LET ME LOVE YOU BABY

LET ME LOVE YOU BABY
104


__ADS_3

07:00pm angga sampai di rumah sakit di mana kiara di rawat, angga sangat senang di beri kabar bahagia oleh Regan atas kelahiran cucu kedua nya, hari ini angga datang sendirian kerumah sakit.


sesampai di depan ruang kiara di rawat angga mengetuk pintu nya terlebih dulu TOK...TOK..


" Masuk ." ucap orang di dalam ruangan yg tak laen adalah Regan karna hari masih pagi jadi cuma tinggal mereka berdua di sana.


angga pun masuk, dan melangkah kearah di mana kiara berada sedang kan Regan duduk di samping box anak nya yg tak jauh dari ranjang Kiara.


" papa kok bisa ada di sini?..."


" aku yg undang sayang dan menyuruh nya datang kesini, bagaimana pun dia papa kamu dan wajib tau kabar bahagia ini."


" apa kamu keberatan papa datang kesini?..."


" tdk, aku bahagia kok papa datang kesini, silah kan duduk pah." ucap Kiara dan menyuruh angga duduk.


angga pun memberi bbrapa hadiah untuk si kembar kpd Kiara, di perjalanan menuju ke RS ia mampir ketempat tokoh husus menjual peralatan untuk bayi.


" makasih pah udah merepotin papa."


" tdk merepotkan kok, jusru papa senang dapat memberi hadiah ini kpd si kembar." jawab angga karna belum tau nama anak kembar nya Kiara.


angga hampir melupa kan sesuatu yg sanggat penting, ia pun memberi map berwarna merah kpd kiara.


" hampir papa melupakan nya, ini untuk kamu." Kiara pun menerima map tersebut


" apa ini? knp papa memberi ini kpd ku?..." tanya Kiara dgn bingung dan menatap map di tangan nya


" itu peninggalan mama kamu yg selama ini papa jaga dan ini saat nya papa menyerah kan itu kpd mu."

__ADS_1


Kiara pun membuka map tersebut detik kemudian ia menoleh kearah sang papa.


" ini kan..."


" iya itu surat tanah rumah kita di indonesia di mana kamu di lahirkan dulu dan serta aset perusahaan pertama kita di indonesia dulu, dan di dalam kertas itu sudah tertulis atas nama kamu semenjak kamu masuk SMP, mama kamu berpesan waktu nafas terakhir nya dia ingin kamu merawat rumah itu, papa harap kamu mau mengabul kan pesan terakhir mama kamu ini hufft."


" knp bisa? bukan nya papa dan mama sendiri yg bilang kalo Rumah serta perusahaan yg papa tegak kan sendiri sudah papa jual waktu kita pindah kesini?..."


" huftt itu cuba kebohongan kita berdua saja, supaya kamu mau ikut kita kekota ini, maaf kan papa yah udah bohong sama kamu."


Kiara masih ingat di mana ia tdk mau pindah di wktu dulu, apalagi ia harus berpisah sama teman2 nya dan juga kakak sepupu nya yg sangat ia sayangi(Daniel).


" tdk perlu minta maaf, kejadian nya sudah lama jadi lupakan lah jgn mengingat masa yg telah berlalu, terima kasih papa sudah menjaga peninggalan mama untuk aku, apa papa tdk ingin melihat cucu papah."


" apa kah boleh?..."


angga pun jadi senang mendengar perkataan putri nya, angga tdk mensia-sia kan kesempatan itu ia pun bangkit dari duduk nya dan melangkah kearah box bayi, Regan pun beranjak dari tempat nya dan pergi duduk di samping sang istri.


" apa papa boleh mengendong mereka." tanya angga kpd Kiara dan Regan


" boleh kok pah, silah kan." jawab Regan sopan.


angga jadi semakin senang mendengar perkataan Regan, ia berpikir kalo Regan tdk bakalan mau mengakui nya sebagai mertua nya apalagi memanggil nya seperti barusan.


angga sangat beruntung mendapat kan anak dan menantu seperti Kiara dan Regan ia sanggat menyesali perbuatan nya terhadap putri nya di masa lalu, ia sanggat malu mengingat di mana ia memperlakukan putri nya di hari pernikahan putri tiri nya dan kejadian lima tahun yg lalu bisa2 nya ia tdk mempercayai perkataan putri kandung nya dan lebih memilih percaya dgn ucapan anak tiri nya.


" boleh kok pah." ucap kiara. angga pun mengendong salah satu cucu nya dgn perasaan sanggat senang.


" istri ku sudah dewasa yah sekarang, aku senang lihat kamu yg berdamai sama papa kamu seperti ini." sambil menggacak rambut nya Kiara

__ADS_1


" aku emang udah dewasa dari dulu." jawab Kiara sambil menyingkirkan tangan Regan yg terus mengacak Rambut nya sampai jadi berantakan.


" kamu baru dewasa sayang, kemaren2 masih kyak gadis berumur 17 tahun dan kiara yg sekarang tdk memikir kan dendam di masa lalu lagi dan mau berdamai dgn masa lalu nya, aku sanggat bangga punya istri kyak kamu sayang." ucap Regan sambil mengecup kening Kiara sekilas


" aku juga bangga punya suami kyak kamu, terima kasih atas segala yg telah kamu berikan kpd ku bee, aku mencintaimu."


" aku lebih mencintai mu sayang." sambil memeluk tubuh sang istri, kiara pun mengerat pelukan mereka.


angga tersenyum bahagia melihat anak dan menantu nya yg sedang berpelukan.


" papa sangat senang melihat kamu bahagia seperti sekarang, semoga kamu selalu bahagia bersama keluarga kecil kamu sayang.


"batin angga dan terus mengendong cucu nya, angga mengendong cucu2 nya secara bergantian, hampir 2 jam angga di sana mereka bercerita banyak hal dan akhir nya angga pun memutus kan untuk pulang, setelah sang papa pergi Kiara memberi map yg di beri angga tadi kpd Regan."


" apa ini sayang?..."


" buka aja sendiri." Regan pun membuka map tersebut detik kemudian ia menoleh kearah sang istri.


" itu peninggalan mama aku, dia mau aku menjaga Rumah di mana aku di lahirkan kedunia ini, jadi apa kamu akan mengabul kan keinginan ku dan mama ku?..."


" maksud nya?..."tanya Regan karna belum mengerti dari perkataan sang istri.


" kita pindah keindonesia, aku ingin tinggal di rumah itu dan mengabul kan pesan terakhir mama ku, tapi kalo kamu tdk mau juga tdk papa, aku menurut saja apa kata kamu bee."


" aku sih tdk keberatan sayang, pasti mom dan daddy tdk memboleh kan kita pindah, tapi gimana gini aja kita tunggu anak2 sudah besar dikit baru kita pindah ke indo aku yg akan mengurus ini semua dan akan membicara kan nya dgn mom dan dad secara baek-baek."


" baiklah kalo bergitu, kita tunggu anak2 tumbuh besar dulu, ini janji yah."


" iya ini janji sayang." Kiara pun tersenyum bahagia kpd sang suami.

__ADS_1


__ADS_2