
1 minggu sebelum pergi ke irlandia....
setelah pamit kepada istri nya di pagi hari untk berangkat ke kantor. Regan pun menjalan kan mobil nya. namun sebelum berangkat kekantor, Regan mengubah arah jalan nya menuju kerumah sang sahabat yaitu kenan.
" tdk ada cara laen selain minta tolong kepada nya." gumam Regan sambil pokus menyetir membelah jalan.
saat di perjalanan Regan meraih ponsel nya untuk menghubungi Kenan trlebih dulu takut kenan udah berangkat kekantor trlebih dulu.
" hallo Kenan." ucap Regan ketika panggilan udah tersambungan kpd Kenan.
" ya hallo Re ada apa?." ucap kenan lansung tampa basa basi lagi.
" kamu ada di mana sekarang?."
" masih di rumah, emng kenapa?."
" aku akan segera kesana, jgn kemana mana." perintah Regan membuat Kenan berdecak kesel
" aku mau kekantor Re." saut Kenan dgn malas
" kau kan ini bos, berangkat kesiangan dikit tidak masalah kan?." ujar Regan
" ck.kau ini cepat datang, tapi jangan lama lama." setelah mengucap kan itu kenan lansung mematikan telpon nya.
" yg punya kantor siapa? yg memerintah siapa?." gerutu kenan sambil meletakkan ponsel nya kembali di atas meja yg berada di samping kasur tempat tidur nya.
" ada apa mas?." ucap Sisil. ia pun menghampiri suami nya yg tengah mengerutu tersebut lalu ia memasang dasi sang suami.
" Regan mau kesini kata nya, sekarang ia di dalam perjalanan kesini." jawab Kenan sambil merangkul pinggang Sisil yg tegah memasang dasi nya.
" mau kesini? tumben datang kesini pagi pagi, ada apa ya." heran Sisil karna Regan tdk pernah datang kerumah mereka di pagi hari.
" entahlah." saut Kenan acuh tak acuh.
__ADS_1
" ya udh kita tunggui di bawa aja yuk? sekalian sarapan.nanti kalo Regan sampai kita ajak dia sekalian." ujar sisil mengajak suaminya dan di angguki oleh kenan.
tak lama kemudian Regan pun tiba di rumah mereka.lalu masuk kedalam rumah ketika pintu di bukakan oleh pelayan rumah Kenan.Regan lansung menghampiri kenan dan sisil di meja makan.ia menarik salah satu kursi si sana dan menduduki nya.
" sarapan dulu Re.." ajak Sisil
" terima kasih, tapi aku sudah sarapan tadi bersama Kiara dan anak" sebelum kesini." tolak Regan dgn halus karna dia emang udah sarapan tadi di rumah.
" ada apa kamu menemui ku?." tanya kenan sambil menguyah makan di mulut nya.
Regan mengehala nafas sebelum menjawab perkataan sahabat nya yg tak sabaran.
" kalian tau kan bbrapa hari lagi tanggal ulang tahun ku dan kiara?."ucap Regan dgn serius menatap kedua nya.
" tidak.."
" iyaa..."
jawab Kenan dan sisil kompak namun tdk sama.membuat Regan menatap males kepada sahabat nya yg sedang menikmati sarapan nya dgn santai.
" jangan bilang kamu mau minta potongan diskon dariku." tebak kenan menatap Regan dalam
" tidak hanya diskon, tapi alu minta gratis." ucap Regan seenak nya membuat Kenan tersedak sarapanya." kita kan sahabat bahkan udh seperti saudara eh bukan seperti tapi emng udh saudara." sambung Regan kembali membuat lelaki di hadapan nya berdecak sebel lalu nyuapi sepotong roti bakar kedalam mulut Regan dgn kesar nya.
" makan tuh roti bakar,gratis buat lu.enak aja nyewa hotel dgn gratis jgn bikin usahan gw bangrut dong.
" pelit bangat sih Ken, lagian kalo pun gw minta hotel sekalipun lu ngk bakan jatuh miskin, udah deh bantuin gw napa? kan lumayan hemat duit karna gw mau bikin pesta megah untuk kiara nanti nya." ucap Regan berharap sahabat nya itu mau membantu nya.
" tapi...."
" baiklah, tapi kamu harus kasih kejutan untuk kiara dgn mengikuti sekarnio yg aku bikin.dan tdk ada penolakan kamu paham?." ucap sisil dgn tersenyum jahat membuat kenan dan Regan menatap kearah nya.
" hahaaaahaahaaa...aku paham kata kamu sayang, baiklah aku setuju memberikan sewa hotel gratis padamu, asal kamu mengikuti aluran cerita yg akan di bikin oleh istri ku." imbuh Kenan menyetujuin rencana istri nya karna ia tau rencana istri nya bukan hal yg mudah.
__ADS_1
" hemmm.tapi kalian tdk bikin yg macam macam kan?." selidik Regan menatap kedua nya penuh curiga.
" hahaaaaahaa kamu tenang aja Re. rencana nya ngk akan ada yg aneh kok? paling membuat kiara minta dari cerai kamu." jawab Kenan dgn tertawa membuat Regan geram dan memasukan 2 sekaligus roti bakar kedalam mulut sahabat nya yg tdk punya akhlak itu karna kesal.
" jgn coba coba kamu ken." degus Regan sinis menatap sahabatnya itu yg masih terkekeh sambil mengunyah roti yg ia masuki tadi.
" kamu tenang aja Re tdk akan terjadi apa apa kok, besok kamu datang lagi kesini untuk melihat naskah yg akan aku buat kan untuk peran apa yg akan kamu maen kan besok." ucap Sisil dgn tersenyum jahat ia sudah punya ide jail untuk kiara besok.
" baiklah, asal ide konyol kalian nanti tdk macam-macam, pasti akan aku turuti rencana kalian." jawab Regan lalu ia berpamit pergi kekantor karna ia ada rapat penting hari ini.
esokan hari nya Regan pergi kerumah kenan di sana udah terkumpul mereka semua termasuk Queenza dan Julian.
" ini silahkan di baca." ujar sisil sambil memberikan kertas putih itu kpd Regan.mata regan lansung terbelak saat membaca sekarnio yg di buat oleh sisil yg membuat nya tdk terima untuk menyetujui nya.
" apa apaan ini! ini sudah kelewatan batas, aku tdk mau memaen kan peran ini karna ini akan melukai istriku." ucap Regan menolak karna tak terima jika ia harus menjadi sosok suami yg dingin dan cuek tak perduli.
" ayolah Re kamu tdk bisa menolak rencana yg telah aku buat susah payah bersama sisil.lagi pula cuma satu minggu saja kan? kamu tenang saja tdk akan terjadi apa apa kok." ucap Queenza membujuk sahabat nya itu.
" ngak, aku tetap tdk setuju dgn rencana gila kamu. apa lagi ini, ada rencana yg lebih gila lagi yg harus aku pura pura menikah lagi dgn wanita laen." ucap Regan sedikit meninggi kan suara nya. ia tdk akan tega menyakiti hati istri nya apalagi mengabaikan istri yg sanggat ia cintai.
" kamu tdk akan bisa menolak Re, karna kalo kamu menolak kamu tdk akan bisa mendapat kan ini." ancam Queenza sambil menyerahkan ponsel milik nya kpd Regan sehingga laki-laki itu melihat layar ponsel tersebut dan menampil kan sebuah foto kalung yg pernah kiara sebut kpd diri nya dua hari yg lalu.
" kau.." desis Regan menahan kesalan nya, akan tetapi kalo ia menolak ia tdk akan bisa mendapat kan kalung itu, karna itu kalung sanggat sulit di dapatkan pas kemaren ia mau membeli karna udah terjual habis di setiap tokoh kalo menunggu memakan waktu 3 minggu dan di tambah lagi waktu kerja nya sangat padat tdk bisa keluar kota untuk membeli kalung yg di ingin kan oleh sang istri.
Regan menghela nafasnya" baiklah, tapi itu kalung harus jadi milik ku." ucap Regan
" ok tdk masalah anggap saja aku memberi hadiah untuk ulang tahun penikahan kalian." jawab Queenza dgn santai. ia memberi kalung yg harga tak murah itu kpd sang sahabat.
" aku susah payah mendapat kan itu kalung dan harga nya tdk lah sedikit, tapi dia memberikan kan nya dgn santai kpd Regan, hanya untuk sebuah misi.dan Regan knp tdk menyuruh bawahan nya membeli nya keluar kota kan bisa lansung ke tokoh periasan tersebut." batin julian.
" ok deal."
FLASHBACK OFF
__ADS_1
*B**ersambung*...