
Perry dan ketiga sahabatnya masih berkumpul di ruangan yg emang di khususkan oleh Perry untuk mereka berempat.
Perry terus melempar anak panah kecil kearah papan yg di mana di sana ada foto Gabriel.
" Seperti nya kamu beneran menyukai wanita itu(flora)." Ucap Juna salah satu teman nya Perry
" Omong kosong! Aku tidak menyukai nya. Kalian tahu gue melakukan itu karena kalah taruhan sama kalian."
Sebelum mengenal Flora
Mereka berempat lagi main game namun Juna memberi ide konyol, Yaitu siapa yg kalah harus menembak seseorang yg memasuki kantin pas di waktu siapa yg kalah.
Dan kebetulan kantin masih sepi dan Perry kalah dalam permainan sesuai perjanjian yg kalah harus menembak seseorang yg pertama melewati pintu masuk kekantin. tidak peduli cowok apa cewek dan kebetulan flora yg masuk ke kantin ia sedang membeli minuman untuk dirinya dan kedua sahabatnya.
Mereka bertiga tidak bodoh anak kecil saja bisa tau. Perry terkadang otaknya tidak di gunakan dgn baik.
" kalo kamu tidak benar menyukainya terus kenapa kamu berterusan mendekati nya dan bahkan kamu mengaku kalo kamu satu kelas sama dia tapi sekarang kenapa gak ikut lagi?(ke jurusan flora yg Sekarang)." Ujar kenzi
" Kamu hanya ingin membuat kak Gabriel jengkelkan saja kan?."tanya Juna
Perry berjalan menuju tempat duduk yg di mana temannya berada.
" Perry, dengarkan aku, kalo kamu beneran menyukai flora kami mendukung saja tapi jgn melanjutkan kebohongan kamu. Itu lebih menyakitkan. Wanita tidak suka kebohongan." Ucap eja
" Bener tuh yg di katakan oleh eja."kenzi membenarkan perkataan nya eja.
Perry tidak perduli dengan perkataan teman-temannya.
_____________
Esoknya paginya
Perry membawa mobilnya dgn pelan saat melihat orang yg ia cari ada di depan mata.
" Setiap hari kalo bukan naik sepeda pasti jalan kaki." Ucap Perry yg masih di dalam mobilnya
" Kau akan lelah."
Flora memasang wajah kesel sama Perry yg selalu menganggu nya." Itu tidak ada hubungannya dengan kamu." Jawab flora terus berjalan tanpa memperdulikan Perry.
" Tunggu." Ucap Perry dan flora pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya dan melipat kedua tangannya di dada. Perry pun keluar dari mobilnya.
" Nih." Perry memberikan kunci mobil sport nya kepada flora.
" Mobil ini untuk kamu dan kamu harus menjadi pacar aku." Ucapnya sambil meletakkan kunci mobilnya di atas tangan nya flora.
" Aku tidak membutuhkan nya dan aku tidak mau menjadi pacar kamu. Aku sudah punya pacar, Apa semua nya masih belum jelas. jgn menganggu aku." Ucap flora sambil mengembalikan kunci mobil milik Perry dan melangkah pergi.
"Tunggu, kamu mau kemana?."
Flora menoleh kearah Perry. "Aku ada PR yg harus di kerjakan."
" Tunggu sebentar."Perry mengambil bunga mawar merah di mobilnya dgn ukuran besar dan memberikan kepada flora. Dgn alasan bunga itu ia di kasih orang lain karena dia tidak menyukai nya jadi di kasih kepada flora daripada di buang kan sayang.
Flora tidak ingin lama-lama lansung menerima bunga tersebut karena kalo pun di tolak bakalan percuma juga. Dan flora tidak bodoh yg bisa di bohongi.
Perry hanya menatap kepergian nya flora." Mudah sekali." Ucapnya sambil tersenyum tipis. Tak jauh dari Perry berdiri seorang melihat adegan mereka berdua barusan yg tak lain adalah Gabriel.
____________
__ADS_1
Perry dan ketiga sahabatnya sedang bermain basket di lapangan tentu saja sambil bercerita tentang kejadian pagi tadi.
" Mustahil, dia tak seperti gadis yg akan di beli oleh bunga." Ucap Juna tdk percaya.
" Kau bodohnya, bunga itu yg di kirim oleh Perry dan Perry cuma berbohong tentang ia mendapatkannya." Sahut kenzi
Eja mendekati sahabat nya." Eeeh hari ini hari valentine yah?." Tanya Eja bingung karena ia melihat sekeliling orang-orang pada memegang bunga semua.
" Bukan." Jawab Juna. Mereka bertiga pun mengikuti kemana mata eja melihat.
" Sepertinya, bunga yg di pegang orang-orang kayak kenal?." Ucap Kenzie
Juna terkekeh duluan." Tampaknya yg kamu lakukan hari ini tidak berguna."
" Tidak apa-apa perry." Ucap eja menenangkan sang teman
" Hanya seorang wanita." Ujar kenzi. Perry diam, kesal sudah tentu ia rasakan saat ini ia merasa kalo flora sedang mempermainkan perasaan nya.
" Flora, kamu sudah menarik perhatian ku sejauh ini." Ucap Perry dgn tersenyum sinis.
_________
Di koridor kampus
" Nona Yeri menurut berita terbaru. Flora itu bukan orang sembarangan." Jelas Lia salah satu teman nya
"dia melakukan apa?."tanya Yeri
" hari ini Perry Lou merayu flora lagi dan bahkan dia di tolak lagi sama flora hari ini. Dia tidak akan menyerah dgn mudah sama flora. Bahkan bunga pemberian nya di bagi sama flora ke teman yg lain. " Ucap Nami menjelaskan
" Apa? Dari SMA aku sudah di samping Perry tapi dia selalu menganggap aku teman. Flora kamu tunggu saja."
Yeri tak habis pikir dgn jalan pikiran nya Perry. di bandingkan dengan flora dia tidak kalah cantik dan bahkan ia lebih lama mengenal nya. Kenapa harus flora? Kenapa bukan dia?.
Meskipun dia sudah bilang menyerah pada flora tentu saja tidak akan ia lakukan. Karena dia tidak mengenal takut dan pantang menyerah.
..
..
..
..
..
13:15
Dalam perjalanan flora di hadang oleh seorang gadis cantik berambut pendek dan cara pakaiannya seperti anak cowok[gadis tomboi]. Dan flora tidak mengenalnya.
" Permisi, bisa menyingkir?."Ucap flora dgn ramah dan tidak lupa senyuman manis di bibirnya.
" Jadi kamu ya..."
Flora memiringkan kepalanya kearah kiri dan memasang wajah bingung.
" Apa kita kenal?." Tanya flora
" Kau tak mengenal aku. Dengarkan! Aku, merupakan adik perempuan nya Erry? Dan kamu bisa memanggilku dengan sebutan Hinata/nata."
__ADS_1
"Erry?, 💡Si Perry lemon jelek itu?."
Erry nama panggilan kecil Perry sedangkan lemon jelek panggilan dari flora untuk Perry.
" Kok kamu bisa ngomong begitu?."ucap Hinata kesal masa sepupunya nya di panggil lemon jelek.
" Aku mencocokkan nya sendiri. Habis kelihatan mirip lemon."
" Aku tidak menyukaimu, jadi jauhi saudara ku."
" Tenang saja aku tidak menyukai Perry mu. tidak sedikitpun, dia itu menyebalkan."
" Aku tidak percaya padamu." Nata mengeluarkan kertas yg sengaja ia bikin. Tentu saja sebuah perjanjian agar flora tidak bisa mengingkari janjinya.
" Tanda tangani di sini." Perintah nata
Flora membaca isi kertas tersebut." Mengajukan permintaan untuk menjauh dari Perry Lou."
" Kalau tidak ada bukti aku tidak akan percaya kepadamu. Jadi buruan tanda tangani."
Tanpa di suruh flora bakalan menjauhi Perry. Flora mengambil alih pena yg berada di tangan nya nata dan mendatangi kertas tersebut. Nata tersenyum puas saat melihat flora menyetujui permintaan nya.
" Selesai, orang yg akan mengingkari janjinya akan di injak oleh 🐷." Setelah mengatakan itu nata lansung pergi meninggalkan flora yg hanya menatapnya dgn diam.
_________________
Perry masih terdiam memikirkan kejadian siang tadi. Sedangkan ketiga sahabatnya masih asik bermain bad liar.
Mereka bertiga melihat kearah Perry yg masih setia duduk di shopa di ruangan itu.
" Sudahlah jgn di pikirkan lagi." Ucap kenzi
"Mungkin dia hanya malu karena ramai?."lanjut Kenzie. Pagi tadi kan banyak yg melihat dirinya memberi flora bunga.
"Mending menyerah saja, flora sudah punya pacar. Banyak wanita yg menyukai mu kenapa harus mengejar wanita yg tidak menyukaimu sama sekali dan_." Juna yg berada di samping Eja lansung menutup mulut sang teman agar tidak melanjutkan perkataannya.
"Jgn perduli kan, terus berjuang saja suatu saat hatinya pasti berpaling. Sebelum sah jadi istri orang jadi tidak masalah, kecuali sudah sah jadi istri orang baru tidak boleh." Ucap Juna menyemangati Perry untuk mengejar cinta flora.
" Perry, giliran kamu." Ucap Kenzie
Dgn males Perry bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat teman nya.
Saat Perry mau mengambil kayu bermain dia sudah dulu di tahan oleh Gabriel dgn kayu.gabriel mengarahkan kayu tersebut kearah dadanya Perry. Sedangkan Perry hanya memasang wajah datar.
"Perry, ini yg kedua kalinya kamu melanggar prinsip ku." Tegas Gabriel
Bukan nya takut tapi Perry malah menantang. Perry memegang kayu kecil itu dgn kuat yg masih mengarah ke dadanya.
" Prinsip apa?." Tanya Perry
" Jgn pernah mendekati miliki ku."
" Belum jadi istri kan? "
Gabriel diam sesaat. "Tapi dia sudah menjadi tunangan ku dan bakalan menjadi istri ku nanti. Seharusnya kamu itu sadar diri."
" Sebelum dia sah menjadi milikmu aku tidak akan pernah berhenti untuk mengejarnya. dia masih bisa di miliki oleh orang lain, bukan milikmu, mengerti. Dan aku tidak peduli kalo kamu itu pacarnya.
" Aku pasti akan membuat dia menjadi milikku."lanjut perry.dia sudah yakin dgn tekadnya.
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti." Gabriel tidak akan menyerahkan flora begitu saja kepada orang lain.
Gabriel menatap Perry dgn tajam begitupun sebaliknya. Perry tidak akan mengalah. Ketiga temannya Perry hanya diam menjadi penonton tidak ada yg berani ikut campur dalam urusan Gabriel dan Perry. cari jalan aman saja.