
hazel,Fera dan Aurel pun sudah memasuki kantin, mereka mencari tempat yg kosong untuk mereka duduki.
" hazel sini." Teriak flora saat melihat hazel yg tengah mencari tempat duduk bersama temannya.
hazel yg melihat flora yg melambaikan tangannya lansung menggelengkan kepalanya.
"aku bersama mereka aja. "bales hazel. ia tak ingin menjadi nyamuk di antara teman nya mending ia bersama teman jomblo nya dapat mkn gratis juga.
dan akhirnya mereka pun mendapat tempat duduk.
"kalian mau pesan apa."tanya Fera
"aku mau bakso yg gede satu, gorengan tiga terus es jeruk nya satu sama air mineral nya satu." jelas hazel. mumpung mkn gratis
mereka dibuat melongo dgn pesanan hazel.
"Lo yakin bakal Makan sebanyak itu?"tanya Fera sedikit ragu
"yakin lah orang lapar juga." jawab hazel enteng
"ya udah, Aurel Lo apa?."
" nasgor sama teh es aja."jawab Aurel
Fera pun pergi memesan makanan mereka.tak lama kemudian pesanan mereka datang.hazel lansung mengambil apa yg ia pesan tadi.
"hazel bisa nyantai gak makanan nya? keburu bangat,emang mau kemana sih?." tanya Aurel heran sama hazel yg mkn seperti orang kelaparan aja,gak pernah di kasih makan apa?
" ini nyantai kok rel." Jawab hazel
"biarin aja rel."ucap Fera
mata Aurel tak sengaja menangkap Aron sedang duduk berdua dgn bianca.dgn gerak reflek Aurel menyenggol lengan hazel.
"hazel itu yg bersama Bianca kak aron bukan sih."tanya Aurel memastikan
di lihat Aron sedang duduk bersama Bianca sesekali mereka tertawa,hazel panas karena melihat pemandangan itu. hazel lansung berdiri berniat untuk menghampiri Aron tapi di cegah oleh temannya.
"eeets Lo mau kemana?." tanya Fera
"mau nyamperin calon imam yg lagi enak-enakan makan bersama cewek lain."jawab nya ketus. hazel lansung pergi menghampiri meja Aron.
"kak Aron."panggil hazel, Aron pun menoleh ke sumber suara yg memanggil nya tadi.
"kak Aron ngapain bersama Bianca?."tanya hazel tak suka
"bukan urusan Lo."jawab Aron ketus.
"jelas ini urusan ku,kak Aron gak boleh dekat-dekat sama nenek lampir ini."tunjuknya tak suka pada Bianca.
"eeh bocah Lo ngomong apa barusan?nenek lampir? Lo ngata-ngatai gue ha?."tanya Bianca tak kalah ngegas
"kok Lo kurang ajar sih?."
__ADS_1
"suka-suka gue dong."
"bisa diam gak?" tanya Aron dingin
"Lo juga ngapain di sini?."tanya Aron kepada hazel
"seharusnya aku yg nanya gitu kak Aron ngapain bersama Bianca?sambil ketawa lagi.aku gak suka lihat nya!."jelas Hazel
"siapa lo?"tanya Aron sinis, Bianca yg ada di samping Aron tersenyum meremehkan hazel.
"aku hazel calon masa depan Jeo Aaron."jawab nya enteng
"jaga omongan Lo."
"Kenapa emng benarkan?."tanya hazel
"jadi cewek gak usah murahan yg ngejar-ngejar cowok duluan,gak usah banting harga,jadi cewek gak usah kecentilan.lo emang gak ada beda jauh dari cewek murahan."ucap Aron dgn menekan kata murahan.
hazel terdiam mematung, mencerna setiap ucapan yg di lontarkan Aron dgn sangat lancar dari bibirnya, membuat rasa sesak seketika hadir.
Tanpa di sadari air mata hazel sudah jatuh dgn akibat mendengar perkataan Aron yg mengatainya 'murahan'
hazel menghapus air mata nya dan tertawa sumbang. "oh selama ini kakak anggep aku cewek murahan? kakak gak pantas ngatain aku cewek murahan tanpa kakak tau benar aku gimana! kakak gak bisa menilai aku cuma dari covernya! kalo emang kakak gak suka aku kejar. bilang, gak gini caranya dgn ngata-ngatain aku cewek murahan."
air mata hazel semakin mengalir dgn deras,seisi kantin melihat kearah hazel semua. hazel menarik nafas nya dalam-dalam.
flora dan Rey yg melihat adegan itu yg berniat untuk menghampiri hazel untuk menenangi sahabat nya namun mereka di tahan oleh pacar mereka. Gabriel menyuruh flora kembali duduk.
"kita lihat aja dulu, ini emang sudah seharusnya terjadi di Antara mereka. Aron itu harus di kasih pelajaran biar dia sadar mana yg tulus mana yg enggak. bergitu pun dgn hazel ia harus mundur untuk sementara.
"oke mulai sekarang aku berhenti ngejar kakak kalo itu yg kakak mau,aku juga capek kalo disuruh lari sendirian.makasih Karena kakak,aku ngerasain gimana rasanya gak dianggap oleh orang yg kita sayang."
" aku berhenti."final hazel lansung berlari meninggalkan kantin, flora dan Rey yg melihat hazel pergi mereka pun memutuskan untuk mengejar hazel.
Aron sedari tadi hanya diam mencerna ucapan hazel barusan.apa ia terlalu keterlaluan kepada Hazel?apa dia telah menyakiti hati wanita? Aron lansung meninggalkan Bianca,Aron lansung menuju rooftop untuk menenangkan pikirannya.
"Aron kamu mau kemana?."Teriak Bianca yg tak di hiraukan oleh Aron.
......................
di rooftop Aron sedang menatap lurus ke depan.kejadian barusan sukses membuat nya merasa bersalah.
"gak seharusnya Lo berkata kasar."ucap Gabriel yg tiba-tiba muncul di belakang Aron.
"Lo udah mempermalukan dia di depan umum."sambung ricard.aron menengok ke arah kedua temannya.
" jgn cuma karena masalah mama Lo,Lo jadi menutup hati Lo untuk percaya sama cewek.kasihan dia udah berjuang demi Lo,ya walaupun gak pernah di anggep sih."ucap Gabriel
"gue gak bisa."
"Lo bisa, cuma Lo gak mau mencoba dan untuk mempercayainya gak semua sama kok."
"seharusnya Lo bersyukur karena ada orang yg rela berjuang demi lo.coba Lo liat gimana perjuangan dia buat dapet perhatian lo? dia rela ngejar-ngejar cowok duluan,dia rela banting harga demi lo.demi lo! dan lo dgn seenaknya nyakitin dia dgn Lo berkata dia cewek murahan!."lanjut Gabriel
__ADS_1
Aron diam mencerna perkataan Gabriel, terkadang perkataan Gabriel ada benarnya juga.dia sudah begitu jahat kepada hazel.entahlah Aron juga bingung dgn perasaannya ia terlalu takut untuk percaya.
"jgn sampai Lo nyesel nantinya.lo tau kan setelah ini Lo harus ngapain? minta maaf! jgn jadi cowok pengecut!." Gabriel menepuk pundaknya Aron lalu pergi meninggalkan Aron sendiri.
"jgn sampai nyesel, di saat itu juga kita sebagai teman tidak akan bisa membantu Lo juga,jadi pikirkan baik-baik tentang perasaan Lo juga. jgn lupa minta maaf." Ricard pun pergi menyusul Gabriel yg sudah menjauh.
...****************...
di lain tempat seorang wanita menangis sesenggukan dgn di temani oleh kedua sahabatnya yg menenangkan nya.
"udah lah gak usah Lo nangis'in cowok yg emng gak pernah menginginkan lo.itu cuma bisa bikin Lo sakit hati."ucap flora menenangkan hazel.
mereka sekarang berada di taman belakang kampus, setelah kejadian tadi di kantin hazel lansung berlari menuju taman belakang yg memang jarang di datangi oleh siswa/siswi di kampus.
" hazel pliss stop berharap sama kak Aron." ucap Reyhan
"gak bisa Rey."jawab hazel lirih dgn air mata yg masih mengalir.
"Lo bisa."jawab flora sambil menggenggam tangan nya hazel untuk menyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.
"yg dulu Lo berharap, sekarang putar balik biar dia juga ngerasain gimana rasanya berharap."
"yg dulu Lo baperan, sekarang baperan nya jgn terlalu di tunjukin."
"yg dulu Lo gk bisa diam kalo ada dia, sekarang Lo harus biasa aja kalau ada dia"
"Lo harus tunjukin ke dia.lo harus maju paling depan, buktiin ke dia kalau wanita yg dulu lemah sekarang sudah berubah menjadi singa yg tangguh."
semua nya terasa membingungkan, logikanya menyuruh dia berhenti tetapi hatinya tetap kokoh untuk terus berjuang. kalo sudah begini ia harus apa? di satu sisi ia ingin tetap berjuang,tapi di sisi lain hatinya merasa sakit mengingat ucapan nya Aron tadi.
"ikutin kata hati bukan kata orang"ucap Rey sambil mengusap kepala nya hazel.
...----------------...
(pulang)
saat berada di parkiran tak sengaja mata hazel bertemu dgn mata nya Aron yg sedari tadi menatap nya. sekarang hazel sedang bersikap biasa saja di depan Aron. ia masih tak habis pikir dgn ucapan Aron tadi di kantin,yg dgn seenaknya ngatain dia cewek murahan.
"yuk naik." ucap Dev saat mereka sudah berada di depan motornya Dev.
"eeh kok udah di depan motor aja?."tanya hazel polos
"CK,Lo sih ngelamun Mulu. ya udah ayok buruan naik."
"iya-iya gak sabaran bngat."
Dev hanya memutar bola matanya malas,dan lansung melajukan motornya kejalan raya.
di lain tempat ada seseorang yg dari tadi melihat kearah mereka.orang tersebut hanya memberikan tatapan datar.
"jgn sampai nyesel Ron."ucap Gabriel sambil masuk kedalam mobilnya.
"yg sabar bro."ucap Richard
__ADS_1
orang yg sedari tadi menatap kepergian hazel dan Dev adalah Aron. entahlah Aron kadang tidak mengerti dgn perasaannya.terasa aneh saat hazel biasa saja saat melihat nya, biasanya ia yg akan selalu menganggu Aron,tapi sekarang hazel berubah begitu cepat.