
" sayang knp kamu tega meninggal kan kami bergitu saja tampa memperdulikan perasaan kami, apa kamu tdk ingin lagi berada di samping ku sampai tua dan merewat anak anak sampai mereka dewasa, aku tdk sanggup hidup tmpa kamu sayang, sungguh aku tdk sanggup.
Batin Regan lemah karna kehilangan belahan jiwa nya, separuh hidup nya terasa mati hingga ia hampir terhayung kebelakang jika Julian tdk menangkap nya dgn cepat sudah pasti ia terjatuh.
" kau ini menyusahkan saja, semangat dikit jadi orang, jgn seperti ini Kiara ngk akan suka melihat kau bergitu lemah." omel julian sambil membopong tubuh nya Regan berjalan menelusuri lorong rumah sakit.
jantung Regan seakan tersambar petir saat melihat salah seorang dokter yg menangani istri nya tadi. Regan terjatuh di lantai karna kaki nya lemah seakan mati saat melihat sosok seluruh tubuh nya yg tertutup dgn kain putih lalu di lorong masuk ke ruangan jenazah membuat tubuh Regan gemetar hebat tak percaya.
" Kiara, Kiara....." teriak Regan terisak dalam tangis nya Kenan dan Julian pun membantu Regan berdiri dan menatap dalam diam.
" kita temui Kiara yah." ajak Julian sambil memapah tubuh nya Regan yg bergitu lemah.
Regan meronta lalu berlari dgn cepat menuju ruangan jenazah.
" bocah ini." ucap Kenan dgn geram mereka berdua pun berlari mengejar Regan.
Regan berhenti di depan pintu ruangan jenazah. dgn tangan bergetar serta wajah pucat ia memcoba mendorong pintu tersebut, namun tiba tiba kerah baju belakang nya di tarik oleh Kenan.
" kamu mau kemana?.." tanya Kenan heran
" tentu saja mau menemui Kiara ken, knp kamu menjadi bodoh gini." ucap Regan kesal. bisa bisa nya ia bertanya seperti itu dgn keadaan tengah berduka seperti sekarang ini.
tdk punya perasaan! bahkan wajah nya tdk menunjukkan rasa pratian pada diri nya sama sekali, pemikiran nya Regan.
" minggir jgn meanggu ku."
" dasar otak udang, mau menemui kiara bukan di sini oon." ucap Julian sambil menarik kerah baju nya Regan
__ADS_1
" kenapa kamu membawa ku kemari An, aku mau menemui istri ku terlebih dulu, aku tdk mau menemui anak anak ku sebelum menemui istri ku, sebelum....."
" sebelum, dia di kubur kan." ucap nya pelan sambil menangis menahan sesak di dada nya seolah jantung nya berhenti berdetak.
" di kuburkan apa bodoh, sebaik nya kamu masuk dulu sebelum otak kamu mencair karna terlalu steres sehingga kamu berpikir yg tdk tdk." Julian mendorong Regan hingga masuk kedalam ruangan rawat yg penuh oleh keluarga dan teman nya Regan bingung setengah mati.
satu persatu mereka menyingkir dari jalannya sehingga terlihatlah sosok wanita yg tengah berbaring lemah dgn mata sudah terbuka serta senyum lembut di arah kan kpd diri nya.
Regan terdiam mematung tak percaya dgn apa yg ia lihat ia mengosok-gosok kedua mata nya berulang kali.
" dasar bodoh bukan nya di samperin malah bengong, tadi teriak triak memanggil nama Kiara dan ingin menemui nya, giliran susah melihat nya malah mematung." ejek Julian kpd Regan kemudian ia mendorong pungung belakang Regan sehingga laki laki itu melangkah maju.
" s-sayang ini beneran kamu?.." ucap Regan terpata pata karna gugup tak percaya.
" kenapa Regan jadi linglung gitu sayang." ucap Queenza sambil menoleh kearah suami nya
" jadi kamu mengira aku udah meninggal bee, apa kamu kecewa karna aku selamat?." desis kiara dgn nada lemah namun rajuk nya ttp tdk pudar karna suami nya mengira ia sudah meninggal.
" Bu-bukan bergitu sayang." ucap Regan bingung mau berkata apa lagi. emng kenyataan nya ia berpikir kalo sang istri akan pergi untuk selama nya.
" ini semua salah nya Julian karna dia tdk memberitau aku dgn jelas, bahkan dia berani menampil kan wajah bergitu tegang kpd ku." ucap Regan
" ck kau saja yg cepat cepat memotong perkataan ku yg belum selesai, bahkan nyelonong pergi bergitu saja tampa mendengar lebih detil lagi." ucap Julian santai
" bee jgn bilang kamu belum melihat anak anak kita?.." selidik kiara." kamu kemana tadi bee sampai aku sadar saja kamu ngk tau, boro boro melihat anak anak." rajuk kiara membuat Regan bersalah karna tdk berada di sisi nya pada saat anak nya lahir dan pada saat istri nya sudah sadar.
" maaf sayang." cicit Regan pelan dgn wajah sedih
__ADS_1
" Regan dari tadi terus berdoa untuk keselamatan kalian, sehingga ia lupa melihat anak nya yg sudah lahir." jelas Kenan
Kiara tersenyum menatap sang suami yg terlihat sedih.
" sebaik nya kita keluar dan biar kan mereka berdua, siapa yg mau ikut melihat cucu tante." ucap Ariana
" satu persatu mereka semua pun keluar, sehingga menyisa kan Regan dan Kiara di ruangan tersebut.
" bee..." sambil meraih wajah sang suami
" sayang, maafkan aku, aku tdk bisa menjaga kamu sehigga kamu terluka seperti ini." sesal Regan
" kemarilah.."
Regan mendekat kan diri nya kearah Kiara, kiara pun lansung memeluk sang suami dgn erat dan mencurah kan rasa bahagia.
" Hiks...bee aku benar benar bersyukur di beri kesempatan untuk hidup setelah diri ku di nyata kan kritis....hiks..hiks..." isak kiara di dalam pelukan nya Regan
" aku juga bersyukur sayang, terima kasih sudah berusaha untuk bertahan di sisi ku dan anak anak, kamu wanita yg hebat yg di kirim kan tuhan kpd ku, aku tdk bisa membayang kan jika kamu pergi meninggal kan ku untuk selama nya, terima kasih sayang." ucap nya lirih
" bee...apa aku boleh melihat anak kita? aku pengen melihat baby twins." rengek kiara kpd suami nya
" boleh, tapi tdk sekarang, kamu istirahat dulu kan kamu baru sadar sayang, setelah keadaan kamu stabil baru nanti suster memberikan anak kita kekamu untuk di berikan asi pertama, lagi pulang mereka sekarang di dalam inkubator." jelas Regan
" tapi janji yah setelah itu aku bisa melihat anak anak kita."
" iya sayang, istirahat lah aku akan menemani kamu di sini." Regan membelai kepala istri nya dgn lembut lalu mengecup nya membuat kiara memejam kan mata nya karna terlalu nyaman di belaian sang suami.
__ADS_1
setelah Kiara tertidur dgn lelap, Regan bangkit perlahan agar sang istri tdk terbangun , lalu melangkah keluar menuju ruangan di mana anak nya di rawat.