti."


kiara menghela nafas lega mendengar ucapan putra nya ia kembali menyuapi putra nya sampai selesai.


" mom temani Gabriel belajar yah, kita belajar di lantai bawah saja jadi mommy tdk perlu naik keatas lagi, biar Gabriel yg keatas untuk mengambil peralatan belajar." ucap Gabriel lalu menaiki anak tangga dgn ria membuat kiara tersenyum memandangi pungung putra nya itu.


Namun pada saat anak tangga terakhir , kaki Gabriel tersandung dgn anak tangga sehingga membuat nya tdk seimbang dan hendak terjengkang kebelakang, kiara terbelak kaget lalu teriak memanggil nama Gabriel ia berlari menghampir putra nya tampa memperdulikan keadaan nya yg lagi hamil besar, ia menaiki tangga dan berhasil menangkap tubuh putra nya namun diri nya yg terjatuh dgn posisi Gabriel diatas tubuh nya hingga ke lantai bawah.


" ya tuhan non kiara." teriak bik yuni ketika melihat nona dan tuan muda nya terletak di lantai, di tambah lagi melihat darah mengalir di sela sela paha nya kiara membuat bik yuni semakin panik


" kamu tdk apa apa sayang." ucap kiara kpd putra nya dgn terpata-pata menghwatir kan Gabriel menangis di samping nya karna melihat keadaan mommy nya.


di saat bersamaan Regan tdk pokus dgn perkerjaan nya karna di dalam pikiran hanya ada bayangan sang istri yg membuat hatinya gelisah serta cemas. namun tiba2 foto kiara yg berada di atas meja kerja Regan jatuh dan membuat jantung Regan semakin tdk enak.


Regan mengambil foto itu dan memandangi nya dgn lekat, sehingga ia di kaget kan dgn seorang membuka pintu dgn paksa yg tak lain adalah Kenan sahabat nya sendiri.


" Re istri lu berada di rumah sakit sekarang dgn keadaan terluka dan ia banyak mengeluar kan darah." ucap Kenan dgn panik memberitahu Regan sehingga laki laki itu menjatuh kan kembali bingkai foto yg berada di gengaman nya lalu ia berlari dgn cepat untuk pergi kerumah sakit untuk menemui sang istri.


tdk butuh waktu lama Regan sampai di rumah sakit ia berlari menghampiri sang istri yg sudah masuk UGD. Kiara meringis menahan rasa sakit di bahagian perut nya, hal yg pertama dalam pikiran nya adalah anak nya.

__ADS_1


bagaimana pun cara nya agar kedua anak nya selamat, tdk perduli lagi akan keselamatan diri nya sendiri. dgn mata berat membuka kedua mata nya, sekuat tenaga ia berusaha meraih wajah sang suami yg menagis dalam diam yg tak kuasa melihat keadaan sang istri.


" B-bee." panggil kiara dgn suara terbata-bata dan berusaha tersenyum kpd sang suami.


Julian menahan para dokter yg lain yg ingin menyuruh Regan keluar ruangan tersebut dan membiarkan Regan berbicara kpd Kiara.


" jgn bicara dulu sayang, kamu harus kuat demi anak2 kita, aku mohon. " ucap Regan berusahan kuat dan tdk rapuh.


" bee tolong selamat kan anak anak kalo di antara kami ada yg harus pergi biar aku saja asal jgn mereka, kamu akan merawat mereka kan bee?..." ucap kiara terbata bata dgn bibir gemetan menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya, membuat Regan mengelengkan kepala sambil mengengam tangan kiara dgn erat.


" kamu jgn bicara sembarangan, Julian dan tim nya akan menyelamat kan kamu dan anak kita jadi aku mohon bertahan lah kami semua membutuh kan kamu sayang, jgn biarkan anak2 kehilangan sosok seorang mommy dalam hidup nya, sekali lagi aku mohon bertahan lah sayang tolong ttp di sisi ku dan jgn pernah meninggal kan kami, jika aku tau akan seperti ini aku tdk akan membiarkan kamu hamil lagi sayang." ucap Regan dgn deraian air mata tampa memperdulikan para dokter dan suster menatap nya dgn iba.


kiara tersenyum lemah, berusaha kuat agar suami nya tdk menghwatir kan diri nya seperti sekarang, ia juga tdk rela harus pergi bergitu cepat sebelum menua bersama sang suami. kiara tersenyum setelah itu kesadaran nya pun mulai hilang membuat Regan berteriak memanggil nama nya.


" sayang! bangun sayang, aku mohon bertahan lah." ucap Regan terisak sambil menepuk pipi kiara pelan yg sudah memejam mata nya. julian menghampiri Regan sambil menepuk pelan pundak nya Regan


" Regan tenanglah aku dan para dokter lain nya akan melakukan yg terbaik untuk menyelamat kan mereka sekarang kamu keluar biar kita para dokter melakukan tugas kita di sini." ucap Julian mencoba menenangkan sang sahabat.


" aku mohon An tolong selamat kan mereka, aku tdk sanggup harus kehilangan orang yg sangat berarti dalam hidup ku " ucap Regan sambil menatap kearah Julian.


" pasti kok, aku akan melakukan yg terbaik untuk mereka dan kamu harus banyak2 berdoa untuk keselamatan mereka." julian pun mengantar Regan keluar ruangan.


" cepat lakukan operasi sekarang." perintah Julian kpd dokter lain nya.


" baik dokter julian, kita akan melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan bayi nya tapi ibu dari bayi ini terlalu banyak kehilangan darah sehingga harus mendapat kan tranfunsi darah." jelas salah satu dokter yg menangani kiara.


" lalu apa yg kalian tunggu cepat ambil darah yg sesuai dgn pasien."


" persedian darah A+ udah kosong dok di dumah sakit kita dan nona kiara membutuh kan 4 kantong darah A+ segera."


Julian pun teringat dgn Regan yg juga memiliki golongan darah A, Julian lansung menghampiri Regan dan membawa nya kedalam ruangan tersebut dan menjelaskan semua nya kpd Regan.


" cepat ambil darah ku sebanyak banyak nya, jgn sampai anak dan istri ku kenapa-napa."


para dokter pun mengecek darah nya Regan dan teryata darah nya cocok dan para dokter lansung mengambil darah milik Regan agar kiara segera mendapat kan tranfunsi darah.


untung saja Regan memiliki darah yg sama dgn kiara kalo tdk mereka harus menunggu keluarga kandung kiara yg memiliki darah yg sama dgn diri nya.


" kamu harus selamat sayang, apapun akan aku lakukan asal kamu dan anak2 selamat ttp bertahan sayang aku yakin kamu wanita yg kuat." batin


" setelah selesai pengambilan darah, Regan membopong diri nya sendiri duduk di kursi tunggu ruang UGD dan membiarkan tim dokter melakukan tugas nya mengani operasi sesar nya kiara.

__ADS_1


__ADS_2