LET ME LOVE YOU BABY

LET ME LOVE YOU BABY
174 Memilih menjadi pecundang


__ADS_3

Hazel langsung memasuki kampusnya, ia berjalan di koridor. Banyak orang yang menatap nya dgn tatapan benci dan banyak juga yg menatapnya dgn tatapan kasihan. Ya mungkin karena kejadian kemaren. Hazel masa bodo dgn apa yg orang lain pikirkan.


" Hazel "


Merasa namanya di panggil, Hazel lansung membalikkan badannya ke belakang dan teryata sudah ada Dev di sana sambil melambaikan tangannya dan tersenyum lebar.


" Kenapa? "Tanya hazel, Dev lansung menghampiri hazel.


" Gak papa."


" Huhuuuu kirain apaan."


" Bareng yah ke kelasnya?."tanya Dev


" Iyaa kan kelas kita sama Dev kuuu."jawab hazel gemes melihat tingkah laku Dev. Dev hanya menampilkan cengirannya.


Mereka berdua langsung berjalan menuju kelas mereka. Tapi saat di tengah perjalanan tak sengaja hazel berpapasan dengan Aron, Aron menatapnya dgn tatapan yg sulit di artikan. Hazel menampilkan wajahnya secuek mungkin.


" Hay dedek hazel yg cantik." Sapa Richard


" Hay juga kak Richard." Bales hazel ramah


Dev yg melihat Aron lansung melemparkan tatapan tajam nya. Aron yg di tatap seperti itu hanya memasang wajah datar nya.


" Duluan ya kak" pamit hazel Kepada Richard, sekilas hazel melirik Aron.


Hazel dan Dev lansung menuju kelas mereka. Richard heran melihat kelakuan nya hazel hari ini. Tidak seperti biasanya.


" Tumben hazel tadi gak nempel ke lo seperti biasanya dan bahkan dia tidak menyapa Lo." Heran Richard sembari menatap Aron.


Aron menggedikkan bahunya tanda tidak tahu.


" Awas nyesel Lo kalo dia pergi." Peringat Richard sedangkan Aron hanya menatap Richard dgn tatapan datar se'datar" nya.


" Bener tuh kata Richard, tumben otak Lo lancar." Sahut Gabriel


" Otak gue selalu lancar kok gak pernah macet."


" Kalian berdua berisik Banget sih." Aron lansung meninggalkan mereka berdua


" Loh sih bikin dia kesal aja."tuduh Gabriel. " Gue sedikit heran sama tu anak, apa dia punya masalah lain?."


Mereka berdua menata kepergian nya Aron.


" Kayak nya sih gitu. Sebelum kejadian kemaren di kantin, dia sudah suka melamun pas waktu kerja. Dan gue tanya dia kenapa dan malah dia jawab gak ada apa-apa, kyak ada sesuatu yg di sembunyikan dari kita."


" Mungkin dia belum siap buat cerita sama kita, kita biarin aja dulu kalo sudah waktunya pasti dia bakalan cerita Kepada kita. Ayok masuk kelas."

__ADS_1


_____________


Suasana kantin saat ini cukup padat, Aurel sedari tadi mencari cari tempat yg masih kosong untuk mereka duduki.


" Woy situ aja masih kosong." Ucap Aurel dgn tidak sabaran.


" Lo rese kalo lagi lapar." Sahut Fera


" O j y "jawab Aurel. Fera mendengus kasar mendengar Jawaban dari Aurel.


Sembari menunggu pesanan mereka datang, mereka memainkan handphone nya masing-masing tapi tidak dgn hazel, hazel malah meminjam hendpon miliknya Dev.


" Dev pinjaman hp dong."rengek hazel


" Buat apa?." Tanya Dev


" Buat maen game yg kemaren gue download"


" Kan di hp kamu bisa"Ucap Dev lembut dgn menggunakan kata kamu.


" Gak mau, masih seruan di handphone kamu.pinjam Dev" rengek hazel, Dev hanya menghela nafas pasrah lalu memberikan handphone nya kepada hazel.


" Handphone lebih canggih,lebih bagus,lebih mahal tapi masih aja minjem punya orang dasar kamu." Sindir Fera


" Iri bilang bos" jawab hazel


Hazel tidak menyadari, sedari tadi ada seseorang yg memandangi nya dgn tatapan yg sulit di artikan.


"Nurutin gengsi Lo bakalan hancur." Sahut teman nya lagi


Orang itu membuang pandangannya dari meja hazel, tak mungkin dia menyukai wanita seperti itu. Orang yg sedari tadi memandangi hazel adalah Aron. Logika nya selalu bilang tidak tapi hatinya selalu ingin melihat nya itu menganggu nya lagi.


"Zel gue perhatiin dari tadi kak Aron ngeliatin ke arah elo dah." Ucap Fera sambil sesekali melirik kearah meja Aron.


" Gak mungkin." Jawab hazel sambil memberikan handphone yg ia pakai kepada pemiliknya.


" Iya zel dari tadi dia liatin lo terus."


" Masa sih?."


"Lo beneran marah sama kak Aron?."kali ini Aurel yg bertanya.


" Sebenarnya sih gue gak marah beneran sama kak Aron. Gue cuma mau liat dia ngerasa kaya ada yg kurang gak saat gue gak ngejar-ngejar dia lagi." Jawab hazel sambil mengaduk bakso miliknya yg baru saja datang.


" Lo gak capek merjuangin kak Aron sendirian?."


" Kalo di bilang capek sih ya pasti capek lah,tapi mau kayak mana lagi? Kalo suka sama cowok kayak kak Aron itu harus cewek yg duluan yg ngedeketin. Kalo kita diam-diam aja mana dia tau kalo kita suka sama dia." Jelas hazel panjang lebar.

__ADS_1


" Tapi kan semua sifat orang beda-beda zel."sahut Fera.


" Iya gue tau semua sifat orang emang beda-beda. Tapi ya sifat gue emang gini, gue lebih memilih berjuang walaupun akhirnya pahit, daripada gue diem aja karena takut di tolak.itu percundang banget" jelas hazel lagi


" Tumben Maemunah bijak." Sahut Aurel


" Nama bagus-bagus di ganti jadi Maemunah, nanti di marahin emak gue tau rasa Lo nama anak perempuannya di ganti seperti itu."


Dev yg dari tadi Hanya mendengar ucapan hazel menghentikan makannya. "Jadi kita harus apa zel kalau suka sama orang?." Tanya Dev.


"Ya harus berani berjuang lah dan tunjukin ke dia kalo kamu benar-benar menyukainya."


Dev hanya tersenyum mendengar ucapan dari hazel "maaf, aku lebih memilih jadi pecundang." Batin Dev.


____________


Di perpustakaan


(RICHARD & RANNA)


Richard mendekati tunangannya yg tak lain adalah Ranna. Ia sudah mengetahui tentang pertunangan mereka, padahal ia sendiri yg menyusul ide itu kepada orang tua nya tapi malah dia sendiri yg lupa tentang itu. Dan ia sudah mengerti kenapa Ranna membenci dirinya dan selalu marah-marah dan tidak mau mempercayai nya dulu.


"Sayang...udah dong belajar nya, kasih waktu bersama aku, aku kan tunangan kamu." ucap Richard


Dari tadi Ranna mengabaikan nya dan terus fokus sama buku tebal di depannya. Apa enaknya coba liat buku.


" Richard kamu bisa diam tidak sih, dari tadi berisik terus. ini perpustakaan bukan tempat yg bisa seenaknya kamu ribut. Dan aku tidak mau menerima kamu sebagai tunangan aku lagi. Dulu aku terlalu bodoh." Ucap Ranna dgn tegas dan menatap dgn tatapan tajam kepada Richard.


Ranna jadi gagal fokus sama kegiatannya.


" Jgn ngomong gitu, aku sudah menyesali perbuatan aku padamu. Dan aku sudah ratusan kali minta maaf kepada kamu tapi kamu malah tidak mau memaafkan aku. Apa ketulusan aku kurang jelas? aku bisa melakukan apa saja untuk kamu asal kita memulai dari awal. aku janji tidak akan mengulangi kesalahan lagi."


Ranna mengusap wajah."sifat keras kepala nya tidak pernah berubah."batin Ranna


"Baiklah aku beri kamu satu kesempatan lagi. Aku serius dgn ini semua, kalo kamu bikin kesalahan lagi jgn harap ada maaf dan kesempatan lagi untuk kamu."


" Kamu serius? Tidak berbohong kan?." Tanya Richard. Ia sangat senang akhirnya Ranna memberi Dia kesempatan.


"Kapan aku pernah berbohong kepada kamu. Sudah, sekarang kamu pergi dari sini, jgn menganggu waktu belajar ku, Aku tidak suka itu."


Ranna paling tidak suka kalo waktu belajar nya di ganggu.


"Baiklah aku tidak akan menganggu lagi." Richard bangkit dari duduknya kemudian...


Cup


satu kecupan melayang di pipinya Ranna. Ranna yg mendapatkan ciuman mendadak di pipi hanya bisa diam mematung.

__ADS_1


" Aku pergi dulu bye-bye sayang ku,nanti kita pulang bareng." Ucap Richard terus berlari keluar perpustakaan. orang yg ada di perpustakaan menatap tajam kearah Richard yg berisik menganggu aktivitas mereka.


Richard tidak perduli dengan tatapan tajam yg menuju ke padanya. Perasaannya terlalu senang untuk menangkapi tatapan tajam yg tidak berguna itu.


__ADS_2