LET ME LOVE YOU BABY

LET ME LOVE YOU BABY
172 let me love you baby


__ADS_3

"assalamualaikum."ucap hazel saat memasuki rumah.dev pun mengikuti hazel dari belakang.


hazel tidak ingin pulang ke apartemen nya dan malah menyuruh Dev mengantar nya kerumah besarnya dan sekalian mengerjakan tugas di sana. kalo dia pulang ke apart pasti bakalan bertemu sama Aron nantinya.


"waalaikum salam."


"ehh kok kayak suara papa?." ucapannya pelan


"ini emang papa sayang."jawab William-papa hazel.


"ehh papa pulang.mama mana?"


"ada di belakang."


"hey ada Dev juga."ucap papa hazel saat menyadari ada Dev di samping Hazel.


"iya om.apa kabar om?."tanya Dev sopan


"baik tentunya.kamu kok jarang main kesini?."


"sering kok om, setiap ada tugas Dev main ke sini buat ngerjain bareng. om aja yg jarang di rumah." jawab Dev cengengesan.


Dev dan keluarganya hazel sudah akrab, karena Dev dan hazel berteman baik dari kecil cuma beberapa jarak Antara rumah mereka.


"papah sih sibuk kerja terus."sahut hazel


"kan untuk kamu juga sayang" ucap papa hazel lembut sambil mengusap rambutnya putri nya.


"heyy anak Mama udah pulang."ucap mama hazel dari dapur


"iya."jawab hazel singkat


"mau makan dulu nak?." tanya sang mama


"nanti aja mah,mau ngerjain tugas dulu sama Dev. Ayuk Dev." Dev pun mengikuti hazel dari belakang.


...----------------...


Aron sudah Menganti pakaian nya ia sudah bersiap-siap untuk pergi berkerja. langkah Aron berhenti saat melewati apart nya hazel yg berniat untuk minta maaf namun ia menggugurkan niat nya untuk mengetuk pintu apartemen nya hazel dan malah lansung pergi begitu saja.


...----------------...


di lain tempat Gabriel membantu flora untuk mengemasi barang-barang yg akan dia bawa ke asrama hari ini.


"apa semua yg penting sudah di bawa?."tanya Gabriel sambil memasuki koper flora ke dalam bagasi mobil nya. jarak kampus dan asrama cuma beberapa meter.


sampai nya di depan pintu masuk asrama Gabriel di larang masuk sama ibu penjaga asrama.


" lah kok saya gak di bolehin masuk sih buk kasihan tunangan saya bawa barangnya ke lantai atas. berat itu."ucap Gabriel bersikeras ingin masuk ke asrama flora dan membantu flora membawa barang ke atas tapi tidak di bolehin.


"udah tunggu di sini aja, cuma sebentar kok."ucap flora dan pergi sambil menyeret kopernya.


ibu penjaga itu bertubuh besar ia berjalan mendekati Gabriel dan membawa Gabriel melihat kertas peraturan yg di tempelkan di dinding depan pintu.


"baca!." perintah buk asrama itu dgn wajah galak. ngeri juga Gabriel liat nya.


Gabriel kesal membacanya.masa iya cowok gak di boleh masuk dan lebih parahnya lagi yg namanya jenis laki-laki gak boleh masuk termasuk hewan peliharaan. dan jam 10 malam harus sudah ada di asrama tdk boleh telat pulang.

__ADS_1


"kenapa flora mau tinggal di sini sih. ini lebih menyusahkan daripada tinggal di rumah."ucap Gabriel kemudian ia masuk ke dalam mobilnya sambil menunggu flora turun kebawah.


beberapa menit menunggu flora pun datang.


"sayang kenapa mau tinggal di asrama sih? mana banyak peraturan nya lagi."tanya Gabriel saat flora sudah masuk kedalam mobilnya.


"biar dekat aja saat pergi ke kampus."jawab Flora. mereka pun meninggalkan area asrama


" aku kan bisa jemput kamu saat pergi ke kampus."


"gak mau ngerepotin, terkadang aku masuk siang. pulang dari kampus pasti capek aku gak mau kamu bolak-balik tiap hari."


"ya udah tinggal di rumah aku aja kalo gitu. di rumah masih ada kamar kosong kok. kalo gak mau tdur sendiri kita bisa tidur bareng aja. pasti di bolehin sama mommy kalo kamu tinggal di rumah."


"enteng bngt tu mulut kalo ngomong. kemarin-kemarin jawabannya boleh tapi sekarang kenapa beda?."


"kan gak tau kalo ada peraturannya kalo tau gak bakalan aku bolehin."


" ini asrama kan masih milik kampus jadi ya harus ada peraturannya. kamarnya besar dan kelihatan nyaman bangat, dalam satu kamar harus di huni 3 orang." jelas flora


"yg penting harus jaga diri oke, kalo ada sesuatu yg mencurigakan bilang yah soalnya banyak ke jadian aneh di asrama. apalagi ini asrama gede banget. terus siapa teman satu kamarmu?."


" belum tau." jawab flora. dia belum bertemu dengan teman SE kamarnya bahkan namanya saja tidak di sebut. katanya bakalan datang besok.


...****************...


mereka dalam perjalanan menuju bukit. flora sendiri tidak tau Gabriel hendak membawa nya kemana.gabriel bilang dia akan mengajak nya ngopi,tapi malah tidak jelas arah tujuan mereka kemana.


jalan terlihat sepi, maklum karena jam sudah memasuki 10 malam. suasana tampak seperti suasana desa pelosok karena banyak pohon rindang di sisi kiri dan kanan, rumah juga hanya bertengger satu dua dgn jarak yg lumayan jauh setiap petak nya.


tak tahan lagi, akhirnya flora membuka suara," Riel kita mau kemana sih?. "tanya flora hati"


"gak ke kafe?."


"yg bilang aku mau ngajak ke kafe siapa."


"lah, katanya mau ngopi?."


"ya ngopi,tapi gak ke kafe."


"di mana?."


"jgn banyak tanya sayang nanti aku tinggalin di baru tau rasa."


"ihhhh jangan lah."


" makanya diam aja yah."


flora mengangguk nurut.ia sedikit takut kalo Gabriel mengajak nya ke tempat yg aneh.


flora cukup tidak suka dengan tempat gelap, karena ia pikir pasti akan serem jika berada di tempat itu.seperti film horor yg sering ia tonton bersama hazel.


saat sampai di lokasi yg tidak flora kenali,yg kanan dan kirinya adalah lapangan rumput. flora menatap kearah Gabriel.


"aku takut, kenapa kita ke sini? gelap banget."


"nih pake."suruh Gabriel menyodorkan penutup mata kepala flora.

__ADS_1


"buat apa pake ini?."


"pake aja, kalau aku suruh buka,baru di buka.kalo gak mau pake ya udah aku tinggalin_."


belum selesai berbicara, flora buru-buru merampas penutup mata itu. memakainya tanpa banyak tanya lagi.kalau Gabriel bener-bener meninggalkan nya bisa berabe.


"pinter,gitu dong nurut. baru calon istri aku."puji Gabriel mengelus puncak kepalanya flora.


Gabriel turun dari mobil nya untuk menyiapkan karpet dan lampu LED yg ia bawa. tak lupa selimut yg mungkin akan membantunya dan flora agar tetap hangat.


untung saja rumput tak terlalu tinggi. setelah semua beres, Gabriel membawa cake buatan dirinya tentu saja di bantu sama mom nya. Gabriel membawa flora keluar.menuntun gadis itu agar tidak salah melangkah karena penutup mata nya belum di buka.


posisi mereka berhadapan. Gabriel juga sudah memegang cake tadi.


"sekarang buka matanya."


pelan,flora membuka penutup mata.setelah menyesuaikan cahaya yg masuk efek sinar dari lampu LED,flora terkejut melihat Gabriel tengah memegang cake dan lilin menyala di atasnya.siapa yg berulang tahun?


"tiup lilinnya,buat permohonan yg banyak kalo bisa akan aku kabulkan semua nya nanti.aku mau kamu bahagia bersama aku, selama pacaran aku tidak pernah kasih kejutan buat kamu jadi bilang kepada tunangan mu ini apa permintaannya."


flora menangis saat itu juga.gadis itu mendekat dan memeluk Gabriel. Gabriel hanya diam saat di peluk.


"terima kasih, Gabriel."


"ehm,tiup lilinnya dulu.kok main peluk aja sih? agresif bangat sih sayang."tanya Gabriel ia senang karena flora berani memeluk dirinya terlebih dulu.


flora baru sadar ia sudah berani memeluk Gabriel lebih dulu.ia mundur kebelakang dan menghapus sisa air mata haru nya yg keluar tadi.


"maaf,aku senang banget."


"kenapa minta maaf? aku senang loh kalo tunangan aku ke gini. udah ayok tiup lilinnya dulu."


flora pun mengikuti perkataannya Gabriel.gabriel tersenyum senang melihat flora meniup lilin.


"sekarang buka bagasi."


"buka bagasi?."


"iya, kopinya ada di dalam sana.kita ngopi di atas karpet sambil melihat bintang."


flora mengangguk senang.ia mengarah pada bagasi, membuka nya dam boom! balon-balon menyembul keluar dari sana,balon putih yg sudah di isi dgn angin sehingga mengambang di udara.flora menutup mulutnya tidak menyangka.kejutan apa lagi?"batin nya berteriak


bagasi mobil Gabriel sudah di penuhi oleh balon dan bunga mawar merah di setiap balon sudah di isi oleh Gabriel dgn kertas yg di gulung kecil di dalam nya tanpa flora sadari.


"aku menyukai nya." seru flora


Gabriel tertawa,ia senang kejutan nya berhasil.gabriel mengarah pada tempat flora berdiri, memeluk flora dari belakang.mencium pipi gadis itu beberapa kali.


"aku senang kamu suka dgn ini semua.maaf kalo kurang romantis."


"ini lebih dari cukup,aku suka semuanya, apapun itu asal itu dari kamu."pelukan Gabriel terasa nyaman dan hangat membuat flora ingin terus seperti ini.


"bagaimana kalau kita foto? di bagasi." tanya gabriel menawarkan


"siapa yg motoin?."tanya Flora balik karena mereka hanya berdua.


"tenang sayang,aku bawa tripod."

__ADS_1


flora lagi-lagi mengangguk.


Gabriel melepaskan pelukannya, mengambil tripod dari kursi belakang mobil. ia menyiapkan hp,tak lupa memasang timer. setelah siap,ia dan flora duduk di bagasi. mereka tersenyum manis menghadap ke kamera. tak hanya satu, mereka mengambil foto beberapa kali karena keduanya jarang foto bersama bisa di bilang ini yg ke tiga kali nya.


__ADS_2