
Di sebuah kafe yg tak tidak jauh dari kampus. Gabriel dan flora menghabiskan waktu makan siang mereka di sana.
"Aku pikir aku adalah seorang yg bodoh."ucap flora sambil menyedot minuman nya.
"Sebenarnya kamu adalah kebodohan kecilku."ucap Gabriel dan flora lansung memotong perkataan Gabriel
"Bukan,aku yg sangat bodoh,terlalu bodoh."ujarnya dgn wajah sedih. Gabriel melihat ke arah flora yg kelihatan murung.
"Aku tidak mengijinkan kamu memaki diri kamu seperti itu."
"Aku,aku sudah salah paham kepada Perry."
"Kalau kamu merasa sangat menyesalinya pergi lah untuk mencarinya dan minta maaf kepadanya." flora awalnya nunduk lansung melihat ke arah sang kekasih.
"Bisakah sepeti itu?"tanya flora saat melihat raut wajah Gabriel yg kelihatan tidak senang. "Apa Dewa pencemburu tidak akan marah?."
"Dewa pencemburu?" Gabriel melihat kearah flora."hmm nama itu memang tidak terlalu enak di dengar tapi,aku suka."lanjut Gabriel dgn tersenyum
"Kamu pikir aku lagi memuji kamu?."
"Apapun kamu katakan semuanya bagus."ucap Gabriel sambil mengambil sedotan miliknya flora.
"Itu sedotan aku."ucap flora namun Gabriel tidak perduli dan terus meminum minuman mereka yg emang satu gelas.
"Kita sudah bertunangan jadi tidak apa-apa,hal seperti ini sudah terbiasa juga di lakukan oleh orng seperti kita bahkan lebih."jelas Gabriel
"Tapi ini masih di dekat kampus, gimana ada yg melihat."
"Siapa yg peduli,kamu itu punya aku. Lagian kita bukan melakukan hal yg aneh kan?."
"Emang sih tapi tetap aja."flora mengambil kembali sedotannya. Tanpa mereka sadari ada seseorang yg menatap tidak suka kearah mereka tepatnya kepada flora.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
🐇🐇🐇🐇🐇
Jam berjalan sangat cepat dan udah malam saja. Hari ini flora mendatangi Perry di klub. Flora mengetahui Perry di sana karena dia bertanya kepada temannya Perry.karena flora terus memaksa akhir nya mereka bertiga mengasih tahu kepada flora keberadaan Perry.
Perry masih setia dgn minuman di tangannya.Perry mengingat awal pertemuan pertama nya dgn flora dan kejadian kmren.
"Mengapa kamu di sini?."tanya Perry saat menyadari kedatangannya flora.
"Teman2 mu yg memberitahu aku kalo kamu di sini."jawab flora
"Ketiga orang itu..."
"Jgn menyalahkan mereka,aku yg memaksa mereka untuk memberitahu keberadaan mu."potong flora. "Maaf, aku salah kemarin karena sudah salah paham kepada kamu."Perry lansung menoleh kearah flora
"Kamu Seharus nya tidak minta maaf kepadaku,apa yg kamu katakan kemarin juga sebenarnya juga tidak salah."Perry kembali meminum minuman nya. flora hanya diam menanti Perry melanjutkan perkataan nya.
Perry kembali menatap ke arah flora."kamu adalah wanita pertama yg berani memaki diriku seperti ini."
"Aku benar minta Maaf. hmmm aku masih ada sedikit urusan, aku pergi dulu." Perry tersenyum tipis saat melihat flora pergi dari hadapan nya.
...****************...
Di sebuah tempat di mana ketiga teman nya Perry berkumpul dan bermain billiard sambil membicarakan tentang Perry yg menurut mereka sedikit aneh belakangan ini.
"Aku merasa Perry sangat aneh."ucap Juna memulai pembicaraan
"Sebenarnya bukan cuma kamu yg Merasa Kalau dia aneh.aku sendiri juga merasa begitu,menurutku,dia Sudah terpesona oleh flora."Sambung kenzi
"Kalian Tidak melihat di hari itu,saat flora memarahi bos kita wajahnya berubah menjadi hijau."sambung eja.kenzi lansung melirik kearah eja
"Dia tidak pernah seperti itu sebelumnya."ucap kenzi
"Seperti kata pepatah,pacar adalah Baju tapi saudara adalah kaki dan Tangan."Ucap Juna sambil membidik bola nya ke bola yg lain.
__ADS_1
"Benar, tapi Baju ini Sudah Rusak. Aku sungguh Tidak mengerti, keuntungan apa yg ia milik?."tanya kenzi dgn wajah bingung dan penuh dgn tanda tanya apa untungnya buat Perry melakukan ini semua.
"Haissh..pangeran juga memiliki musim semi."ujar Juna
"Sudahlah kalian jgn mengaur lagi kalo ngomong."Ucap eja kepada kedua Sahabat nya.
di lain tempat flora baru saja sampai di asrama nya.
Sesampainya Flora di dalam asrama dan ia di kejutkan oleh keberadaan Cindy Claudia di dalam kamarnya.
" Cindy, kenapa kamu bisa di sini?."tanya flora dan berjalan mendekati Cindy di sopa di kamarnya dan duduk.
"mulai hari ini,kamar ini akan menjadi kamar kita berdua."jawab Cindy dgn senyuman
"benarkah itu?."tanya flora dgn wajah senang.flora melihat sekeliling dan tidak menemukan keberadaan Hinata di sana.
" jadi di mana Hinata?."
"mungkin dia di pindahkan sekamar bersama yeri."
"kalo begitu Yeri pasti sangat sedih."
"aku juga merasa begitu. sebenarnya bisa masuk ke kampus ini adalah impianku selama ini"
"kamu jgn mengira Yeri dan rombongannya cuma membicarakan merek-merek mahal, sebenarnya mereka juga sedang berusaha kuat agar tidak di remehkan oleh orang lain.selagi dia masih dari keluarga kaya maka mereka akan semakin memperdulikan semua itu dari segi penampilan dan semacam lain nya."
"teryata orang kaya raya seperti mereka teryata lebih banyak beban pikiran."
"tentu saja,orang kaya juga berkerja keras untuk bertahan hidup."Cindy melirik kearah flora. "kamu harus berkerja keras kalo ingin memakai mahkota."
"Cindy,aku rasa kamu dan mereka itu berbeda.kamu lebih baik daripada mereka,lebih keren."Cindy hanya tersenyum mendengar perkataan nya flora. dan flora menyuruh Cindy untuk bercerita tentang kampus dan lainnya.
bersambung^°^
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...