LET ME LOVE YOU BABY

LET ME LOVE YOU BABY
176 mencoba [AaRON & HAZEL]


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian di kantin.


"Ehem." Dehem seseorang dari belakang


"Hazel ituuu." Fera menyenggol hazel


"Apaan sih?." Tanya hazel


"Itu doi Lo."


"Doi? Siapa?." Tanya hazel


" Nenggok belakang maka nya."


Hazel pun langsung membalikkan badannya ke belakang, betapa terkejutnya saat melihat Aron yg berada di belakangnya.


"Kak Aron." Gumam hazel


"Bisa ikut gue?." Tanya Aron masih dgn tampang datar


Hazel masih cengong dgn ucapan Aron barusan." A...aku kak?."


"Hmm."jawab Aron


"Taman belakang."


Hazel mengangguk dan mengikuti Aron.


___________


Sekarang mereka sudah berada di taman belakang. Keadaan nya hening. Tak ada yang ingin membuka obrolan, hazel pun masih enggan untuk angkat bicara.


"Maaf "ucap Aron yg sukses membuat hazel cengo


"Maaf? Buat apa" tanya hazel bingung


"Maaf."


"Iya maaf untuk apa kakak Aron akuuuu?"


"Buat kejadian itu."


Hazel lansung diam, kejadian itu memutar di ingatan nya seperti kaset rusak. Tapi sejujurnya ia tak bisa marah dgn Aron.


"Maaf." Ulang Aron lagi

__ADS_1


"Lupain aja kak." Lirih hazel


Aron hanya mengikuti kata hatinya saja. Entah perasaan macam apa ini yg jelas Aron tidak suka jika melihat hazel bersama dgn lelaki lain. Kadang perkataan teman-temannya ada benarnya juga.


"Zel "panggil Aron. Hazel lansung menatap Aron yg berada di sampingnya. Ini pertama kalinya Aron mamanggil namanya, tiba-tiba mata hazel memanas.


" Iya?."


"Gue boleh minta satu hal?."tanya Aron yg pandangan nya masih lulus ke depan.


" Apa?."


"Kejar gue lagi."


"Gue merasa ada yg ilang akhir-akhir ini." Jelas Aron


Tanpa sadar air mata hazel pun jatuh di pipi mulus nya, sungguh ia tak percaya dgn perkataan Aron barusan. Jika ini mimpi tolong jgn bangunkan ia sekarang. Tapi ini bukan mimpi,tapi ini nyata.


Hazel hanya tertawa sumbang ia menarik nafas nya dalam-dalam Sebelum memulai berbicara.


" Bukannya gak mau ngejar kayak kemarin- marin lagi. Aku cuma pengen terbiasa dengan semua ini sampai akhirnya jadi biasa. Perasaan ini juga berubah,masih sama.


" Sekarang aku mulai maksain hati biar sinkron sama otak biar berhenti ngejar. Karena kenyataannya, kamu terlalu asik aku kejar sampai kamu lupa kalau aku sudah berhenti ngejar."


Hazel menarik nafas dalam-dalam."ibarat nya, selama aku ngejar aku itu pernah tersandung, kepeleset,jatuh dan macam lainnya. Tapi kamu gak pernah noleh sedikit pun, kamu terus lari ke depan. Kadang kamu larinya pelan bangat sampai aku hampir bisa menggapai kamu, kadang juga kamu larinya kencang banget sampe aku kecapean dan aku sadar aku luka-luka dan perlu di obati."


Aron masih setia menatap Hazel, entahlah tiba-tiba dadanya sesak saat mendengar perkataan hazel. Sebegitu sakitnya kah dia berjuang sendirian?


"Maaf. "Lirih Aron


"Kamu keasikan berlari sampe di belakang kamu sudah gak ada aku lagi. Dan memang aku harus berhenti. Karena,kamu itu seperti kupu-kupu. Semakin di kejar semakin lari, saat kita diam ia dekat sendiri."air mata hazel sudah sangat deras mengalir, ia merasa lega karena unek-uneknya selama ini dapat ia keluarkan.


"Maaf."


Hazel menghapus air matanya dan tersenyum. "Iya kak iya udah aku maafin, gak usah minta maaf lagi. Kan belum lebaran." Jawab hazel dgn cengengesan.


"Aku mau nanya deh sama kakak."


"Apa?."


"Kenapa tiba-tiba kakak ngajak aku kesini terus kakak minta maaf."


"Pengen aja."


"Kok cuma pengen? Pasti ada alasannya."protes hazel

__ADS_1


"Kepo." Jawab Aron


"Kakak tau gak apa yg aku harepin dari kakak?."tanya hazel


Aron menggeleng tanda ia tidak tahu.


"Kakak mau tahu?."


"Iya."


" Aku cuma berharap kakak bisa buka hati buat aku, terus gak dingin lagi,gak bentak-bentak aku lagi. Jujur ya kak waktu di kantin itu aku cemburu sama kak Bianca bisa berduaan dengan kak Aron."jelas hazel. Aron menatap hazel dgn tatapan yg sulit di artikan.


" Dan kakak tau gak? Sebenarnya aku gak bisa ngejauhin kakak, aku gak bisa buat berhenti ngejar kakak, aku gak bisa sehari aja gak gangguin kakak. Soal ucapan aku di kantin itu aku emosi aja karena aku liat kakak sama Bianca. "Lanjut hazel


" Maaf." Ucap Aron lagi. Lidah nya terasa kelu ingin berbicara. Yg ia bisa kan saat ini Hanya kata maaf.


" Gak ada kata lain selain maaf ya kak? Aku ngomong panjang lebar dari tadi dan kakak cuma bales dgn maaf? Sakit tapi gak berdarah aku tu,percaya deh." Ucap hazel dgn wajah yg sok-sok di buat sedih.


Tanpa sadar bibir Aron tertarik membentuk senyum tipis melihat cewek centil yg tak pernah diam saat berada di dekatnya ini.


"Aku harap kakak bisa buka hati buat aku hehe." Ucap hazel dgn cengiran bodohnya.


" Gue coba."


Hazel tercengang mendengar jawaban dari Aron, ingin rasanya ia jingkrak jingkrak sekarang juga tapi ia malu jika Aron melihat ini.


"Kakak gak ngelindur kan?." Tanya hazel memastikan


"Enggak."


"Janji kakak bakal buka hati buat aku?."


"Gue gak bisa janji."jawab Aron yg sukses membuat senyum hazel seketika luntur.


"Tapi gue bakalan usaha."lanjut Aron membuat hazel tersenyum lagi.


"Semoga kakak bisa tepatin ucapan kakak barusan." Ucapnya sambil tersenyum manis di depan Aron.


Hari ini adalah hari terbaik hazel, penantian nya selama ini, perjuangan nya selama ini akhirnya terbalas juga. Tuhan, jika waktu bisa di hentikan tolong berhentikan, Hazel bahagia ada di posisi saat ini. Mengetahui orang yang selama ini ia perjuangkan tanpa lelah, sekarang ingin membuka hati untuk nya.


____


...----------------...


maaf klo GK jelas yh

__ADS_1


__ADS_2