
" FLORA!."
teriak seorang dari belakang begitu nyaring.tadi nya flora mau nyusul Gabriel ke parkiran eeh malah kgk jadi karna ada yg manggil.
dgn cepat flora memutar tubuhnya menatap kearah sang pelaku.
Perry Lou.
tu orang ada di pasar malam juga ternyata? Perry melambai-lambai kan tangan mengintruksikan gue untuk menghampiri nya.sebagai teman baik dgn ogah gw menghampiri dia yg lagi duduk di pedagang 🌽 bakar.
Perry nyengir. sinting nih bocah.
" Lo kenapa? ." tanya gue
Perry menggeleng.perry menyeret satu kursi berwarna merah di sebelah nya."duduk flora."
flora bergidik ngeri.tumben ini anak baik"ke sambet apa lu?."
"iya,gue kesambet pesona Lo."Perry mengedipkan sebelah matanya ganjen.
"astaghfirullah." gue mengusap dada dramatis." amit-amit."
Perry terbahak.gue mengendus kesal. di lihat dari dekat Perry kelihatan ganteng.banyak yg suka sama dia.tapi aneh kalo gw kgak tertarik sedikit pun sama dia.apa mungkin sering ketemu di kampus atau karena udah terlanjur menganggap dia sebagai teman,tidak lebih." pikiran flora
" mau jagung 🌽 ngak? "tawar Perry cowok itu melipat kemejanya sampe siku.ganteng bngt ngk boong.
" boleh." gue ngangguk setengah sadar
" gue tau gue ganteng." Perry terkekeh geli." sampe Lo ngk ngedip gitu."
gue diam.mengedipkan mata berkali-kali.setelah sadar.gue memutar bola mata males." dih siapa juga yg terpesona sama toge goreng macam Lo?."
" kalo gue toge goreng Lo mau jadi bumbu kacang nya?biar bersatu gitu kyak Romeo and Juliet hahaaaa." cowok itu mengangkat kan sebelah alisnya.
" ngk jelas Lo Bambang." bentak gue.ni orang makin hari makin aneh aja .
" sensi amat Lo. "
gue menghela nafas panjang" dari tadi Lo ngoceh mulu.lo manggil gue ke sini ada apa?."
" mau jagung 🌽 ngak?."
" ngak nyambung." gue mulai kesal lagi
" ngak ada apa-apa sih."
"gue pengen bunuh Lo sumpah."
" mang jagung nya dua yah!." Perry malah pesan jagung bakar.darah tinggi gue lama-lama di sini.
"siap bang!." sahut tukang jagung.bbrapa saat kemudian orang itu membawa dua buah jagung bakar dan memberikannya kepada Perry serta gue.
" makasih." ujar gue dan Perry barengan
" makan dulu Ra, gue tau Lo lapar."
mengalah lebih baik dari pada mendengar ocehan no faedah Perry.
" Lo kesini bareng siapa? sendiri?."
uhuukk
__ADS_1
seketika gue sadar mendengar pertanyaan Perry. gue main kabur aja ninggalin Perry Tampa pamit terlebih dahulu kepada dia.gue lari udah kayak orang gila menuju ke parkiran.hampir setengah jam gue ninggalin Gabriel sendirian di parkiran mobil.
kok gue jadi begok gini Sekarang?
sampai di parkiran gue kaya mau mati. kekurangan oksigen akibat lari.untung mobilnya Gabriel masih ada di situ gue pikir dia bakalan ninggalin gue.
" Gabriel-."
" diam ." ujar Gabriel dingin
gue meneguk ludah kasar.gak salah lagi Gabriel marah banget sama gue. Perry memang sialan, kampret emng. ngak seharusnya gue ikut.gue juga bego sampe lupa kalo Gabriel menuggu di sini.
" Riel dengerin dulu-"
" gue bilang diam Flo." Gabriel menatap gue tajam.matanya udah memerah
gue gangguk pelan.gue biarin dia tenang dulu.gue mejamin mata rapat saat Gabriel menambah kecepatan mobil nya.
cukup waktu 10menit untuk sampai di depan gerbang rumah gue.saking ngebut nya Gabriel membawa mobilnya,untung selamat sempe tujuan
gue keluar dari mobilnya Gabriel dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.
" gue pulang dulu.sana masuk kedalam rumah."perintah Gabriel
" iya." jawab gue. Gabriel melajukan mobilnya dgn kecepatan tinggi. gue melirik jam di tangan.
" untung jam 9.tapi kenapa Gabriel kelihatan marah banget tadi dan kenapa gak mau dengerin penjelasan gue.sudah lah mending masuk dulu kerumah."
Di kamar flora
flora baru saja selesai mandi tapi hati nya tak tenang.terus kepikiran sama Gabriel.ia pun meraih ponselnya dan mulai mengetik sesuatu dan mengirim nya kepada Gabriel.
Ting..suara notifikasi ponsel nya Gabriel. Gabriel meraih ponselnya dan melihat siapa yg mengirim pesan ke pada diri nya.
^^^"flora 🐇"^^^
Lo masih marah yah sama gue?
Gabriel tersenyum senang ternyata flora peduli sama dirinya.
"Gabriel"
marah kenapa?
flora merubah posisi nya menjadi baring
"flora🐇"
tu kan malah gitu,yg tadi loh "
"Gabriel"
owh. kenapa tidak pulang
sama Perry saja tadi?
"flora🐇"
kan gue datang bersama lo.masa pulang sama Perry. kok Lo tau gue bersama Perry? "
flora mengerutkan keningnya dgn bingung.dari mana Gabriel tau kalo dirinya tadi bersama Perry?.
__ADS_1
"Gabriel"
gue punya mata buat liat. ngapain coba Deket sama dia!
jujur Gabriel tidak suka melihatnya.
^^^"flora🐇""^^^
gue tau sekarang,Lo marah gara gue sama Perry?
tebak flora tepat sasaran.
" Gabriel"
ngak.lu tau ngak sih Perry itu natap lu beda banget.dia itu suka sama Lo.
walaupun Gabriel tidak terlalu mengenal Perry ia yakin dgn tatapan yg Perry berikan kepada flora.
^^^"flora🐇""^^^
^^^gue tau kok^^^
Perry sudah mengungkapkan perasaan nya sama flora.namun di tolak sama flora karena flora cuma menganggap nya sebagai teman seperti ia menganggap Reyhan, tidak lebih.
"Gabriel"
jadi selama ini Lo tau?
Gabriel kaget setengah mati.pengawasan nya kurang.
^^^"flora🐇"^^^
^^^iya.^^^
"Gabriel"
l-lu enggak suka kan sama dia?
Gabriel mulai ngak tenang di kamarnya.
^^^"flora🐇"^^^
^^^enggak^^^
"Gabriel"
kenapa?." dahi Gabriel berkerut." Perry kan ganteng,tadi aja ngak ngedip ngeliat Perry melipat kameja nya.
^^^"flora 🐇"^^^
emang ganteng sih tapi gue kgak tertarik sama dia.lagian gue sama dia cuma teman kgak lebih kok.cuma sering ketemu di kls doang. di luar mah jarang.
flora menjelaskan semuanya sama gabriel tanpa sadar.entah kenapa flora tidak ingin Gabriel salah paham kepadanya.
akxel masuk ke kamar sang kakak untuk mengembalikan laptop yg ia pinjam untuk mengerjakan tugas nya.3 kali akxel memanggil Gabriel namun tak di hiraukan oleh Gabriel membuat si kecil bingung menatap kearah yg lebih tua.
" kak Gabriel kenapa sih.senyum ngak jelas ke layar hp.siapa yg membuatnya seperti itu? bahkan di panggil pun kgak nya'ut." gumam akxel kemudian ia lansung keluar dari kamar sang kakak.
Perry Lou anak pemilik kampus tersebut.umur 16 tahun ibunya meninggal. Dan di umur 17 tahun papa nya menikah lagi dan teryata itu adalah selingkuh papa nya saat mama nya masih ada. setelah lulus SMA Perry memutuskan untuk tinggal di rumah pemberian dari mama nya di saat ia berulang tahun 15 tahun. ia tidak ingin kembali ke rumah besar walaupun sudah di paksa oleh papa nya sendiri.
...****************...
__ADS_1
[ngikut otak aja jalan kemana.maaf kalo ceritanya udah ngawur.gue Mles baca ulang.dan sikap flora sdikt beda dari yg awal. kgk ada lagi penyiksaan]