
" kak Aron mau nih?. "
"Gak"
" Padahal enak tauu."seru hazel sambil memakan es krim nya yg di belikan oleh Aron tadi.
Mereka sekarang berada di taman yg tak jauh dari perumahan yg hazel tepati. Tadi sesudah Aron minta maaf kepada hazel, hazel langsung memaksa Aron untuk menemaninya memakan es krim di taman.
"Mereka masih fokus sama kegiatan mereka masing-masing, dgn hazel yg sedang asik memakan es krim nya dan Aron yg sedang asik dgn pikiran nya sendiri.
"Kakak tau gak, es krim ini punya makna dan filosofi yg menarik tau." Seru hazel sambil memakan es krim nya.
Aron hanya menaikkan alisnya sebelah tanda ia bertanya.
" Nih ya, es krim yg cepat meleleh seperti waktu yg cepat berlalu. Es krim yg memang tidak bertahan lama di suhu yg panas apalagi setelah es krim tersebut di buka. Tentu saja es krim itu cepat meleleh bukan? Ya, begitu dgn waktu dalam kehidupan manusia. Waktu memang tidak terasa selalu cepat berlalu, begitupun juga dengan manusia ketika lahir ke dunia. Tanpa terasa, kita perlahan-lahan' meleleh' dalam waktu yg cepat berlalu. Jadi, selalu manfaatkan waktu dan kesempatan itu dgn baik. "Jelas hazel panjang lebar dan Aron hanya diam mendengarkan.
" Warna dan varian rasa es krim yg beraneka ragam layaknya perjalanan hidup manusia. Es krim memang memiliki banyak warna mulai dari putih, coklat,kuning, dan lainnya, begitu juga dengan varian rasa nya, ada rasa coklat,stroberi, vanilla, kopi dan lain sebagainya. Sama dgn kehidupan manusia yg punya banyak warna dan rasa yg artinya gak setiap hari kita bisa bahagia, ada sedih maupun senang. Tapi kita sendiri yg memilih dan menjalani warna dan rasa kehidupan yg kita pilih."
Aron menatap dalam mata hazel, ia tak menyangka dgn wanita yg berada di depan nya ini, dia begitu pintar memaknai semuanya dgn baik. Hazel yg sedang di tatap oleh Aron tiba-tiba merasakan perasaan yg aneh di dalam hatinya.
Tatapan teduh Aron sukses membuat jantung hazel berasa di obrak-abrik.
" Ngedip."ucap Aron sambil mengusap wajah nya hazel. Hazel lansung mengerjapkan matanya karena tangan Aron.
" Kakak itu yg gak ngedip ngedip ngeliatin aku."
"Masa?."
" Iyalah."
"Yaudah pulang yuk."
" Oke deh."
Mereka akhirnya meninggalkan taman. Dgn di temani angin dan ramai nya kota Jakarta menjadi saksi bisu atas kebahagiaan hazel. Bahagia karena Tuhan telah mengabulkan doa nya selama ini. Bahagia karena bisa bersama dgn orang yg dia cintai. Bahagia bisa berada di belakang Aron sambil menikmati angin dan ramai nya kota. Ternyata bahagia sesederhana ini.
Tak lama motor Aron sudah berada di gerbang rumah besar yg terlihat mewah namun seperti tidak ada kehidupan di sana. Hazel yg menyadari sudah berada di depan rumah nya lansung turun dari motor nya Aron.
"Makasih kak."ucapnya dengan senyum manis.
" Iya sama-sama."
" Gak mau mampir dulu?."
" Gak, gue lanjut pulang aja, mau lansung ke tempat kerja."
__ADS_1
" Ya udah, hati-hati ya." Ucap hazel sambil melambaikan tangannya kearah Aron.
Hazel memasuki rumah nya. Sepi, itulah satu kata yg dapat mendeskripsikan semua keadaan rumahnya. Di sini cuma ada bik inem sebagai asisten rumah tangga dan ada mang Koko sebagai supir pribadi keluarganya.
" Eeh non sudah pulang. Mau lansung makan non?." Tanya buk inem saat melihat hazel memasuki rumah nya.
" Nanti aja deh bik, aku mau mandi dulu." Jawab hazel
" Ya udah non. Nanti kalo mau makan, makanan nya sudah bibik siapin di meja yaa."
" Iya bik." Hazel lansung pergi menuju kamarnya yg di lantai dua.
Aron sampai di apartemennya ia langsung mandi untuk membersihkan tubuhnya. Namun saat ia mau pergi ke kamar mandi sebuah pesan singkat masuk kedalam hp nya dan teryata itu dari group wa mereka bertiga.
Gabriel dan juga Richard mereka berdua akan bermain ke apartemen nya Aron dan Richard menyuruh Aron tidak masuk kerja hari ini karena mereka akan datang ke sana sebentar lagi.
Aron lansung mematikan ponselnya, ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yg terasa gerah dari tadi.
Tak lama kemudian kedua temannya sudah datang. Mereka bukan seperti tamu, mereka lansung nyelonong masuk ke apart Aron dan lansung menuju dapur untuk mencari makanan. Ya begitulah mereka, merasa rumah milik nenek moyang nya.
" Kulkas nya bawa pulang sekalian." Ucap Aron sambil menatap males ke arah dua temannya yg sedang mengambil semua cemilan yg ada di dalam kulkas.
Richard dan Gabriel hanya nyengir kuda tanpa merasa bersalah." Laper." Ucap Richard
" Udah yah Ron besok kita beli lagi kan duit banyak. Suruh bos yg traktir juga oke besok." Ucap Gabriel melirik kearah Ricard
Gabriel kesal ia lansung membukam mulutnya Richard dgn tangan nya." Telan dulu makanan nya jgn asal ngomong aja, kan kena muka gue jadi nya."
Aron pun memberi tisu kepada Gabriel agar membersihkan wajahnya.
" Richard gaji gue udah dua bulan belum lu bayar anjr ."ucap Aron kesal karena gajinya belum di bayar. Udah lewat dari dua bulan tapi teman dan selaku bos di tempat ia berkerja malah cuek aja.
"Maaf Ron, lupa habisnya Lo di dekat gue terus jadi gue lupa soal gaji Lo." Ucap Richard dgn wajah tak bersalah. Gabriel lansung memukul belakang kepalanya Richard.
" Goblok emng, seharusnya Lo ingat bukan lupa karena dia dekat Lo terus. Nanti Aron mau makan apa kalo gak Lo kasih gajinya. Dia gak punya saudara di sini gimana sih Lo, bos tak betul."
" Kan kita saudaranya, ngapain dia harus punya saudara lagi kita untuk dia kan udah cukup. Ya udah gue trasper sekarang yang nya, dua bulan kan?." Dan di angguki oleh Aron
" Naikin dikit lah gajinya nya kan Lo telat bayar."
" Gabriel mulut lo ya pengen gue potong dah. bisa diam bentar tidak, bos nya siapa hah? ."
" Udah jgn ribut, atau mau gue tendang dari apart gue hah." Ancam Aron. Mereka pun akhirnya diam menatap layar tv yg baru saja Gabriel nyalakan.
" Ron lu udah minta maaf ke dedek gemes gue kan?." Tanya Richard
__ADS_1
" Hmmm." Jawab Aron
" Bagus, itu baru namanya teman gw." Seru Gabriel sambil memasukkan kripik kentang kedalam mulutnya.
" Sebenarnya Lo suka gak sih sama dia?." Tanya Gabriel penasaran
" Gak tau. "Jawab Aron bingung
" Elah Ron, kapan sih es balok lo mau cair?."kesal Richard
" Lo suka gak sih sama dia?." Kali ini Richard yg bertanya. Aron menggedikkan bahu acuh dan itu membuat kedua temannya kesal. Pengen mereka bunuh Aron saat ini juga.
Akhirnya mereka memutuskan untuk bermain PS karena lagi males main di hp.
" Ron, kita boleh nanya gak." Tanya gabriel hati-hati
" Mau nanya apa Riel."
" Richards bilang Lo suka ngelamun akhir-akhir ini. Lo punya masalah?." Aron diam tidak menjawab pertanyaan dari gabriel.
" Kita khawatir sama Lo,kita gak mau Lo kenapa-kenapa Lo kan saudara kita. Kita harus saling terbuka sesama saudara supaya kita bisa membantu Lo jgn menyelesaikan nya sendiri-sendiri aja. Lo masih nganggap kita saudara Lo kan?." Kali ini Richard yg bertanya
Gabriel memukul pelan lengan nya Aron." Kalo itu emang sulit buat Lo untuk cerita ya udah jgn di paksa, kita gak akan maksa Lo buat cerita sekarang kok tapi nanti harus cerita."
" Sebenarnya, mama gue nelpon 3 Minggu yg lalu, dia nyuruh gue pulang karena ada hal penting yg ingin dia bicarakan sama gue,tapi gue gak mau pulang dan gak mau tahu sepenting apa pun itu. Seminggu berturut-turut dia nelpon no gw terus, gw abaikan saja. Dan Minggu kedua gak pernah nelpon gw lagi tapi Minggu kemaren Lucas yg menelpon gw katanya mama gue masuk ke rumah sakit sudah hampir seminggu di rumah sakit dan Lucas nyuruh gw pulang juga. Gue gak mau pulang."
" Lo harus pulang dan tinggal di sana untuk beberapa hari. Bagaimana pun dia tatap mama Lo, dia yg ngelahirin Lo ke dunia ini jadi pulang saja untuk menjenguk nya."
" Benar kata Gabriel, Lo harus pulang, umur tidak ada yg tau dan Lo bilang mama Lo mau ngomong sesuatu yg penting kan? Jadi temui dia. Dia pasti merindukan anaknya sejahat-jahat nya orang tua pasti di dalam hatinya menyayangi anak kandungnya setidaknya itu ada."
" Dari kecil dia tidak pernah sayang padaku, kenapa aku harus perduli padanya dan dia tidak pernah mencoba untuk memahami aku. Aku anaknya bukan orang lain dan aku selalu cemburu kepada Lucas karena mama menyayangi nya dan memanjakan nya sedangkan aku.... tapi aku tidak bisa membenci Lucas karena mama lebih Memilih dia daripada aku."
Gabriel dan Richard yg duduk di sisi kiri dan kanannya lansung merangkul sang teman.
" Kita berdua mengerti perasaan mu. Tapi kita juga tau kalo Aron itu anak yg baik dan tidak bisa benci sama orang lain. Sebenarnya kamu tidak begitu membenci mama kamu iya kan?,kamu sangat menyayangi nya kamu cuma merasa takut saja dan kamu juga ingin dia peduli padamu seperti dia peduli sama adik kamu." Ucap Gabriel
" Kamu jgn mementingkan ego kamu. mama kamu masih peduli kok sama kamu, jadi kita sebagai saudara kamu bukan sebagai teman saat ini. kita ingin kamu pulang menjenguk mama kamu yg lagi sakit setidaknya 2/3 hari kamu di sana." Sambung Richard
" Kita juga tidak bisa memaksa kamu, semuanya ada di tangan kamu,kamu yg bisa menentukan nya." Seru Gabriel
Aron cuma ingin mama nya peduli dengan dirinya dan menganggap bahwa dia itu ada bukan sosok yg di benci mama nya. Dia selalu belajar dgn giat itu demi membuat mama nya peduli dan bangga padanya. Namun tetap saja apa yg dia lakukan tidak pernah di hargai sama mama nya dan semuanya selalu salah di mata mama nya.
Dan itu membuat dirinya bingung bagaimana lagi caranya ia harus membuat namanya melihat kearah nya dan bangga padanya sebagai anak bukan selalu melontarkan kata-kata mati kepadanya.
Dan Aron juga sangat beruntung karena Tuhan mempertemukan dia Kepada Gabriel dan Richard mereka selalu peduli terhadap dirinya dia tidak tahu bagaimana mana nasib nya kalo tidak bertemu dgn kedua sahabatnya. Bagi Aron sekarang memiliki dua sahabat yg selalu mengerti dan ada di Saat dia lagi sudah mau senang itu sudah cukup untuk dirinya.
__ADS_1
Dan karena itu juga ia harus memikirkan baik-baik tentang hazel. Mencari orang yg peduli dan tulus itu sangat sulit karena itu lah dirinya enggan membuka hati untuk seseorang. Sejauh ini hazel selalu sabar dgn dirinya bahkan tidak peduli seperti apa dia memperlakukan wanita itu. Tekadnya terlalu kuat. Dan Aron juga tidak ingin menyesali perbuatannya nanti dan kedua sahabatnya juga selalu menyemangati dia dan menyakinkan dirinya. Setiap manusia mempunyai cara yg berbeda-beda menunjukkan kasih sayang nya dan begitupun dengan hazel lebih memilih terus terang.