LET ME LOVE YOU BABY

LET ME LOVE YOU BABY
180 let me love you baby S2


__ADS_3

"pagi kak"sapa hazel dgn senyum manis


"pagi."balas Aron dgn senyum tipis


pagi ini nampak begitu cerah dan indah bagi hazel, karena untuk pertama kalinya ia di jemput oleh Aron yg sekarang sudah berstatus pacarnya.


"semua nya masih kaya mimpi"ucap nya sambil memandang teduh wajah Aron, Aron hanya membalasnya dengan senyum tipis.


"naik, nanti telat."


hazel mendengus kesal dgn Aron, tidak bisakah ia meladeni ucapan nya dgn baik, rasanya sangat menyebalkan.


hazel lansung naik keatas motor nya Aron dgn muka sedikit cemberut. "pegangan nanti jatuh."ucap Aron


"biarin aja"juteknya


"pagi-pagi jgn ngambek, nanti makin cantik."


blushh


sontak pipi hazel lansung memerah akibat gombalan receh Aron, Aron yg melihat hazel dari kaca spion hanya tersenyum tipis dan langsung melaju kan motornya menuju kampus.


...----------------...


"morning Dev "sapa Aurel riang saat tak sengaja berpapasan dengan Devano di parkiran.


Dev menatap sekilas Aurel." gak usah sok Inggris Lo."sengut Dev


"sensi amat heran "dengus Aurel


"gue denger"


"bodo "


Dev yg ingin menuju kelas nya seketika lansung terhenti saat matanya tak sengaja menatap dua insan yg terlihat sangat cocok itu sedang berboncengan, yang membuatnya semakin sakit adalah saat ia melihat bahagianya gadis yg berada di boncengan lelaki itu, gadis itu tampak sangat nyaman berada di dekat lelaki itu.


"eeh itu hazel sama kak Aron ya? asik yg udah jadian mah beda!" seru Aurel yg entah sejak kapan sudah berada di samping Dev.


apa katanya? hazel? Aron? jadian?itu tidak mungkin! batin Dev memberontak

__ADS_1


di lain tempat, ada gadis yg malu-malu turun dari boncengan seorang pria tampan. gadis itu berusaha menutupi rona wajah nya yg memerah akibat teringat perkataan pria tersebut.


"kok pipinya merah?"tanya Aron sok polos


"eeh masa sih." gugup hazel


"lucu."gumam Aron yg masih dapat di dengar oleh hazel. tidak! hazel tidak boleh bulshing lagi sekarang. malu ada Aron di depannya.


"aku ke kelas aku dulu kak,dadah" gugup hazel sambil menyembunyikan rona pipinya akibat perkataan Aron barusan, dasar pipi sialan.


...****************...


"tadi kamu berangkat bareng kak Aron zel?."tanya flora. karena tadi flora tidak sengaja melihat hazel bersama Aron di parkiran.


hazel hanya mengangguk sambil tersenyum mengingat gombalan receh Aron tadi, teryata manusia balok es itu bisa gombal juga.


"busetttt mantap-mantap, akhirnya impian Lo terwujud juga dan gak sia-sia, semoga langgeng yah hubungan nya sama kak Aron."ucap Reyhan sambil menyantap makanan nya


mereka memang sekarang sedang berada di kantin setelah melewati pelajaran yg sangat menguras otak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di lain tempat Perry dan ketiga sahabatnya lagi bermain basket di lapangan kampus sambil membahas tentang flora dan Gabriel.


"kalo bukan rumit bukan cewek namanya."sambung eja


"Perry yg Tampan seperti ini kenapa dia tidak suka yah?."tanya Juna


"aku rasa kita harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu. Pertama, membereskan kak Gabriel." ucap kenzi. mereka bertiga mendekati Perry.


Perry melihat seorang gadis memasuki lapangan basket dan berjalan ke arah nya dan Perry pun berjalan kearah gadis itu juga.


"aerin,kenapa menangis, ada apa?."tanya Perry saat tiba di dekat gadis berkecemata.


gadis yg bernama aerin pun menceritakan semua nya kepada Perry. setelah mendengarkan cerita aerin Perry dan ketiga temannya lansung pergi menemui anak laki-laki yg memeras uang gadis itu untk di beri pelajaran.


...****************...


setelah menemukan pria tersebut. Juna yg hendak menarik kerah baju pria itu lansung di tahan oleh Perry dan Juna pun mundur dan membiarkan Perry yg mengurus nya.

__ADS_1


Perry yg hendak melayangkan pukulan nya lansung terhenti saat mendengar suara seorang yg ia kenal.


"berhenti."Teriak seorang mereka berempat pun menoleh ke arah suara dan itu adalah flora. flora mendekati mereka dan melindungi pria yg tidak ia kenal.


flora semakin kesal sama Perry kenapa dia menindas orang lain saat di kampus.


"kenapa kamu menindas orang yg lemah? aku tidak menyangka kalo kamu orangnya seperti ini.apa hebatnya seperti ini."


Perry memegang bahu nya flora untuk menyuruh flora pergi.


"flora ini bukan urusan kamu,jadi pergi saja dari sini!."ucap Perry dgn kesal. flora menepis kasar tangannya Perry di bahunya.


" coba kamu tanya ke pada dia,apa yg dia lakukan?."


" apapun yg dia lakukan, tatap saja memukul orang itu tdk benar!." ucap flora. sedangkan teman nya Perry hanya diam menyaksikan ke salah pahaman itu, mereka tidak ingin ikut campur atau pun mau menjelaskan kebenaran nya.


"flora!,di matamu bukan kah aku seperti seorang bajingan yg suka memukul orang?" tanya Perry dgn kesabaran. flora tidak ingin melihat ke arah perry.


"iya kamu itu seperti bajingan dan juga tidak tau malu "flora melihat kearah Perry. "dan kamu juga selalu menganggap diri kamu itu benar!."


"coba katakan sekali lagi?"


flora mengulang perkataannya dan bahkan memaki mereka berempat kalo mereka suka melakukan kekerasan dgn yg lebih lemah dari mereka tanpa flora tau kebenaran nya sendiri.


Juna,kenzi,eja. kesal mendengar perkataan yg keluar dari mulutnya flora namun mereka lansung di tahan oleh perry agar tidak memarahi flora. flora membawa pria asing yg dia anggap tidak bersalah itu menjauh dari Perry dan temannya.


"Perry,kenapa kamu tidak memarahi nya dia berkata tidak benar tentang kita."ucap Juna tidak terima


"Perry, kamu tidak mungkin beneran menyukai gadis itu kan?."tanya kenzi sambil menunjuk kearah flora yg sudah jauh.


Perry hanya diam saat mendengar ocehan teman-teman nya.karena merasa kesal Perry lansung memukul tembok di sampingnya membuat mereka bertiga diam.


semua orang sudah pada pulang sedangkan flora masih di ruang seni. dan seorang gadis datang menemui nya. gadis itu adalah gadis yg minta tolong ke Perry tadi. ia mendatangi flora untuk menjelaskan semuanya dan mengatakan kalo ini bukan salahnya Perry.


" mereka melakukan itu karena aku, karena setiap kali dia meminjam uang dia tidak pernah mengembalikannya. setiap aku mendatangi dia tidak pernah menangkapi ku."


"hanya masalah ini,kamu mendatangi aku?."


"aku tidak ingin kamu salah paham kepadanya.setelah kamu berkata seperti tadi Perry kelihatan sangat sedih. dan yg kamu katakan tadi adalah salah besar dia tdk pernah menindas yg lemah dia cuma membantu mereka yg lemah." jelas aerin. flora yg mendengar penjelasan itu hanya bisa merasa bersalah karena sudah salah menilai seorang yg hanya melihat dari pertengahan dan lebih memilih tidak mendengar penjelasan terlebih dahulu dan selalu merasa kalo tindakannya nya sudah benar. sekarang ia harus minta maaf kepada Perry.

__ADS_1


bersambung....


[tergantung mood]


__ADS_2