
pagi ini hazel sudah siap untuk berangkat ke kampus. ia lansung bergegas turun ke bawah untuk berangkat.
" non itu ada den Dev di depan." ucap bik inem
hazel mengerutkan dahinya. tumben sekali Dev pagi-pagi seperti ini sudah berada di depan rumahnya, entah setan mana yg merasuki Dev tapi hazel tak perduli. ia lansung keluar dan menghampiri Dev yg sedang nangkring di atas motor kesayangan nya.
" kok Dev tumben pagi-pagi udah di sini?."tanya hazel menghampiri Dev.
Dev hanya nyengir memperlihatkan deretan giginya yg rapi dan putih.
"gak papa pengen aja."
" ih Dev aneh"
" emang gak boleh nih?."
"boleh lah."
" ya udah ayok naik nanti telat lagi."ucap Dev dan lansung di angguki oleh hazel.
...----------------...
Sekarang mereka sudah sampai di kampus, Dev lansung memarkirkan motornya di tempat yang kosong. hazel langsung turun dari motor Dev dan menunggu Dev untuk ke kelas bareng.
"yuk" ajak Dev yg di angguki oleh hazel, mereka berjalan menuju kelas mereka.
di lain tempat ada yang melihat mereka dgn tatapan geram." dasar cewek gatel, sok kecantikan!!! semua aja di deketin."geram gadis itu.
" liat aja Lo hazel abis Lo sama gue."ucapnya dgn seringkai iblis nya dan pergi meninggalkan parkiran.
"Dev tau gak "tanya hazel
" enggak." jawab Dev acuh
hazel memukul gemes pundaknya Dev. "kan aku belum ngomong Dev udah di potong aja."kesalnya sambil mengerucutkan bibirnya
"aduh sakit zel, iya deh iya emang tau apaan?."tanya Dev sambil mengusap pundaknya yg di pukul oleh hazel.
"gak jadi."ketus hazel lalu ia lansung pergi meninggalkan Dev duluan. ia udah duluan kesel dgn Dev. padahal tadi dia ingin memberitahu tentang Aron yg sekarang sudah ingin membuka hati untuk nya.
" eeh jgn ngambek dong."
"entar semakin jelek loh, mau?"
"Dev ngeselin." ketus hazel
"iya deh maaf tadi tuh cuma bercanda. emng mau kasih tau apa?"
__ADS_1
"yakin nih mau dengerin?."Tanya hazel memastikan
"yakin dong."
"kak Aron udah mau buka hati buat aku."seru hazel dgn semangat. seketika mimik Dev menjadi masam.
"Dev tau gak? kemaren kak Aron mau menemani aku makan es krim di taman."ucapnya lagi dgn mengingat kejadian kemaren yg bahagia.
Dev hanya tersenyum getir melihat hazel dgn antusias nya menceritakan Aron di depannya.
"jadi gini rasanya cinta sendiri?."batin Dev.
" udah itu aja?."tanya Dev ketus. hazel mengangguk sambil tersenyum bangga.
"yaudah."Dev lansung pergi meninggalkan hazel duluan. hazel yg melihat perubahan sikap Dev hanya mengerutkan dahinya bingung.
"Dev kok ninggalin sih." hazel lansung berlari untuk mengejar Dev yg sudah jauh di depan sana.
tiba-tiba saja ada rasa aneh yg menghampiri Dev, hatinya terasa perih mengetahui hazel yg bahagia sekali dgn Aron. lalu apa gunanya Dev di sini? ia yg lebih dulu mengenal hazel, ia yg lebih dulu bersama hazel,ia yg lebih dulu menghibur hazel. lalu knp malah Aron yg hanya lihat? kenapa Aron bisa dgn mudahnya mendapatkan hatinya hazel tanpa berjuang.
dunia memang terasa sangat tidak adil. Dev yg selalu berjuang untuk mendapatkan hati hazel tapi...... sepertinya hazel Hanya menganggap nya sahabat tidak lebih. seharusnya Dev sadar diri di sini mereka sejak kecil bersahabat lalu knp Dev menginginkan nya lebih dari seorang sahabat.
munafik jika persahabatan cowok dan cewek itu bakalan utuh. karena salah satu di antaranya itu pasti memiliki rasa yg melebihi dari sahabat.
Dev memasuki kelas nya dgn muka datar dan tatapan tajam, mereka yg melihat pun terheran dgn Dev hari ini.
" eeh zel Lo apain dev?."tanya Aurel
"gak tau."Jawab hazel lansung menghampiri Dev.
"mampus Lo anak orang Lo bikin galau."ucap Fera yg membuat hazel berdecak kesal.
"Dev kenapa?" tanya hazel yg sudah berada di depan Dev.
"gak papa."
"tapi kok ninggalin barusan?."
"bentar lagi dosen masuk, mending Lo duduk di tempat Lo sana."
"Dev marah? tapi karena apa?."
"enggak hazel."ucap Dev dgn nada yg sedikit emosi. mau tak mau hazel pergi ke tempat duduknya.
Dev masih terdiam di tempat duduknya, ia masih merasakan hatinya yg selalu memberontak di kala hazel selalu menceritakan Aron. bodoh memang, masih saja berjuang. tapi Dev tidak bisa egois di sini, ia juga ingin melihat hazel bahagia meski tak bersamanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
saat pelajaran baru di mulai tiba-tiba hazel ingin ke toilet untuk membuang air kecil.
" izin mau ke toilet dulu yah." izin hazel kepada temannya.
" mau di temanin gak?"tanya Fera
"gak usah deh cuma bentar aja,udan kebelet nih."lanjut hazel langsung pergi menuju toilet wanita.
"akhirnya lega."seru hazel setelah mencuci tangan hazel lansung keluar dari kamar mandi tapi saat ingin keluar tubuh nya seperti di siram dgn air yg memiliki bau busuk, hazel tidak tau itu air apa.
"uppss cabek."ucap gadis yg baru saja menyiram hazel dgn air yg memiliki bau tak sedap.
hazel menggeram kesal dgn gadis itu, pikiran saja.salah hazel apa sampai ia tega-teganya menyiram hazel dgn air yg di yakini hazel adalah air yg sudah di campur dgn telur busuk, pasti kalian bisa membayangkan nya.
"mau kakak itu apa sih?."geram hazel
"mau gw Lo gak usah lagi dekat-dekat dgn Aron."
" emang kakak siapa hah? seenaknya saja nyuruh gue jauhin kak Aron."
gadis tersebut sudah sangat emosi dgn hazel, ia lansung menarik rambut nya hazel dan menampar pipi nya hazel dgn keras.
plakk
"ini buat Lo yg udah kecentilan dgn Aron gue."
plak
"ini buat Lo karena udah berani ngelawan omongan gue."
plak
"dan ini buat Lo yg udah rebut Aron dari gue."
main mata hazel sudah membasahi pipinya. perih, itu yg di rasakan nya tapi rasa perih di pipinya tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. saat gadis itu ingin melayangkan tamparan yg ke empat kali nya tiba-tiba ada seseorang yang datang yg menahan tangan nya.
"sekali lagi Lo tampar dia gue jamin hidup Lo gak bakalan tenang." ucap Aron yg lansung menghempaskan tangan gadis itu dgn kasar. entah bagaimana ceritanya Aron bisa ditempat ini. tatapan Aron yg begitu tajam seakan-akan ingin membunuh orang dan juga rahang nya yg mengeras tanda ia sedang menahan emosi.
"Aron ini gak seperti yg Lo liat."ucap gadis itu
"kelakuan Lo murahan, Bianca."ucap Aron dgn menekan kata 'bianca'. gadis itu adalah Bianca. Bianca sudah kepalang benci dgn hazel karena Bianca mengira hazel sudah merebut Aron dari nya.
"jgn pernah sentuh dia, karena dia cewek gue." hazel tercengang mendengar ucapan Aron yg mengatakan bahwa kalo dia adalah ceweknya? oh my ghotss rasanya hazel ingin terbang melayang jika saja keadaan bukan seperti ini.
"dan ingat satu hal, kita tidak dekat jadi jadi berlebihan kita cuma teman satu kelas. dan sekali lagi Lo ganggu miliki gue. gue jamin hidup Lo gak tenang."ucap Aron yg lansung menarik tangan nya hazel untuk pergi.
Bianca yg melihat itu lansung menggeram kesal. "Lo tunggu pembalasan gue yg lebih parah dari ini hazel. Lo penghancur dasar ******."Bianca mengacak rambutnya frustasi
__ADS_1