
Seminggu kemudian....
"KAK ARON" Teriak hazel menggelegar di koridor karena ia melihat sosok laki-laki yg selama ini ia kejar tanpa lelah.
Karna gemes dan malu Reyhan menjitak tepat di keningnya hazel yg membuat sang empunya mendengus kasar.
" Bisa ngak,gak usah bikin malu sehari aja?!."tanya Rey dgn sinis
Hazel menggeleng lugu."kalo gak bisa."
" Elo yah emang minta di te--"ucap Rey terpotong karena hazel sudah berlari untuk mengejar Aron.
"Woyy emang bener-bener pala Lo minta di tebas" geram Rey
"BODO GAK DENGAR."teriak hazel sembari berlari dan tertawa puas
"Kalo gak denger kenapa ngejawab Maemunah" gumam Rey kesal,lalu ia pergi menuju kls nya sendirian karena tadi Hazel meninggalkan nya.hanya untuk mengerjar Aron.
Hazel terus berlari untuk mengejar Aron yg jalan tak jauh di depannya.
"Kak Aron tunggu calon makmum mu." Ucap hazel asal sambil mempercepat langkahnya,dan akhirnya ia dapat mengimbangi langkah Aron membuatnya tersenyum puas.
" Kakak itu denger atau apa sih."
"Capek tau gak ngejar-ngejar yg gak pasti itu."gerutu hazel
Aron masih fokus dgn jalan di depan untuk menuju kls nya,ia tidak ada niat untuk meladeni cewek centil yg ada di sampingnya ini yg tak pernah lelah mengejarnya.
" Ih kak Aron, di kacangin itu gak enak loh."
"Lelah hati ini di giniin terus." Hazel terus mengoceh tak jelas memuat Aron kesel.
" Berisik."ucap Aron dingin
Hazel mendengus kesal." Habisnya aku di cuekin." Ucap hazel dgn mengerucut bibirnya.
Aron menghentikan langkahnya membalikkan badannya kearah samping untuk sehadapan dgn hazel,Aron menatap hazel dgn tatapan tajam.
" Mau Lo itu apa si?." Tanya Aron geram
" Aku mau kak Aron peka." Jawab hazel enteng
"Aku tuh capek ngejar-ngejar kakak terus yg gak pernah mau ngelirik aku sedikitpun."
" Gue gak pernah nyuruh Lo ngejar-ngejar gue. "Ucap Aron dgn sedikit emosi
"Iya kak Aron tidak pernah nyuruh aku untuk ngejar-ngejar kakak,tapi hati aku yg selalu pengen buat ngejar kakak."Jawab hazel dgn santai serta senyum manisnya
"Gak seharusnya cewek yg ngejar cowok duluan,jadi cewek itu harus ada harga diri sedikit jgn terlalu banting harga."jelas Aron panjang lebar
Hazel malah senyum gak jelas, karena salah mengartikan perkataan nya Aron.
"Oh maksud kakak aku gak boleh ngejar-ngejar kakak lagi? tapi kakak yg ngejar aku? Iya gitu? Ya Allah kak aku ngak nyangka loh teryata selama ini kakak ada menyimpan perasaan untuk aku.aku cinta kakak,kakak juga cinta aku kan?."
Aron memutar bola matanya malas, percuma saja ia meladeni cewek gila yg ada di depannya ini yg ada nanti ia malah ikutan gila. Kadang Aron tidak habis pikir dgn hazel, harus dgn cara apa lagi supaya hazel menjauhinya.segala cara sudah Aron lakukan tapi tidak mempan.
Akhirnya Aron memutuskan untuk pergi sebentar lagi jam kuliahnya.
"Kak Aron mau kemana? Aku belum selesai ngomong." Teriak hazel
"Bacot." Ucap Aron
__ADS_1
Untung kesabaran hazel seperti tango yg berlapis-lapis. Hazel berjalan menuju ke kls nya dgn mulut tak henti-hentinya mengata-ngatai Aron yg sudah membuatnya kesal karena tak di hiraukan.
🐇🐇🐇
Aron memasuki kelasnya dgn wajah yang kesal akibat hazel.dia heran dari banyaknya lelaki di dunia ini kenapa harus dia yg di kejar-kejar oleh hazel.
Aron lansung menuju tempat duduknya di sana sudah terdapat kedua temannya yg sedang mengobrol sesekali tertawa.
" Datang juga Lo,gue pikir ngak masuk hari ini." Ucap Richard
" Kenapa tuh muka di tekuk?." Tanya Gabriel
" Muka Lo kurang di setrika apa ke mana tuh?." Ucap Richard sambil cengengesan
" Bacot!." Aron lansung menarik bangkunya yg bersebelahan dengan Ricard.
Tak lama dosen pun datang untuk mengajar, semua murid langsung duduk ke tempat mereka masing-masing.
🐇🐇🐇🐇
"Kesel ishhh kesellll." Geram hazel
" Lo kenapa sih anjr, datang-datang lansung marah gila Lo zel?." Tanya Fera teman sekelasnya
" Paling juga di kacangin sama kak Aron lagi." Jawab Aurel
" Kok Aurel tau? Cenayang ya?." Tanya hazel dgn polos
" Tau lah kan emang selalu di kacangin sama kak Aron hahahahaaaa"
" Miris nya hidupmu nak ahahaa.semua orang juga pada tau kalo seorang hazel sangat mencintai kak Aron,selalu ngejar."
" DEVVV."teriak hazel
Yg di panggil lansung menengok." Apa sih zel pagi-pagi udah teriak-teriak."
" Mereka jahat ketawain aku." Adunya
Fera dan juga Aurel makin mengencangkan tawanya melihat hazel yg kesal. Mereka tidak habis pikir dgn hazel yg sudah besar tapi masih saja suka mengadu.
" Ya terus gue harus apa?." Tanya Dev sabar
" Marahin." Ucap hazel memelas.
" Udah yah hazel biarin aja."
" Marahin." Rengeknya pada Dev
Rey dari sebrang sana hanya bisa menahan dirinya untuk tidak ketawa melihat adegan hazel yg menyuruh Dev untuk memarahin teman nya.
" Ampun nyai ampun hahaha." Ucap Aurel yg kembali ketawa melihat ekspresi wajah hazel.
" Mending kalian pada diam deh,jgn ketawain hazel terus,kembali ketempat duduk kalian masing-masing." Kalo sudah seperti ini Dev seperti orang bodoh yg menuruti kemauan hazel.tapi demi hazel apapun akan Dev lakukan.
" Ngadu Lo anjr kek bocah." Ucap Fera dan Aurel barengan.
Sedangkan hazel tidak mau kembali ke tempat duduknya.
" Gak mau,aku duduk sama Dev aja."Dev tidak bisa berkata apa-apa percuma kalo membantah perkataan nya hazel.siape saja yg berdebat dengan hazel akan kalah karena ia keras kepala orang nya.
Tak lama kemudian dosen pun datang.yg tadi kls begitu ramai sekarang berubah menjadi hening seketika.jam pelajaran berjalan dgn lancar.
__ADS_1
"Oke cukup sekian jam pelajaran kita hari ini,ingat besok kumpulan tugas yg saya berikan kepada kalian hari ini." Ucap dosen Yayan.
Semua murid pergi berhamburan keluar kelas untuk menuju kantin dan kegiatan lain nya.tapi tidak dgn hazel,hazel malah asik dgn game di hendpon Dev yg baru saja ia download.
" Hazel nanti pulang dari kampus kita ngerjain tugas yah.'"
" Pulang dari kampus? Di mana?." Tanya hazel masih fokus dgn game nya.
" Di tempat Lo aja gimana?."
" Hmmm ya udah."
"Lo gak kekantin?." Tanya Dev yg di jawab gelengan oleh hazel
" Kenapa gak kekantin? Gak lapar apa?."
" Males,jam istirahat juga masih panjang."
Reyhan menghampiri tempatnya hazel.
" Eeeh curut ikut gue ke kantin gak?." Ucap Rey
" Sama siapa?."
" Sama pacar gue lah, flora juga ikut kok."
" Gak mau ahh kalian sama pacar sedangkan gue? Pergi aja lagi males juga."
" Ya elah, ya udah gue ke kantin dulu. Duluan Dev." Dan di angguki oleh Dev
" Hazel....." Panggil Aurel menghampiri hazel. Hazel pun pura-pura tak mendengar panggilan Aurel,hazel masih fokus kepada game yg ada di hp Dev.
"hazel kantin yuk lapar nih."seru Fera
" ayo hazel gak lapar apa?."tanya Aurel, hazel masih tak ingin meladeni ucapan kedua temannya.
"beneran ngambek."
"hazel maaf tadi tuh cuma bercanda lagian lucu sih muka Lo kalo lagi kesal ."jelas Aurel
"bercanda kalian gak lucu."jawab hazel ketus
"mampus Lo anak orang Lo bikin ngambek."seru Dev
"diam Lo Dev."
"ayok hazel kekantin ntar gue traktir deh, terserah Lo mau pesan apa gue yg bayarin ."ucap Aurel dan di angguki oleh Fera
mata hazel lansung berbinar mendengar kata'traktir' dari kedua temannya
"beneran traktir apa aja?."
"hemm..iya beneran ya udah ayok lapar nih gue."jawab Fera sedikit ragu,hazel lansung bangkit
"ya udah ayok." hazel semangat
"Dev gak mau ke kantin?."tanya hazel sambil menyerahkan hp nya Dev
"entar aja deh gue mau Mabar dulu sama Rangga."jawab Dev yg di balas anggukan oleh hazel
mereka bertiga pun lansung menuju kantin
__ADS_1