
Saat ini mereka berdua sedang berada di salah satu pusat belanjaan. Ya siapa lagi kalau bukan flora dan gabriel.
Gabriel membawa flora menuju ke timezone yg suasananya cukup ramai.
Ia mengisi saldo kartu Timezone nya supaya gadisnya bisa bermain sepuasnya.
" Mau main apa dulu?." Tanya gabriel.flora mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Timezone.
" Mau itu!." Gabriel menaikan sebelah alisnya dan menoleh ke yg di tunjukkan oleh Flora.
" Gila aja Lo Flo! Itu mah mainan anak kecil,masa mau main itu." Gerutu Gabriel saat melihat ke arah yg di tunjuk flora. Yg benar saja mau main mandi bola, mereka kan udah gede bukan anak-anak lagi.
Flora hanya menyegir menatap Gabriel.
" Cuma bercanda doang kok." Flora menarik tangan Gabriel ke permainan balapan motor.
" Mau ini?." Tanya gabriel.flora mengangguk semangat sembari menunggu Gabriel menggesek kartu Timezone nya.
Setelah selesai.flora menarik Gabriel ke dance floor.
" Kalo bisa main ini gue kasih hadiah. "Tantang flora.gabriel menatap flora sengak.
" Boleh,siapa takut? Tapi hadiahnya terserah gue yah."
" Dih kok gitu!."
" Wajib hukumnya sayang."
" Sayang-sayang palak Lo peyang."jawab Flora kesel.sedangkan Gabriel hanya tersenyum senang melihat flora kesal.
" ayo mulai. "
Seluruh orang di mall menatap flora dan gabriel kagum. Bahkan flora dan gabriel mengerakkan kakinya di sertai tawa bahagia.membuat siapapun yg melihat mereka.pasti lansung berpikir kalo mereka pasangan serasi.
Setelah lagu selesai.flora menyuruh Gabriel untuk bermain capit boneka.
4 kali Gabriel mencoba namun selalu gagal . Gabriel mengacak rambutnya frustasi.
" Ayo dong! Ah Lo mah payah. "Ucap flora
Gabriel menghela nafas nya lalu kembali mencoba.dan yes!!!
Akhirnya Gabriel mendapatkan boneka yg sedari tadi diincar oleh Flora.
Flora bertepuk tangan senang lalu merebut boneka Teddy bear coklat itu dan menciumnya.
"Makasih Gabriel!"
" Boneka nya doang yg di cium? Gue nya enggak?." Goda Gabriel
" Ihs!."
" Makan dulu yuk Lo pasti lapar."
" Satu permainan lagi yah."mohon flora sambil menatap Gabriel memohon.
Gabriel mengangguk kepalanya.
" Mau main apa?."
"Itu!." Flora berlari kearah permainan basket.
Flora menatap Gabriel" Lo ngak ikut main?."
Gabriel menggeleng seraya tersenyum." Lo aja yg main." Sebelum permainan di mulai flora mengikat rambut nya terlebih dahulu supaya tak menganggu konsentrasi nya.
Flora beberapa kali melempar basket yg selalu masuk kedalam ring membuat dirinya teriak senang.
Diam-diam Gabriel memfoto flora dari belakang mengabdikan momen nya hari ini bersama flora.
"Ayo pergi makan." Ucap floraa sambil menarik tangan nya gabriel.
_________
__ADS_1
Kali ini mereka sedang berada di sebuah restoran Italia.
" Mau pesan apa?."
" Terserah Lo aja."ucap flora sambil pandangannya terfokus sama hendpon nya.
Gabriel pun memesan makanan setelah itu berdecak kesal melihat flora malah sibuk sama benda mati itu.
" Riel,siniin tangan Lo."
Gabriel memasang wajah bingung namun tetap menuruti keinginan flora.
Ckrek
Flora tersenyum puas saat melihat hasil gambaran nya.
Diam-diam Gabriel tersenyum.saat Flora mengambil foto tangan mereka. Dan flora membuka akun Instagram nya.
"Mas,mbak maaf ini pesanannya."
Flora tersenyum kepada pelayan wanita itu.
" Makasih ya mbak."yg di balas senyum hangat dari pelayan.
Flora memakan makanan nya.sambil sesekali menoleh ke sekitar.
Dahinya mengernyit saat melihat sosok yg tampak familiar di mata nya.
" Lo liatin apa?."
Flora tersentak lalu menatap Gabriel kesal.
" ngak usah ngagetin bisa Ngk?!."ketus flora kesal.gabriel terkekeh pelan.
" Siapa suruh ngeliatin keluar nya fokus bangat."
Seakan menyadari nya flora lansung menatap lagi namun sosok itu sudah hilang.
Flora menatap Gabriel dgn tatapan menusuk.
" Lo tuh gak ngehargai perjuangan Lo sendiri apa gimana sih?!." Gabriel mengangkat bahunya acuh.
"Kalo mau gue bisa beli semuanya Tampa harus repot-repot kaya tadi."
Flora meniru ucapan Gabriel Tampa suara.
"Sombong amat mas nya!!." Cibir flora
Mereka menghabiskan waktu bersama berjalan-jalan hari ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
[MINTA IZIN]
Seminggu telah berlalu
Flora datang ke ruangan kerja nya Melinda dgn membawa segelas susu hangat untuk mama nya yg telah berkerja dgn keras untuk perusahaan yg di tinggalkan oleh sang papa.
Meskipun Melinda sering memarahinya,namun tetap saja Melinda orang tua nya dan flora tetap menyayangi nya bagaimana pun Melinda pernah menyayangi nya dan menjaga dia seperti anaknya sendiri.flora tidak bisa membenci mama dan saudara tirinya karena mereka adalah keluarga dan satu-satunya yg flora punya.
Dan hari ini flora akan memutuskan akan tinggal di asrama mahasiswi supaya dekat dgn kampus dan tidak perlu memakai kendaraan untuk pergi ke kampus cukup berjalan kaki saja.
Sebagian dari kls nya banyak memilih tinggal di asrama daripada tinggal di rumah mereka.
Tok....tok.....
Flora pun masuk kedalam dan berjalan menuju tempat di mana sang mama berada.
Melinda menghentikan aktivitas nya dan melihat kearah putri tirinya.
" Ada apa datang kesini?."tanya Melinda kepada flora.
Flora pun meletakkan air susu yg ia bawakan barusan di atas meja.
__ADS_1
"Minum susu hangat ini dulu mah,biar tubuh mama hangat, supaya gak sakit gara capek kerja tiap hari."
"Terima kasih.gak ada lagi kan? Kamu boleh keluar sekarang."ucap melinda.dan kembali fokus sama laptop di depannya.
"Hmm,flora mau ngomong sesuatu yg penting mah."
" Mau ngomong apa?mama lagi sibuk sekarang." Melinda menghela nafasnya dan akhirnya mengalah.
Melinda menutup laptopnya dan berjalan menuju sofa. Melinda melihat kearah flora dan menyuruhnya duduk.
"Duduk."perintah Melinda dan flora pun duduk di sofa yg ada di ruangan itu.
Flora pun mulai dgn percakapannya.ia sudah memutuskan nya sejak lama dan hari ini ia memberanikan diri untuk ngomong sama Mama nya.
" Flora mau tinggal di asrama dekat kampus flora mah,boleh kan?."
" Buat apa kamu tinggal di asrama? Apa tinggal di rumah membuat kamu susah untuk ke kampus?."
" Bukan itu mah, flora banyak tugas di kampus dan banyak yg di kerjain masalah desainer juga. Jarak kampus dgn rumah cukup jauh mah dan..."
"Dan apa lagi hah.kalo kamu tinggal di asrama siapa yg mengurus rumah? Kamu itu jgn banyak mau nya bisa ngak sih."
"Tapi mah flora pengen tinggal di asrama. flora janji flora tidak akan menyusahkan mama. flora akan kerja di luar dan gak akan minta uang sama mama, boleh yah?." Ucap flora memohon.
Selama ini flora tidak pernah meminta apapun kepada dirinya.dan sekarang kenapa tiba-tiba flora meminta izin ingin tinggal di luar.
Melinda memijit pelipisnya.
Melinda menghela nafas kasar." Baiklah mama izinkan kami tinggal di asrama.ingat jgn bikin masalah di luar sana. Ini pilihan kamu sendiri mama tidak akan perduli sama kamu."
Flora bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh sang mama.
"Makasih mama,mama emang baik flora sayang mamah."
Melinda kaget mendengar perkataan nya flora.seharusnya flora membenci dirinya. Melinda hanya diam dan tidak membalas pelukan nya flora atau pun perkataan flora.
"Udah lepaskan pelukan nya."
Flora lansung melepas pelukannya.
" Maaf mah,hehe flora terlalu senang karena mama izinin tinggal di asrama."
"Ngak ada lagi kan?."
Flora menggelengkan kepalanya. "Tidak ada lagi.ya udah flora mau istirahat dulu,mama juga jgn lupa tidur jgn begadang terus,flora gak mau mama jatuh sakit."
Melinda hanya diam. Flora pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar namun.....
" Flora apa kamu pacaran sama Gabriel?." Tanya Melinda tiba-tiba
Flora menghentikan langkahnya kemudian membalikkan tubuhnya menatap kearah Mama nya.
Flora menelan ludahnya dgn kasar,dari mana mamanya tahu?.apa yg harus ia jawab.apa ia akan di marahin sama mama nya karena telah berpacaran dengan Gabriel mantan tunangan adik nya sendiri.
"Kenapa diam? Apa itu benar?." Tanya Melinda lagi Karena flora Hanya diam.
" Maaf mah.iya flora pacaran sama Gabriel." Jawab flora. "mama marah?."tanya flora dgn hati-hati
" kamu boleh pergi sekarang."
Tampa banyak tanya lagi flora lansung keluar dari ruangan itu.
Sampai nya di kamar
" Mama tidak menjawab,pasti mama marah sama aku. Tapi kok gak seperti biasanya, biasanya mama marah pasti menghukum aku tapi ini kok malah diam.tidak mungkin suasana hati nya sedang baik kan?."
" Ahhh gue lupa nanya sama mama tentang sara seminggu yg lalu."
Seminggu yg lalu waktu di restoran orang yang ia lihat adalah sara. Sara jalan bersama seorang pria seumuran dgn dirinya.
Yg jadi pertanyaan flora seminggu ini adalah. Bukan kah sara menyukai Gabriel terus kenapa ia bersama cowok lain dia sendiri yang bilang sama flora akan merebut Gabriel kembali? Apa sara sudah tidak menginginkan Gabriel lagi?.
[udah lama aku pikirkan dan keputusan udah bulat. ini cerita bakalan aku rubah alur nya. flora akan masuk jurusan desainer dan bakalan tinggal di asrama dekat kampus dan orang tua nya tidak akan menganggu kehidupannya lagi dan fokus pada perusahaan aja. dan tentang Gabriel dan flora akan di akhir dgn cinta mereka dan Perry akan menjadi orang ketiga. untuk yg lain akan berubah juga]
__ADS_1