LET ME LOVE YOU BABY

LET ME LOVE YOU BABY
173 Angin malam


__ADS_3

Usai mengambil foto, Gabriel dan flora melihat hasilnya dgn duduk di atas karpet yg sudah Gabriel siapkan. Tak lupa kopi hangat di dalam cangkir.


" Aku post di sosmed ya? Foto ini Bagus banget."


" Aku juga mau post,kirim fotonya boleh?."


Gabriel yg awalnya fokus pada layar hp menoleh. "Serius mau ngepost?."


" Gak boleh?." Tanya flora membalas tatapannya Gabriel


" Gak apa-apa sih, cuma tumben aja mau ngepost di sosmed biasanya gak mau."


" Fotonya bagus,aku suka. Dan aku nggak bakalan lupain hari ini. Makanya aku bakal posting karena hari ini berarti bangat."


Tangan Gabriel mencubit pipinya Flora gemes." Posting foto aku yg paling ganteng pokoknya." Bubuhnya


" Foto kamu ganteng semua di sini."


" Iyalah orang ganteng dari lahirnya. Mau foto jelek pun tetap ganteng."


" Dih, mulai dah pede tingkat tinggi nya datang." Gabriel hanya tersenyum senang saat mendengar perkataan nya Flora barusan.


Saat tau flora kedinginan, Gabriel mengambil selimut, ia meletakkan selimut itu di punggung nya Flora.


" Kalo dingin ngomong, kenapa diam aja sih."


Flora hanya nyengir. Ia kembali meniup asap yg menyembul dari cangkir kopinya. Sesekali menyesap kopi tersebut.


Gabriel memberi potongan kue kepada flora." Ini,kue nya di makan juga aku sudah susah payah loh bikin nya bersama mommy tadi siang."


Flora dgn senang hati menerima nya." Terima kasih sayangku udah repot bikin kue. Apa kamu sering bikin kue bersama mommy kamu?." Tanya flora sambil memasukkan satu sendok potongan kecil kedalam mulutnya.


" Tidak juga sih, waktu masih kecil aku sering liatin mom bikin kue dan memasak jadi aku belajar sedikit dari mommy cara bikin kue,kalo memasak gak terlalu bisa juga sih. Hmm bagaimana rasanya? Apa kah enak?."


Flora mengajukan jempol nya kepada Gabriel. "Ini rasanya sangat enak. Aku saja tidak tau caranya bikin kue, memasak pun baru bisa." Flora menatap kearah langit yg di penuhi dgn bintang


" Bintang nya banyak banget, dari sini juga bisa melihat pemandangan kota. Kamu tahu dari mana tempat ini?."


" Dulu tempat ini sering aku kunjungi bersama kedua teman ku yaitu Richard sama Bayu. Bayu yg mengenal kan ini tempat Kepada ku jadi kami bertiga memutuskan untuk sering main kesini kalo sedang bosan."


" Owh begitu. Selain kak Richard,Bayu dan kak Aron,apa kamu punya teman lain yg aku nggak tahu?."


" Gak ada, cuma mereka doang."

__ADS_1


" Kenapa?."


" Aku gak bisa punya teman banyak, cukup mereka aja."


" Awet banget temenan, cuma sama Bayu aja yg gak kan?."


" Iya, tapi semuanya udah kelar kok. Aku sama Richard dan Aron emng sudah berteman sejak kecil. kemana-mana selalu bersama, cuma SMA yg gak karena kita di sini sedangkan Aron di Irlandia dan sekarang bersama lagi. "


Flora tertawa, benar juga yg di ucapkan oleh Gabriel. Karena kebanyakan, pertemanan akan usai begitu saja kalo kita sudah lulus dan beda sekolah. Itu sudah banyak terjadi. Karena bertemu adalah kunci pertemanan awet. Tentu dgn bumbu pertengkaran di dalamnya.


" Aku punya sesuatu buat kamu."


Flora menoleh." Apa?."


Gabriel mengambil kotak dari sakunya.ia memberikan kotak tersebut kepada Flora.


Flora meletakkan cangkir yg ia pegang, kemudian menerima kotak tersebut." Ini apa, Riel?."


" Buka aja."


Flora melepas tali kotak itu terlihat dahulu. Kemudian membuka kotak nya. Ia terkejut saat mendapati sebuah kalung mewah yg flora tidak tahu harganya,namun bisa menebak bahwa Kalung yg Gabriel kasih sangat mahal.


" Gabriel ini buat aku?."


Flora mengangguk." Tapi ini terlalu mahal buat aku."


"Plis lah sayang jangan bikin aku marah. Aku kasih ini ke kamu, dan bisa nggak kamu terima tanpa mikir harga?."


"Aku__"


Gabriel memotong perkataan nya flora." Selama kamu suka,aku juga suka. Sekarang aku bantu pasangin ya?."


Akhirnya flora mengangguk, enggan membuat Gabriel marah.


Gabriel memasang kan kalung tersebut, dan puas melihat kalung pilihannya bertengger di leher flora sangat cocok dan pas.


Tangan Gabriel menahan tengkuk flora saat gadis itu hendak menjauhkan wajahnya karena ia pikir kalung sudah bertengger dan wajah mereka masih dekat.cukup canggung untuk flora.


Saatnya kiss time, tidak mungkin Gabriel melewatkan momen itu.


" Saatnya aku cium kamu."


Saking gugupnya, flora reflek memejamkan mata saat Gabriel selesai mengucapkan kalimat singkat itu.

__ADS_1


Dirasa lampu hijau sudah menyala, Gabriel mengusap bibir flora menggunakan jempolnya. Perlahan, wajah nya miring dan mendekat, kemudian ******* bibir flora untuk pertama kalinya. Di sela ciuman, Gabriel berkata,


" Balas ciumanku,"


Mana bisa?flora tidak bisa."aku ngak bisa."


" Belajar,"


Flora pun menuruti. Ia mulai membalas ciuman Gabriel meski sangat kaku dan dominan Gabriel yg memimpin permainan.


Ciuman mereka semakin panas di tambah lagi flora terus berusaha membalas dan mengimbangi. Dan hal kecil itu saja berhasil membuat nafsu Gabriel meningkat. Gabriel kuat,belum saatnya melakukan lebih jauh.


Selesai dgn acara ciuman, Gabriel melepas tautan bibir mereka. Flora mengatur nafas, begitupun dengan Gabriel. Kening mereka masih menyatu, dan hidung mancungnya Gabriel juga bertabrakan dengan hidung nya Flora.


Mata flora tak membalas tatapannya Gabriel, ia menunduk karena malu pipinya memerah.


Tiba-tiba Gabriel lansung memeluk nya dan berbisik di telinganya flora." I love you baby. Jgn pernah ninggalin aku, terus di sisiku seperti sekarang.kamu itu milik aku dan aku milik kamu. Dan harus bahagia bersama aku tidak boleh bersama orang lain, mengerti."


Flora membalas pelukannya Gabriel."I love you too. Aku janji tidak akan pernah meninggalkan kamu kecuali kamu sendiri yg menyuruh aku pergi. Terima kasih sudah bikin aku bahagia selama ini,aku sangat mencintaimu Gabriel, maaf aku belum bisa memberi kamu apa-apa."


"Aku tidak membutuhkan apapun,cukup kamu selalu di samping aku. Itu sudah membuat aku sangat bahagia."


Gabriel melepaskan pelukannya. Ia merebahkan tubuhnya di atas karpet, bintang jelas ia pandangi saat posisi tubuhnya telentang.


" Coba deh sayang kamu rebahan, bintang nya kelihatan indah banget dgn posisi seperti ini."


Flora pun merebahkan tubuhnya. Benar saja. Mata gadis itu takjub dan perasaannya menjadi tenang menatapi bintang dalam posisi yg Gabriel rekomendasi untuk nya.


" sayang Cinta pertama kamu siapa?." Tanya gabriel tiba-tiba. Ia emang sudah lama ingin menanyakan itu kepada flora. Ia ingin tahu semua tentang tunangan nya.


" Enggak tahu, aku gak pernah pacaran waktu sekolah dulu dan cuma kamu pacar aku. Emang aku kamu hemm?."


" Iya sayang iya aku banyak mantan nya. tapi tetap aja orang yg paling aku cintai sekarang adalah kamu gak ada yg lain, berani sumpah kok."


" Iya, percaya kok gak usah pake acara sumpah."


" Habisnya gitu. Udah jgn membahas masa lalu,masa depan ada di depan mata sekarang. Kalo terus menceritakan semua mantan pacarku nanti yg ada kamu cemburu."


" Ya gak lah, ngapain cemburu mereka itu cuma masa lalu kamu, sedangkan aku masa depan kamu."


Gabriel gemes sendiri melihat flora. Ia pun menarik hidung flora." Gemes banget sih calon istri aku,makin hari semakin berani."


" Ih, lepasin sakit tahu di tarik." Gabriel tersenyum kemudian melepaskan tangannya dari hidung nya flora.

__ADS_1


" Ayo kita pulang,udah malam bangat ini."Ucap Gabriel sambil berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu flora berdiri.


__ADS_2